Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdimaludin, mengaku menerima uang Rp20 juta saat demo 15 Juni lalu.

Abdi di depan civitas akademika UBK mengaku menerima uang untuk menahan agar massa yang dibawanya saat itu tidak berdemonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Muhammad Abdimaludin mengakui menerima uang usai demo bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

Uang tersebut diduga berkaitan dengan rencana pemindahan titik aksi mahasiswa UBK di Istana Presiden, Jakarta Pusat.

Dalam keterangannya, Abdi mengatakan uang itu diberikan melalui seorang anggota kepolisian yang ia kenal dari seorang alumnus UBK.

Dia mengaku uang itu telah digunakan untuk keperluan pribadi serta dibagi-bagikan kepada sejumlah pihak.

Usai dialog terbuka itu, terjadi kericuhan setelah datangnya sekelompok orang yang menghadang dan menyerang mahasiswa UBK. Kericuhan terjadi hingga keluar area kampus.

Mereka juga melempari mahasiswa menggunakan batu ketika berkonvoi menggunakan sepeda motor di Jalan Kimia, Menteng, Jakarta Pusat.

Akibat aksi penyerangan tersebut, seorang mahasiswa teruka di bagian pelipis mata karena terkena lemparan batu.

Sebelumnya, dalam aksi unjuk rasa 15 Juni lalu, sejumlah perwakilan mahasiswa temasuk Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdimaludin bertemu dengan Wakil Presiden Gibra Rakabuming.

Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdimaludin mengakui menerima uang sebesar Rp 20 juta usai demo bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Dia juga mengaku uang diberikan oleh oknum polisi.

Apa yang dampak dari pegakuan ini? Kami akan bahas dengan Peneliti Poshdem Universitas Andalas, Feri Amsari.

Baca Juga Ketua BEM FH UBK Terima Uang, Wakil Rektor Tegaskan Sikap Etik di https://www.kompas.tv/nasional/676647/ketua-bem-fh-ubk-terima-uang-wakil-rektor-tegaskan-sikap-etik

#ubk #demo #gibran #uang

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/676690/full-feri-amsari-respons-soal-ketua-bem-fh-ubk-terima-uang-rp20-juta-usai-demo-kompas-petang
Transkrip
00:00Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Hakkultas Hukum UBK, Muhammad Abdi Maludin,
00:04mengaku menerima uang 20 juta rupiah saat demo 15 Juni lalu.
00:08Abdi di depan Sivitas Akademika UBK mengaku menerima uang untuk menahan
00:12agar masa yang dibawanya saat itu tidak berdemonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
00:23Muhammad Abdi Maludin mengakui menerima uang
00:26usai demo bertemu Wakil Presiden Gibran Raka Buming.
00:31Uang tersebut diduga berkaitan dengan rencana pemindahan titik aksi mahasiswa UBK
00:36di Istana Presiden Jakarta Pusat.
00:38Dalam keterangannya, Abdi mengatakan uang itu diberikan melalui seseorang anggota kepolisian
00:43yang ia kenal dari seorang alumnus UBK.
00:47Dia mengaku uang itu telah digunakan untuk keperluan pribadi
00:50serta dibagi-bagikan kepada sejumlah pihak.
01:05Ketua ini pun akan berkembangkan kepada bangsa Rantanair.
01:10Hebat satu ke akhiran itu.
01:24Terima kasih.
01:29Keterlibatan oknomi BEM Fakultas menegaskan bahwa Universitas Bung Karno konsisten pada komitmen moral.
01:41Tujuh, kami menghimbau kepada seluruh pihak termasuk masyarakat dan media masa
01:52tidak melakukan generalisasi yang dapat merugikan nama baik institusi
02:01maupun ribuan mahasiswa Universitas Bung Karno yang selama ini aktif berprestasi
02:12dalam bidang akademik, penelitian, dan pengertian kepada masyarakat
02:19serta berbagai kegiatan positif lainnya.
02:24Delapan, Universitas Bung Karno mau percaya bahwa proses klarifikasi yang objektif
02:34yang berimbang merupakan langkah yang baik untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.
02:44Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak untuk menghormati proses tersebut
02:51dan mengedepankan ases peradugan tak bersalah.
02:57Sembilan, sebagai kampus yang mengusung nilai-nilai kebangsaan dan ajaran Bung Karno,
03:06Universitas Bung Karno tetap berkomitmen menjaga integritas akademik
03:14membangun karakter mahasiswa yang beretika
03:18serta menjadi ruang pendidikan yang melahirkan generasi pemimpin bangsa yang bertanggung jawab.
03:30Menindaklah ini, dinamika yang berkembang,
03:35Universitas Bung Karno menganggap perlu ini,
03:37perlu untuk menjelaskan posisi dan komitmen Universitas Bung Karno
03:45terhadap isu-isu yang berkembang dalam media dan masyarakat.
03:53Demikian, presliris kami sampaikan,
03:57atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
04:02Mereka!
04:03Mereka!
04:30Mereka!
04:36Mereka!
04:39Mereka!
04:46Mereka!
04:47Mereka!
04:49Mereka!
04:50Mereka!
04:51Mereka!
04:53Mereka!
04:54Oke, terima kasih.
04:55Dalam kasus ini, kami sudah memanggil ketua BNP,
04:59Pakultas Hukum Saudara Adi,
05:01dan dia sudah membuat pengakuan secara resmi kepada kami,
05:05Pian Universitas,
05:06bahwa dia menerima uang sebesar 20 juta
05:10melalui oknum senior alumni dari Pakultas Hukum UBK
05:16yang diserahkan oleh oknum aparat kekursian.
05:22Jadi, ada pengakuan dari yang bersangkutan.
05:26Dalam proses ini, kami sudah membentuk tim investigasi.
05:32Yang baru Anda saksikan tadi,
05:34saudara, adalah pernyataan resmi dari pihak Universitas Bung Karno.
05:37Usai Ketua BNP Fakultas Hukum Universitas Bung Karno
05:41mengaku menerima uang 20 juta rupiah
05:44usai aksi demonstrasi beberapa waktu yang lalu.
05:46Ada sejumlah poin yang kemudian dibahas
05:48terkait dengan posisi dan juga komitmen dari Universitas Bung Karno
05:54untuk kemudian tetap menjaga moral
05:56dan juga menjaga integritas akademik
05:59dan meminta kepada semua pihak untuk tidak mengeneralisasi
06:03ia merugikan nama baik institusi
06:06tepatnya adalah Universitas Bung Karno.
06:21Ketua BNP Fakultas Hukum UBK Muhammad Abdi Maludin
06:24mengakui menerima uang sebesar 20 juta rupiah
06:27Usai Demo bertemu Wakil Presiden Gibran Raka Buming.
06:30Dia juga mengaku uang diberikan oleh Oknum Polisi.
06:33Apa dampak dari pengakuan ini?
06:35Kami akan bahas dengan peneliti POSDEM Universitas Andalas,
06:38Ferry Amsari.
06:39Bung Ferry, selamat petang.
06:45Bung Ferry, bisa mendengar suara saya?
06:48Selamat petang.
06:49Baik, baik.
06:50Bung Ferry, bahwa kita tahu sebelumnya ada pengakuan dari Ketua BEM UBK
06:54yang menyebut menerima uang 20 juta rupiah
06:56dan juga sudah ada klarifikasi dari pihak Universitas
06:59yang menjelaskan posisi dan komitmen mereka
07:02untuk tetap menjaga integritas akademik.
07:05Apa dampak terkait dengan pengakuan yang disampaikan sebelumnya oleh Ketua BEM ini, Bung Ferry?
07:09Ya, saya pikir tentu dampaknya cukup luas ya
07:15karena bagaimanapun ini kan upaya mengendalikan demonstrasi
07:24untuk kepentingan-kepentingan pihak-pihak tertentu.
07:28Saya merasa sangat bersyukur ya
07:31bahwa aksi-aksi yang pro publik ternyata tidak berbayar
07:38sementara aksi-aksi yang memperlihatkan keberpihakan kepada kekuasaan
07:45ternyata terbukti dalam waktu yang cukup singkat
07:48adalah aksi-aksi yang punya kepentingan dibaliknya.
07:53Oleh karena itu, ini adalah sesuatu yang bisa memurnikan
07:58apa yang betul-betul pro kepada publik, apa yang tidak.
08:04Sekaligus, ini akan membuka mata publik
08:07mana aksi yang tidak berbayar, yang memperjuangkan kehanda publik
08:12dan mana aksi yang terlihat sekali sebenarnya ada kepentingan
08:19namun belakangan bisa kita lihat bahwa apa yang...
08:28Oke, sebelum saya akan kembali dalami...
08:33Baik, baik Bung Ferry. Sebelum kita akan membahas lebih dalam
08:36tapi kami ingin tampilkan dulu pernyataan resmi yang kemudian
08:40sebelumnya sudah disampaikan oleh Ketua BEM dari Universitas Bung Karno.
08:46Terkait uang itu memang saya terima
08:5220 persen.
08:54Kemana distribusinya?
08:55Sebutin orang-orang yang...
08:57Saya memakai buat MOKO...
09:00Diam, diam, diam, diam, diam, diam, diam.
09:07Saya memakai buat MOKO 500, tambahan buat MOKO
09:12dan kebutuhan-kebutuhan lainnya sekitar 200
09:17dan satu sudah pagi-pagi sama senior
09:21alumni kampus
09:28dan kawan-kawan dari FEB juga
10:00Itu tadi penyataan yang sebelumnya sudah disampaikan oleh Ketua BEM
10:04Fakultas Hukum Universitas Bung Karno
10:06yang mengaku menerima uang kurang lebih senilai 20 juta rupiah.
10:09Kita lanjutkan dialog dengan Bung Ferry Amsari.
10:11Bung Ferry, bahwa tadi Anda sudah menyebutkan
10:13upaya ini memang untuk mengendalikan demonstrasi
10:16tapi positifnya adalah ketika ini terungkap
10:18masyarakat bisa menilai mana demo yang dibayar, mana yang tidak.
10:23Tapi pertanyaannya ketika aksi demonstrasi itu dibayar
10:26apakah ini upaya untuk membungkam atau justru membenturkan mahasiswa?
10:31Ya, tidak sekedar membungkam mahasiswa
10:34ini bahkan bisa mengalihkan kepada
10:36pokok persoalan sesungguhnya.
10:40Sekarang kita mau tidak mau akan teralihkan bicara soal
10:44dari mana uangnya, siapa yang punya kepentingan,
10:48kenapa gerakan mahasiswa kemudian disusupi
10:51dengan gerakan uang seperti ini.
10:53Kita melupakan aksi yang dilakukan oleh teman-teman UI,
10:57teman-teman terisakti,
10:59apa tuntutan mereka,
11:01apa lima harapan mereka yang harus dijalankan oleh pemerintah.
11:06Ini menjauhkan kita kepada pokok persoalan
11:10sesungguhnya.
11:11Tentu aksi-aksi mahasiswa semacam ini
11:14dan banyak aksi lainnya
11:15akan selalu ada kepentingan yang menyusupi,
11:19ada keinginan untuk mempengaruhi mereka.
11:22Dan saya bersyukur ya teman-teman UBK,
11:25para aktivisnya mengadili pelaku-pelaku rente ini
11:31yang punya kepentingan-kepentingan politik sesaat
11:35mengubah dan merusak gerakan publik.
11:38Ini menunjukkan bahwa UBK punya kesadaran
11:42berkonstitusi yang sangat baik.
11:45UBK menyadari gerakan publik tidak boleh dinodai
11:49oleh segelintir orang.
11:50Dan ini upaya yang sangat menarik ya,
11:53mengadili pimpinan mahasiswa
11:55yang selama ini menurut saya
11:58selalu kita dengar isu-isu bahwa mereka sudah disusupi,
12:01dibayar, segala macam.
12:03Hari ini UBK mengasih contoh bahwa
12:05mereka mampu membersihkan gerakan itu
12:08dari anasir-anasir kepentingan berbayar seperti ini.
12:12Yang menarik bahwa memang yang menerima uang
12:14atau menerima sogokan ini sudah mengakui.
12:16Tetapi seberapa penting?
12:17Apakah harus dikejar juga
12:19orang yang kemudian diduga memberi sogokan ini?
12:24Oh iya dong.
12:25Kan dia juga sudah sebut nama ya.
12:27Apa yang menyebabkan upaya sogok dilakukan?
12:33Apakah uang sogok digunakan berdasarkan uang negara
12:36atau kelompok yang lain?
12:38Yang tentu saja kalau ini bagian dari uang negara
12:41tentu akan dipertanyakan peruntukannya.
12:45Jangan-jangan ini bagian dari korupsi uang negara
12:49untuk merusak demokrasi.
12:51Jadi kita dua kali ruginya.
12:53Sudah korupsinya pakai uang rakyat.
12:55Kedua, kemudian yang dirusak itu adalah
12:59kebebasan dan kemerdekaan berpendapat.
13:03Jadi tentu penting untuk mengetahui
13:05apa alurnya, siapa pelakunya
13:08agar ada kejernihan di mata publik.
13:11Masiswa perlu diadili yang menerima ini
13:13tetapi oknum yang terlibat
13:15dalam merusak ini juga perlu diadili.
13:18Momentum ini juga harus kita gunakan
13:19untuk betul-betul menjaga
13:20dan juga memperbaiki demokrasi yang ada di negara kita.
13:22Terima kasih Bungu Ferry Amsari
13:24telah bergabung di Kompas Petang.
Komentar

Dianjurkan