- 10 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Jubir PDIP, Ansy Lema dan Ketum Rampai Nusantara Mardiansyah Semar terlibat debat sengit terkait peran Presiden ke-7 RI, Joko Widodo dalam perjalanan PDI Perjuangan.
Sementara, Ketua DPP Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin dan Ketum Gerakan Cinta Prabowo, Kurniawan terlibat debat saat membahas soal pasangan Prabowo di 2029.
Diketahui, Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo melakukan safari politik keliling Indonesia hal ini memicu keterkaitan soal membaca pasangan Prabowo di Pemilu 2029.
Putra Presiden Prabowo, Didit, juga menemui Jokowi di Solo, di tengah isu kerenggangan hubungan Jokowi-Prabowo.
Sementara, Wakil Presiden Gibran Rakabuming mulai unjuk diri menerima perwakilan mahasiswa yang tengah berunjuk rasa menyoal program pemerintah, seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih. Bahkan, Gibran mengajak mahasiswa ikut kunjungan kerjanya.
Apakah rangkaian peristiwa ini bagian dari fenomena politik menuju 2029? Apakah , hal insafari Jokowi dan aktifnya manuver Wapres Gibran, pertanda bersimpang jalan di Pilpres mendatang?
Simak pembahasannya dalam BOLA LIAR, episode "JOKOWI SAFARI & GIBRAN MANUVER, CURI START 2029?"
Produser: Theo Reza
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/677364/debat-sengit-ngabalin-adi-prayitno-hingga-relawan-soal-safari-politik-jokowi-hingga-prabowo-di-2029
Sementara, Ketua DPP Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin dan Ketum Gerakan Cinta Prabowo, Kurniawan terlibat debat saat membahas soal pasangan Prabowo di 2029.
Diketahui, Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo melakukan safari politik keliling Indonesia hal ini memicu keterkaitan soal membaca pasangan Prabowo di Pemilu 2029.
Putra Presiden Prabowo, Didit, juga menemui Jokowi di Solo, di tengah isu kerenggangan hubungan Jokowi-Prabowo.
Sementara, Wakil Presiden Gibran Rakabuming mulai unjuk diri menerima perwakilan mahasiswa yang tengah berunjuk rasa menyoal program pemerintah, seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih. Bahkan, Gibran mengajak mahasiswa ikut kunjungan kerjanya.
Apakah rangkaian peristiwa ini bagian dari fenomena politik menuju 2029? Apakah , hal insafari Jokowi dan aktifnya manuver Wapres Gibran, pertanda bersimpang jalan di Pilpres mendatang?
Simak pembahasannya dalam BOLA LIAR, episode "JOKOWI SAFARI & GIBRAN MANUVER, CURI START 2029?"
Produser: Theo Reza
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/677364/debat-sengit-ngabalin-adi-prayitno-hingga-relawan-soal-safari-politik-jokowi-hingga-prabowo-di-2029
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Ya, Bang Hansi, katakan semua tadi PDIP kurang mengapresiasi jasa Jokowi di PDIP.
00:06Ya, PDI Perjuangan pada 2009 itu perolehan suara paling kecil, 14,9 persen.
00:15Itu paling kecil ya dalam sejarah PDI Perjuangan.
00:18Lalu 2014, pertama kali yang bersangkutan itu menjadi presiden itu PDI mencapai 18 persen.
00:26Jadi kalau dari 14 persen ke 18 persen, hanya sekitar 4 persen, bukan 10 persen atau 15 persen ya.
00:34Dan 2019 itu PDI naik sedikit, 19 persen hampir 20 persen pada saat saya waktu itu juga jadi DPR RI.
00:43Dan 2024 kemarin, ya, saya juga menjadi DPR RI untuk periode kedua, itu yang bersangkutan sudah tidak bersama PDI Perjuangan.
00:53Masih juara satu PDI, juara satu, hat-trick tiga kali berturut-turut.
00:59Jadi PDI Perjuangan ini memang partai yang memang teruji, memang partai yang mengakar.
01:06Nah, kalau dibilang bahwa PDI Perjuangan bergantung pada satu orang, satu dua orang, tentu tidak.
01:12PDI Perjuangan ini partai yang mengandalkan mesin politik partai, turun sampai ke basis paling bawah untuk bonding dengan akar rumput.
