00:00Berbuat onar dan menyerang orang.
00:02Kalian cari mati ya?
00:03Tuhan Sofian, mereka berani memukulku.
00:06Mereka bukan memukulku, tapi memukul otoritasmu.
00:09Kalian para pembuat onar, ikut aku ke kantor.
00:12Hah? Kamu?
00:16Tuhan, aku pelajar dasar tahun kedua, memberi salam.
00:21Pelajar dasar?
00:23Iya.
00:23Jadi merasa berhak membuat keributan?
00:27Tuhan, aku membawa teman dari desa mencari nafkah di pasar ini.
00:31Tapi bajingan ini yang mulai dulu. Kami mohon keadilan.
00:35Benar.
00:37Begitu.
00:39Mereka bohong. Dia yang memukulku lebih dulu.
00:41Kamu tahu sendiri siapa aku. Aku orang baik.
00:44Tuhan.
00:49Sebenarnya, teman-temanku membantuku cari uang untuk ujian kekaisaran.
00:53Menurutmu, kalau aku lolos sekolah menengah...
01:02Aku paham.
01:06Jadi kamu yang membuat masalah.
01:09Apa?
01:09Ikut aku.
01:11Terima kasih.
01:13Tuhan Sofian.
01:14Tuhan Sofian, bukannya dia cuma pelajar dasar.
01:17Kenapa harus ditakuti?
01:19Aku...
01:21Dasar bodoh dan picik seperti tikus.
01:23Dia jadi pelajar dasar di usia muda.
01:26Kalau nanti dia lolos sampai ke istana.
01:29Dengan satu perintah, dia bisa hancurkan keluarga kita.
01:33Yang paling kejam di dunia adalah para cendikiawan.
01:36Apalagi, dia ditemani para petarungkuan.
01:39Kita masih belum tahu asal mereka.
01:41Jadi perhatikan sikapmu.
01:43Aku paham.
01:48Karanda, ikannya sudah habis.
01:51Eh, berapa banyak?
01:52Totalnya 30.017 koin.
01:54Tapi, masih belum cukup pelunasi hutangmu.
01:57Jadi harus gimana?
01:58Karanda, gak sempat pancing lagi.
02:01Hari ini sudah jatuh tempo.
02:03Eh, Karanda.
02:05Masih ada gelangnya Kasinta.
02:07Gadekan saja.
02:07Kita sudah punya teknik rahasia.
02:09Nanti bisa ditebus lagi.
02:11Ya, itu ide bagus.
02:11Enggak. Aku punya cara.
02:14Kak Asan, ini.
02:15Hah?
02:16Kalian bawa uang ini pergi ke pasar.
02:18Belikan barang yang kubutuhkan.
02:20Setelah belanja, temui aku.
02:22Di Pandai Besi Keluarga Bima.
02:24Hari ini, kita akan melakukan misi besar.
02:28Hah?
Komentar