00:00Sementara itu Saudara, Komando Pusat Amerika Serikat merilis video yang memperlihatkan serangan terhadap target-target militer Iran.
00:08Rekaman tersebut menampilkan sejumlah serangan terhadap 10 target militer Iran di berbagai lokasi di dalam dan di dekat Selat Hormuz.
00:16Militer AS menyebut serangan ini atas arahan Presiden Donald Trump.
00:20Pesawat militer AS menargetkan infrastruktur, pengawasan, sistem komunikasi, lokasi pertahanan udara, fasilitas penyimpanan drone, dan kemampuan penerbangan ranjau milik militer
00:31Iran.
00:37Meski saling serang sempat terjadi antara Amerika Serikat dan Iran, tapi yang terbaru Saudara,
00:43Amerika Serikat dan Iran telah resmi sepakat untuk menghentikan serangan militer demi menyelamatkan kesepakatan damai sementara.
00:50Atau MOU yang sempat terancam runtuh, Saudara.
00:54Laporan penting ini dikonfirmasi oleh pejabat AS setelah kedua negara terlibat aksi saling serang di sekitar jalur perairan strategis Selat
01:02Hormuz selama beberapa hari terakhir.
01:04Lalu bagaimana membaca strategi kedua negara dalam ekskalasi perang ini?
01:08Kita bahas bersama dengan pakar geopolitik dan keamanan nasional, Mas Bibawanton, Nugroho Widode yang telah bergabung bersama kami di Kompas
01:14Petang.
01:14Selamat petang, Mas Bibawah.
01:16Selamat petang, Mas Yusuf.
01:17Kita dipertontonkan dengan aksi saling serang, kedua negara saling klaim bahwa sebenarnya tidak saling percaya untuk negosiasi,
01:24tapi yang terbaru pejabat AS mengonfirmasi kedua negara sepakat untuk stop saling perang.
01:30Sebenarnya apa yang Anda baca dari strategi kedua negara ini?
01:34Ya, jadi gini Mas ya, sejak kemarin pendatangan dilakukan, kita itu masuk dalam tahap yang namanya dari empat memanage konflik.
01:44Yang pertama adalah terminasi konflik, yang kedua adalah memanage konflik, yang ketiga adalah resolusi konflik, yang keempat baru transformasi konflik.
01:50Nah, karena kita tidak ada perang dunia, kalau perang dunia itu langsung ke transformasi konflik.
01:55Jadi Amerika dulu melawan Jepang dan melawan Jerman, ada langkah ekstrim yang diambil, perang dunia, dan setelah itu Jepang dan
02:02Jerman menjadi alive dari Amerika.
02:04Itu poinnya itu.
02:05Nah, tapi kita melewati empat proses tadi.
02:08Nah, sekarang ini kita, sejak penatanganan, itu baru dari step pertama menuju ke kedua.
02:13Dari yang namanya konflik dibentikan dulu, ya, deeskalasi, berarti dulu konflik sementara, coba kita menuju kepada manajemen konflik.
02:21Nah, manajemen konflik itu ada up and down.
02:23Nah, untuk kesana dibutuhkan dua variabel.
02:26Variabel pertama itu adalah restorasi saling percaya yang sudah hancur.
02:31Yang kedua adalah peace process.
02:34Jadi, yang penatanganan itu gampang dilakukan.
02:38Yang susah dilakukan itu adalah semangat tanda tangan, kepercayaan itu bisa dibangun apa enggak.
02:42Itu poin satu.
02:43Poin kedua yang kita lihat sekarang, ya, sekarang ini perjanjian yang sudah di tanda tangan itu, itu menghadapi ujian yang
02:49berat, ya.
02:50Nah, ujian yang berat itu jangan dilihat secara pesimis.
02:53Karena di Timur Tengah, ya, khususnya dalam konflik internasional dan khususnya Timur Tengah,
02:59konflik up and down itu bagian dari diplomasi.
03:01Harus dilihat seperti itu.
03:03Nah, sekarang pertanyaannya adalah bukan hanya kenapa mereka konflik,
03:08kenapa mereka sekarang ada serangan militer saling membalas,
03:10tapi adalah apakah mereka masih mau balik lagi berunding?
03:14Kan mereka mau balik lagi berunding.
03:15Itu poinnya, tuh.
03:16Nah, jadi kenapa ini terjadi?
03:18Nah, yang pertama harus kita lihat dari perspective militer, ya.
03:21Yang pertama, itu adalah deterrent signaling.
03:24Jadi, kedua klihak itu menunjukkan bahwa mereka itu masih siap untuk membalas.
03:28Karena kalau mereka tidak bisa membalas, mereka kehilang kredibilitas dan deterrent, daya tangkal.
03:32Yang kedua, mereka menunjukkan kepada domestic audience bahwa pemerintah mereka itu masih kuat.
03:37Yang ketiga, mereka itu menunjukkan bahwa mereka punya military leverage.
03:41Jadi, pada saat mereka mempunyai kekuatan militer yang dapat dibuktikan,
03:45disitulah mereka bisa menekan dalam negosiasi.
03:47Itu poinnya, mas.
03:48Sehingga Anda bisa kita lihat masih bahwa aksi saling serang ini salah satu tujuannya adalah
03:55ingin menunjukkan bahwa kedua negara sebenarnya masih punya kekuatan,
03:58tapi tidak untuk membuat eskalasi perang yang lebih besar,
04:01tapi bagaimana ketika melakukan negosiasi,
04:03masing-masing negara, Amerika Serikat dan Iran ini masih-masih punya power, begitu?
04:08Ya, betul.
04:09Nah, selanjutnya makanya mereka sambil men-testing oponen, memuji.
04:12Karena sebenarnya yang terjadi ini, walaupun sudah di tanda tangan ini,
04:16terjadi namanya perang intelijen.
04:18Perang intelijen itu dikenal dengan C6ISR.
04:21Jadi, C-nya itu Command, Control, Perang Computer, Perang Communication,
04:25Perang Cyber, Perang Combat System, Intelligence, Surveillance, Recognition.
04:29Itu bisa digunakan kapan saja.
04:31Nah, akhirnya digunakan sekarang, men-testing.
04:33Nah, lawan ini responsif nggak?
04:34Berapa banyak rudalnya?
04:36Bagaimana sistem pertahanan udaranya?
04:38Bagaimana intelijensinya?
04:39Bagaimana daya lawannya?
04:41Ya, dan kemampuan intelijen secara menyeluruh.
04:43Ini di-test gitu.
04:44Nah, yang berikutnya mereka juga saling menunjukkan
04:46bahwa mereka bisa melakukan eskalasi kontrol.
04:49Kontrol eskalasi.
04:50Mereka tidak mau menyerah begitu saja salah satu pihak,
04:53tapi mereka juga tidak mau perang terbuka.
04:55Karena kalau perang terbuka, itu berat ongkos secara politik,
04:58ekonomi, dan militer bagi dua negara.
05:00Nah, makanya possibility-nya itu sekarang ada tiga, Mas.
05:03Yang paling mungkin ya.
05:04Yang paling mungkin itu adalah limited strike.
05:06Sekarang itu.
05:06Terjadinya serangan yang sasarannya militer.
05:09Fokus ya.
05:11Menggunakan drone, menggunakan rudal.
05:13Dan militer diserang, militer satunya lagi sebalik menyerang.
05:18Sampai di situ aja begitu.
05:19Nah, skenario yang kedua, yang modernat,
05:23ini bisa berubah menjadi perang Iran-Iran.
05:25Atau perang Rusia-Ukraine.
05:27Namanya perang atrisi.
05:29Perang yang lama.
05:30Jadi itu mengikis kemampuan ekonomi,
05:32kemampuan industri pertahanan,
05:34yang menggunakan rudal,
05:36menggunakan cyber drone, perang ekonomi.
05:39Sehingga akhirnya nanti yang bisa bertahan lama,
05:43itulah yang menang.
05:44Nah, skenario satu itu menghindari invasi darat.
05:47Skenario dua, sudah mungkin akan ada invasi terbatas.
05:51Nah, yang harus diantisipasi,
05:53jangan sampai terjadi, namanya skenario ketiga,
05:56yang paling tidak diharapkan.
05:57Perang regional, di mana akhirnya Israel terlibat lagi,
06:01proksi-proksi Iran terlibat lagi,
06:02dan bisa menarik great power lainnya,
06:04termasuk Trujillo dan China.
06:05Itu tidak diharapkan.
06:06Yang Anda baca saat ini mengarah ke mana?
06:08Karena kalau kita lihat yang terbaru juga sebenarnya,
06:10perundingan juga sudah akan dilakukan lagi di Qatar.
06:14Nah, mereka masih yang paling mungkin,
06:18seperti saya bilang tadi, adalah skenario pertama,
06:20yang paling mungkin sekarang.
06:21Limited strike.
06:23Nah, limited strike itu tadi itu tujuannya.
06:24Hanya untuk menunjukkan bahwa mereka masih punya kekuatan.
06:28Kekuatan itu kekuatan militer yang dipakai sama mereka
06:30untuk melakukan negosiasi.
06:32Itu poinnya itu, Mas.
06:33Dan mereka itu berusaha juga di dalam proses ini,
06:37ada unik, ini orang militer mungkin ngerti ya.
06:40Jadi, di dalam melakukan serangan-serangan militer
06:42dibalas-membalas itu,
06:43mereka sebenarnya saling membangun kepercayaan.
06:45Jadi, artinya kepercayaan satu sama lain itu dibangun gitu.
06:50Artinya gini, Anda berbuat begini,
06:53saya berbuat begitu,
06:54tapi saya mau negosiasi lagi dengan Anda.
06:56Jadi, militer dan militer menggunakan bahasa persenjataan.
07:00Jadi, Anda masih bawah,
07:01maaf, maaf.
07:02Jadi, ini Anda bisa membaca sebenarnya,
07:04aksi saling serang,
07:05sehingga akhirnya mereka sepakat,
07:07make stop saling serang ini,
07:08bagian dari proses up and down
07:09untuk menuju ke negosiasi,
07:11dan membangun saling kepercayaan itu ya?
07:13Ya, karena masalah utama Washington dan Teheran itu adalah
07:18defisit trust strategis yang sudah sangat besar milenya.
07:23Nah, selagi strategi trust deficit itu,
07:29atau defisit kepercayaan strategis itu tidak direstorasi,
07:32tanda tangan itu tidak akan ada hatinya, Mas.
07:35Kalau kita lihat, Mas Ibu mohon maaf, saya potong.
07:38Yang menarik adalah,
07:38kalau kita lihat,
07:39oke lah,
07:40tidak saling percaya,
07:41tapi lebih penting dari itu adalah
07:43bagaimana poin-poin dari kerjasama itu.
07:46Karena kalau kita lihat,
07:47Selat Hormuz,
07:48keterlibatan serangan di Lebanon,
07:50ini menjadi dua poin besar yang
07:52nampaknya kalau kita lihat secara awam,
07:54wah, tidak akan ketemu nih
07:55antara Iran dan Amerika Serikat.
07:56Anda membacanya bagaimana?
07:58Jadi, ada lima variable yang coba kita perhatikan, Mas.
08:02Eskalasi ini bisa menjadi tidak terkontrol
08:04jika yang pertama,
08:05adanya penutupan atau gangguan serius di Selat Hormuz.
08:08Lihat indikator itu.
08:09Indikator kedua,
08:10jika ada mobilisasi besar-besaran pasukan militer,
08:14baik oleh Iran,
08:15proksinya,
08:15dan juga dari Amerika,
08:17dan sekutu.
08:17Yang ketiga adalah,
08:19serangan terhadap fasilitas energi yang utama.
08:21Yang keempat adalah,
08:23keterlibatan langsung negara-negara kawasan,
08:25Iran dan lain-lain.
08:26Israel dan lain-lain.
08:28Yang kelima adalah,
08:29jika jalur diplomasi sudah gagal total.
08:31Nah, selagi lima indikator ini,
08:34belum terlihat,
08:36kita masih harus optimis.
