00:01Saudara pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara merealisasikan ribuan unit bantuan stimulan perumahan swadaya atau BSPS.
00:10Alokasi BSPS melonjak menjadi 10.000 unit di tahun 2026.
00:16Pemprov Sulawesi Tenggara menggenjot pelaksanaan program bantuan stimulan perumahan swadaya yang bersumber dari APBD dan APBN.
00:25Di tahun 2026, Sulawesi Tenggara memperoleh alokasi 10.000 unit rumah dari pemerintah pusat.
00:35Program ini digelirkan untuk kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah di bumi anoa.
00:43Peningkatan alokasi bantuan berkat komunikasi intensif Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Suman Geruka dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
00:55Kehidatan bantuan stimulan perumahan swadaya Provinsi Sulawesi Tenggara memang saat ini lagi kencar kita programkan baik itu melalui APBN maupun
01:08melalui APBD.
01:09Nah, untuk khusus APBN, kemarin kita mendapat alokasi anggaran atau jumlah rumah sebesar 10.000 ya, dengan kenaikan yang cukup
01:23besar dari yang tahun sebelumnya adalah 3.000an, sehingga hampir 300 persen naikannya.
01:30Nah, kondisi ini disebabkan oleh adanya audensi Bapak Gubernur kepada Bapak Menteri Perumahan untuk meminta agar kuota di Sulawesi Tenggara
01:44itu diperbanyak sehubungan dengan masih banyaknya rumah tidak layak huni yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara.
01:52Program ini diharapkan semakin banyak keluarga kurang mampu yang dapat menikmati hunian yang lebih nyaman, meningkatkan kesejahteraan, dan kualitas hidup.
02:04Silvian Sakia, Kompas TV Kendari, Sulawesi Tenggara
02:11Pemprov Sulawesi Tenggara siap merealisasikan program bantuan simulan perumahan swadaya atau BSPS untuk mewujudkan ribuan rumah layak huni bagi masyarakat.
02:22Untuk membahas kriteria daerah prioritas sehingga pengawasannya saudara, kita langsung terhubung dengan Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan
02:32Perkimtan Sulawesi Tenggara, Martin Effendi Patula.
02:35Selamat pagi Pak Effendi, terima kasih telah bergabung di Jurnal Nusantara pagi ini.
02:40Terkait dengan program, baik selamat pagi Bapak, terkait dengan program ini Pak Effendi, berapa unit rumah yang nantinya akan direalisasikan
02:49untuk dibangun ataupun juga direnovasi sebagai rumah layak huni melalui program ini Bapak?
02:56Ya, terima kasih Mbak Karla, selamat pagi.
02:59Jadi, untuk tahun ini Provinsi Sulawesi Tenggara untuk kegiatan BSPS itu lewat dana APBN kita mendapat alokasi 10 ribu unit
03:09rumah atau sekitar 200 miliar karena per unitnya 20 juta.
03:13Kemudian dari APBD kita mendapatkan BSPS sebanyak 602 unit atau 30 miliar 100 juta.
03:23Nah, ini sangat menguntungkan dan sangat membantu kita dalam rangka kita mengentaskan rumah tidak layak huni di Provinsi Sulawesi Tenggara.
03:34Bantuan ini tidak luput dari peran Bapak Gubernur yang selalu melobi ke Kementerian Perumahan Kawasan Permukiman
03:42agar daerah Provinsi Sulawesi Tenggara mendapatkan alokasi BSPS yang besar agar bisa mengentaskan rumah-rumah tidak layak huni yang tersebar
03:55di 17 kabupaten di Sulawesi Tenggara.
03:59Baik Pak Effendi, tadi disebutkan ada rumah-rumah di 17 kabupaten di Sulawesi Tenggara yang akan menerima bantuan BSPS tersebut.
04:07Dari 17 kabupaten tersebut, Bapak, apakah ada daerah yang menjadi prioritas sebagai penerima program BSPS ini?
04:15Ya, ada kawasan-kawasan yang begitu banyak rumah tidak layak huninya itu menjadi prioritas.
04:23Ada beberapa kabupaten yang mendapat alokasi yang agak besar yaitu Kabupaten Kolaka, kemudian Munah, Munah Barat, dan Kolaka Timur.
04:32Nah ini kita akan menggenjot di kawasan itu agak lebih besar, tetapi semua kabupaten tetap kita alokasikan ya untuk kegiatan
04:42-kegiatan penanganan rumah tidak layak huni di Sulawesi Tenggara.
04:46Karena kita masih memiliki backlog yang cukup besar ya, hampir lebih dari 100 ribuan.
04:54Baik, seluruh kabupaten ini menerima bantuan ini namun ada beberapa daerah yang menjadi prioritas.
04:59Lantas Pak Effendi, apa saja kriteria masyarakat yang berhak menerima program BSPS ini?
05:05Ya, untuk program BSPS, syarat utama adalah masyarakat miskin ya, yang masuk dalam desil 1 dan sampai desil 4.
05:15Kemudian memang memiliki rumah yang tidak layak secara kriteria teknis, itu mengenai lantai yang tidak layak, dinding, dan kemudian atap.
05:23Nah, kemudian kita melakukan seleksi itu berdasarkan usulan dari pemerintah kabupaten kota, dalam Bupati Wali Kota.
05:33Kami memiliki tim yang akan mengevaluasi dan memverifikasi usulan-usulan para Bupati dan Wali Kota tersebut.
05:41Nah, kalau dia sudah masuk dalam kriteria, maka kita akan buatkan SK penetapan, siapa yang akan mendapatkan sesuai dengan alokasi
05:51yang ada di masing-masing kabupaten.
05:53Nah, ini evaluasi dan seleksi ini kami dibantu oleh konsultan individual, dan kemudian juga ada tim dari bahlai perumahan dan
06:05juga dari dinas.
06:07Baik, untuk pendataan dan juga penentuan calon prima ini dilakukan berdasarkan kerjasama lintas dinas, dan kemudian Bapak, terkait dengan mekanisme
06:16penyaluran program ini seperti apa?
06:19Ya, untuk kegiatan-kegiatan kita yang saat ini itu adalah rehabilitasi rumah terhadap rumah-rumah yang memang sudah tidak layak
06:29untuk dihuni secara teknis dan juga secara kesehatan.
06:33Termasuk kita menilai bagaimana lantainya, bagaimana dindingnya, bagaimana atapnya, karena ketir tersebut akan menjadi dasar penilaian apakah rumah tersebut memang
06:45sudah tidak bisa dipakai lagi,
06:50sehingga harus dirubah total atau masih ada bagian-bagian bangunan yang masih akan kita pertahankan.
06:56Tetapi semuanya itu kita berharap dengan selesainya pekerjaan rehabilitasi ini, rumah tersebut betul-betul layak untuk dihuni oleh masyarakat yang
07:06mendapatkan bantuan tersebut.
07:08Sejauh ini sudah berapa unit rumah, Pak Effendi, yang telah dibangun oleh dinas?
07:15Pekerjaan untuk tahun ini masih sementara berlangsung, kita mengevaluasi, tetapi kita berharap di akhir bulan Agustus ada sebagian yang sudah
07:25selesai dan kita berharap di akhir November seluruhnya rampung 100 persen.
07:30Karena kita ini ribuan, ada yang ratusan, ada yang ribuan di masing-masing kabupaten.
07:38Baik Pak Effendi, ribuan rumah ini akan dibangun untuk masyarakat agar kemudian dapat menikmati hunian yang layak.
07:45Terima kasih atas waktunya Pak Martin Effendi, di Jurnal Nusantara Pagi ini sehat selalu Bapak.
07:51Ya, terima kasih.
07:53Saudara, Jurnal Nusantara akan kembali usia jika dengan beragam informasi menarik lainnya.
07:58Tetaplah bersama kami di Jurnal Nusantara.
Komentar