Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan.

Bagaimana membaca perkembangan situasi tersebut, serta apa dampaknya terhadap proses kesepakatan damai kedua negara?

Kami akan mengulasnya bersama pengamat militer CIDE, Anton Ali Abbas.

#amerikaserikat #iran #perang

Baca Juga Suasana Braga Bandung saat Libur Sekolah, Ramai hingga Malam Hari | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/677669/suasana-braga-bandung-saat-libur-sekolah-ramai-hingga-malam-hari-kompas-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/677671/full-serangan-berbalas-as-iran-kembali-memanas-apa-dampaknya-sapa-malam
Transkrip
00:00Amerika Serikat dan Iran kembali saling berbalas serangan.
00:04Lalu bagaimana membaca situasi ini dan apa maknanya atau dampaknya juga terhadap proses kesepakatan damai kedua negara.
00:12Kita akan ulas bersama pengamat militer Said Anton Ali Abbas.
00:17Saat malam Mas Anton.
00:18Saat malam Mas Radhi.
00:21AS Iran saling serang lagi.
00:23Saya ingin Anda juga menjelaskan hubungan kedua negara ini sekarang bagaimana sih sebenarnya setelah kesepakatan damai kemarin.
00:28Nah kali ini katanya saya dengar pemicunya adalah insiden di Selat Hormuz terutama penyerangan kapal Singapura oleh Iran ya.
00:36Mas Anton. Betul demikian?
00:38Ya betul Mas Radhi. Ini memang aksi saling balasnya ini adalah ada keterkaitan dengan ada serangan terhadap salah satu kapal
00:46tanker yang melintas di Selat Hormuz.
00:48Tapi ada beberapa hal yang bisa kita baca terkait insiden terakhir ini.
00:52Yang pertama jelas bahwa ini menunjukkan MOU kemarin itu tidak sama dengan perdamaian.
01:00Itu. Jadi kenapa kemudian ada muncul saling serang.
01:02Itu yang satu.
01:03Yang kedua memang para pihak yang selama ini berunding dalam hal ini dalam Amerika Serikat dan juga Iran itu sama
01:11-sama menggunakan strategi yang namanya eskalasi sambil negosiasi.
01:16Jadi dengan kata lain mereka sama-sama menggunakan pendekatan militer sembari ada negosiasi.
01:21Apalagi misalnya serangan yang tanggal 2.
01:27Rencana ini ada perundingan di akhir pekan ini terkait tim teknis di Burgenstock.
01:33Jadi ini memang agak berdekatan.
01:35Jadi kalau namanya cerita dalam politik ini semua tidak ada sesuatu yang kebetulan.
01:38Ini semua terencana.
01:39Yang ketiga.
01:43Itu bukan serangan acak.
01:45Jadi selama ini Bahrain misalnya.
01:46Bahrain itu tadi disebutkan di dalam Viti.
01:49Dia merupakan salah satu tempat.
01:51Jadi pangkalan Amerika Serikat yang kelima.
01:53Di situ ada.
01:54Lalu juga Bahrain selama ini dikenal sebagai pengkritik keras Iran.
01:57Selain dari Uni Emirat Arab.
02:00Yang jelas.
02:01Dan Iran sendiri menyatakan bahwa serangan mereka kepada negara-negara tetangga itu bukan nyerang negara tetangga.
02:07Tapi menyerang fasilitas militer yang dimiliki oleh Amerika Serikat.
02:11Jadi dia mempertegas tentang itu.
02:12Jadi ini memang menarik.
02:13Apalagi Bahrain sebelumnya juga ada kedatangan Menlu A.S. Marco Rubio.
02:17Jadi memang pesannya jadi cukup jelas.
02:19Bagaimana agar negara-negara di kawasan untuk menjaga jarak dengan Amerika Serikat.
02:24Jadi apakah kemudian kalau nanti ada pertanyaan bahwa ini apakah kemudian balik lagi ke perang lagi atau tidak.
02:30Nah ini yang kita belum tahu.
02:31Bahwa ini akan membuat perundingan akan menjadi semakin alot.
02:36Karena masing-masing mencoba menjaga posisi tawar dengan menggunakan kekuatan senjata Mas Radi.
02:42Anda mengatakan tadi negosiasi sambil juga ada eskalasi.
02:47Dan itu tidak terhindarkan ketika hal ini terjadi.
02:52Itu tidak menedak terjadi tapi ada by design gitu ya kira-kira.
02:57Tapi sebenarnya kalau kali ini pemicunya adalah insiden di Selat Hormus.
03:03Apakah kesempatan kemarin soal Selat Hormus itu juga menyangkut Selat Hormus ini juga tidak sepenuhnya diterima ke dua belah pihak
03:10artinya.
03:10Kalau demikian Mas Anton.
03:12Jadi memang ketika kita bicara tentang apa yang disudah ditatang secara digital tanggal 17 lalu.
03:17Itu kan sama-sama soal Selat Hormus.
03:19Cuma memang ada perbedaan gitu.
03:22Jadi masing-masing mengklaim bahwa ini sudah masuk juga pencakupan soal pengelolaan Selat Hormus.
03:26Cuma memang ada perbedaan gitu.
03:28Kalau Trump kan bilang bahwa ini akan selalu bebas tanpa ada gangguan dan lain-lain selama 60 hari.
03:35Tapi bagi Iran dia bilang bahwa bebas memang tapi harus berkoordinasi sama mereka.
03:40Jadi ada titik yang memang mereka berbeda gitu.
03:43Nah bagi Iran apa yang dilakukan terhadap serangan kepada kapal tanker itu adalah memastikan bahwa tuntutannya itu memang serius.
03:50Ketika bicara tentang mereka itu harus sokol adalah wajib lapor gitu.
03:54Jadi mereka harus koordinasi itu serius gitu.
03:57Kenapa?
03:57Karena Iran sendiri ketika pasca dari Burgenstock misalnya.
04:00Itu kan tidak langsung pulang ke Teheran delegasinya.
04:02Tapi datang ke Muscat, ke Oman untuk bicara apa?
04:05Untuk bicara tentang bagaimana pengelolaan nanti Selat Hormus ke depan gitu.
04:09Dan disebutkan kalau misalnya dalam media Bloomberg gitu ya.
04:12Dibilang bahwa Oman sendiri itu setuju.
04:14Ini bicara bukan ngomong tentang tol.
04:16Tapi bagaimana tentang service fee.
04:18Ada potensi kerusakan lingkungan dan lain-lain.
04:21Disebutkan Oman itu sebutkan setuju juga tentang ada penghutaan gitu.
04:25Jadi bagi saya apa yang dilakukan oleh Iran kali ini itu untuk menunjukkan bahwa tuntutannya.
04:30Apa yang mereka sebutkan bahwa ada pengelolaan baru Selat Hormus itu memang nyata.
04:35Dan itu yang dilakukan bagaimana dia kemudian selalu mengingatkan bagi kapal-kapal tanker.
04:40Yang main nyelonung lewat aja tanpa kemudian melapor atau berkoordinasi dengan Iran.
04:46Nah itu yang kemudian dilihat oleh Amerika itu berbeda.
04:48Kata Amerika ya memang gak boleh ada gangguan.
04:50Nah bagi saya ini adalah salah satu memang kekhawatiran.
04:53Kekhawatiran sekaligus juga kerentanan ketika terjadi ada perbedaan.
04:58Perbedaan persepsi terkait hal-hal yang memang belum banyak detil disepakati dalam perundingan ini.
05:05Mas Radi.
05:06Oke.
05:06Nah kalau gitu saya ingin Anda juga melihat apa ya.
05:10Kalau bisa ditakar kualitas MOU yang kemarin dijelit kedua belah pihak ini sebenarnya sejauh mana.
05:15Saling menguatkan.
05:16Saling juga menjaga trust antara kedua belah pihak.
05:20Dan bagaimana juga peran mediator dalam hal ini.
05:24Ya kalau misalnya jaga trust ya ini memang agak rumit ketika misalnya Trump belakangan ini makin lebih sering memberikan ancaman.
05:34Jadi memang pada awalnya ketika mereka mau duduk berbicara secara langsung itu kan menunjukkan sudah ada sedikit demi sedikit trust
05:41yang terbangun.
05:42Walaupun kemudian apakah ini nanti akan berjalan lama lancar atau tidak itu lain soal.
05:46Itu satu.
05:47Kedua memang ketika kita bicara MOU yang sudah tanda-tanda yang digital itu kan cuma memberikan kerangka besar apa saja
05:53yang akan diatur secara teknis.
05:55Nah teknis ini yang memang nanti akan selesai dalam harapannya selesai dalam waktu kurang dari 60 hari ke depan.
06:02Nah ini yang memang kemudian menjadi pelik.
06:04Karena ada beberapa hal yang bagi saya cukup krusial.
06:07Bicara tentang misalnya tentang uranium.
06:10Uranium ini belum lagi termasuk tentang bagaimana izin terhadap IAEA akan boleh datang atau tidak.
06:18Nah itu juga belum.
06:20Lalu juga penghentian perang di semua front.
06:23Ini juga belum.
06:24Kenapa?
06:25Karena ngomong tentang Hezbollah dan Israel ini juga belum.
06:28Belum lagi kita bicara tentang faktor Hezbollah dengan faktor Israel itu adalah hal yang lain.
06:32Belum lagi kita lihat juga misalnya ini faktor Bahrain ini jangan-jangan bisa menjadi destabilisasi apa yang sudah kemarin sudah
06:40agak mulai ajak.
06:41Ini yang memang kemudian akan menjadi dua hari ke depan apakah kemudian bisa berprogres atau tidak berprogres ini yang nanti
06:50akan kita tunggu Mas Radi.
06:51Tapi memang problemnya jadi di satu sisi para pihak ini kan memang sudah sepakat menggunakan strategi yang namanya Constructive Ambiguity.
07:00Jadi dengan kata lain memang mereka sepakat untuk mau berdamai untuk mau gencatan senjata selama 60 hari tapi poin-poin
07:07yang sudah ditulis di situ itu apa namanya mereka punya beda pendapat gitu.
07:12Jadi dan itu memang sengaja dibuka ruang itu sehingga para pihak itu masing-masing bisa mengklaim sebagai sebuah kemenangan gitu.
07:19Bahwa itu nanti apakah jalan atau lain tidak jalan itu lain soal.
07:23Tapi bagi mereka minimal ada sudah ada keuntungan-keuntungan di bagian awal.
07:27Itu Mas Radi.
07:27Dan Constructive Ambiguity itu tadi sepertinya ini jadi bahan untuk berpikir ulang bagi negara-negara di Timur Tengah untuk menyusun
07:36lagi strategi.
07:36Terutama dalam hal geopolitik dan ekonomi termasuk Bahrain dan juga Oman dan Qatar sepertinya akan juga berpikir ulang.
07:46Dan juga ini harus diantisipasi oleh negara-negara di kawasan lainnya termasuk Indonesia.
07:49Baik terima kasih.
07:50Analis militer atau pengawal militer juga dari site Anton Ali Abbas telah berbagi perspektifnya di Sapa Indonesia Malam.
07:57Kita jumpa lain waktu ya.
07:58Mas Anton selamat malam.
07:59Terima kasih Mas Radi.
Komentar

Dianjurkan