Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Upaya pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin masih terus dilakukan pada Senin (06/07/2026).

Hingga kini, tiga helikopter water bombing tetap dikerahkan untuk membantu menjinakkan api dari udara, Berikut perkembangan terbaru kondisi di lokasi dan proses penanganan kebakaran.



#tpajatiwaringin #kebakaran #tpa

Baca Juga [FULL] Bung Adi Analis Sepak Bola Soroti Gol Haaland Berhasil Pulangkan Brasil Dari Pesta Bola Dunia di https://www.kompas.tv/internasional/678972/full-bung-adi-analis-sepak-bola-soroti-gol-haaland-berhasil-pulangkan-brasil-dari-pesta-bola-dunia



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/678973/terbaru-kondisi-pemadaman-kebakaran-tpa-jatiwaringin-3-helikopter-water-bombing-masih-dikerahkan
Transkrip
00:00Saudara Anda menyaksikan Breaking News Kompas TV, kita kembali membahas kebakaran TPA Jatiwaringin.
00:07Dan untuk mengetahui informasi terkini pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin dan juga warga yang terdampak,
00:12kita sudah terhubung dengan jurnalis Kompas TV Tessa Lonika Ajeng dan Juru Kamera Yogi Syarefi di Tangerang, Bantan.
00:20Selamat pagi Tessa, bagaimana perkembangan terkini pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin di sana?
00:25Bisa Anda gambarkan situasinya?
00:30Ya Renata dan juga Saudara, memang sejak pagi tadi kami pantau deret upaya pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin ini masih
00:39terus dilakukan
00:40melalui jalur darat petugas pemadam kebakaran berusaha untuk mendekat ke titik-titik api yang memang disinyalir masih menyala sampai dengan
00:49hari ini.
00:50Akan ditunjukkan oleh Juru Kamera Kompas TV Yogi Syarefi, beginilah situasi terkini proses pemadaman di TPA Jatiwaringin
00:58mengingat ini sudah memasuki ke hari ke-7, namun kami masih bisa melihat ada asap yang masih keluar dari tumpukan
01:07nyalir
01:09karena masih adanya api yang belum sepenuhnya padam yang berada di bawah tumpukan sawah.
01:15Gambar yang ditunjukkan oleh Juru Kamera Yogi Syarefi di sini memperlihatkan memang ada sejumlah alat berat
01:21yang dioperasikan, kami pantau sejak pukul 7 pagi tadi sudah mulai beroperasi untuk mengeruk sampah
01:28dan juga mengeruk tanah di sini dalam hal untuk memberikan akses kepada para petugas pemadam kebakaran
01:35karena mengingat memang lokasi tempat kebakaran ini benar-benar ada di tengah-tengah TPA Jatiwaringin ini
01:42yang mana tumpukan sampah ini maksud kami, tumpukan sampahnya ini setinggi 25 sampai 30 meter.
01:50Jadi inilah yang membuat menjadi kendala bagi petugas pemadam kebakaran untuk dapat mengakses ke titik-titik api
01:57yang berada di tengah-tengah dari tumpukan sampah dan inilah ekskavator atau alat berat yang memang dioperasikan
02:05untuk membuka jalan atau memberikan akses kepada petugas pemadam kebakaran
02:10sehingga bukan hanya petugasnya saja yang bisa masuk, namun juga kami bisa melihat ada armada pemadam kebakaran
02:17yang sudah bisa berhasil masuk ke titik yang lebih dekat dengan titik-titik api yang masih menyala.
02:24Selain itu juga Renata dan juga Saudara memang sejak tadi pagi ini upaya pemadaman dengan menggunakan helikopter water bombing
02:33juga sudah mulai dioperasikan.
02:36Kami bisa melihat di sini ada tiga armada helikopter water bombing
02:40yang dikerahkan oleh BNPB untuk membantu proses pemadaman ini supaya lebih cepat.
02:49Tadi kami juga sempat mendapatkan konfirmasi dari pihak BNPB yang bertugas di sini
02:54akan mengatakan juga bahwa tidak menutup kemungkinan untuk menambah armada helikopter lagi.
03:00Mengingat memang karena ini sudah memasuki ke hari yang ke-7 dan 15 hektare lebih di TPA Jatiwaring ini sudah
03:09hangus terbakar
03:10jadi memang dari pihak BNPB beserta juga dengan petugas gabungan ini akan mengupayakan langkah-langkah lain lagi
03:17seperti misalnya tadi untuk menambah armada helikopter water bombing dalam hal ini untuk mempercepat proses pemadaman.
03:25Selain itu juga upaya yang sudah dilakukan oleh petugas gabungan di sini yakni melalui injeksi air
03:31di mana akan disiagakan juga sudah diberlakukan ini sejak tiga hari yang lalu
03:36terkait dengan adanya bersiaga armada tanki-tanki air yang nantinya akan disalurkan melalui selang
03:44dan diinjeksi atau ditusukkan ke dalam tumpukan sampah ini.
03:47Mengingat memang titik-titik api yang masih menyala sampai dengan saat ini ini berada di bawah tumpukan sampah
03:54yang memang sangat sulit untuk dijangkau oleh petugas terlebih juga medannya ini rawan ambles
04:01sehingga memang melalui injeksi air ini diharapkan bisa memberikan pembasahan yang lebih merata
04:06ke setiap area yang memang disinyalir masih ada titik-titik api yang menyala.
04:11Kami masih akan pantau ke depannya di hari ini apakah memang nantinya akan ada tambahan armada helikopter waterbombing lagi
04:19sehingga menjadi empat armada di hari ini ataupun nanti juga ada petugas pemadam kebakaran
04:25yang akan menerapkan strategi baru dalam hal ini untuk mempercepat proses pemadaman kebakaran
04:31di TPA Jatiwaringin ini, Renata.
04:33Baik, upaya waterbombing dan juga pengerukan sampah masih terus dilakukan di TPA Jatiwaringin.
04:39Sebelumnya Menteri Lingkungan Hidup juga sudah menyatakan bahwa pantauan termal kemarin begitu sudah dibawah 4%.
04:46Dari pandangan Anda Tessa di sana, seperti apa tingkat keparahan dan memungkinkankah bahwa pada hari ini
04:54target pemadamannya bisa selesai dilakukan atau seperti apa langkah-langkah yang dilakukan?
05:02Ya, memang target dari petugas gabungan ini secepatnya dan diharapkan memang di pekan ini bisa benar-benar padam untuk semua
05:09titik apinya
05:10namun kalau bisa kami gambarkan di hari ini memang asap yang muncul dari titik-titik api yang masih menyala ini
05:17sudah tidak sepekat dari 3 hari sampai dengan kemarin.
05:22Dapat kami gambarkan juga memang karena di sini anginnya tidak sekencang hari-hari sebelumnya
05:27jadi memang asap ini tidak terbawa ke area-area lain termasuk juga ke area permukiman
05:33kalau dapat kami pantau sejak tadi pagi ini memang cuaca masih sangat terik
05:39sehingga memang belum ada awan yang bisa digunakan untuk BNPB dalam hal upaya operasi modifikasi cuaca
05:46karena BNPB juga sudah menyebutkan bahwa nantinya akan berkoordinasi dengan BMKG terkait dengan operasi modifikasi cuaca ini
05:53karena mengingat sederet upaya sudah diberlakukan dan memang diharapkan nantinya apabila ada operasi modifikasi cuaca ini
06:00pemadaman bisa semakin cepat begitu
06:03dan dari BMKG juga menyebut bahwa nantinya akan melihat posisi awan terlebih dahulu
06:09apakah memang ada awan yang sudah berada di atas TPA Jati Waringin ini
06:14dan digambarkan oleh BMKG memang ini baru bisa dilakukan sekitar 6 sampai 7 hari ke depan
06:21namun kita juga masih sama-sama memantau apakah sebelum 6 sampai 7 hari ke depan ini
06:26juga sudah ada awan yang bisa terlihat di atas TPA Jati Waringin ini
06:30sehingga bisa dilakukan operasi modifikasi cuaca
06:33Renata
06:34Baik BMKG dan juga BNPB ini masih melakukan koordinasi begitu ya
06:37bagaimana kemudian bisa mendorong upaya modifikasi cuaca
06:40namun memang sampai sejauh ini baru waterbombing dan juga pengurukan sampah yang terlihat di TPA Jati Waringin Tessa
06:46bisa Anda gambarkan juga bagaimana aktivitas warga
06:50apakah di sekitar TPA Jati Waringin ini masih ada aktivitas warga
06:54atau benar-benar sudah direlokasi semua Tessa?
07:00Terkait dengan aktivitas warga kami bisa melihat memang disini sangat minim aktivitas warga
07:05karena memang dari petugas gabungan disini juga sudah mensterilkan area TPA Jati Waringin ini
07:12sehingga memang diharapkan tidak ada warga lagi yang datang untuk menonton upaya proses pemadaman di TPA Jati Waringin ini
07:20mengingat memang asap yang masih ada kemungkinan terbawa oleh angin
07:24ini sangat dapat mengganggu kesehatan warga
07:27jadi memang di sekitar area dengan radius kurang lebih 300-500 meter
07:33dari TPA Jati Waringin ini sudah tidak terlihat ada aktivitas warga
07:37termasuk juga tidak adanya aktivitas pembuangan sampah kembali ke TPA Jati Waringin ini
07:43karena mengingat di hari pertama sampai dengan hari kedua ini
07:46masih terlihat adanya truk pengangkut sampah yang datang untuk mengirimkan sampah ke TPA
07:53namun kami pantau dari pagi tadi di hari yang ketujuh ini memang sudah tidak terlihat adanya proses pengangkutan sampah
08:00atau pengiriman sampah ke TPA Jati Waringin ini
08:02terkait juga dengan dampak yang dirasakan oleh warga sekitar
08:06tadi kami sempat mendatangi ke salah satu posko pengungsian yang ada di kantor desa Tanjakan Mekar
08:12dimana petugas disana juga mengatakan bahwa memang pengungsi yang datang ke pengungsian itu
08:20sifatnya datang dan pergi
08:21jadi saat memang asap ini terbawa oleh angin mendatangi atau mendekat ke permukiman mereka
08:29barulah disitu mereka akan datang untuk mengungsi di kantor desa
08:32namun saat pagi tadi kami datang memang hanya tersisa sekitar 10-15 orang
08:38yang masih ada di pengungsian yang ada di kantor desa Tanjakan Mekar
08:42walaupun dari petugas kesehatan disana menyebut dari hari Selasa yang lalu sampai dengan hari ini
08:48sudah ada total sekitar 167 warga yang mengungsi di kantor desa Tanjakan Mekar
08:54dan nantinya juga dari Dinas Kesehatan beserta dengan otoritas setempat
08:56juga masih terus melakukan mapping ke rumah-rumah apabila ada warga yang masih terdampak
09:02dengan keluhan, gangguan pernafasan ataupun keluhan yang lainnya
09:06dan difasilitasi dengan pelayanan kesehatan gratis dari Dinas Setempat Renata
09:11Baik, terima kasih banyak kelaporan lengkapnya jurnalis Kompas TV Tesalonika Ajeng
09:15dan juru kamera Yogi Syarefi langsung dari TPA Jatiwaringin, Tangerang, Banten
09:20terima kasih banyak mengatakan
09:21Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan