00:00Amerika Serikat terus saling meluncurkan serangan yang meluas ke wilayah sekutu.
00:04Komandan tertinggi militer Iran menetapkan aturan baru di medan tempur.
00:08Dengan memperingatkan, setiap warga sipil Iran yang tewas akibat serangan Amerika Serikat
00:14akan dibalas dengan kematian seorang tentara AS.
00:17Lalu bagaimana eskalasi perang Iran dengan Amerika Serikat ke depan?
00:21Kita bahas bersama peneliti Asia Middle East Center, Pizarro Ghazali.
00:25Bang Pizarro, selamat petang.
00:27Selamat petang, Cindy. Sehat selalu.
00:29Bang Pizarro, sebenarnya kalau menurut Anda seberapa serius,
00:32seberapa tegas Iran akan menerapkan aturan baru ini terhadap Amerika Serikat?
00:36Ya, menurut saya, Cindy, ini akan sangat tegas dari respon Iran
00:39untuk membalas satu nyawa warga sipil Iran akan dibalas satu tentara Amerika Serikat.
00:44Karena apa, Cindy? Serangan-serangan Amerika Serikat ke Iran itu sudah menyasar,
00:48bukan lagi fasilitas militer, tapi fasilitas sipil.
00:51Ya, misalkan pabrik desalinasi air, energi, kemudian pelabuhan,
00:56yang di situ kemudian banyak warga sipil juga tewas.
00:58Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Iran sendiri,
01:01itu ada sekitar 3.500 warga sipil Iran yang tewas gitu.
01:05Dan ini kan pasti akan menuntut pembalasan dari Iran.
01:08Kemudian, memang kalau kita dalam sejarah,
01:11ini memang pernah berhasil menekan Amerika Serikat, Cindy.
01:13Jangan lupa dulu, Amerika Serikat sampai angkat kaki dari Somalia
01:17setelah ada 18 pasukannya yang tewas dari seragapan milisi di Somalia.
01:22Dulu juga sama, tahun 1983, milisi-milisi pro-Iran pernah menyerang markas pangkalan Amerika Serikat
01:27dan 241 tentara Amerika Serikat tewas,
01:30dan itu kemudian membuat Ronald Reagan angkat kaki dari Libanon gitu.
01:34Jadi saya kira, Iran ini belajar bahwa serangan-serangan dia direct langsung kepada pasukan Amerika Serikat,
01:40tentara Amerika Serikat, itu akan memberikan tekanan kepada Donald Trump.
01:43Tapi sebenarnya kalau aturan ini adalah aturan yang diterapkan di level elit atau di level militer aja,
01:49atau justru juga sedang dicoba diterjemahkan sampai ke level,
01:51apa ya, menjadi doktrin untuk warganya?
01:54Kalau saya sementara ini, kalau kita lihat,
01:56ini masih pada level elit militer.
01:58Karena yang bisa melakukan serangan direct, Cindy,
02:00kepada tentara Amerika Serikat, itu ya militer gitu.
02:03Kalau kita lihat sekarang ada 50.000 pasukan Amerika Serikat di berbagai wilayah Timur Tengah.
02:08Ada di Qatar, ada di Bahrain, ada di Kuwait.
02:11Dan ini tentu akan meningkatkan resiko perang yang begitu sangat besar gitu.
02:15Kita nggak bisa membayangkan nanti Cindy,
02:17pangkalan-pangkalan Amerika Serikat,
02:18atau hotel-hotel tempat tentara militer Amerika menginap,
02:22rumah tempat mereka menginap,
02:24itu dimombardir sama Iran,
02:25yang tentu ini akan meningkatkan resiko yang sangat besar gitu.
02:28Kemudian juga sama,
02:29ketika serangan Amerika Serikat itu meluncur misalkan ke fasilitas energinya Iran,
02:34kemudian ada warga sipil Iran yang kena,
02:3610 kah 15,
02:37ini kan kemudian jadi tekanan dari Iran juga,
02:40karena udah terlanjur ngomong,
02:41harus dibalas juga nih 15 orang tentara Amerika Serikat untuk ditewaskan gitu.
02:46Dan ini, ketegangan ini menurut saya akan semakin menutup ruang kompromi.
02:50Karena matematis jumlah korban itu,
02:52pasti kan udah nggak lagi membuka ruang kompromi gitu.
02:54Apalagi kalau menurut saya Cindy,
02:56kalau kemudian ini benar-benar diterapkan oleh Iran dan Amerika Serikat,
02:59ini akan terjebak pada lingkaran setan ini.
03:01Ya satu warga sipil Iran tewas,
03:02diserang kemudian satu militer Amerika Serikat tewas.
03:05Jangan lupa Cindy,
03:06di internal politik Amerika Serikat,
03:08tentara Amerika yang tewas itu sangat sensitif sekali.
03:11Kayak gitu.
03:11Itu bisa kemudian menuntut,
03:13kalau kemudian akhirnya malah angkat kaki kan dari Timur Tengah,
03:15tapi malah akhirnya menuntut Donald Trump,
03:17mendesak Trump,
03:18melakukan serangan balasan,
03:19dan ini kemudian menurut saya,
03:21mereka akan terjebak pada labirin setan,
03:23yang tidak putus-putus gitu.
03:24Dan ruang kompromi,
03:26ruang diplomasi,
03:26dan negosiasi,
03:27akan semakin lama,
03:28semakin kecil gitu.
03:29Karena tadi,
03:30satu nyawa dibalas satu nyawa,
03:32dan ini yang kemudian sudah ditetapkan oleh RGC.
03:34Nah kalau juga keseriusan Iran ini sebenarnya,
03:38mereka bisa dibaca dari mana?
03:40Titik mana aja yang akan mereka kunci
03:42untuk sebagai sasaran target,
03:44kalau misalnya memang mata dibalas mata?
03:47Kalau saya lihat,
03:48yang akan menjadi target ialah,
03:49lokasi di mana pasukan-pasukan Amerika Serikat itu banyak berada.
03:53Kalau kita lihat sekarang,
03:54yang menjadi eskalasinya itu di Kuwait dan Yordania.
03:57Pasukan-pasukan Amerika Serikat ternyata-ternyata di setiap wilayah teluk,
03:59itu ada sekitar 10 ribu sini.
04:01Baik 5 ribu sampai 10 ribu lah.
04:04Yang paling dikit mungkin di sekitar Oman dan Bahrain,
04:06seperti itu.
04:07Tapi di wilayah kayak Kuwait, Yordania,
04:09itu mereka jumlahnya cukup banyak gitu.
04:10Dan kalau saya lihat,
04:12kenapa akhirnya kemudian Iran,
04:14jangan lupa ya,
04:15ada 4 militer Amerika Serikat yang sudah tewas dari serangan Iran.
04:18Saya lihat Iran sudah bisa membaca,
04:19dan mungkin ada serangan cyber,
04:21serangan intelijen dia,
04:22yang kemudian bisa mengidentifikasi
04:24di mana saja lokasi pasukan-pasukan Amerika Serikat.
04:26Karena kan terbukti,
04:274 kemarin sudah tewas gitu.
04:28Artinya sistem radarnya Amerika Serikat,
04:31sistem penangkal udaranya,
04:32itu sudah jebol sama Iran,
04:33sampai tentaranya itu tewas gitu.
04:35Tinggal Trump kemudian,
04:36nanti dia bisa memilih,
04:37apakah ini kemudian menekan dia,
04:40untuk kemudian masuk ke negosisi perundingan,
04:42atau nanti skemanya kayak Afghanistan sih,
04:43di mana pasukan AS yang tewas,
04:45itu justru direspon dengan serangan yang sangat brutal.
04:47Ya, kepada negara yang bersantukan,
04:50kayak misalkan Al-Qaeda kan ada di Afghanistan,
04:53Taliban ada di Afghanistan,
04:54seperti itu.
04:55Maka ada dua itu polanya,
04:56dia bisa berpikir ulang,
04:57untuk tidak menyerang pasas energi,
04:59khusus hanya nanti menyerang pasas militer,
05:01atau kemudian melakukan serangan respon yang lebih besar.
05:04Ini sangat tergantung,
05:05dari seberapa banyak pasukan Amerika Serikat yang tewas gitu.
05:08Kalau kita lihat pengalaman tadi,
05:09ya di Libanon,
05:10pengalaman di Somalia,
05:12jumlah yang tewas itu 20-200,
05:14ini bukan tidak mungkin,
05:15membuat Amerika Serikat berpikir ulang,
05:17untuk kemudian tidak lagi melakukan serangan sekandang
05:19kepada fasilitas sipil.
05:20Kalau Iran juga sudah memperingatkan warga
05:23untuk menjauh dari beberapa lokasi,
05:25apakah itu juga sebenarnya bisa diartikan,
05:26tidak menutup kemungkinan Iran,
05:28bahkan juga akan menyerang atau menargetkan kota?
05:31Betul, kemudian saya gini,
05:32karena kan gini,
05:33Iran itu prinsip politik perangnya,
05:35dia akan membalas setara dari apa yang dilakukan Amerika kepada dia.
05:39Seperti itu.
05:39Misalkan,
05:40Amerika menyerang pasas militer,
05:42diserang juga kan sama Iran fasilitas pangkalan militernya,
05:44Amerika Serikat menyerang fasilitas sipil,
05:46diserang juga fasilitas sipil sama Iran.
05:48Nah, saya kira keseruan dari Iran,
05:50agar masyarakat sipil di wilayah-wilayah tersebut itu menjauh,
05:53itu bukan tidak mungkin sebagai respon balasan,
05:56karena semakin kerasnya serangan dan invasi Amerika Serikat
06:00yang mereka lakukan kepada wilayah Iran.
06:02Bayangkan, sekarang bahkan bukan hanya Selat Hormuz ini,
06:05tapi korporasi provinsi yang menjembatani Hormuz kepada Teheran,
06:08di Iran Tengah,
06:09provinsi Fars, provinsi Yazid,
06:11itu kan juga sudah diserang sama Amerika Serikat.
06:13Tentu kan Iran tidak boleh diam,
06:15dia tidak mau kemudian menyerah begitu saja.
