Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara merealisasikan ribuan unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Alokasi BSPS meningkat menjadi 10 ribu unit pada 2026.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggenjot pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya yang bersumber dari APBD dan APBN. Pada 2026, Sulawesi Tenggara memperoleh alokasi 10 ribu unit rumah dari pemerintah pusat.

Program ini digulirkan untuk memenuhi kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Bumi Anoa.

Peningkatan alokasi bantuan tersebut merupakan hasil komunikasi intensif Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

#sulawesitenggara #masyarakat #rumah

Baca Juga 4 Peserta Latsarmil Koperasi Merah Putih Meninggal, Keluarga Minta Tanggung Jawab | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/677390/4-peserta-latsarmil-koperasi-merah-putih-meninggal-keluarga-minta-tanggung-jawab-sapa-pagi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/677392/full-pemprov-sultra-percepat-program-bsps-dapat-10-ribu-unit-rumah-dari-pemerintah-pusat
Transkrip
00:01Saudara pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara merealisasikan ribuan unit bantuan stimulan perumahan swadaya atau BSPS.
00:10Alokasi BSPS melonjak menjadi 10.000 unit di tahun 2026.
00:16Pemprov Sulawesi Tenggara menggenjot pelaksanaan program bantuan stimulan perumahan swadaya yang bersumber dari APBD dan APBN.
00:25Di tahun 2026, Sulawesi Tenggara memperoleh alokasi 10.000 unit rumah dari pemerintah pusat.
00:35Program ini digelirkan untuk kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah di bumi anoa.
00:43Peningkatan alokasi bantuan berkat komunikasi intensif Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Suman Geruka dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
00:55Kehidatan bantuan stimulan perumahan swadaya Provinsi Sulawesi Tenggara memang saat ini lagi kencar kita programkan baik itu melalui APBN maupun
01:08melalui APBD.
01:09Nah, untuk khusus APBN, kemarin kita mendapat alokasi anggaran atau jumlah rumah sebesar 10.000 ya, dengan kenaikan yang cukup
01:23besar dari yang tahun sebelumnya adalah 3.000an, sehingga hampir 300 persen naikannya.
01:30Nah, kondisi ini disebabkan oleh adanya audensi Bapak Gubernur kepada Bapak Menteri Perumahan untuk meminta agar kuota di Sulawesi Tenggara
01:44itu diperbanyak sehubungan dengan masih banyaknya rumah tidak layak huni yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara.
01:52Program ini diharapkan semakin banyak keluarga kurang mampu yang dapat menikmati hunian yang lebih nyaman, meningkatkan kesejahteraan, dan kualitas hidup.
02:04Silvian Sakia, Kompas TV Kendari, Sulawesi Tenggara
02:11Pemprov Sulawesi Tenggara siap merealisasikan program bantuan simulan perumahan swadaya atau BSPS untuk mewujudkan ribuan rumah layak huni bagi masyarakat.
02:22Untuk membahas kriteria daerah prioritas sehingga pengawasannya saudara, kita langsung terhubung dengan Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan
02:32Perkimtan Sulawesi Tenggara, Martin Effendi Patula.
02:35Selamat pagi Pak Effendi, terima kasih telah bergabung di Jurnal Nusantara pagi ini.
02:40Terkait dengan program, baik selamat pagi Bapak, terkait dengan program ini Pak Effendi, berapa unit rumah yang nantinya akan direalisasikan
02:49untuk dibangun ataupun juga direnovasi sebagai rumah layak huni melalui program ini Bapak?
02:56Ya, terima kasih Mbak Karla, selamat pagi.
02:59Jadi, untuk tahun ini Provinsi Sulawesi Tenggara untuk kegiatan BSPS itu lewat dana APBN kita mendapat alokasi 10 ribu unit
03:09rumah atau sekitar 200 miliar karena per unitnya 20 juta.
03:13Kemudian dari APBD kita mendapatkan BSPS sebanyak 602 unit atau 30 miliar 100 juta.
03:23Nah, ini sangat menguntungkan dan sangat membantu kita dalam rangka kita mengentaskan rumah tidak layak huni di Provinsi Sulawesi Tenggara.
