Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo bersiap safari politik keliling Indonesia.

Putra Presiden Prabowo, Didit, juga menemui Jokowi di Solo, di tengah isu kerenggangan hubungan Jokowi-Prabowo.

Apakah rangkaian peristiwa ini bagian dari fenomena politik menuju 2029? Apakah safari Jokowi pertanda bersimpang jalan di Pilpres mendatang?

Simak pembahasannya dalam BOLA LIAR, episode "JOKOWI SAFARI & GIBRAN MANUVER, CURI START 2029?" Jumat, 26 Juni 2026.

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/677365/pdip-adi-prayitno-hingga-relawan-soal-safari-politik-jokowi-keliling-indonesia-waktu-yang-tepat
Transkrip
00:00Halo selamat malam saudara, Bola Liar kembali menggelinding kehadapan anda.
00:04Presiden ketujuh Republik Indonesia, Jokowi Safari Politik, keliling Indonesia.
00:09Sementara Wapres Gibran Rakebumin mulai unjuk diri menerima perwakilan mahasiswa
00:13yang tengah berunjuk rasa menyoal program pemerintah seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
00:20Bahkan Gibran mengajak mahasiswa ikut kunjungan kerjanya.
00:24Di sisi lain, Putra Presiden Prabowo Didit juga menemui Jokowi di Solo
00:29di tengah isu kerenggangan hubungan Jokowi-Prabowo.
00:34Apakah rangkaian peristiwa ini bagian dari fenomena politik menuju 2029?
00:38Apakah Safari Politik dan aktifnya Maneuver Wapres Gibran,
00:42pertanda persimpangan jalan di Plipres, mendatang?
00:46Saudara, inilah Bola Liar bersama saya, Mas Ister, tarikan.
00:52Kita bahas topik kita malam ini dengan sejumlah narasumber yang sudah ada di studio.
00:57Saya menyiapkan, Mari Esa Semar, Ketua Umum Rampai Nusantara.
01:00Halo, Kang Samulon.
01:01Halo, Lona.
01:03Rali Regan, Ketua Umum Brigada Rakyat Nusantara.
01:05Selamat malam, Bang Regan.
01:08Ali Maktar Ngabalin, Ketua DPP Partai Golokas.
01:10Selamat malam, Bang.
01:11Selamat malam.
01:13Kurniawan, Ketum Gerakan Cinta Prabowo.
01:15Selamat malam, Bang Kurniawan.
01:17Ahmad Ali Mudin, Waketum RPGM Founder.
01:21Mari kita bahas.
01:22Selamat malam.
01:23Assalamualaikum.
01:23Ansi Lemah, Juru Bicara PD Perjuangan.
01:25Halo, Bang Ansi.
01:26Selamat malam.
01:28Yang saya menyapa di floor, Adi Prayetno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia.
01:32Halo, Mas Adi.
01:33Selamat malam.
01:34Leli Aryani, Guru Besar Komunikasi Politik SPR Institut.
01:38Selamat malam, Bu Leli.
01:40Saya langsung ke Mas Adi.
01:41Mas Adi, Jokowi melakukan safari keliling Indonesia.
01:45Bagaimana Anda membaca langkah seorang Jokowi ini?
01:48Saya kira dua hal ya.
01:50Pertama, memang hobi Jokowi itu jalan-jalan dan relatif don't do art.
01:54Suka bertemu dengan masyarakat dan belusukan.
01:56Jadi tagline yang dibuat oleh kawan-kawan PDP seperti Bang Ansi Lema kepada Jokowi kan dulu adalah,
02:02Jokowi adalah kita.
02:03Itu kan mengidentifikasi betapa Jokowi itu memang adalah sosok yang memang cukup kesehariannya dekat dengan rakyat di bawah.
02:10Tapi kan dalam konteks itu, publik per hari ini membaca yang kedua, karena Pak Jokowi bukan lagi sebagai presiden,
02:16maka untuk apa belusukan itu?
02:18Maka wajar kalau komunikasi ini dianggap sebagai amplifikasi untuk mengonsolidasi kekuatan-kekuatan politik Pak Jokowi,
02:26jejaring, networking, sebagai upaya.
02:28Salah satunya adalah memperkuat kekuatan politik PSI menghadapi pertarungan di 2029.
02:33Saya kira argumen ini diperkuat oleh statement Jokowi beberapa waktu yang lalu di berbagai kesempatan PSI,
02:40bahwa Jokowi akan all out, akan total, dan akan gaspol untuk turun ke masyarakat memenangkan PSI.
02:47Dan pada saat yang bersamaan, banyak juga yang mengatakan ini adalah sebagai upaya efek dari memutar
02:53bagaimana pengaruh-pengaruh Pak Jokowi nantinya akan berdampak kepada Gibran Raka Buming Raka,
02:58yang saat ini sebagai wakil presiden Republik Indonesia,
03:02supaya terus menjadi spotlight di 2029.
03:05Apalagi dalam sejarahnya, belum pernah di negara kita ini,
03:08wakil pres itu bisa maju untuk yang kedua kalinya.
03:10Jadi itulah yang saya sebut betapa Jokowi punya kepentingan dalam konteks bagaimana PSI,
03:16dan kemudian Gibran dalam hal ini adalah tetap signifikan
03:19dalam pertarungan-pertarungan politik menghadapi di 2029.
03:23Jadi bagi saya ini bukan hanya soal pertemuan biasa, bukan hanya sebatas statement-statement normatif,
03:29tapi ada insentif politik yang sengaja untuk dipersiapkan.
03:33Bagi saya ini bagi, saya positif.
03:36Dan bahkan kalau perlu semua kontestan partai politik lakukan hal yang serupa,
03:40ya kalau pun ini ujung-ujungnya untuk kepentingan politik, elektoral,
03:44dan itu yang diharapkan oleh publik,
03:45supaya pemilu itu tidak setiap 5 tahun sekali.
03:48Karena ada pencenderungan kan, partai elit itu mendekati publik kan setiap 5 tahun sekali.
03:53Baik, coba saya ke Buleli, Anda punya pemaman yang sama dengan Mas Ani tadi mengatakan
03:58bahwa ini merupakan langkah Jokowi Gaspol menuju 2029.
04:01Ya, pertama kita haram hukumnya memisahkan Jokowi sama Gibran.
04:06Itu satu.
04:07Ada fenomena bahwa wakil yang tidak mau naik pangkat,
04:12misalnya wakil rakyat, nggak mau jadi rakyat, nggak mau naik pangkat.
04:15Tapi wakil presiden pasti ingin jadi presiden.
04:19Itu dua ya.
04:20Nah, fenomena Jokowi, kemarin ada ribut Jokowi turun gunung katanya.
04:23Istilah turun gunung pun nggak tepat sebenarnya.
04:25Karena istilah turun gunung itu adalah melekat pada seseorang yang sudah selesai dengan segala hidupnya
04:32dan dia kembali kepada masyarakat untuk mengamalkannya dan dia ke semua golongan.
04:37Bukan pada satu kelompok tertentu.
04:39Nah, jika manuvernya adalah untuk PSI, kita sudah membaca di 2024
04:44bahwa PSI punya tagline apa?
04:48PSI partainya Jokowi, tapi tetap kalah, tidak bisa tembus parlemensial threshold.
04:54PDIP dengan segala manuver partai-partai politik yang lain tetap menang, kata Bang Ansinlema.
04:59Dan itu memang realitas politik juga yang tidak bisa dibanta.
05:02Jadi kalau hari ini Jokowi bersapari, seperti sapari Ramadan gitu ya, biasanya hanya Ramadan sapari itu.
05:09Tapi ini sapari politik bisa dilakukan kapan saja.
05:12Dan ingat, kerja politik itu bukan hanya menjelang pemilu setahun sebelumnya,
05:17tapi kerja politik itu terjadi hanya setahun setelah pemilu.
05:21Setelah itu mereka menupar kembali terjadi untuk pemilu selanjutnya.
05:24Jadi kalau dibaca fenomena yang terjadi hari ini, kita bisa membaca ini adalah giat-giat politik yang dilakukan oleh Pak
05:32Jokowi,
05:32tentu berkaitan dengan Gibran, tentu berkaitan dengan partai politik tertutupu, bukan untuk kepada semua masyarakat.
05:39Apakah itu dilarang? Tidak.
05:41Jadi dia punya kepentingan politik.
05:43Dalam politik kan yang lebih dominan adalah kepentingan.
05:46Dan kepentingan itu harus dibangun, politik itu adalah by design, bukan by accident.
05:51Dari nge-bypass Pak Prabowo gak kira-kira?
05:55Lagi nge-bypass Pak Prabowo gak?
05:57Bisa saja. Bisa saja itu terjadi.
06:00Karena kan ada asumsi, memang ada fenomena bahwa Wakil Presiden tidak pernah dua kali di Indonesia.
06:05Tapi desas-desusnya, PDIP juga mulai dilirik oleh Pak Prabowo,
06:10misalnya Ahaya juga mulai dilirik oleh Pak Prabowo, berarti Gibran akan kemana?