01:22Dan kami tahu betul bahwa kerja-kerja kepartaian itu harus basicnya adalah apa?
01:28Institusionalisasi partai.
01:30Ilona, kalau kita bicara hari ini, 2029, terus terang, ya,
01:37Presiden Prabowo hari ini sebagai Presiden itu pikul beban berat sekali.
01:41Kami PDI Perjuangan ini di luar kekuasaan, di luar pemerintahan.
01:46Dan PDI Perjuangan ingin mengajak semua komponen bangsa, terutama elit politik, bantu pemerintah ini.
01:53Bantu Presiden Prabowo ini.
01:55Maka soliditas, loyalitas, ini perlu.
02:00Kenapa?
02:01Karena hari ini kita hadapi persoalan yang tidak sederhana.
02:04Ya, korupsi, ya, trend-seeking.
02:08Ini menjadi tantangan buat kita.
02:10Jadi turun gunungnya seorang Jokowi, Anda tidak khawatir bahwa akan merenggut suara atau lumbung suara di PDIP?
02:16PDI Perjuangan ini, itu tadi saya katakan.
02:20Orang masuk dan keluar, come and go, itu biasa saja.
02:23Oke.
02:25Don't worry, be happy.
02:26Don't worry, be happy.
02:27Ada fakta lain yang tidak disebut sama Ansi.
02:29Ada fakta lain yang tidak disebut sama Ansi.
02:31Apa?
02:31Tahun 99 PDIP itu jawara Pemilu.
02:35Menang menjadi Presiden?
02:37Tidak.
02:37Dan itu karena faktor oleh?
02:39Kalah.
02:40Faktor politik, itu faktanya.
02:422004, Ibu Mega masih menjabat Presiden.
02:45Menang dalam kontestasi PIPRES?
02:47Kalah.
02:492019, mencalonkan dengan Pak Paroro?
02:51Kalah juga.
02:52Gitu loh.
02:53Tapi baru 2014 mencalonkan Pak Jokowi, 2019 mencalonkan Pak Jokowi, PDIP memenangkan Pilpres.
03:00Itu fakta yang tidak diungkap sama Ansi itu.
03:02Kan gitu loh.
03:03Jadi bahwa kemarin 2024, suara PDIP masih tinggi karena masih menyemat nama Pak Jokowi.
03:09Karena masih di ujung itu dia.
03:11Hentinya gitu loh.
03:13Nah itu fakta politik sih gitu loh.
03:15Apa yang mau dijawab coba?
03:16Ketika dia menang Pemilu pun tidak berhasil juga memenangkan Pilpres.
03:22Ketika jadi Presiden pun Ibu Mega kan juga gak mengenangkan juga gitu.
03:25PDI Perjuangan ini ada di angka berapa?
03:28PSI ada di angka berapa?
03:29Kita bicara soal Pilpres, kalau bicara soal bagaimana PDIP merasa punya kekuatan sendiri tanpa Pak Jokowi, itu kan faktanya begitu.
03:38Semar.
03:38Nah tolong kau bantah soal itu gitu loh.
03:40Semar.
03:41Bagaimana Ibu Mega 99 kalah, 2004 kalah, 2009 kalah, 2014 baru Pak Jokowi hadir menang.
03:48Konsen hari ini.
03:48Dan itu berdampak juga pada suara PDIP sejarah kepartaian sampai 2024 yang lalu gitu loh.
03:55Yang bersangkutan dan keluarganya sudah tidak bersama PDI.
03:58Tapi masih disematkan, rakyat masih terstikmakan bahwa Pak Jokowi masih ada di PDIP.
04:02Sudah tidak bersama dengan PDI.
04:03Masih tersematkan nama itu.
04:05Dan pada tanggal 14 Desember 2024 kemarin, itu PDI sudah mengeluarkan SK pemecatan terhadap beliau.
04:13Dan satu Indonesia tahu.
04:15Iya yang kau bantah soal bagaimana kalahnya Pilpres tanpa Pak Jokowi itu bagaimana coba?
04:20Makanya Ilona, perlu saudara ketahui, makanya kau Pak Jokowi jadi presiden penipat kekuasaan itu adalah PDIP.
04:27Kami heran.
04:28Itu juga heran.
04:28Tidak, tidak bisa dibantah soal bahwa kalau PDIP tanpa Pak Jokowi itu tidak bisa memenangkan Pilpres.
04:35Apa relevansinya, bicara yang bersangkutan mau jalan-jalan keliling Indonesia, terus PDI Perjuangan yang ditanya, apa urusannya sama PDI Perjuangan?
04:45Tadi kan kau sampaikan bahwa PDIP punya kekuatan sendiri tanpa bantuan dari Pak Jokowi.
04:50Itu tersirat kau sampaikan.
04:51Nah kita mau sampaikan juga, PDIP tanpa Pak Jokowi tidak pernah memenangkan Pilpres, walaupun Ibu Mega menjabat presiden 2004.
04:59Memenangkan pemilu 99.
05:00Tidak pernah menang sih.
05:02Baru menang ketika Pak Jokowi hadir.
05:03Jadi begini ya.
05:04Dan kemarin 2024 mencalonkan Ganjar, kalah juga.
05:07Kan gitu loh.
05:08Bagaimana gitu loh.
05:09Nah itu faksa politik yang semua orang tahu.
05:11Sebenarnya ya fenomennya bisa dibalik juga loh.
05:14Bagaimana bisa dibalik juga.
05:15Apa Pak Jokowi menang gitu kan, karena dicalonkan oleh PDIP.
05:19Itu soal-apun.
05:21Bahwa kekuatan rakyat yang memenangkan, iya dulu.
05:24Sebenarnya gara-gara.
05:25Karena suaranya kan suara rakyat.
05:27Bukan suara ke partai lagi gitu loh.
05:28Saya tidak ingin, terus terang ya.
05:30Saya tidak ingin menurunkan ya, bonafiditas dan elegannya diskusi kita pada malam hari ini dengan debat-debat kusir seperti ini.
05:39Tidak kusir-kusir.
05:40Sebentar.
05:41Itu bicara fakta politik.
05:42Sebentar.
05:43Itu bicara fakta politik.
05:44Kemenangan satu partai politik tentu ini merupakan interaksi dan partisipasi dari banyak pihak begitu.
05:52Ya dulu enggak, enggak partisipasi dari banyak pihak dulu.
05:53Jangan sampai kemudian ini kita terlalu jumawa dan sangat arogan.
05:58Demi sehatnya demokrasi, kita buktikan saja nanti pada 2029.
06:02Pada titik itu, TDI ada di urutan keberapa, partai-partai lain ada di urutan keberapa.
06:10Kan seperti itu.
06:10Oke baik, coba saya ke Bang Abalin.
06:13Bang Abalin, jadi sebenarnya Pak Joko ini safari politik untuk PSI, sekaligus dengan Gibran juga enggak kira-kira?
06:18Pasang badan.
06:19Nah, tahun 1758 di Romawi itu ada satu toko yang disebut dengan Clayson Plov namanya.
06:29Dia adalah toko yang sungguh sangat fenomenal karena orang-orang Romawi mengangkat dia sebagai sumber dari segala sumber kehidupan sosial
06:39masyarakat.
06:40Tapi pada waktu dia berhenti dalam kekuasaan kekaisaran, dia cukup lama berdiam diri.
06:46Tetapi yang paling hebat itu setiap persoalan setelah 25 tahun, semua persoalan-persoalan di Romawi pada waktu itu, mereka datang
06:55kembali bertanya kepada dia.
06:56Saya menggabarkan, ditulis oleh Luther Crave itu dari Denver University, dia menjelaskan bahwa kalau ada toko-toko fenomenal seperti ini,
07:08maka berkhawatirlah kepadanya karena dia sedang menyimpan kekuatan energi bagi sebuah bangsa.
07:15Bukan sebaliknya bahwa safari, Pak Jokowi sebenarnya karena kurang pede, jadi dia harus turun bunuh.
07:20Itulah yang saya mau bilang bahwa hati-hati kepada sosok yang sedang dibicarakan, dialah Joko Widodo.
07:26Jadi kalau semua orang merasa khawatir, safari itu dalam bahasa Arab namanya safari yusafiru.
07:34Oke? Dia sedang berkeliling, dia sedang menjelaskan dan melihat, itu yang saya sebut tadi dengan toko Romawi itu.
07:42Jadi kalau dalam posisi sebuah budaya demokrasi seperti hari ini, apa yang kita khawatirkan dari seorang Jokowi?
07:51Betul.
