Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Wacana mengenai MBG dihentikan atau tetap dilanjutkan masih menjadi perdebatan.

Sebagian pihak menilai program ini perlu dievaluasi bahkan dihentikan karena dianggap belum efektif, membebani anggaran, atau belum tepat sasaran.

Namun di sisi lain, banyak juga yang berpendapat bahwa MBG masih memiliki dampak positif sehingga sebaiknya tetap berjalan dengan perbaikan di berbagai aspek.

Apakah program ini lebih baik dihentikan atau justru terus dilanjutkan?

#mbg #prokontra #parasot

Baca Juga PDI-P Minta Jokowi Bawa Ijazah Saat ke NTT, Pengamat: Respons atas Provokasi PSI di https://www.kompas.tv/nasional/678884/pdi-p-minta-jokowi-bawa-ijazah-saat-ke-ntt-pengamat-respons-atas-provokasi-psi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/678886/mbg-dihentikan-atau-tetap-berjalan-masih-jadi-perdebatan-ini-pro-kontranya
Transkrip
00:06Intro
00:11Terkait tuntutan mahasiswa soal program akan bergisi gratis,
00:15Kepala Badan Komunikasi Pemerintah atau BAKOM RI,
00:18Muhammad Kodari menyatakan program MBG tidak akan diberhentikan
00:22seperti tuntutan sejumlah pihak kepada pemerintah.
00:25Kodari beralasan program MBG mandat dari rakyat
00:29karena program ini menjadi salah satu janji kampanye Presiden Prabowo Subianto
00:33pada pemilihan Presiden 2024 lalu.
00:41Dalam pernyataan tertulisnya Kepala Badan Komunikasi Pemerintah atau BAKOM RI,
00:47Mkodari bilang bahwa yang namanya MBG tidak bisa diminta langsung untuk berhenti.
00:53Karena itu adalah visi-visi dan kontrak politiknya Pak Prabowo.
00:59Presiden Prabowo dipilih karena program kerja yang dilaksanakan.
01:03Program tersebut tidak bisa diberhentikan.
01:09Kemana-mana saya ketemu rakyat kecil, petani, Pak,
01:15tolong Pak MBG jangan diberhentikan.
01:21Ini sangat membantu cucu-cucu saya bisa makan,
01:26sangat membantu saya, sangat membantu keluarga saya.
01:33Jadi MBG sangat penting,
01:36tapi sekarang kita topang dengan kooperasi desa dan kelurahan merah putih.
01:41Kita topang lagi nanti sebetul lagi dengan desa-desa nelayan.
01:45Memang betul bahwa saya sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Mbak Putri Susanti
01:48bahwa harus ada evaluasi total dalam konteks sistem pengelolaan anggaran rakyat keladen.
01:53Dan semuanya mungkin, semuanya bisa kita evaluasi total.
01:56Tapi yang paling penting, ya proses ini harus tetap dijalankan,
01:59proses proyek ini kan.
02:01Karena kan, ya sekali lagi bahwa tujuan dari MBG ini,
02:06ini Mbak, katakanlah kalau yang keracunan itu mungkin bisa dilihat
02:09datanya berapa dengan yang sudah menerima itu tidak mengalami dampak apapun,
02:13bahkan mungkin penambahan gijinya cukup positif.
02:16Misalnya terhadap anak-anak yang dari pelosok desa,
02:18anak-anak yang dari 3T kan.
02:20Kalau nanti ini dikatakanlah di evaluasi waktunya dihentikan dulu
02:25sampai batas waktu yang tidak ditentukan,
02:27saya pikir akan mengganggu program dari tujuan pemerintah
02:30untuk katakanlah memucapkan solusi stunting yang ada pada anak-anak kita di Indonesia.
02:34Kita habis waktu bertengkar sesama kita,
02:37yang sebenarnya tidak perlu terjadi kalau dari awal perencanaannya,
02:40studinya dilakukan dengan proper.
02:42Jadi masalah kita adalah ide-ide besar presiden,
02:46dan tidak kita siapkan perencanaannya yang matang.
02:50Itu salah kita semualah.
02:51Tadi tim dari DEN juga malam diskusi sampai jam berapa itu dengan MBG,
02:57dengan Ibu Sari CS, dengan Trenggono,
03:00kita diberikan masukan-masukan.
03:02Karena ini sudah kejadian,
03:04tidak bisa dipotong begitu saja,
03:06karena tadi apa gitu.
03:07Karena 3T yang dibilang itu ternyata banyak yang tidak benar.
03:11Padahal sudah keluar uangnya.
03:12Jadi bagaimana ini?
03:14Ya kalau mau diributin kan repot.
03:16Jadi kita harus selalu berpikir cari solusi yang terbaik.
03:18Saya dengar tadi Ibu Darwati sebagai perwakilan dari Aceh,
03:23masih mengemis-nemis.
03:24Nggak paham tes, nggak rakyat.
03:27Makanya saya bilang MBG udah stop dulu untuk sementara.
03:31Tata kelolanya bikin kajian ulang lagi yang bagus.
03:35Jangan hanya karena persoalan.
03:37Oh ini adalah skala prioritasnya presiden.
03:39Betul.
03:40Tapi menyelesaikan persoalan Sumatera itu adalah lebih prioritas lagi.
03:47MBG dengan angka yang sekian ratus triliun,
03:49kenapa nggak bisa dibagi?
03:51Seratus kayak angkat,
03:53pindahin kayak angkat dikit.
03:55Gara-gara nggak mau diangkat,
03:57akhirnya kena kualat, Pak.
03:58Kami menilai bahwa pencopotan para petinggi dari Badan Gizi Nasional
04:05itu belum cukup untuk menyelesaikan permasalahan
04:08yang terjadi dalam pelaksanaan proyek MBG saat ini.
04:12Tentu dorongan pertama dan utama dari kami adalah
04:15untuk menghentikan program MBG itu sendiri.
04:18Karena permasalahan yang hari ini kita lihat
04:20bukanlah sebuah permasalahan yang tiba-tiba terjadi,
04:23tapi bahkan sudah bisa diprediksi sejak awal kelangsungan program ini.
04:28Sejak satu tahun yang lalu.
04:30Bahkan pada tahun 2025 kemarin,
04:33di akhir 2025,
04:34ICW pun juga sudah mengungkap
04:36sejumlah potensi konflik kepentingan
04:38dan juga bagaimana MBG ini dijalankan sebagai
04:42bukan kebijakan publik,
04:43tapi justru sebagai alat politik yang syarat akan patronase
04:48dan juga kronism.
04:49Jadi dengan berbagai kekisruhan yang ditimbulkan
04:53oleh BGN dalam pelaksanaan MBG,
04:55maka kami merasa apa yang hari ini dilakukan oleh Presiden
04:59bukanlah solusi, bukanlah obat,
05:01tapi justru obat mujarabnya adalah
05:03untuk menghentikan proyek MBG.
Komentar

Dianjurkan