00:00Hukum yang lebih ringan atau favori menguntungkan terdakwa diatur dalam Pasal 3 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003
00:07tentang KUHAP.
00:09Standar pembuktian Pasal 604 baru yang menuntut kerugian aktual menjadi rujukan utama sambil tetap berpegang pada Pasal 3 tindak pindahan
00:17kerusi sebagai dasar dakwan.
00:19Menimu membawa berdasarkan rumusan Pasal 3 tersebut, Junto Pasal 604 KHOP tersebut, unsur-unsurnya harus dibuktikan secara kumulatif adalah
00:27Satu, setiap orang. Dua, dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi.
00:33Tiga, menyalahgunakan kewenangan atau kesempatan atau serana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan.
00:38Empat, yang dapat merugikan atau mengakibatkan keruangan negara atau perkumen negara.
00:44At satu, mengenai unsur setiap orang terhadap unsur ini adalah sama dengan Pasal 2 sehingga terhadap unsur ini telah terpenuhi.
00:51At dua, mengenai tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi.
00:58Menimu membawa unsur dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi merupakan unsur seperti yang bersifat sentral.
01:05Pada Pasal 3 rasa dengan tujuan mengarahkan perhatian pada niat batin pelaku yang pada saat melakukan perbuatan.
01:11Dalam Dokter Pidana, niat batin yang tercelah ini dibedakan dengan perbuatan lahir.
01:16Dalam Pasal 3, niat batin yang diperseratkan adalah niat untuk menguntungkan baik diri sendiri, orang lain, atau suatu korporasi.
01:23Menimu membawa putusan Mahkamah Agung No. 1144 K. Pitsus 2006 yang telah dirujuk di atas secara tegas menempatkan bahwa unsur
01:31dengan tujuan menguntungkan cukup dibuktikan dengan adanya tujuan tersebut tanpa mengerseratkan tujuan itu benar-benar terujud.
01:38Dengan kata lain, Pasal 3 dapat dibunuhi walaupun keuntungan ini tujuh ternyata gagal didapatkan oleh pihak yang menjadi sasaran yang
01:44penting adalah pelaku pada saat melakukan perbuatan mempunyai niat menguntungkan pihak tertentu.
01:50Menimbang bahwa konsekuensi yuridis dari karakter unsur dengan tujuan yang mendemikian adalah bahwa pembuktiannya berbeda secara mendasar dengan pembuktian unsur
01:58memperkaya.
01:58Pasal 2, pembuktian memperkaya menuntut bukti konkret tentang aliran kekayaan yang nyata kepada pihak tertentu.
02:03Pembuktian tujuan menguntungkan menuntut bukti tentang niat berarti pelaku yang dapat disempuhkan dari pola perbuatan, rangkaian keputusan hubungan pelaku dengan
02:11pihak yang menjadi sasaran tujuan,
02:13dan keadaan-keadaan objektif yang melingkupi perbuatan.
02:18Tujuan menguntungkan tersebut tidak gugur oleh penyangkalan pihak yang menjadi sasaran tujuan,
02:22karena yang diukur adalah niat pelaku, bukan persepsi penerima manfaat.
02:27Menimbang bahwa subjek penerima keuntungan dalam pasal 3 diremuskan dengan tiga kemungkinan secara alternatif,
02:33diri sendiri, orang lain, atau suatu korporasi.
02:36Penuntut umum cukup membuktikan salah satu dari ketiga kemungkinan tersebut, tidak harus membuktikan ketiganya.
02:41Yang dimasuk dengan diri sendiri adalah pelaku sendiri, orang lain adalah pihak ketiga yang dapat diidentifikasi,
02:47sedangkan suatu korporasi mencakup badan hukum atau bentuk usaha lain, baik domestik maupun asing.
02:54Menimbang bahwa untuk menilai unsur ini, Majelis Hakim mengidentifikasi pertama,
02:58siapa pihak yang menjadi sasaran tujuan menguntungkan,
03:01kedua, apakah tujuan tersebut ada dan dapat dibuktikan dari pola perbuatan terdakwa,
03:06dan ketiga, apakah tujuan tersebut berkaitan dengan jabatan terdakwa sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
03:13Menimbang bahwa berdasarkan rangkaian alat bukti yang terungkap di persidangan,
03:17Majelis Hakim berpendapat bahwa pihak yang menjadi sasaran tujuan menguntungkan dalam perkara ini adalah
03:22korporasi Google, termasuk Google Asia, Pasifik, dan Google Internasional,
03:28selaku korporasi global memiliki produk Chrome OS, Google Cloud, dan Chrome Device Management,
03:34yang menjadi objek dalam kebijakan digitalisasi pendidikan periode tahun 2019 sampai dengan tahun 2022.
03:41Menimbang bahwa tujuan menguntungkan Google sebagai korporasi tersebut,
03:45terdakwa rangkaian pertemuan strategi antara terdakwa selaku Menteri dengan jajaran ekspektif Google
03:50sejak awal masa jabatan berdasarkan keterangan terdakwa sendiri persidangan pada bulan Februari 2020,
03:55terdakwa melakukan pertemuan dengan saudara Scott Beaumont, saat itu Presiden Google Asia Pasifik,
04:01yang membahas program Google Bangkit dan Google for Education dan contoh implementasi Chromebook di negara-negara lainnya.
04:12Tidak lama kemudian pada bulan April 2020, terdakwa melakukan pertemuan dengan saudara Cesar Sangupta
04:19dari Google melalui rapat daring yang juga membahas Chromebook.
04:23Menimbang bahwa terdakwa dalam keterangannya menyatakan bahwa saudara Cesar Sangupta
04:27adalah salah satu petinggi Google yang dulunya bertugas memasarkan Chromebook di Asia Pasifik,
04:31termasuk di Indonesia.
04:32Dan pada tahun 2021, saudara Cesar Sangupta menjabat sebagai komisaris PT Gojek Tokopedia.
04:40Rangkaian pertemuan dengan eksekutif Google tersebut menunjukkan adanya hubungan strategis
04:45yang subtansial antara terdakwa selaku menteri dengan korporasi Google
04:48yang melampaui pertemuan biasa antara pejabat publik dengan perusahaan teknologi.
04:52Menimbang bahwa tujuan menguntungkan korporasi Google tersebut juga terbukti
04:56dari perwujudannya tak berupa rangkaian investasi Google ke PT Aplikasi Karyanan Bangsa,
05:01PT Goto Gojek Tokopedia TBK yang sangat subtansial dalam periode jabatan terdakwa
05:06berdasarkan ketenangan saksi RA Kusuma Hadiani selaku Direktur Legal dan Komplet Sekretaris Perusahaan
05:13di PT Goto TBK total investasi Google ke PT Acap selama periode tahun 2017 sampai dengan tahun 2021
05:20mencapai 786.999.428 dolar Amerika Serikat.
05:29Menimbang bahwa dari total investasi tersebut sebagian besar terjadi dalam periode terdakwa
05:33menjabat sebagai menteri yaitu setelah 23 Oktober 2011 dengan rincian pada bulan Maret 2020,
05:40bulan Mei 2021, dan pada tanggal 22 September 2021, dan pada tanggal 5 Oktober 2021.
05:50Korelasi antara waktu investasi-investasi Google tersebut dengan periode jabatan terdakwa
05:54dan dengan rangkaian kebijakan pengadaan kerubu menunjukkan keterkaitan yang tidak dapat dianggap kebetulan.
05:59Menimbang bahwa terhadap dali pembelaan bahwa investasi Google tersebut adalah transaksi privat antara Google
06:05dengan PT Goto yang tidak terkait dengan kebijakan publik terdakwa,
06:09majelis hakim berpendapat bahwa dali tersebut tidak meyakinkan.
06:12Pertimbangan adalah pertama, terdakwa pada saat itu masih merupakan pemegang saham PT Goto,
06:171,37 persen peraipo pada Desember 2021 turun menjadi 0,47 persen pada September 2025,
06:25sebagaimana keterangan saksi RA Kusuma Hadiani,
06:29kedua, kebijakan digitalisasi pendidikan dengan pengendahan Chromebook secara objektif
06:33menguntungkan Google sebagai pemilik Chrome OS dan ketiga korelasi temporal
06:36antara investasi Google dan tahap-tahap kebijakan kerubu menunjukkan keterkaitan yang sistematis.
06:42Menimbang bahwa terhadap dali pembelaan yang merujuk pada keterangan saksi adit cas,
06:46saksi yang meringankan Scott Baymon, William Florence, dan Cesar Sengumpta,
06:50selaku mantan eksekutif Google yang menyangkal adanya hubungan personal khusus dengan terdakwa,
06:54majelis hakim berpendapat bahwa keterangan keterangan sebut tidak mengugurkan unsur tujuan menguntungkan
06:58dalam pasal tiga hal ini karena unsur tujuan menguntungkan dalam tiga diukur dari niat batin terdakwa selaku pelaku,
07:04bukan dari pengakuan dan penyangkalan pihak menjadi sasaran tujuan.
07:07Bahkan apabila para eksekutif Google menyangkal mengetahui atau menerima manfaat khusus,
07:12hal ini tidak mengugurkan adanya tujuan terdakwa untuk menguntungkan korporasi yang mereka wakili.
07:17Tujuan menguntungkan adalah sumber subjektif yang terletak pada diri pelaku,
07:21bukan pada diri penerima manfaat.
07:23Meni membawa pertanggungjawaban terdakwa atas tujuan menguntungkan korporasi Google tersebut
07:28secara doktrinal melekat pada karakter unsur dengan tujuan sebagai dolus directus
07:32berupa maksud yang mengandung dua komponen kumulatif yaitu pengetahuan dan kehendak.
07:38Doktrin hukum pidana sebagaimana dikembangkan oleh Lamintang yang mengutip Pompe dan Mulder
07:43dalam bukunya dasar-dasar hukum pidana Indonesia dan dikukukan oleh Muliatno dalam asas-asas hukum pidana
07:48serta sudarto dalam hukum pidana menempatkan maksud sebagai bentuk kesengajaan tertinggi
07:53yang menuntut pembuktian intensi pelaku terarah pada akibat yang dikendaki.
07:59Pengetahuan terdakwa pada bahwa Chrome OS dan Chrome Education Upgrade adalah produk yang dimiliki
08:04dan dilinsensikan tunggal oleh Google LLC tidak dapat dibantah mengingat
08:10latar belakang terdakwa selaku pemegang saham pendiri PT aplikasi Karyana Bangsa
08:14yang sejak tahun 2015 menjalin kerjasama bisnis dengan Google
08:18kehendak terdakwa untuk menguntungkan korporasi Google tersebut
08:20terwujud melalui rangkaian perbuatan jabatan
08:23diantaranya melalui penandatangan dua peraturan penundangan
08:26yang mengunci spesifikasi penggunaan pada produk Google
08:29semelama dua tahun anggaran berturut-turut yang akan Majelis Hakim secara rinci pertimbangkan
08:34terhadap unsur-unsur menyalahgunakan kewenangan.
08:37Menima bahwa berdasarkan dengan fakta tersebut Majelis Hakim berkesimpulan bahwa terhadap
08:41unsur dengan tujuan menguntungkan suatu korporasi dalam surat dakwaan
08:45subsidi telah terpenuhi. Korporasi yang menjadi sasaran tujuan menguntungkan adalah Google
08:49dan tujuan tersebut bukan saja terbukti.
08:51Dari pola perbuatan terdakwa juga telah terwujud dalam bentuk rangkaian investasi Google
08:56yang sangat substansial ke ekonomis usaha yang terdakwa miliki sahamnya.
09:01Menima bahwa terhadap Dali menyatakan investasi Google pada PT aplikasi Karyana Bansa
09:05tidak memiliki kausalitas dengan kebijakan terdakwa karena investasi Maret 2020
09:09bertujuan mencegah dilusi dan investasi 2021 dilakukan melalui share swap
09:13menjelang penawaran umum perdana yang melibatkan lebih dari 50 investor.
09:18Majelis Hakim berpendapat bahwa pertimbangan bisnis investor tidak menghapus korelasi temporal
09:24yang sistematis antara tahap-tahap kebijakan terdakwa dengan masuknya investasi
09:28sebagaimana terlihat dari rangkaian penerbitan peraturan Menteri No. 5 tahun 2021
09:32pada tanggal pada Februari 2021 yang disusul investasi pada Agustus dan Oktober 2021
09:39bahwa sebagaimana telah majelis terdegaskan unsur tujuan menguntungkan dalam pasal 3
09:43diukur dari niat batin terdakwa selaku pelaku dan bukan dari motif penyangkalan pihak yang menjadi sasaran tujuan
09:49sehingga keterangan saksi Scott Berman, saksi Ser, saksi Ngapto yang menyangkal adanya kesempatan
09:54tidak menggugurkan unsur tersebut.
09:57Menimam bahwa terhadap dalil pribadi terdakwa yang...
Komentar