07:52Kenapa begitu Gibran berjumpa dengan mahasiswa, kemudian kita harus memberikan title sebagai dia bermanuver?
08:00Padahal Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa Wakil Presiden itu adalah pembantu utama Presiden.
08:06Apa yang mau dikhawatirkan?
08:07Abang mau bilang siapa yang lagi takut?
08:09Saya mau bilang bahwa karena ada mahasiswa semua, mari kita simpan ini pesan-pesan agar mereka bisa tercerahkan dengan baik.
08:17Ini kan sebuah cerita penting bagi demokrasi kan?
08:21Jadi saya mau bilang juga ya, kami-kami partai-partai besar, kita ini kan partai besar.
08:27Golkar sama PDP itu partai besar.
08:30Biarlah ini PSI dengan gemuruhnya gajah ini tumbuh dan berkembang biar anak-anak muda ini bisa, kau gabunglah ke PSI
08:37itu.
08:38Kuat itu partai dan menimbulkan demokrasi yang hebat di republik ini.
08:42Kenapa tidak?
08:43Oke?
08:44Itu cerita saya.
08:46Yang kedua, yang kedua.
08:47Dona tunggu, hari ini saya mau bilang kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa narasi Prabowo-Gibran itu harus dijaga untuk kepentingan
08:59pemerintah dan masa depan negara.
09:01Kenapa?
09:02Karena Jokowi bilang, Jokowi bilang nih, dan Golkar juga bilang, Prabowo-Gibran dua periode.
09:09Oke, selesai bola-bola.
09:11Oke, Mas Salim, katanya Pak Jokowi merupakan tokoh yang besar begitu, lalu kemudian yang melakukan safari.
09:18Jadi Anda melihat ini bagaimana?
09:20Sampai kalau kita lihat sekarang, sikap dari Pak Prabowo mengirim Mas Didit.
09:25Nah, ini bentuknya menurut Anda kenapa?
09:27Baik, terima kasih.
09:28Saya baru pertama hadir di Bola Liar dan semoga pertemuan ini tidak mengurangi rasa hormat saya kepada senior yang ada
09:34di sini.
09:36Pertama, saya ingin bilang kayak gini.
09:37Saya agak miris ya sebenarnya dengan, apa namanya, dengan pembicaraan para elit politik kita hari ini gitu.
09:44Di tengah kita kehadiran mahasiswa-mahasiswa.
09:47Di luar sana ada banyak mahasiswa-mahasiswa yang juga sedang berjuang, memperjuangkan rakyat, memperjuangkan berbagai hal, harga-harga, memperjuangkan MBG,
09:59memperjuangkan harga gabah, pertanian, pupuk, dan lain sebagainya.
10:04Tapi elit-elit kita justru terlalu fokus pada hal-hal yang sebenarnya itu masih jauh gitu, dari mata rantai pemilu
10:11gitu.
10:12Karena kalau kita bicara pemilu, itu masih tiga tahun.
10:16Betul mungkin semua akan punya alasan, ini kan persiapan dan lain sebagainya.
10:19Tapi kalau kita lihat Pak Jokowi mau keliling kemana saja, itu menurut saya sasa saja.
10:24Karena siapapun yang pernah menjadi presiden di Republik ini, baik itu Bu Megawati, Pak SBY, termasuk juga Pak Jokowi sekarang,
10:32sama-sama juga pernah melakukan hal yang sama.
10:34Ketika dulu SBY selesai dengan misalnya jabatannya sebagai presiden, beliau juga safari, walaupun safarinya hanya sekedar melukis di pinggir pantai
10:43gitu kan.
10:44Dan apa yang dilakukan Gibran juga kemarin sebenarnya nggak bisa dianggap sebagai sebuah manuver gitu.
10:51Karena Mas Gibran itu berusaha untuk menjawab apa yang sedang dituntut oleh banyak mahasiswa hari ini.
10:59Mahasiswa hari ini mengharapkan 19 juta lapangan pekerjaan yang dijanjikan oleh Prabowo Gibran itu bisa tercapai.
11:05Maka itu yang dijawab oleh Gibran.
11:08Atau misalnya kemarin di UGM, teman-teman meminta agar Nusron Wahid menjawab kenapa orang-orang di Papua itu digusur.
11:15Akhirnya Gibran jawab itu dengan cara apa?
