00:00Bayangkan kamu punya jam tangan yang bisa mendeteksi perubahan musim dari jarak ratusan kilometer,
00:05tanpa sinyal internet, tanpa satelit, hanya dengan merasakan cahaya matahari yang menyentuh kulitmu setiap hari.
00:12Nah, ternyata setiap kuntum bunga di tamanmu memiliki sistem navigasi yang persis seperti itu.
00:17Mereka tahu persis kapan harus tidur, kapan harus tumbuh, dan kapan waktu yang tepat untuk mekar memamerkan keindahannya.
00:24Tapi bagaimana mungkin makhluk tanpa otak dan mata bisa menghitung hari dengan presisi yang mengalahkan jam Swiss?
00:31Para ahli biologi di awal abad ke-20 benar-benar dibuat frustrasi oleh fenomena ini.
00:37Mereka mengamati bagaimana tanaman kerisan di Jepang mekar sempurna saat durasi malam mencapai titik tertentu.
00:43Peneliti di Eropa juga menemukan hal serupa pada tanaman tembakau marilan mammoth yang hanya berbunga saat hari mulai pendek.
00:50Padahal, suhu udara, kelembapan, dan kualitas tanah bisa diatur semirip mungkin di dalam laboratorium.
00:57Namun tanaman-tanaman itu tetap bersikeras menolak berbunga kecuali mereka mendeteksi pola cahaya spesifik dari lingkungan luar mereka.
01:05Yang membuat situasi ini semakin membingungkan adalah sifat cahaya itu sendiri.
01:09Kita tahu cahaya itu cepat, sangat cepat, tapi dia juga sangat lemah.
01:13Foton cahaya merah yang sampai ke permukaan daun hanya memiliki energi sekitar 1,8 elektron volt.
01:20Itu kurang lebih setara dengan energi yang dibutuhkan seekor semut untuk mengangkat sebutir pasir.
01:25Jadi, bagaimana mungkin energi sekecil itu bisa mengirim sinyal yang cukup kuat
01:29untuk mengaktifkan gen di dalam inti sel tumbuhan dan memerintahkan ribuan proses biokimia sekaligus.
01:36Rahasia ini akhirnya terkuak berkat penemuan sebuah protein ajaib bernama fitokrom.
01:41Fitokrom ini bekerja seperti pendeteksi warna yang sangat sensitif di dalam setiap sel tumbuhan.
01:47Ada dua bentuk utama fitokrom, per yang menyerap cahaya merah murni dan pefer yang terbentuk setelah per menyerap cahaya merah
01:54jauh.
01:54Saat matahari terbit, cahaya merah jauh dari matahari langsung mengubah per menjadi pefer dalam hitungan detik.
02:01Pefer inilah yang kemudian masuk ke inti sel seperti kurir penting yang membawa perintah langsung dari markas besar.
02:07Di dalam inti sel, pefer akan menyalin dan menghentikan produksi protein tertentu yang menghambat pertumbuhan.
02:14Sistem ini bekerja dengan mengukur rasio antara cahaya merah murni dan cahaya merah jauh.
02:19Bayangkan kamu punya dua ember air, satu diisi air panas dan satu lagi air dingin.
02:25Tumbuhan mengukur perbandingan kedua ember itu untuk menentukan apakah mereka berada di bawah naungan pohon besar atau di tempat terbuka.
02:32Pada siang hari, rasio cahaya merah murni sangat tinggi, tapi saat senja atau di bawah kanopi hutan, rasio itu berbalik
02:38drastis.
02:40Tapi fitokrom saja tidak cukup untuk menjelaskan semua misteri ini.
02:44Tumbuhan ternyata juga memiliki jam biologis internal yang berputar dalam siklus sekitar 24 jam, sama seperti jam tidur kita.
02:52Jam ini terdiri dari rangkaian gen yang saling menyalakan dan mematikan satu sama lain seperti roda gigi dalam mesin jam.
02:59Ketika informasi dari fitokrom bertemu dengan ritme jam internal ini, barulah tumbuhan bisa membedakan antara hari yang benar-benar panjang
03:07dan hari yang hanya mendung sebentar.
03:10Gabungan kedua sistem ini menciptakan keakuratan yang luar biasa dalam mengukur waktu musiman.
03:15Dan ini yang benar-benar mengubah cara pandang kita terhadap dunia pertanian modern.
03:20Petani cerdas di Belanda kini menggunakan lampu LED khusus dengan spektrum cahaya merah jauh untuk memanipulasi sistem fitokrom pada tanaman
03:28stroberi.
03:29Hasilnya, mereka bisa memaksa tanaman berbuah di luar musim normal dengan presisi yang mengesankan.
03:35Di laboratorium Universitas Kyoto, para peneliti bahkan berhasil menciptakan varietas bunga sakura yang mekar dua kali dalam setahun.
03:44Satu molekul protein kecil bernama fitokrom ternyata memegang kunci untuk mengatur produksi pangan global di masa depan.
03:50Penemuan ini juga membuka pemahaman baru tentang mengapa perubahan iklim bisa sangat mengancam ekosistem.
03:56Ketika pola suhu dan cahaya berubah drastis akibat pemanasan global, sistem navigasi canggih tumbuhan ini bisa salah membaca sinyal.
04:05Bunga yang seharusnya mekar di musim semi bisa mekar terlalu awal dan mati beku saat embun es datang.
04:10Lebah dan kupu-kupu yang mengandalkan jaral mekar ini pun kehilangan sumber makanan mereka secara mendadak.
04:15Jadi, rahasia kecil di dalam setiap kelopak bunga ini sebenarnya memiliki dampak yang sangat besar bagi seluruh rantai makanan di
04:23bumi.
04:24Jadi, setiap kali kamu melihat bunga mekar di pinggir jalan, ingatlah bahwa di dalam kelopaknya sedang berlangsung konser biokimia yang
04:32sangat komplek.
04:33Terima kasih sudah menemani perjalanan kita menyelami rahasia alam hari ini.
04:37Kalau menurutmu ada mekanisme tumbuhan lain yang sama menakjubkannya untuk kita bedah berikutnya, tulis saja idemu di kolom komentar.
04:45Jangan lupa tekan like kalau video ini menambah wawasanmu dan bagikan ke teman-teman yang suka eksplorasi sains.
04:52Sampai jumpa di petualangan berikutnya. Stay curious!
04:55Sampai jumpa di petualangan berikutnya.