03:34Bantuan ini tidak luput dari peran Bapak Gubernur yang selalu melobi ke Kementerian Perumahan Kawasan Permukiman
03:42agar daerah Provinsi Sulawesi Tenggara mendapatkan alokasi BSPS yang besar agar bisa mengentaskan rumah-rumah tidak layak huni yang tersebar
03:55di 17 kabupaten di Sulawesi Tenggara.
03:59Baik Pak Effendi, tadi disebutkan ada rumah-rumah di 17 kabupaten di Sulawesi Tenggara yang akan menerima bantuan BSPS tersebut.
04:07Dari 17 kabupaten tersebut, Bapak, apakah ada daerah yang menjadi prioritas sebagai penerima program BSPS ini?
04:15Ya, ada kawasan-kawasan yang begitu banyak rumah tidak layak huninya itu menjadi prioritas.
04:23Ada beberapa kabupaten yang mendapat alokasi yang agak besar yaitu Kabupaten Kolaka, kemudian Munah, Munah Barat, dan Kolaka Timur.
04:32Nah ini kita akan menggenjot di kawasan itu agak lebih besar, tetapi semua kabupaten tetap kita alokasikan ya untuk kegiatan
04:42-kegiatan penanganan rumah tidak layak huni di Sulawesi Tenggara.
04:46Karena kita masih memiliki backlog yang cukup besar ya, hampir lebih dari 100 ribuan.
04:54Baik, seluruh kabupaten ini menerima bantuan ini namun ada beberapa daerah yang menjadi prioritas.
04:59Lantas Pak Effendi, apa saja kriteria masyarakat yang berhak menerima program BSPS ini?
05:05Ya, untuk program BSPS, syarat utama adalah masyarakat miskin ya, yang masuk dalam desil 1 dan sampai desil 4.
05:15Kemudian memang memiliki rumah yang tidak layak secara kriteria teknis, itu mengenai lantai yang tidak layak, dinding, dan kemudian atap.
05:23Nah, kemudian kita melakukan seleksi itu berdasarkan usulan dari pemerintah kabupaten kota, dalam Bupati Wali Kota.
05:33Kami memiliki tim yang akan mengevaluasi dan memverifikasi usulan-usulan para Bupati dan Wali Kota tersebut.
05:41Nah, kalau dia sudah masuk dalam kriteria, maka kita akan buatkan SK penetapan, siapa yang akan mendapatkan sesuai dengan alokasi
05:51yang ada di masing-masing kabupaten.
05:53Nah, ini evaluasi dan seleksi ini kami dibantu oleh konsultan individual, dan kemudian juga ada tim dari bahlai perumahan dan
06:05juga dari dinas.
06:07Baik, untuk pendataan dan juga penentuan calon prima ini dilakukan berdasarkan kerjasama lintas dinas, dan kemudian Bapak, terkait dengan mekanisme
06:16penyaluran program ini seperti apa?
06:19Ya, untuk kegiatan-kegiatan kita yang saat ini itu adalah rehabilitasi rumah terhadap rumah-rumah yang memang sudah tidak layak
06:29untuk dihuni secara teknis dan juga secara kesehatan.
06:33Termasuk kita menilai bagaimana lantainya, bagaimana dindingnya, bagaimana atapnya, karena ketir tersebut akan menjadi dasar penilaian apakah rumah tersebut memang
06:45sudah tidak bisa dipakai lagi,
06:50sehingga harus dirubah total atau masih ada bagian-bagian bangunan yang masih akan kita pertahankan.
06:56Tetapi semuanya itu kita berharap dengan selesainya pekerjaan rehabilitasi ini, rumah tersebut betul-betul layak untuk dihuni oleh masyarakat yang
07:06mendapatkan bantuan tersebut.
07:08Sejauh ini sudah berapa unit rumah, Pak Effendi, yang telah dibangun oleh dinas?
07:15Pekerjaan untuk tahun ini masih sementara berlangsung, kita mengevaluasi, tetapi kita berharap di akhir bulan Agustus ada sebagian yang sudah
07:25selesai dan kita berharap di akhir November seluruhnya rampung 100 persen.
07:30Karena kita ini ribuan, ada yang ratusan, ada yang ribuan di masing-masing kabupaten.
07:38Baik Pak Effendi, ribuan rumah ini akan dibangun untuk masyarakat agar kemudian dapat menikmati hunian yang layak.
07:45Terima kasih atas waktunya Pak Martin Effendi, di Jurnal Nusantara Pagi ini sehat selalu Bapak.
07:51Ya, terima kasih.
07:53Saudara, Jurnal Nusantara akan kembali usia jika dengan beragam informasi menarik lainnya.
07:58Tetaplah bersama kami di Jurnal Nusantara.
Komentar

Dianjurkan