06:15Kalau Gibran tidak bisa maju sendirian, tentu fenomenanya akan berbeda.
06:19Jadi semua kepentingan politik bermain dalam manuver ini, bermain dalam safari ini,
06:24dan itu sah-sah saja.
06:25Kita bisa merangkai semuanya menjadi satu lilitan dalam komunikasi politik.
06:31Oh iya, Bang Nansi, jadi safari politik Jokowi ini lagi mau curi kandang banteng jadi kandang gajah gak kira-kira?
06:38Banyak yang ngomong gitu soalnya Bang.
06:40Ya Ilona, pertanyaan itu mestinya lebih tepat diajukan kepada teman-teman partai Gerindra
06:48atau partai politik yang ada di koalisi pemerintahan hari ini.
06:52Kenapa? Karena apa sih relevansinya?
06:57Ya, rencana safari politik yang bersangkutan dengan posisi PDI Perjuangan.
07:03Kan begitu?
07:04Memberi kontribusi atau nilai tambah bagi soliditas kerja pemerintahan kabinet ini
07:14ataukah justru sebaliknya mempertajam rivalitas internal pemerintahan ini
07:22dan sebenarnya lebih dominan tampaknya itu adalah berorientasi pada politik kekuasaan.
07:29Hari ini saya bisa tanya kepada adik-adik mahasiswa, hari ini itu lebih penting kita bicara
07:35bagaimana mengatasi pelemahan rupiah, menghadapi harga cabai yang tinggi dan ancaman PHK
07:45atau hari ini kita bicara tentang agenda kontestasi pada fase 2029.
07:52Mana yang lebih urgent hari ini?
07:54Nah, Republik ini kan harus punya sense of crisis, sense of urgency.
08:00Kalau ditanya kepada PDI Perjuangan, PDI Perjuangan sudah tidak punya urusan apa-apa
08:07dengan yang bersangkutan.
08:07Tapi kalau kadang-kadang terganggu akir-kirabang, kan belakangan juga ada isu pembajakan.
08:10Itu sudah masa lalu, kami sudah tutup buku, dan PDI Perjuangan itu respek saja terhadap seluruh partai politik
08:20dan tokoh-tokoh politik untuk melakukan manuver politik dan strategi politik.
08:25Oke, tapi pertanyaannya saya, apakah kader daerah ada yang merasa terganggu enggak?
08:29Karena kan ini disampaikan bahwa ada isu-isu pembajakan, ini lebih rame loh.
08:33Ya, Ilona, PDI Perjuangan ini bukan partai kemarin sore.
08:38Partai yang selama 30-an tahun itu direpresi oleh rezim totaliter Orde Baru.
08:44Dan secara historis, kader yang dipecat atau yang keluar masuk, come and go, itu bagi PDI Perjuangan itu hal yang
08:55biasa.
08:56Dan PDI Perjuangan hat-trick 3 kali menang, survive, itu hal yang biasa.
09:02Maka kalau Ilona dan masyarakat Indonesia tanya, apa konsentrasi PDI Perjuangan hari ini?
09:09Ya, disini ada Adi Prayitno, dosen UIN, ada senior saya nih, Kak Leli, ini dosen komunikasi.
09:17Secara sederhana, adik-adik mahasiswa, politik itu hanya menyangkut 2 hal.
09:21How to get power, dan how to use power.
09:24How to get power itu fase kontestasi, berebut kekuasaan dalam eleksi, untuk mendapatkan mandat.
09:32Setelah itu, how to use power, bekerja.
09:34Nah, menurut PDI Perjuangan, hari ini fasenya itu adalah fase kerja.
09:38Kami belum bicara tentang 2029, karena masih terlalu dini dan terlalu jauh.
09:45Oke, baik, saya ke Bang Reli. Bang Reli, PDI-PPD, sehingga akhirnya Jokowi harus safari.
09:51Ya, itu sah-sah saja bagi kita ya, kalau PDI menganggap DPD.
09:56Apa yang disampaikan tadi, bahwa PDI sudah 30 tahun lebih mengalami pasang surut ya.
10:03Tapi bagi kami sendiri, sebagai relautnya Pak Jokowi, selama ini, saya sendiri pun sebagai Ketua Mumber,
10:09dan saya konsulitasi dengan Pak Jokowi itu tiga kali untuk mengundang beliau atas undangan masyarakat di Lampung.
10:16Bahwa ada masyarakat, baik dari budayawan, dari pondok pesantren, ataupun kelompok-kelompok petani ini,
10:25berharap Bapak kembali ke Lampung diundang karena mereka rindu.