11:18Dengan cara ngajak mahasiswa-mahasiswa ini untuk lihat langsung ke sana.
11:21Jadi kalau dianggap sebagai manuver politik juga nggak tepat menurut saya.
11:25Dan kenapa misalnya Pak Prabowo tadi misalnya disampaikan,
11:31oh nanti belum pasti nih apakah Gibran, apakah ini.
11:34Ini kan proses yang masih terlalu panjang.
11:36Menurut Anda sebarang politik Jokowi nggak tepat waktu, timingnya nggak pas?
11:40Bukan soal tepat atau nggak tepat waktu, bebas-bebas aja mau teman-teman.
11:44Tadi katanya terlalu kecepatan, kan dorobro-besar masih lama.
11:47Iya, makanya itu saya bilang.
11:48Elit politik kita itu terlalu fokus pada hal yang sebenarnya masih terlalu jauh.
11:52Sedangkan hari ini kita harusnya fokus pada gimana cara menjawab
11:55apakah 19 juta lapangan pekerjaan itu berhasil dituntaskan oleh Pak Prabowo.
12:00Ataukah misalnya tadi MPG, tepat nggak ketika ada korupsi itu diselesaikan atau nggak?
12:06Atau masalah pertanian, pariwisata, dan lain sebagainya.
12:09Itu yang harusnya kita bicarakan.
12:12Sebenarnya mau disampaikan oleh beliau ini, sebenarnya inilah fase kerja, inilah fase buat legasi, inilah fase ukir prestasi.
12:22Karena memang hari ini tantangannya itu tidak kecil.
12:25Kalau kita bicara dari 2024, ini belum dua tahun loh ya.
12:29Belum dua tahun?
12:30Kurang dari dua tahun.
12:312024, hari ini kita udah bicara 2029, ya Kak Leli, ini kita dari fase kontestasi eleksi, loncat ke fase kontestasi
12:41eleksi.
12:41Lalu fase eksekusi, aksi dalam bekerja itu kapan?
12:46Kan begitu?
12:47Nah ini yang ditunggu oleh rakyat Indonesia.
12:49Jadi, sebentar, sebentar, sebentar, jadi seperti ini, kan saudara lupa juga, PSI ini kan partai tidak ada di Senayang.
13:01Ah, bagus sekali.
13:032027, itu akuran di KPU Bawaslu itu, mensyaratkan partai yang tidak lolos Parlementary Resort, dia harus diperifikasi ulang.
13:13Jadi, kenapa saudara-saudara khawatir? Karena infrastruktur PSI itu dari tingkat kecamatan, sampai desa, sampai RT itu harus dikelirkan untuk
13:24perifikasi.
13:25Ya, baik, silahkan. Lanjutin, tadi dipotong, kepotong. Silahkan, Pak Hansi.
13:29Emang PDIP khawatir? Khawatir nggak sih?
13:31Enggak sih.
13:31Enggak sih, biasa aja.
13:33Makanya kan tadi saya tanya, apa sih relevansi PDI Perjuangan itu diundang terus-menerus untuk bicara tema ini?
13:38Itu maksudnya, kan?
13:39Baik.
13:39Bukan begitu. Tetapi kami bicara dalam konteks bangsa ini. Dalam konteks bagaimana Presiden Prabowo membangun soliditas tim, sehingga kemudian bisa
13:49bersinergi untuk bekerja.
13:50Saya hanya membayangkan, kalau seandainya ada, misalnya ada 10 partai politik di dalam pemerintahan Presiden Prabowo ini.
13:58Oke.
13:58Kalau masing-masing partai hari ini, ya, itu memainkan agenda politiknya sendiri-sendiri, itu bagaimana kira-kira?
14:07Nah, hari ini Presiden Prabowo itu, itu ibarat dirijen tunggal, kondukter tunggal yang memimpin sebuah orkestrasi.
14:15Nah, kita berharap semuanya itu pay attention, memberikan fokus, menjalankan visi Presiden, kan begitu kira-kira.
14:23Ya, seluruh partai yang ada di dalam pemerintahan ini.
14:26Supaya apa? Jangan sampai ada permainan aransemen musik sendiri-sendiri.
14:31Jadi, nanti akhirnya ada yang mau ke utara, ada yang mau ke selatan.
14:35Kami di luar, ya, memainkan peran sebagai partai penyeimbang.
14:39Kalau Presiden dan Kabinetnya berjalan baik, tentu kami apresiasi.
14:43Saya Ilona, maaf komentar Ilona.
14:44Saya dulu kandah, ya.
14:47Kandah kan kelihatan mirip-mirip PSI sudah bicaranya.
14:50Tinggal kapan pakai jaket PSI ini?
14:53Tidak, begini-begini. Supaya jangan sampai terlupakan, saya mau bilang sama Ansi bahwa semua partai koalisi pemerintah ini satu komando.
15:03Satu komando. Bahwa kalau hari ini PSI dengan sosok Bapak Jokowi Dodo, saya kira beliau adalah seorang tokoh.
15:12Itu harapan kita semua, kakak.
15:14Tapi saya mau bilang begini, karena itu begini, dalam hal urusan kekuasaan negara, ada yang mengurus, namanya pemerintah.
15:23Tugas kita sekarang adalah menjaga, mendorong agar persatuan ini tetap terpelihara. Itu saja.
15:30Lain dari situ tidak ada.
15:31Ya, gini-gini. Bagi saya begini dua hal.
15:33Tadi Bang Ngabalin ini, profesor kita bilang bahwa semua partai koalisi di pemerintahan kali ini satu komando dan solid bersama
15:40dengan Prabowo.
15:41Tapi harus saya katakan secara terbuka, Pak Prabowo belakangan ini banyak sekali dikritik dan dibully dengan kebijakan-kebijakannya.
15:47Tapi harus saya katakan secara terbuka, nyaris tidak ada partai politik pun yang pasang badan untuk memberikan pembelaan kepada Pak
15:54Prabowo Subjanto.
15:55Ketika MBG dikritik kanan kiri, Koperasi Desa Merah Putih dikritik, persoalan ekonomi kanan kiri, compang caping dikritik.
16:03Semua dialamatkan kepada Presiden.
16:04Tak ada satu pun partai-partai politik yang memberikan pembelaan itu.
16:07Itu yang sepertinya membuat kenapa relawan Pak Prabowo ini bilang, ini timingnya gak pas nih kalau keliling-keliling.
16:15Nah, sebagai feedback betapa safari politik itu menjadi penting, boleh juga bicara politik di 2029.
16:21Tapi pada setting bersamaan, materi politiknya itu adalah mengamplifikasi success story dan perjuangan politik yang dilakukan oleh Pak Prabowo.
16:29Bahwa apapun yang dilakukan oleh pemerintah itu serius untuk kepentingan bangsa dan negara.
16:33Bukan melulu bahwa partai ini supaya lolos di 2029, mengorkestrasi kekuatan politik.
16:39Kan itu yang sepertinya ingin dihindari, di tengah gonjang-ganjing situasi per hari ini yang tentu saja membutuhkan kekuatan politik
16:47yang berlipat.
16:47Kalau melihat kecenderungan rata-rata per hari ini, belum ada satupun partai politik yang berlipat.
16:58Semua, semua perkara di Republik ini selalu partai Golkar pada garda terdepan.
17:02Pokoknya saya setuju dengan kekanda dalam konteks itu, tapi yang ingin saya katakan adalah soal Prabowo Gibran, dua periode.
17:09Per hari ini belum ada satupun partai politik yang secara ofisial setuju.
17:14Bahwa Prabowo Subya 2 kali maju di 2029, oke.
17:18Tapi kalau bicara tentang siapa wakilnya, belum kelihatan.
17:23Kanda Bahlil pun belum cakap, kanda.
17:25Sudah, saya yang ngomong, nanti saya bertanggung jawab dengan partai Golkar.
17:29Kanda mewakili Pak Ketuk.
17:30Saya mewakili partai Golkar, dua periode Prabowo Gibran, clear.
17:35Oke, saya nambahkan sedikit.
17:37Saya nambahkan sedikit.
17:39Oke, saya sepakat dengan beliau.
17:43Ini kan serangan.
17:45Ini sekarang ini, pelihara narasi Prabowo Gibran sampai selesai ini bola-bola.
17:512034, wan.
17:52Sampai 2029 dulu.
17:532034, wan.
17:552034 dulu, ya.
17:56Oke, 2029 gimana?
17:58Baru 2029.
17:59Setelah 2029 baru bicara 2034, ya.