06:17Maka kemudian timbulah tadi dari Panglima Kota Mulan Bia
06:21yang mengatakan bahwa satu nyawa akan kami balas,
06:24satu nyawa, one for one.
06:25Artinya serangan Iran akan semakin terukur.
06:27Kota dia kan dia agak acak gitu kan,
06:28hanya serangan militer,
06:29serangan fasilitas militer,
06:31tetapi sekarang sudah masuk kepada orang-orangnya.
06:33Nah, berarti kan kalau misalnya ini adalah isu yang sensitif juga
06:36ketika ada militer AS yang menjadi korban,
06:38berarti seberapa serius juga sih sebenarnya Trump akan menghadapi ancaman ini?
06:41Apakah ia akan jadi lebih hati-hati?
06:43Menurut saya gini,
06:44iya,
06:45kalau menurut saya itu makanya kenapa kemudian Iran menerapkan doktrin one for one gitu.
06:50Menurut saya ini juga bagian dari strategi Iran
06:52untuk menekan politik dalam negerinya Washington.
06:54Karena di Amerika Serikat,
06:55satu aja tentara Amerika Serikat yang tewas,
06:58itu sangat sensitif,
06:59itu bisa membuat Kongres,
07:01kemudian para pengambil kebijakan,
07:04itu kemudian akan semakin menekan Donald Trump
07:06untuk kemudian tidak lagi melakukan tindakan-tindakan yang ceroboh gitu,
07:10yang akhirnya membuat tentara-tentara Amerika Serikat yang tewas.
07:13Menurut saya ini juga pesan yang sengaja dimainkan oleh Iran
07:16untuk memberikan tekanan kepada publik Amerika,
07:18tekanan kepada Kongres,
07:20tekanan kepada pengambil kebijakan
07:21untuk tidak memperluas serangan-serangan kepada Iran,
07:25terutama kepada fasad-fasad sipil seperti itu.
07:28Kalau dulu aja misalkan ya,
07:29Amerika Serikat bisa angkat kaki dari perang Vietnam
07:31karena banyak tentara-tentara Amerika Serikat yang tewas,
07:33menurut saya itu juga ingin dimainkan oleh Iran,
07:36mendorong publik Amerika Serikat untuk menekan pemerintahannya,
07:40ada gelombang anti perang,
07:41hingga kemudian Donald Trump minimal itu dia melemah,
07:44ya tidak lagi melakukan serangan membabi buta,
07:46ataupun kembali mau masuk ke meja perundingan
07:48yang adil bagi Iran.
07:50Gimana dengan Israel kalau dalam saling ancaman ini,
07:53akan ada di mana atau apa yang akan Israel lakukan juga sebenarnya?
07:56Ini menurut saya momen yang sangat ditunggu-tunggu sindi
08:00oleh Israel gitu.
08:01Karena kematian tentara Amerika Serikat itu juga sinyal menurut saya dari Donald Trump
08:05untuk bukan tidak mungkin memberikan lampu hijau kepada Netanyahu
08:09untuk kembali melakukan serangan koalisi kepada Iran.
08:12Jangan lupa besok rencananya itu Netanyahu akan bertemu dengan Donald Trump.
08:16Kemungkinan akan ada pembahasan untuk kemudian menetapkan
08:20apakah kita akan melakukan serangan bersama kembali kepada Iran
08:22atau kemudian masuk ke meja perundingan.
08:25Walaupun kita mengetahui 13 hari serangan,
08:2713 hari 13 malam ini serangan beruntun dan sekarang berhenti,
08:30memang itu sinyal bagi Donald Trump untuk kemudian masuk ke meja perundingan.
08:33Tapi jangan lupa, Netanyahu itu orang yang sangat pintar
08:36membisik-bisiki Donald Trump,
08:38menggoda Donald Trump untuk kembali melakukan serangan kepada Iran.
08:40Karena ini sangat penting bagi Netanyahu.
08:42Kapan lagi segala macam keinginan dia untuk melakukan serangan kepada Iran,
08:46itu bisa diakomodir oleh pemerintah Namur Jogat
08:48kalau bukan presidennya Donald Trump.
08:50Dan kemudian kemarin kan ketika MOU itu sudah runtuh kan,
08:53kita senjata sudah runtuh, itu kan juga sinyal.
08:55Netanyahu menangkapnya,
08:56wah ini sinyal dari Donald Trump kepada kita,
08:58bahwa kita dikasih lampu hijau lagi nih untuk melakukan serangan kepada Iran.
09:02Nah, saya kira ini sekarang Netanyahu sudah dalam persiapan
09:05skala perang untuk kembali berperang sama Iran.
09:08Tinggal kemudian nanti, apakah pertemuan di Washington
09:11memutuskan sebuah kesepakatan bersama,
09:13mereka akan melakukan serangan kembali kepada Iran.
09:15Baik, Bang Pizarro Guzali, terima kasih.
09:17Sudah berbagi pandangan bersama kami di Kompas Petang.
09:19Sehat selalu, Bang Pizarro.
09:21Sehat selalu, Zindi. Terima kasih.
09:22Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar