00:00Wah, Kak Sinta, lihat, Kak Randa. Sangat hebat. Dapat banyak ikan.
00:06Suamiku, kamu hebat.
00:08Memang benar. Mulai sekarang, jangan lupa senyum terus. Lebih cantik.
00:16Istriku, kalau begitu mohon bantuannya ya. Kita buat adonan. Malam ini, makan ikan.
00:21Ayo, ayo.
00:24Randa, ikannya terlalu banyak. Tapi kalau dijual besok, perjalanannya panjang.
00:29Kalau ikannya mati, harganya bisa berkurang.
00:31Benar itu.
00:33Jangan khawatir, Kak San. Begini, lihat. Ikannya sudah kuikat begini.
00:41Eh, Kak Randa, ini maksudnya apa?
00:45Ini teknik ikan melengkung. Kepala dan ekor ikan diikat berdekatan.
00:49Biar insannya terbuka dan menghirup lebih banyak oksigen.
00:52Dengan begini, peluang ikan hidup bisa lebih besar.
00:54Kak Randa, oksigen itu apa?
00:57Oksigen itu haa.
00:58Hei, kamu jangan bicara nggak jelas. Kamu percaya saja pada Randa.
01:02Intinya, jangan khawatir. Mulai sekarang, kalau aku dapat rezeki, kalian harus dapat juga.
01:08Kita semua berbagi suka, berbagi duka.
01:12Berbagi suka, berbagi duka.
01:20Kenapa menangis, Amar?
01:22Kenapa menangis?
01:24Aku memikirkan orang tua aku.
01:27Sebelum mereka meninggal, aku tanya mereka ingin makan apa.
01:32Mereka bilang mau makan daging.
01:35Seumur hidup nggak pernah makan daging.
01:37Nggak pernah makan ikan.
01:40Aku kira, aku akan berakhir seperti mereka.
01:43Nggak punya kesempatan makan daging.
01:45Hari ini...
01:48Jangan khawatir, Amar.
01:50Ikuti saja aku.
01:51Tiga hari, makan sembilan kali.
01:55Masih menangis?
01:56Memalukan sekali.
01:57Tidak!
01:58Tidak!
02:00Tidak!
02:01Tidak!ona
Komentar