10:31Nah, atas kerinduan itulah sebaya sebagai Ketua Mumber, menghadap beliau,
10:36dan saya konsultasi, Pak, bagaimana kita 2029 menghadapi konsultasi politik untuk PSI.
10:45Bicaranya pure masalah PSI.
10:47Karena yang mengundang saya langsung, mengundang Pak Jokowi,
10:50tiga kali saya datang ke Solo, ke Diaman Bapak,
10:53saya sampaikan bahwa kita harus melakukan persiapan untuk di grassroots.
10:59Jadi benar ya untuk 2029, anjang-anjang.
11:02Tapi PSI, pure untuk pemenangan PSI kita lakukan.
11:06Ada pun tokoh-tokoh yang kita dorong dari BRN adalah mantan kepala daerah,
11:10mantan DPDRI, mantan gubernur, mantan bupati yang kita sorong melalui ormas kita di seluruh Indonesia.
11:18Ini Lampung pelet proyek kita saja untuk melakukan sapari politik,
11:22mengundang Pak Jokowi di seluruh Nusantara.
11:25Hanya untuk PSI saja atau untuk Gibran juga?
11:27Hanya untuk PSI.
11:29Selesai.
11:29Tidak ada lain.
11:31Tapi atas perintah Jokowi?
11:32Tidak ada.
11:33Saya langsung sebagai ketua umum, saya meminta beliau atas undangan masyarakat,
11:37saya utarakan niat dari masyarakat, niat berbagai dari tokoh untuk disampaikan kepada Bapak Jokowi.
11:45Bapak Jokowi juga setuju, kenapa harus pertama di Lampung?
11:49Lampung adalah simbol dan lambang dari PSI, yaitu Gajah.
11:53Dan ada namanya Kota Gajah, disitulah akan dilakukan letakan pertama launching ke seluruh Indonesia,
12:01yaitu di Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.
12:05Dan yang akan memimpinnya adalah saya.
12:07Coba saya ke Bang Kurniawan, apakah kira-kira ini relawan dari Prabowo terganggu,
12:12mengganggu begitu bagaimana dengan langkah safari di Girls Road oleh Jokowi?
12:17Saya rasa saya sebagai Ketua Om Gerakan Cita Prabowo,
12:20dengan yang dikatakan tadi manuvernya Jokowi, bagi kami sih nggak ada urusan ya.
12:24Nggak ada urusan.
12:25Pak Jokowi mau kemanapun itu hak berogatif dia.
12:27Meski katanya tadi untuk memenangkan PSI.
12:29Ya itu silakan aja, PSI punya langkah untuk membesarkan partainya.
12:33Cuma memang timingnya nggak tepat.
12:36Timingnya nggak tepat, kenapa?
12:37Timingnya nggak tepat, kenapa?
12:38Saat ini Indonesia ini masih banyak masalah.
12:41Banyak yang lebih penting daripada harus keluyuran kemana-mana.
12:47Itu boleh-boleh saja.
12:48Haknya seorang Jokowi yang menikmati masa tua, pensiun,
12:53jalan-jalan ke bekas-bekas wilayah yang sudah biasa dikuasai,
12:58itu wajar, nggak ada masalah ya.
13:00Bagi kami,
13:012029 nanti Pak Prabowo bergandingan dengan siapapun,
13:05kami akan support, kami akan doku.
13:07Jadi murah ada masih terlalu cepat, meskipun 2029 tinggal 2 tahun lagi loh.
13:10Masih prematur lah, masih bulan berapa inilah, 2026 lah.
13:14Nanti 2027, 2028.
13:17Urgenitasnya yang menurut Anda harusnya jangan sekarang.
13:19Kita harus prioritas, mana yang lebih penting ya.
13:22Kalaupun masalah Pak Jokowi mau ke Lampung, mau kemana,
13:25itu hak priorititifnya Pak Jokowi, silakan aja.
13:28Kang Semar.
13:28Tapi tidak terganggu.
13:29Oke, Kang Semar, timingnya nggak pas,
13:31katanya kecepatan masih banyak masalah nasional,
13:33ngapain sama para politik?
13:35Pertama, sampai titik ini,
13:37Pak Jokowi selalu pesan kepada kita-kita ya,
13:41kepada teman-teman,
13:43yang memang sejak belasan tahun lalu,
13:45membersamai Pak Jokowi,
13:47untuk selalu mendukung loyal terhadap Presiden Prabowo.
13:51Sampai 2029.
13:53Bahkan sampai 2034.
13:56Itu clear.
13:57Bahwa Pak Jokowi safari,
13:59nggak ada salahnya juga.
14:01Beliau sudah tidak menjabat lagi sebagai pejabat publik apapun,
14:04yang secara formal institusi,
14:07dia tidak punya tanggung jawab
14:09secara penuh untuk mengatasi persoalan bangsa ini.
14:12Bahwa sebagai mantan Presiden,
14:14dua periode,
14:15beliau seringkali juga dimintanya aset,
14:17dan itu dilakukan.
14:18Nah, ketika Pak Jokowi melakukan safari,
14:20jadi saya pernah berapa kali memang
14:23berdiskusi sama Pak Jokowi beberapa bulan lalu.
14:26Sesungguhnya memang awalnya
14:28bukan juga soal PSI atau Ormas dan lain sebagainya.
14:32Bahwa Pak Jokowi merasa
14:33selama ini banyak sekali
14:36masyarakat yang hadir ke rumahnya,
14:38kekediamannya,
14:39beliau datang di momen-momen tertentu,
14:42itu denyutnya masih sangat hidup gitu loh.
14:44Orang yang mencintai Pak Jokowi.
14:46Dan Pak Jokowi merasa bahwa
14:48dia harus juga menemui masyarakat itu,
14:50yang sekaligus juga menata kembali
14:52kekuatan rakyat yang dimiliki.
14:54Tapi tadi kata Mas Adi,
14:56sebenarnya Jokowi sedang
14:58memiliki kalkulasi politik.
14:59Nah, ini saya mau sampaikan begini.
15:01Saya sampaikan begini.
15:02Kita tidak bisa pungkiri bahwa
15:04Pak Jokowi menjadi simbol
15:06kekuatan rakyat,
15:07karena memang satu-satunya Presiden
15:09yang lahir dari rahim rakyat itu ya Pak Jokowi.
15:13Satu-satunya Presiden di Republik ini.
15:15Kita bisa melihat bagaimana Presiden Soekaro
15:18terakhir menjadi Presiden.
15:19Pak Soeharto, selain Jenderal juga
15:21istrinya Priai dan lain sebagainya,
15:23BJ Habibi, Gus Dur,
15:26cucu pendiri NU dan lain sebagainya,
15:28sampai Ibu Mega, Putri Polkamatur.
15:29Jadi, satu-satunya yang dari rahim rakyat itu,
15:32yang selalu disampaikan oleh Ansi,
15:33Adian Apitupulu dari PDIP,
15:35kalau Pak Jokowi bisa menjadi Presiden,
15:37berarti anak kita juga punya peluang
15:39untuk menjadi Presiden.
15:41Berarti memang dia menjadi simbol
15:43kekuatan rakyat itu sendiri.
15:45Nah, ketika disampaikan bahwa
15:48PSI tidak bisa mencapai titik elektoral,
15:52itu ketika Pak Jokowi disematkan pada PSI.
15:56Karena Pak Jokowi sampai titik ini saja,
15:58secara struktur dia belum menjadi PSI.
16:01Tapi dia lalu masih menjadi kader PDIP
16:05sebelum dipecat.
16:06Dan PDIP menang karena Pak Jokowi.
16:08Dan itu faktanya.
16:10Jadi, kalau misalnya Pak Jokowi
16:11dimenapikan tidak ada kontribusinya
16:13terhadap kemenangan Pak PDIP,
16:15itu salah kapra kalau menurut saya.
16:16Dan jangan juga,
16:20kecintaan Pak Jokowi di masa lalu
16:22yang sudah memenangkan Pilpres
16:24menjadi kebanggaan PDIP,
16:25memenangkan Pilek menjadi kebanggaan PDIP,
16:28seakan sekarang ini,
16:30seolah-olah ingin menegasikan
16:32apa yang sudah dilakukan Pak Jokowi
16:34terhadap Ansi dan kawan-kawan di PDIP.
16:36Itu tidak boleh.
16:36Tapi tadi kan dikatakan,
16:38lupa kacang kulit itu.
16:39Tadi dikatakan kan,
16:40bahwa undangannya tadi
16:41atas nama PSI loh.
16:42Tapi melibatkan masyarakat,
16:44mungkin yang masih rindu.
16:45Ini undangan ini banyak nih Bu,
16:47dari Orma,
16:48dari masyarakat,
16:48kemarin kita juga sudah bahas
16:49di sebuah Jokomania dan sebagainya,
16:51itu hadir semuanya mengklarifikasi.
16:54Kelampung itu,
16:55atas undangan dari PSI,
16:57kader-kader PSI.
16:58Bu, yang mengundang itu saya.
17:01PSI kan?
17:02Bukan saya ketua umum BRN,
17:04Brigade Rakyat Nusantara.
Komentar

Dianjurkan