08:38Bahwa,
08:39di dalam bernegosiasi ini,
08:40mereka menggunakan korsif diplomasi,
08:42yaitu diplomasi yang ditopang oleh kekuatan militer,
08:45yang ditunjukkan,
08:46bukan hanya diomongkan.
08:47Dimana di dalam setiap interaksi itu,
08:49yang melibatkan mediator,
08:51mereka juga berusaha membangun class kembali.
08:54Nah, karena isunya adalah,
08:56defisit strategic trust,
08:58yang sangat besar.
09:00Nah, itu masalah utama Teheran,
09:02dan masalah utama Washington.
09:03Nah, kalau ini bisa diatasi,
09:05peace process ini,
09:06bisa berlangsung dengan baik,
09:07bahkan bisa dipercepat,
09:09dari yang namanya,
09:10conflict termination,
09:11maju kepada conflict management,
09:14yang lebih banyak,
09:15tidak ributnya,
09:16dibanding ributnya,
09:17begitu nanti.
09:18Dan akhirnya berubah menjadi,
09:19conflict resolution.
09:20Ada resolusi,
09:21keinginan,
09:22yang mendalam dari kedua belah pihak,
09:24untuk menyelesaikan ini,
09:25dan membuat order baru di Timur Tengah.
09:28Yang keempat,
09:28baru yang namanya,
09:29transformasi konflik.
09:30Nah, disitulah,
09:31yang terjadi,
09:32setelah Perang Dunia.
09:33Yang dulunya,
09:34misalnya Jepang dan Jerman,
09:35itu adalah musuhnya Amerika,
09:36menjadi aliansinya Amerika.
09:38Nah,
09:39karena kita tidak mengambil,
09:40cara Perang Dunia sekarang,
09:42makanya,
09:43untuk Iran dan Amerika itu,
09:44bisa menjadi,
09:46transformatif hubungannya,
09:47harus melewati proses seperti ini,
09:49Terkuali kita langsung memutuskan,
09:50ayo kita perang aja.
09:51Yang menang,
09:53akan dikuti oleh yang kalah.
09:55Dan setelah itu,
09:55mereka akan transformatif hubungannya.
09:57Menarik seperti yang Anda sampaikan ya,
09:58yang masih bawa ya,
09:59diplomasi dengan menunjukkan kekuatan militer.
10:02Sehingga bacaan Anda,
10:03ke depannya ini,
10:04betul akan stop saling serang,
10:06dan menunjukkan negosiasi,
10:07atau balik lagi,
10:08kita dipertontonkan dengan saling serang.
10:09Singkat saja, terakhir.
10:11Ya,
10:12jadi ini akan terus berjalan,
10:14dengan korsif diplomasi.
10:16Diplomasi terus berjalan,
10:17karena kedua belah pihak itu berusaha menghindari perang terbuka,
10:21besar ongkosnya secara politik,
10:22ekonomi, dan militer,
10:23tetapi serangan-serangan militer terbatas ya,
10:26counter force,
10:27bukan counter value,
10:28yang akan dilakukan gitu.
10:30Counter force.
10:30Ini tidak akan berhenti,
10:32sampai orientasi geopolitik dari kedua negara ini,
10:35khususnya,
10:36compatible.
10:37Dengan mempertimbangkan juga,
10:39apa yang menjadi concernnya Israel.
10:40Karena Israel ini juga,
10:42faktor yang tidak bisa diabaikan kan.
10:43Betul.
10:44Begitu.
10:45Harus compatible antara Israel,
10:46Iran,
10:47dan juga Amerika.
10:48Oke,
10:49ini yang nanti kita nantikan bersama ya,
10:50skalasinya seperti apa,
10:51tapi harapannya,
10:52negosiasi akan berlangsung ya.
10:54Berlanjut terus.
10:55Ya,
10:55ini yang kita harapkan bersama.
10:56Terima kasih.
10:56Mbak Pakar Geopolitik dan Kameran Nasional,
10:58Mas Mibawanto Nugroh Widodo telah berbagi perspektifnya di Kompas Petang.
11:02Salam sehat.
11:03Salam sehat.
11:04Terima kasih, Mas.
Komentar