18:02Jadi, selama ini, kan Prabowo ini diserang kanan, kiri, depan, belakang.
18:09Cuma relawan saja.
18:11Saya sebagai ketua umum relawan, gerakan cinta Prabowo.
18:15Apa?
18:15Gerakan cinta Prabowo dan sekaligus.
18:17Kebutangan.
18:19Saya sebagai ketua presidium kebangsaan 08, ya.
18:22Selama ini yang belain Prabowo ketika dihujat, cuma saya saja.
18:26Partai politik yang tergabung dalam gimana?
18:29Termasuk Golkar.
18:30Termasuk Golkar.
18:31Termasuk Golkar.
18:32Termasuk Golkar.
18:33Termasuk Golkar.
18:33Golkar, Gari Awan.
18:34Tidak ada.
18:36Memang tidak ada hari.
18:38Sebenarnya.
18:38Bang Abal ini lebih semangat bicara.
18:41Bang Abal ini memang kecintaan hari.
18:42Kalau Pak Ibu, baru kemarin.
18:44Saya mengawal diplomasi luar negeri pemerintahan.
18:48Tanggal 23, saya mengakili pemerintah.
18:51Oke, ini serangannya di dalam.
18:53Di dalam, ya.
18:53Jadi ini urusan negara ini, partai pendukung pemerintah yang namanya golongan karya ada pada garda terdepan di pemerintahan Prabowo.
19:02Mudah-mudahan besok, garda ke depan, ya.
19:04Terdepan, ya.
19:05Tapi kemarin-kemarin, nggak ada satupun yang belain Prabowo.
19:08Itu yang saya sayangkan.
19:10Salam baca itu.
19:11Memang begini, soal klaim-mengklaim ini, partai politik paling jago.
19:16Bukan.
19:17Partai politik paling jago.
19:18Ini fakta ini.
19:18Saya ingin bicara begini.
19:20Saya itu dimaki-maki, dihina-hina setiap hari, Pak.
19:23Di mana?
19:23Di sosial media dan lain sebagainya.
19:25Bahkan kemarin aja saya habis tempat di salah satu stasiun televisi.
19:29Itu dihina di maki-maki.
19:31Ada nggak?
19:31Gara-gara apa?
19:32Gara-gara setiap hari saya bicara soal bagaimana program pemerintah itu bisa dijalankan dengan benar dan datanya itu dibaca dengan
19:39benar.
19:39Tapi pernah nggak misalnya Bang Ngabalin bicara soal itu?
19:42Nggak pernah, Bang.
19:43Iya kan?
19:44Atau misalnya nih, teman-teman di partai politik atau relawan-relawan di kalangan elit ini terlalu fokus pada hal-hal
19:51yang masih terlalu jauh.
19:52Harusnya yang dijawab hari ini itu.
19:54Itu bagaimana teman-teman ini bisa bekerja dengan baik begitu mereka besok lolo.
19:58Oke, cuma saya ke Mas Kurniawan dulu nih.
19:59Mas Kurniawan, di Grace Road sendiri, yakin tidak bahwa Prabowo Gibran bakal dua?
20:04Bang Ngabalin yakin soalnya sampai 2029 masih duit bareng?
20:06Kami tidak pernah melangkai kebenaran kami, ya.
20:10Kami tidak akan membicarakan Prabowo Gibran 2019.
20:15Grace Road pun sama.
20:17Yang dipilih Prabowo itu yang kita dukung.
20:19Ya, bagus.
20:20Yang dipilih Prabowo itu yang kita dukung.
20:22Sama nih.
20:23Siapapun itu.
20:24Siapapun itu.
20:25Siapapun itu.
20:26Kalau Gibran, penampingnya Gibran lagi, ya?
20:28Kalau Prabowo memastikan Gibran wakilnya, ya kita akan dukung.
20:31Yes!
20:36Ini tergantung Pak Prabowo-Nya.
20:39Saya konsulta di.
20:42Padahal.
20:42Jadi termasuk misalnya Prabowo-Puan.
20:44Iya.
20:45Saya pun dukung.
20:46Oh gitu.
20:46Apa nggak jalan ini saya?
20:48Mas Adi, kamu ada gimana?
20:50Apakah kamu masih yakin bahwa Prabowo-Kibran masih akan duit sampai 200.
20:54Saya, saya ingatnya Mabti 50-50 loh anak.
