Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Blak-blakan Menkeu Purbaya Akui Utang Negara Bertambah

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menghadiri Rapat Paripurna DPR RI Ke-25 di Jakarta, Selasa (14/7). Agenda kali ini membahas Tanggapan Pemerintah atas Pandangan Fraksi terhadap RUU Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN TA 2025.

Menkeu menegaskan bahwa meskipun rasio utang mengalami peningkatan, posisinya masih berada jauh di bawah batas maksimal yang ditetapkan undang-undang, sehingga kondisi APBN dipastikan tetap aman dan terkendali.

Dalam kesempatan ini, Menkeu juga memaparkan skenario pengelolaan utang yang bertumpu pada empat pilar utama demi keberlanjutan fiskal.

Apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya disampaikan kepada seluruh fraksi DPR RI atas dukungan dan kerja samanya dalam mengawal jalannya APBN periode ini.

#Purbaya #Menkeu

Video Editor: Atha
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Menanggapi tanggapan fraksi PDIP, fraksi Partai Gokal, dan fraksi PAN mengenai rasio utang tahun 2025 yang mencapai 40,54 persen
00:10dan pengelolaan utang ke depan,
00:12pemerintah menegaskan bahwa meski rasio utang meningkat dari 39,81 persen PDB di tahun 2024 menjadi 40,54 persen PDB
00:22di tahun 2025,
00:24posisi ini masih jauh di bawah batas maksimal 60 persen PDB sesuai undang-undang, sehingga APBN kita tetap aman dan
00:35terkendali.
00:36Skenario pengelolaan utang ke depan bertumbuh pada empat pilar, yaitu koordinasi fiskal bertahap dalam rangka penguatan keseimbangan primer menuju positif,
00:45optimalisasi menerima negara, peningkatan kualitas belanja, serta pengelolaan portofoli utang aktif melalui debt switch, buyback, dan konversi pinjaman.
00:58Dengan strategi ini, pemerintah optimis rasio utang dapat dikendalikan bertahap sambil menjaga keberlanjutan fiskal dan agenda pembangunan kita.
01:09Pemerintah mengapresiasi perhatian fraksi PKB terhadap kebijakan pemerintah untuk memindahkan dana sal yang disimpan di BI ke instrumen penempatan uang
01:19negara pada Bank Umum Mitra.
01:21Dapat kami sampaikan di sini bahwa pemindah bukuan dana sal ke Bank Umum tersebut bertujuan untuk mendorong pertumbuhan sektor real
01:29melalui cash management yang baik.
01:30Hal ini dilakukan melalui penempatan idle cash pemerintah di Bank Umum Mitra dengan bunga rendah sehingga dapat menurunkan cost of
01:39fund dari perbankan.
01:42Pemerintah berterima kasih atas apresiasi fraksi-fraksi DPR RI mengenai pencapaian opini WTP LKPP tahun 2025.
01:51Pencapaian ini merupakan perwujudan nyata dari komitmen dan konsistensi pemerintah untuk melakukan peningkatan kualitas pengelolaan APBN
02:00berdasarkan prinsip tata kelola yang baik.
02:03Hal ini juga merupakan hasil upaya pemerintah bersama stakeholder serkait, terutama dukungan dari DPR,
02:10dalam meningkatkan kualitas pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara.
02:17Pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh temuan pemeriksaan dan rekomendasi BPK.
02:23Pemerintah telah menyusun dan menyampaikan rencana aksi seluruh rekomendasi BPK dengan rinci dan terukur.
02:30Pemerintah juga melakukan monitoring atas penyelesaian tindak lanjut tersebut dan melaporkan progres penyelesaiannya secara berkala kepada BPK,
02:37serta menjadikan penyelesaian tindak lanjut rekomendasi BPK sebagai salah satu pengukuran kinerja pemerintah.
02:46Pemerintah sekali lagi menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarannya kepada seluruh fraksi DPR RI
02:52yang telah mendukung dan bekerjasama mengawal berjalannya APBN pada periode ini.
02:59Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan