Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) selama tiga hari di Lampung menjadi sorotan.

Dalam dialog ini, Ketua DPP PSI Bestari Barus menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memperkuat konsolidasi organisasi menjelang verifikasi faktual partai sekaligus membangkitkan semangat kader di daerah.

PSI juga mengklaim antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi sinyal positif terhadap kehadiran Jokowi sebagai tokoh yang kini memberikan dukungan penuh kepada partai.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai Lampung memiliki karakter politik yang dinamis sehingga safari Jokowi dapat menjadi alarm bagi partai-partai lain.

Menurutnya, Jokowi effect masih memiliki pengaruh dalam membentuk preferensi pemilih, namun PSI tetap menghadapi tantangan besar untuk menghadirkan calon legislatif yang mampu menerjemahkan popularitas Jokowi menjadi suara elektoral pada Pemilu mendatang.

Dialog ini juga membahas polemik safari politik Jokowi, efek elektoral bagi PSI, hingga agenda kunjungan berikutnya ke NTT dan Jawa Barat.

Produser: Prayogi

Editor: Rizal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/677938/full-safari-politik-jokowi-di-lampung-psi-yakin-jokowi-efek-bisa-bawa-masuk-senayan
Transkrip
00:06Presiden ke-7 RI Jokowi Dodo sudah menyelesaikan safari politiknya di Lampung.
00:11Kehadirannya dalam rakorda Partai Solidaritas Indonesia PSI hingga belusukan ke berbagai daerah di Lampung pun menuai tanggapan.
00:19Apalagi dalam rakorda PSI Jokowi berbicara mengenai target, dari membawa partai tersebut masuk Senayan hingga merauk banyak suara dukungan rakyat.
00:30Target kita ini bukan target kecil, bukan target masuk Senayan.
00:34Masuk Senayan itu insya Allah masuk.
00:39Percaya saya, kalau masuk Senayan insya Allah masuk, tapi angka yang kita targetkan itu angka yang tidak tercil.
00:49Saya gak usah luka di sini, ini internal.
00:53Banyak external yang juga ada di ruangan ini.
00:57Aksi Jokowi ditanggapi Partai Gerindra.
01:00Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Prasetyo Hadi, mengucapkan selamat kepada Jokowi.
01:05Karena sudah dalam kondisi sehat, sehingga bisa belusukan kembali.
01:09Tapi Prasetyo bilang, saat ini pemerintah fokus bekerja.
01:14Ada, kalau kami dari Gerindra ya?
01:17Iya, Gerindra aja mas.
01:19Ya, kami ingin nampaikan selamat ya, karena artinya dia sudah siap kembali ya.
01:27Tapi sebelumnya dan sempat dapuran, dan fit ya.
01:30Dan sebagai topok dan negarawan ya, saya kira gak ada masalah ya.
01:40Dukungan dua periode itu?
01:43Melihatnya seperti berpulgit.
01:55Senada dengan Partai Gerindra, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menilai,
02:00belum perlu melakukan safari, karena masih jauh dari pemilu 2029.
02:06Partai Demokrat memilih untuk mengatasi permasalahan dan isu di masyarakat saat ini.
02:12Kami melihat pertama 2029 itu masih relatif jauh.
02:19Masih bisa dikatakan tiga tahun lagi.
02:25Sehingga kami memilih untuk fokus pada mengatasi permasalahan-permasalahan atau isu-isu masyarakat hari ini.
02:35Jadi itu fokus Partai Demokrat.
02:37Saya sudah instruksikan itu kepada seluruh kader, seluruh jajaran.
02:43Tapi bukan hanya belusukan Jokowi yang menjadi perhatian.
02:47Aksinya menginjak kepala kerbau di atas karpet berwarna merah
02:50saat pemberian gelar kehormatan adat Lampung baginda pemuka bangsa mengundang spekulasi.
02:57Muncul pertanyaan, apakah prosesi menginjak kepala kerbau di atas karpet merah itu
03:02sekedar ritual adat atau punya pesan simbolik tertentu?
03:06Politikus PDI Perjuangan Guntur Romli menanggapi dan mempersilahkan masyarakat menilainya.
03:12Melalui pesan tertulis ke Kompas TV, Guntur berkata,
03:15biarlah rakyat yang menilai, kami tidak ada komentar.
03:19Apakah itu bagian dari adat atau ekspresi kesombongan atau simbolisasi perendahan politik?
03:26Lalu apa sebenarnya yang menjadi target dari safari politik Jokowi di Lampung
03:30dan bagaimana menakar efeknya?
03:33Tim Liputan, Kompas TV
03:40Jokowi merampungkan safari tiga harinya di Lampung
03:44sebagai bagian dari Partai Solidaritas Indonesia PSI.
03:47Kehadirannya dalam rakorda Partai Solidaritas Indonesia
03:50hingga berusukan ke berbagai wilayah di Lampung, menuai tanggapan.
03:54Tapi tak hanya itu, saudara, aksi menginjak kepala kerbau di atas karpet merah
03:59satu pacara adat Lampung turut mengundang spekulasi.
04:02Kita bahas dalam dialog menakar efek safari politik Jokowi di Lampung
04:07bersama dengan sejumlah narasumber yang sudah terhubung bersama kami
04:09melalui samungendaring di safari Indonesia pagi hari ini
04:12ada Ketua DPP PSI, Bestari Barus,
04:14dan Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro.
04:18Selamat pagi, Bang Agung, Bang Bestari.
04:22Selamat pagi, Bang Agung, Bestari semuanya, Mas Agung.
04:27Saya mau ke Bang Bestari dulu.
04:29Bang Bestari, setelah Pak Jokowi sudah rampung melakukan safari politik
04:33bersama dengan PSI selama tiga hari di Lampung,
04:36sebenarnya apa saja sih target PSI dari safari politik ini
04:39apakah memang sudah terpenuhi target-target PSI?
04:42Ya, pertama yang ingin saya jelaskan adalah
04:46kalau menyikapi kesimpang siuran narasi
04:51menanggapi daripada kunjungan Pak Jokowi bersama PSI ke Lampung
04:58memang PSI ini hari ini kita sedang berkonsentrasi
05:04untuk merampungkan struktur.
05:08Jadi seharusnya para, apalagi tadi ada Ketua Umum Partai Politik,
05:13ya paham-pahamlah bahwa kami harus melalui yang namanya verifikasi faktual
05:20agar kami bisa ikut dalam kontestasi.
05:24Dan verifikasi faktual KPU itu akan berlangsung tahun 2006.
05:28Saya kira mereka juga paham entah kenapa harus kemudian menanggapi
05:35dengan tanggapan-tanggapan yang sebetulnya terdengar mendiskreditkan gitu
05:41walaupun dikemas dengan bahasa yang santun atau apa
05:45tapi judulnya kok seperti tidak tahu gitu
05:50bahwa kami partai-partai yang belum lolos parlemen ini
05:56harus terlebih dahulu melaksanakan agenda
06:00untuk merampungkan organisasi
06:03agar bisa lolos verifikasi faktual
06:06apa goalnya?
06:08Ya goal kami ya tentu
06:10pertama lolos verifikasi faktual itu sendiri
06:14kalau kemudian yang terlihat
06:17makanya yang utama dari kunjungan Pak Jokowi kemarin adalah
06:23menghadiri rakorda dari tiga wilayah Lampung
06:30yaitu Kabupaten Mesuji
06:33kemudian Tulang Bawang dan Kota Bandar Lampung
06:38yang sungguh bagi kami surprise ya
06:44karena pada pemilu sebelumnya untuk mencari dua, tiga, empat, lima pengurus saja
06:50di Mesuji gak ada
06:51hari ini bisa menghasilkan lebih
06:53menghadirkan lebih dari seribu
06:55kemudian disambut lagi dengan
06:58dilanjutkan dengan Tulang Bawang
07:00bisa menghadirkan seribu lapan ratus
07:03gitu loh
07:04dan kemudian
07:06dilanjutkan dengan Bandar Lampung
07:08bisa menghadirkan seribu tiga ratus absensi
07:10peserta yang hadir
07:12pengurus DPD
07:13lengkap
07:15DPC lengkap
07:16dan DPRT
07:18se-tiga kota
07:21tiga kabupaten dan dua kabupaten setiap kota tersebut
07:25ini sesuatu yang mengembanggakan
07:27dan kami meyakini bahwa
07:30sebagian besar itu ada juga efek Pak Jokowi
07:33dengan kehadiran Pak Jokowi itu
07:36dan mengetahui Pak Jokowi
07:39sudah tidak lagi di partainya yang lama itu
07:41yang partai PDI itu
07:44sekarang sudah di PSI
07:46antusiasme itu meledak-ledak
07:48ya apa mau dikata gitu
07:50ini sesuatu hal yang baik bagi kami
07:53dan mungkin
07:53kalau itu menjadi kekecewaan bagi pihak lain
07:56kami tidak
07:57tidak concern disana
07:59tapi lebih kepada
08:00ini adalah
08:01sesuatu yang ingin kami capai juga
08:04lolos verifikasi faktual
08:06saya kira itu gitu loh sebagai awal
08:09baik saya mau menanggapi
08:10menggarisbawahi sebenarnya
08:12apa yang disampaikan oleh Bang Pistari
08:13bahwa sebenarnya sudah terlihat ada efek
08:15untuk
08:17menggerakkan akar lumput
08:18khususnya di Lampung
08:19dari PSI sendiri
08:20begitu ya Bang Pistari
08:22saya kira demikian
08:23oke
08:24Pak Jokowi kan kerap
08:26menggaungkan begitu
08:27pada saat safari politiknya di Lampung
08:29akan membawa PSI masuk Senayan
08:31dan juga meraih banyak suara rakyat
08:33sebenarnya apakah sudah ada roadmap khusus
08:35untuk mencapai target itu Bang Pistari
08:37ya tentu
08:40tentu
08:40tentu seperti itu
08:42namun
08:43tentu setiap hal yang sudah kita laksanakan
08:45seperti kemarin kita ke Lampung
08:47kita evaluasi
08:49kenapa
08:50apa sebetulnya yang men-trigger
08:54pertemuan-pertemuan itu
08:57membludak
08:58dikunjungin
08:59diikut sertai oleh masyarakat gitu loh
09:03kalau yang
09:05yang
09:05yang
09:06yang dari
09:07unsur partai
09:09tentu ada pengkondisian
09:11menghadirkan seluruh
09:13pengurus gitu
09:15di semua struktur
09:16tetapi yang dengan masyarakat lainnya
09:19yang cukup banyak juga
09:21kita ke Pasawaran
09:22kemudian ada
09:24parade
09:26kirab
09:27budaya
09:28itu juga
09:29meledak-meledak
09:30tanpa pengkondisian gitu loh
09:32nah jadi
09:33ini sesuatu yang
09:35membuat kami
09:36bertambah semangat
09:37dan tentu ini
09:38Lampung
09:39tentu
09:40telah menjadi
09:41barometer
09:41bagi kami
09:43PSI
09:44bahwa
09:45skala kegiatan itu
09:48jika dihadiri Pak Jokowi
09:49tentu akan seperti ini
09:50dan hal-hal lain
09:51yang tentu
09:53perlu kami
09:53antisipasi
09:54guna
09:55lancarnya
09:56kegiatan-kegiatan
09:58lanjutan
09:59ya
09:59di
10:00sisa 37
10:01provinsi
10:02itu loh
10:03oke
10:04sebelum kita tanggapi
10:05nanti akan
10:06kemana lagi
10:07setelah ke Lampung
10:07saya mau bergeser dulu
10:08ke Bang Agung
10:09Bang Agung tadi menanggapi
10:10apa yang disampaikan oleh
10:11Bang Bestari
10:12Pak Jokowi memang juga
10:13menanggapi kita melihat
10:14bahwa sering sekali bilang
10:15bahwa akan membawa PSI
10:17masuk ke Senayan
10:18sampai membawa merauh
10:19banyak suara
10:20dari pernyataan ini
10:22Bang Agung melihat
10:22apakah
10:23sebenarnya bisa membuat
10:24partai politik besar
10:25ataupun partai di Senayan ini
10:26mungkin ketar-ketir
10:28dengan pernyataan ini
10:30oke
10:30pertama saya ingin
10:31menyampaikan dulu
10:32soal Lampungnya
10:34jadi Lampung ini
10:35menarik secara
10:36geografis politik
10:37karena
10:37peta suaranya
10:38selalu dinamis
10:39dari pemilu ke pemilu
10:41misalkan
10:42sejak
10:43masa Orde Baru
10:44sampai 2009
10:46itu memang
10:47Golkar di sana
10:48tapi kemudian
10:49ketika ada Pak
10:50SB
10:51kemudian peta suara
10:52berubah menjadi
10:53Demokrat
10:53kemudian berubah lagi
10:55ketika masa
10:56Pak Jokowi
10:57PDP
10:58kemudian berkuasa di sana
10:59kemudian sekarang
11:00berubah lagi
11:01Gerindra menjadi
11:02penguasa di
11:03nasional
11:04peta suaranya
11:05lebih berpihak
11:06ke Gerindra
11:06jadi
11:07Lampung ini punya
11:09identitas
11:10ataupun identik
11:11menjadi partainya
11:13penguasa
11:14atau dekat dengan
11:15penguasa
11:15dan di saat yang sama
11:17peta suara itu
11:18akan berubah
11:19dengan sendirinya
11:20tapi ketika Pak Jokowi
11:22hadir di Lampung
11:23ini semua bisa menjadi
11:24faktor pembeda
11:25bahwa
11:26figur masih menjadi
11:27salah satu
11:28ikon
11:28ataupun
11:29hal sentral
11:30yang bisa
11:30membuat
11:31peta suara
11:32tadi menjadi
11:33lebih dinamis
11:34dan cair kembali
11:35apalagi
11:36ini Pak Jokowi
11:37langsung turun
11:38sehingga memang
11:38ini bisa menjadi
11:39masukan
11:40ataupun
11:41alarm politik
11:42bagi partai
11:43apakah Gerindra
11:44sebagai pemenang
11:45di 2024
11:46di sana
11:47kemudian
11:48PDIP
11:48sebagai pemenang
11:49nomor 2
11:50setelah Gerindra
11:50di Lampung
11:51dalam konteks ini
11:52jadi
11:52saya kira
11:53ini hal
11:54yang patut
11:55diapresiasi
11:57karena ada
11:57tokoh politik
11:58yang cukup besar
11:59pengaruhnya
12:00turun ke Lampung
12:01menyerap aspirasi
12:02bersama masyarakat
12:04tapi di saat yang sama
12:05juga ini menjadi
12:06alarm politik
12:07bagi semua partai-partai
12:08nasionalis
12:09yang ada di Lampung
12:10karena selama ini
12:11Lampung menjadi habitat
12:13partai nasionalis
12:14tapi biasanya dekat
12:15dengan penguasa
12:16ataupun pemerintah
12:17semacam itu
12:17apakah PSI
12:19bisa membuat
12:20hal pakem tersebut
12:22bisa menjadi
12:23lebih cair kembali
12:24dengan kehadiran
12:26ataupun sosok Pak Jokowi
12:27dan harapannya
12:28ini diteruskan
12:29nanti ketika pilek
12:30dengan figur-figur
12:31caleg yang
12:32berkualitas
12:33di nomor urut
12:34satunya
12:35sampai nomor urut
12:36berikutnya
12:36sehingga pemilih
12:38bisa
12:38menafsirkan
12:40dengan baik
12:40bahwa Jokowi
12:41efek itu
12:42turun sampai
12:42ke level
12:43caleg-caleg
12:44yang mereka
12:45pilih nanti
12:46dalam artiannya
12:47punya branding
12:48atau terasosiasi
12:50dengan figur
12:50rakyatnya Pak Jokowi
12:51caleg-caleg PSI
12:53harus demikian juga
12:54jangan sampai
12:55gap-nya terlalu jauh
12:56Pak Jokowi-nya
12:57merakyat
12:57tapi caleg-caleg
12:58didapil
12:59di semua
13:00provinsi
13:00nanti
13:01tidak merakyat
13:02seperti Pak Jokowi
13:03ataupun
13:04tidak memiliki
13:04sikap yang punya
13:05ya kedekatan
13:06perilaku
13:07sikap
13:08seperti Pak Jokowi
13:09karena apa
13:10publik di Lampung
13:11di sana
13:11ternyata nyaman
13:12dengan sosok
13:13merakyat
13:13ataupun sosok
13:14yang turun ke bawah
13:15sebagaimana
13:16mereka lihat
13:16di sosok
13:17Pak Jokowi
13:17otomatis
13:18pekerjaan rumah
13:19berikutnya
13:19bagaimana PSI
13:20mencari
13:21caleg-caleg
13:22yang
13:22seperti
13:23karakternya
13:24seperti Pak Jokowi
13:25Mbak Nanda
13:26karena kalau
13:26misalkan itu jauh
13:28akan percuma
13:30kotel efek
13:31yang dialirkan
13:32Pak Jokowi
13:33akan berhenti
13:34pada tataran
13:35pengurus daerah
13:36provinsi
13:37semata saja
13:38tapi ke level
13:39bawah
13:39ke level caleg
13:40tidak menetes
13:41sampai akhir
13:42sehingga
13:42tidak berbuah
13:44insentif elektoral
13:45yang cukup signifikan
13:46sehingga mampu
13:47membawa PSI
13:48lolos
13:48parliamentary threshold
13:49mungkin sebagai pengantar
13:51begitu Mbak Nanda
13:51oke itu tadi
13:52Bang Bustari
13:53kata Pak Agung
13:53ada PR nih
13:54untuk PSI
13:54apalagi kan
13:55sudah ada
13:56Jokowi efek ya
13:57ada tangkapan gak?
13:59ya
13:59terima kasih
14:00Mas Agung
14:01dan memang
14:02juga
14:03pada kesempatan
14:04tiga tempat itu
14:05yang
14:07di
14:08Mesuji
14:09Tulang Bawang
14:11dan Bandar Lampung
14:12di
14:12Rakorda
14:14DPD
14:14Pak Jokowi
14:15cukup menyampaikan
14:17bahwa harus
14:17selalu dekat
14:18dengan rakyat
14:19bahkan
14:20lebih detail
14:21lagi
14:21kalau ada
14:23kemalangan
14:23datang
14:24kalau ada
14:26kemudian
14:28perkawinan
14:29atau apa
14:30datang
14:31gitu
14:31ucapkan selamat
14:33nah
14:33sampai
14:34sedetil itu
14:35Pak Jokowi
14:36menyampaikan
14:37jadi
14:37saya kira
14:39PSI
14:40Pak Jokowi
14:40dan Mas Agung
14:41ini sudah
14:42satu channel
14:43saya kira begitu
14:45tapi berarti
14:47Bang Bustari
14:47Anda melihat
14:48apakah
14:48efek
14:49ekor jas
14:50Pak Jokowi
14:51ini sudah
14:52mengalir ke
14:52PSI
14:53karena kan
14:53ada ungkapan
14:54bahwa pada
14:55tahun 2024
14:56kemarin
14:56Pilpres
14:57belum sepenuhnya
14:57mengalir ke
14:58PSI
14:59ya itulah
15:00yang menjadi
15:02sesuatu
15:03yang
15:04harus
15:05dijelaskan
15:06dan sudah
15:06saya sampaikan
15:07berkali-kali
15:08di beberapa
15:09media
15:09gitu
15:09bahwa
15:112024
15:11itu bukan
15:12kegagalan
15:13Pak Jokowi
15:14membawa
15:15PSI
15:16lolos
15:16parlement
15:17bukan
15:17memang
15:18beliau
15:18tidak ada
15:19menyatakan
15:20diri
15:20sebagai
15:20PSI
15:21ketika itu
15:22sehingga
15:23efek
15:23ekor jas
15:24itu
15:25hari ini
15:26kami sesalkan
15:27gitu
15:28jatuhnya
15:28ke
15:29Partai
15:30PDI
15:30gitu kan
15:31nah hari ini
15:33setelah
15:34beliau
15:34menyampaikan
15:35pada
15:35Kongres
15:36PSI
15:37di Solo
15:37bahwa
15:39akan
15:40mendukung
15:40full
15:41PSI
15:41dan akan
15:42bekerja keras
15:43untuk PSI
15:43ini menjadi
15:45permakluman
15:45masyarakat
15:46yang menyukai
15:47mencintai
15:48beliau
15:48oh sekarang
15:49Pak Jokowi
15:50sudah sama
15:50PSI
15:51dan kita
15:52menerima
15:52berbondong-bondong
15:54masyarakat itu
15:55yang dahulunya
15:56di tempat
15:58lain itu
15:58datang
15:59kemudian
16:00bergabung
16:01ini baru
16:01sedikitnya
16:02yang terang-terangan
16:03sedikit
16:04yang
16:05diam-diam
16:06waduh
16:07luar biasa
16:09banyak
16:09ya mudah-mudahan
16:10terus
16:12makanya
16:13kami
16:14pesankan
16:14ya mudah-mudahan
16:16nanti dalam
16:17perjalanan Pak Jokowi
16:18menyampaikan
16:18bahwa beliau
16:19sudah tidak lagi
16:20di partai yang lama
16:21sudah di PSI
16:22itu langsung
16:23kepada masyarakat
16:24dan ternyata
16:25beliau wujudkan
16:26itu dengan apa
16:27dengan bukan
16:28berkata-kata
16:29tapi
16:29memakai
16:30datang ke Lampung
16:31dengan memakai
16:32topi berlogo
16:33PSI
16:34dan
16:36baju
16:37sudah berlogo
16:37PSI
16:38dobel-dobel
16:39itu lambangnya
16:40dan itu
16:41semakin menjadi
16:42permakluman publik
16:43dan itulah
16:44salah satu yang
16:45pengalaman menarik
16:47bagi saya
16:47baru kali itu juga
16:48saya mengalami
16:49sebagai kader partai
16:50ada seorang tokoh
16:52datang
16:52ke Mesuji
16:53dari masih
16:55setengah jam
16:55perjalanan
16:56menuju titik itu
16:57masih setengah jam
16:59lagi ke titik
16:59kumpulnya
17:00itu orang
17:01pada di pinggir jalan
17:02menunggu
17:03gitu
17:04nah ini kan
17:05luar biasa
17:06sekali
17:06gitu
17:07tidak lain
17:08tidak bukan
17:09sebagian besar
17:10adalah
17:11efek
17:12Pak Jokowi
17:14yang memang
17:14menyatakan
17:15saya
17:16kenapa
17:16ke Lampung
17:17karena saya
17:17cinta
17:18masyarakat Lampung
17:19dan masyarakat Lampung
17:20membalas
17:21balik
17:21cinta
17:22Pak Jokowi
17:23kira-kira
17:24begitu
17:25oke
17:26ini sebagai informasi
17:27juga
17:27saudara
17:28di tengah
17:28perbincangan kami
17:29bersama dengan
17:30Bang Bestari
17:30dan juga Pak Agung
17:31kami mencoba
17:32untuk terus
17:32menghubungi
17:33dari perwakilan
17:34PDIP
17:34untuk bisa
17:35membagi perspektif
17:36yang bersama kami
17:36di dialog pagi ini
17:37nah kita menanggapi
17:39apa yang tadi
17:39disampaikan oleh
17:40Bang Bestari
17:41nih Bang Agung
17:41kalau dari sudut
17:43pandang Anda
17:44usai tidak lagi
17:45menjabat sebagai
17:46presiden
17:46sebenarnya
17:47seberapa besar
17:48efek
17:48sosok Pak Jokowi
17:50dalam raup
17:51suara dukungan
17:52rakyat
17:52kalau secara
17:55kualitatif kan
17:56memang sudah
17:57satu setengah tahun
17:57beliau tidak menjabat
17:58pengaruhnya
18:00masih ada
18:00tapi tidak sebesar
18:01ketika masih menjabat
18:02karena ketika menjabat
18:04beliau masih memiliki
18:05fitur-fitur
18:06kekuasaan
18:07apakah sebagai
18:08kepala negara
18:10kepala pemerintahan
18:11panglima tertinggi
18:12tapi walaupun
18:14beliau sudah
18:14satu setengah tahun
18:15tidak menjabat
18:16Jokowi efek itu
18:17masih berefek
18:18karena apa
18:19karena saat
18:202024 kemarin
18:21beliau
18:22memberikan
18:23banyak
18:23endorse
18:24kepada
18:24banyak
18:25kepala daerah
18:26kemudian
18:26banyak
18:27kepada
18:27menteri
18:28wakil menteri
18:28kemudian
18:29jabatan strategis
18:31yang ada di negeri ini
18:32yang sedikit banyak
18:34itu memberikan
18:34semacam
18:35apa ya
18:36tanggung jawab
18:37moral bagi yang
18:38di endorse
18:38apalagi banyak
18:39yang menang
18:39karena otomatis
18:41itu menjadi
18:42sebuah modal
18:42politik
18:43untuk
18:43dalam tanda petik
18:44dikembalikan
18:45Mbak Nanda ya
18:46sebagai politik etis
18:47mereka yang mendapat
18:49limpahan elektoral tersebut
18:50yang kedua
18:51secara kuantitatif
18:52mungkin tidak sebesar
18:53ketika menjabat
18:54mungkin sudah mulai
18:56berkurang
18:56ataupun tereduksi
18:57tapi
18:58dalam prediksi saya
18:59mungkin
18:59angka 40-50%
19:01itu masih ada lah
19:02seperti itu
19:03walaupun ketika menjabat
19:04efeknya bisa sampai
19:0580-85%
19:07ya
19:07Jokowi efek itu
19:08jadi
19:08berkurang setengah itu
19:10menurut saya
19:11masih logis
19:12satu setengah tahun
19:13tidak menjabat
19:14dan itu masih cukup tinggi
19:15dan limpahan itu
19:17kita lihat
19:17walaupun ini masih bisa
19:19diperdebatkan
19:20tapi
19:20respon masyarakat yang organik
19:22yang sering datang
19:24ke rumah Pak Jokowi
19:25kemudian sosmed beliau
19:26timeline-nya masih bisa
19:27kita akses ya
19:28komen-komentarnya
19:29lebih banyak tone positif
19:31gitu
19:31jadi itu
19:32bukti bahwa
19:33serangan udara
19:35dalam tanda petik
19:36ataupun serangan darat
19:37kalau bahasa konsultan
19:38itu masih berpadu-padan
19:39dengan ya
19:41pengaruh Jokowi efek tadi
19:42saya belum bahas
19:43serangan laut
19:44Lobby-loby Pak Jokowi
19:45di belakang panggung
19:46yang itu juga masih
19:47kencar tampaknya
19:48jadi
19:49tiga matra ini
19:50masih jalan
19:51belum lagi infrastruktur
19:52di
19:53hal-hal lain ya
19:54dan
19:55saya senang
19:56karena Pak Jokowi
19:57sudah dalam tanda petik
19:58setengah
19:59mungkin bukan setengah
20:01langkah lagi ya
20:02mungkin sudah
20:02satu dua langkah
20:03untuk membuat
20:04rumah barunya
20:05di PSI ya
20:06sehingga kita tinggal
20:07menanti
20:08apakah nanti
20:09secara organisasional
20:10definitif
20:11formal
20:11itu dideklarasikan
20:13bahwa Mr. J sama dengan
20:14Pak Jokowi
20:15dan Pak Jokowi itu
20:16apa di PSI
20:17apakah ketua
20:18dewan pembina
20:19apakah penasehat
20:21PSI
20:22atau apa yang punya
20:23memenang formal
20:24yang itu
20:25tidak jauh berbeda
20:26dari Ibu Megawati
20:27di PDIP
20:28Pak SB di Demokrat
20:29atau Pak Prabowo
20:30di Gerindra
20:31karena itu
20:32sebagai sebuah
20:33apa ya
20:34komparasi
20:35bahwa
20:36sebagai seorang
20:38presiden ya
20:39ketujuh
20:39semacam itu
20:40beliau punya
20:41rumah politik
20:42plus juga punya
20:44wawanan untuk
20:44melengkapi itu
20:45supaya apa
20:46supaya
20:47manufor
20:48ataupun langkah-langkah
20:49politik yang beliau
20:49lakukan itu
20:50punya basis
20:51otoritas yang kuat
20:52dan bisa ya
20:53mempengaruhi partai
20:54secara
20:55keseluruhan
20:56untuk masuk
20:56parlamen
20:57bahkan menjadi
20:57partai
20:58menengah
20:59dan besar
21:00nanti di
21:012034
21:02ya
21:02seperti itu
21:03Mbak Danda
21:03Bang Agung
21:05kalau kita tadi
21:06pertegas lagi
21:06apa yang disampaikan
21:07oleh Bang Bestari
21:08ini mengenai
21:09Jokowi efek
21:09atau efek
21:10ekor jasnya
21:11Pak Jokowi
21:11ini sudah
21:13diakini bahwa
21:14akan mengalir
21:14sepanjangnya
21:15ke PSI
21:15tapi kalau Anda
21:16melihat sendiri
21:17apakah benar demikian
21:18apakah memang
21:18ini masih ada
21:19bayang-bayang
21:20dengan partai
21:21lamanya
21:22katakanlah
21:22PDIP
21:23kalau di Pilek itu
21:25pertarungannya
21:25dicaleg
21:26Mbak
21:26Nanda
21:27jadi
21:27figur di
21:29nasional itu
21:30memberikan dampak
21:31tapi tidak besar
21:32mungkin dalam rentang
21:345-10%
21:35efeknya
21:36semacam itu
21:37tapi di bawah
21:38apakah menetes
21:39lewat caleg-caleg tadi
21:40yang saya sampaikan
21:41di nomor urut 1
21:42mungkin sampai
21:43nomor urut 3 saja
21:44apakah memang
21:45ada sosok-sosok
21:46seperti Pak Jokowi
21:47di PSI
21:49nanti ketika pencalegan
21:50akan terwujud
21:51di Dapil
21:52semacam itu
21:53karena pertarungan
21:54realnya di sana
21:54otomatis
21:56calegnya harus punya
21:57popularitas
21:58akseptabilitas
21:59elektabilitas
22:01sampai isi tas
22:02nah yang saya tahu
22:03kan kenal nih
22:04Bang Bestari
22:05punya 4 tas-tas itu kan
22:06nah yang lain kan
22:07saya belum tahu nih
22:08kapasitas dan kualitasnya
22:10nah ini pekerjaan rumah
22:11untuk dicari
22:12di semua provinsi
22:14di semua Dapil
22:15nanti
22:15sehingga gap
22:16ya
22:17Jokowi efek itu
22:18ke bawah
22:19tidak terlalu jauh
22:20dan itu bukan
22:21pekerjaan yang mudah
22:22ya
22:22partai kan berbut nih
22:24Mbak Nanda
22:24untuk mencari orang-orang
22:25berkualitas tadi
22:26di tiap Dapil
22:27nah pertarungannya
22:28di sana justru
22:29nah karena PSI dihadapkan
22:31pada verifikasi faktual
22:32di pertengahan
22:332027 nanti
22:35otomatis ya
22:36tugas rumahnya
22:38menjadi lebih kompleks
22:39dibandingkan partai parlemen
22:41sehingga wajar
22:42misalkan PSI
22:42mulai turun dari sekarang
22:44untuk mengkondisikan itu
22:45dan harapannya
22:46bisa ditemukan
22:47caleg-caleg berkualitas tadi
22:49jadi
22:49pekerjaan
22:50menemukan toko sentral
22:52sudah terpenuhi
22:53tapi menemukan
22:55toko-toko sentral
22:56di Dapil
22:56yang bisa menjadi food getter
22:58itu bukan pekerjaan yang mudah
23:00dan sampai pada detik terakhir
23:02masa penetapan caleg
23:04tetap nanti
23:05itu adalah masa
23:06yang menentukan partai-partai
23:07termasuk PSI
23:08untuk memastikan langkah mereka
23:10di parlemen
23:11apakah bisa
23:12masuk
23:13atau
23:14belum bisa masuk
23:15seperti itu Mbak Nanda
23:16oke
23:16Bang Agung ini menarik
23:17apakah memang
23:18dengan apa yang disampaikan oleh
23:20Bang Agung
23:20mengenai Jokowi Efek ini
23:22ini sebenarnya menjadi alarm
23:23untuk partai politik lainnya
23:25melihat dari
23:26giat-giat
23:27Pak Jokowi melakukan
23:28safari politik
23:29bahkan tadi Bang Bestari bilang
23:30masih ada provinsi-provinsi lainnya
23:32di Indonesia
23:32yang akan disambangi
23:33ya
23:34otomatis
23:35ini
23:36ketum-ketum partai
23:38harus rajin
23:39melusukan juga
23:40seperti Pak Jokowi
23:41mau gak mau
23:43harus lebih capek
23:44mau gak mau
23:45harus keliling Indonesia
23:46karena
23:47PSI sudah memulai
23:49standar baru
23:50bahwa
23:50seorang ketum
23:52seorang ketua
23:52Dewan Pembina
23:53ataupun
23:54pemimpin partai
23:55yang punya
23:55semacam pengaruh
23:57dia harus menyapa
23:58warga ke bawah
23:59nah itu akan menjadi
24:00pertarungan yang baik
24:01buat masyarakat
24:02melihat seberapa
24:03otentik ketika mereka
24:04belusukan
24:05ketika mereka menyapa
24:06warga
24:07termasuk saat mereka
24:09merespon ya
24:09aspirasi tersebut
24:10apakah bisa
24:11berbuah konkret
24:12atau sebatas gimmick
24:14semata semacam itu
24:15jadi
24:15saya ya senang
24:16jadi nanti
24:17daerah akan ramai
24:18dengan kunjungan
24:19para
24:19ketua-ketua umum partai
24:21para ketua-ketua
24:22Dewan Pembina Partai
24:23dan harapannya
24:24bisa membuat
24:25ya kebijakan
24:26kita semakin
24:27lebih baik
24:28ya karena
24:28masyarakat kan berharap
24:30yang konkret
24:31yang real ya
24:32yang bisa mereka
24:32rasakan bahwa
24:33ada perbaikan nasib
24:35secara ekonomi
24:36secara sosial ya
24:37dan harapannya
24:39itu semua bisa
24:40memastikan
24:41stabilitas keamanan
24:42di daerah mereka
24:43terjamin dengan
24:44kehadiran
24:45tokoh-tokoh itu
24:46dalam serap
24:46aspirasi yang mereka
24:47lakukan
24:48begitu mananda
24:49nah
24:50Bang Bestari
24:51ada tanggapan gak
24:52tadi kan
24:52sudah dikasih tahu
24:53sama Bang Agung
24:54PR-nya
24:54PSI apa
24:55kedepannya
24:55sampai dengan
24:56tadi kan Bang Bestari
24:57juga bilang
24:57kalau
24:58Lampung ini
24:59bukan titik terakhir
25:00ini mulai
25:00titik awal
25:02begitu
25:02dan nantinya
25:02akan ada
25:03kunjungan-kunjungan
25:03lainnya
25:04kunjungan kemana lagi
25:04sih Bang Bestari
25:05ya
25:06ke NTT
25:08Jawa Barat
25:09dan seterusnya
25:09tapi saya
25:10sepakat dengan
25:11Bang Agung
25:13tadi
25:14menyatakan bahwa
25:15agar para
25:16Ketua Umum Partai
25:17itu bisa juga
25:19mengikuti langkah
25:20yang sudah dilakukan
25:21Pak Jokowi
25:22salah satunya
25:24adalah
25:24supaya
25:25kalau sering
25:26Ketua Umum Partai
25:28itu turun
25:28tentu mereka
25:29semakin memahami
25:31budaya
25:31daerah-daerah
25:33di seluruh Indonesia
25:34sehingga
25:34jangan lagi
25:35ada salah
25:36tafsir
25:37terkait
25:38gelar budaya
25:39adat
25:39justru
25:40dihina
25:41dengan
25:42kata
25:42menjadi simbol
25:45kesombongan
25:46bahkan
25:47penunggangan
25:47politik
25:48dan sebagainya
25:49dikarenakan
25:50kurangnya
25:51pendidikan
25:52politik
25:53dan kebudayaan
25:54dari Ketua-Ketua
25:55Umum Partai
25:56itu
25:57khususnya dari
25:58PDI
25:58kemarin
25:58menyampaikan
25:59ini simbol
26:00apa
26:02kesombongan
26:04gitu
26:04dari Pak Jokowi
26:05gitu
26:05ya mudah-mudahan
26:07ke depan
26:08semakin
26:09kita
26:09banyak
26:12berkunjung
26:12ke wilayah
26:13semakin
26:13kita memahami
26:14yang
26:15budaya-budaya
26:16bangsa
26:17saya kira
26:17itu juga
26:18positif
26:18sebagai
26:19partai
26:20politik
26:20untuk
26:21lebih
26:21paham
26:22terhadap
26:23akar
26:24budaya
26:24di seluruh
26:25tempat
26:26di Indonesia
26:27banyak
26:27suku
26:28yang punya
26:30adat
26:31di setiadat
26:31sendiri
26:31yang patut
26:32dihormati
26:34gitu
26:35ini menarik
26:36sebelum nanti
26:36kan sudah disinggung oleh
26:37Bang Bestari
26:38mengenai
26:38mengijak
26:39kepala kerbau
26:39ini merupakan
26:40adat di Lampung
26:41tapi kita
26:42pertegas dulu
26:43setelah
26:43dari Lampung
26:44mau kemana lagi
26:44Pak Jokowi
26:45ke NTT
26:45dan nanti
26:46apa saja
26:46gini ya
26:47ya
26:48tadi sudah saya
26:49sampaikan bahwa
26:50akan melakukan
26:51evaluasi terlebih dahulu
26:53dari hasil ini
26:54apa yang kita dapat
26:55kemudian
26:56bagaimana
26:56kemudian
26:57perjalanan ke depan
26:58untuk menguatkan
26:59kembali
27:00maksud
27:01dan tujuan kita
27:02untuk yang paling utama
27:04adalah
27:04bagaimana
27:05menuntaskan
27:06dan menyemangati
27:08kader di bawah
27:09kader untuk
27:10membentuk
27:10struktur
27:11jadi mungkin
27:13Jawa Barat
27:14dan NTT
27:15adalah
27:16berikutnya
27:18yang akan
27:18dikunjungi
27:20dalam
27:20kapasitas Pak Jokowi
27:24sebagai
27:25patron
27:26panutan
27:27kami
27:28dan sekaligus
27:29motivator
27:30PSI
27:32oke
27:33berarti
27:34kedepannya kita akan
27:35lihat bagaimana
27:35dinamika yang akan
27:37terjadi lagi
27:37khusus untuk PSI
27:38dan terima kasih
27:39sudah berbagi perspektifnya
27:40bersama dengan kami
27:41di Sapa Indonesia Pagi
27:42Ketua DPP PSI
27:43Bestari Barus
27:44dan Direktur Eksekutif
27:45Trias Politika Strategis
27:46Agung Baskoro
27:47selamat pagi
27:48Bang Agung
27:49dan Bang Bestari
27:50Saat Selalu
27:51Terima kasih
27:52Terima kasih
27:53Terima kasih
27:53Terima kasih
27:53Terima kasih
Komentar

Dianjurkan