20:5750-50?
20:58Karena memang dalam politik kita kan tidak bisa hampir bisa dipastikan 50% itu harus 100% di 2029.
21:06Jadi soal probability akan duit masih ada.
21:08Tapi pada saat yang bersamaan karena kita punya korespondensi historis, tidak ada wapres yang bisa dua periode untuk berduit.
21:15Disitulah kemudian kita membaca bagaimana relevansi dari safari politik yang dilakukan oleh Pak Jokowi dalam konteks itu.
21:22Tapi yang jelas bagi saya kalau kawan-kawan PSI termasuk juga para pendukung Mas Gibran selalu bergantung kepada Pak Prabowo
21:29rasa rasanya agak sulit.
21:31Karena posisi soal calon wakil presiden di 2029 itu menu.
21:35Jangankan Mas Gibran, saya kira ketua umum-ketua umum partai politik yang lawan pun juga minat.
21:40Bahkan kalau mau jujur, Bang Muhtar Ngabalin pun juga minat gitu loh Pak Prabowo.
21:46Berpasangan dengan siapapun, dengan santai-santai saja, itu relatif akan mudah untuk memenangkan pertarungan politik.
21:54Justru bagi saya pertarungannya adalah soal siapa yang menjadi cowok presidenya nanti.
21:58Karenanya bagi saya apapun yang terjadi dinamika menjelang 2029 adalah soal siapa yang dinilai pantas untuk bisa menjadi calon wakil
22:06Pak Prabowo.
22:07Jangan-jangan di kemudian hari ada nama seperti kawan-kawan dari PDIP atau jangan-jangan bersama dengan Anies Waswedan.
22:13Kita tidak pernah tahu Ilona dalam politik kita itu.
22:15Secara elektoral, Muleli, Prabowo butuh Gibran nggak? Atau mungkin Gibran yang butuh Prabowo?
22:22Kalau dalam hal ini, Gibran yang butuh Prabowo.
22:25Secara hitungan elektoral?
22:27Iya, secara elektoral. Karena posisioning sekarang kan Pak Prabowo yang presiden.
22:32Gibran itu, kita dengan sejarah masa lalunya kan bisa mencari tahu juga kan semua masyarakat bagaimana proses, cara masuknya, dan
22:41sebagainya.
22:42Sudah selesai itu.
22:44Bang, coba lihat. Bang Ali Mutar kan orang komunikasi nih.
22:47Coba lihat gambar itu.
22:49Apa itu?
22:49Itu kan simbolik mekanisme tuh.
22:51Coba lihat tuh gambar yang di belakang abang.
22:53Oh, lari.
22:54Nah, itu ada Pak Jokowi sama Gibran.
22:56Ini kan masih tentang bayang-bayang Pak Jokowi yang mengantarkan Gibran.
23:00Nama juga anaknya.
23:01Jadi bukan bergantung pada Pak Prabowo.
23:02Saya juga kalau anak saya.
23:03Mereka yang berada di belakang Pak Prabowo gak bisa terima itu.
23:07Bahwa semuanya diserahkan pada Pak Jokowi.
23:09Bagaimanapun hari ini yang menjadi presiden adalah Pak Prabowo.
23:13Gitu ya.
23:13Teman-teman yang kemudian berada di belakang Pak Jokowi masih berharap.
23:17Tadi semuanya mengatakan kehadiran Pak Jokowi dalam sapari-sapari ini adalah atas undangan relawan loh.
23:26PSI loh.
23:27Bukan masyarakat secara keseluruhan.
23:30Nah, menurut saya jika Pak Jokowi ingin berkontribusi pada hari ini ya.
23:35Bukan menjelang tentang 2029.
23:38Pak Jokowi bisa saja hari ini memberikan saran mengapa rupiah turun.
23:42Misalnya ya.
23:43Bagaimana penamena yang tidak diterima oleh masyarakat.
23:47Kedudukan Pak Jokowi kan gak bisa disamakan dengan mantan.
23:49Tapi kalau hari ini judul Pak Pasit tidak tetap dikatakan manupar.
23:53Oke, pertanyaan yang berikutnya adalah seberapa besar Pak Jokowi sebagai kinagar di Pupres 2000.
23:5829 Kambis yang kembali saudara tetap di Bola Liar.
24:01Terima kasih.
Komentar