00:00Terima kasih atas sambutan yang luar biasa.
00:04Memang saya merasa selalu nyaman di tengah-tengah keluarga besar Nadatul Ulama.
00:18Nyaman dan aman, merasa aman.
00:22Sambutan yang demikian besar kepada saya.
00:27Karena masalah memang saya kenal keluarga besar Nadatul Ulama dari sejak kecil.
00:37Karena dulu saya tetangganya keluarga Gus Dur di Jakarta.
00:46Dan yang saya, yang putri saya memang dari NU.
00:58Dan juga ada satu ciri khas yang saya dari dulu perhatikan.
01:03Bahwa Nadatul Ulama adalah memang organisasi keagamaan.
01:13Tapi sangat nasionalis, sangat patriotik, sangat cinta tanah air.
01:24Jadi agamis tapi nasionalis dan patriotik.
01:31Sampai-sampai lagunya NU yang ditulis atau dibuat sebelum Indonesia Merdeka.
01:43Tapi sudah mengandung nilai-nilai cinta tanah air yang luar biasa.
01:50Dan ini masih dipertahankan setiap acara NU saya perhatikan lagu Syuh Banol Waton tidak pernah tidak dinyanyikan.
02:02Terima kasih.
02:05Bahkan nyanyinya itu tangannya pun harus kepalan.
02:12Ini luar biasa ini, saya, ini belum ada Kopassus.
02:17NU sudah lebih dari Kopassus.
02:25Sekarang apa itu ya, TNI kan ada itu.
02:29Kalau foto, salam komando.
02:32NU sudah dulu, sebelum kemerdekaan, sudah salam komando itu.
02:39Jadi saya, terima kasih.
02:42Saya diundang dan terima kasih atas dukungan keluarga besar NU.
02:53Keluarga besar NU selalu tampil di saat bangsa Indonesia dalam keadaan sulit.
03:04Keluarga besar NU adalah faktor stabilisator.
03:15Faktor yang bisa membuat aman bangsa dan negara.
03:20Sudah-sudah sekalian.
03:23Nah, karena itu saya yakin dan percaya bahwa Nahdlatul Ulama
03:32akan selalu punya peranan yang positif, yang baik untuk bangsa dan negara.
03:42Nahdlatul Ulama organisasi para kiai, para ulama.
03:49Para kiai dan para ulama adalah menurut saya,
03:53tokoh-tokoh yang paling dekat apalagi dengan rakyat di pedesaan.
04:07karena itu, para kiai dan para ulama.
04:13Karena itu, para kiai dan para ulama faham, mengerti apa yang dirasakan rakyat.
04:21para kiai dan para kiai dan para ulama merasakan apa yang dirasakan rakyat paling bawah.
04:32karena itu ada suatu perkembangan alamiah.
04:46karena tentara, pejuang, polisi dan aparat juga berasal dari rakyat.
05:01karena itu, ulama, pemerintahan, tentara, kepolisian, sesungguhnya,
05:17paham dan mengerti perasaan rakyat.
05:38Boleh lanjut.
05:42Harus patuh sama kiai, kalau di sini, di istana nanti kiai patuh sama saya.
05:54Itu namanya ulama sama Umaroh, bersatu untuk negara dan bangsa.
06:02Saudara-saudara sekalian, sesungguhnya kita mengerti apa yang dirasakan rakyat kita.
06:10Saudara-saudara sekalian, saya dilantik tanggal 20 Oktober tahun 2024.
06:19Di hadapan seluruh rakyat.
06:24Saya disumpah untuk menjalankan undang-undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945
06:35dan segala perundangan-undangan yang berlaku.
06:44Saya disumpah, saya harus menjalankan.
06:50Dan kita tidak perlu pura-pura.
06:55Kita tidak perlu bicara manis-manis, karena itu memang sering bangsa Indonesia suka bicara yang manis-manis di depan.
07:07Kita kadang-kadang tidak mau bicara apa adanya, tapi saya kira sudah saatnya kita bicara apa adanya.
07:20Bahwa setelah sekian puluh tahun kita merdeka.
07:26Apalagi sudah saya menjadi presiden, saya melihat data-data, fakta-fakta.
07:32Saya merasa bahwa sesungguhnya banyak sekali penyimpangan-penyimpangan yang kita membiarkan.
07:53Penyimpangan-penyimpangan ini menurut keyakinan saya inilah yang membuat bangsa kita dalam keadaan sekarang
08:11yang dimana kita harus mengakui terlalu banyak kekayaan negara yang hilang, yang diambil dari hak rakyat, hak bangsa, memperkaya segelintir
08:36orang saja.
08:37Bahkan kekayaan tersebut terlalu banyak mengalir ke luar negeri.
08:44Tidak tinggal di bangsa Indonesia.
08:48Jadi kesulitan yang kita alami sekarang, kita harus berani menghadapi.
08:54Kita harus berani menghadapi kenyataan.
08:59Karena itu saya di depan konversi besar ini, walaupun penutupan saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan beberapa pandangan saya.
09:12Yang pertama, hanya bangsa yang bodoh yang akan meneruskan suatu sistem di mana kekayaan bangsa tidak tinggal di bangsa itu.
09:41Saudara-saudara sekalian, saya baru kurang lebih 18 bulan memimpin pemerintahan.
09:53Saya sendiri, saya sendiri syok, terkejut, sedih melihat beberapa besar kekayaan kita yang hilang selama ini.
10:10Ini bukan kita cari kesalahan.
10:14Kita anggaplah ini suatu kelalean kita bersama.
10:25Tapi saya disumpah untuk menjaga kepentingan bangsa dan rakyat.
10:31Karena itu saya harus melaksanakan yang terbaik yang bisa saya laksanakan supaya saya tidak ingkar sumpah saya kepada bangsa dan
10:42rakyat.
10:43Terima kasih.
Komentar