00:02Intro
00:03Setelah Gubernur Jawa Barat, Deddy Bulyadi mengecam penyekapan dan penganiaan seorang perempuan di Bandung, Jawa Barat.
00:09Deddy membuat saimbara bagi warga yang menemukan pelaku akan diberi imbalan 250 juta rupiah.
00:31Kasus penyekapan dan penganiaan keji terhadap seorang perempuan di Bandung, Jawa Barat memicu kemarahan publik.
00:38Bagaimana tidak, selama tiga tahun korban diduga mengalami kekerasan berulang hingga kondisinya sulit dikenali.
00:46Pelakunya Taufik Hidayat hingga kini masih buron.
00:49Gubernur Jawa Barat, Deddy Bulyadi lewat media sosialnya membuat saimbara bagi warga yang menemukan pelaku akan diberi imbalan 250 juta
01:00rupiah.
01:01Siapa yang bisa menemukan Taufik Hidayat, menyerahkannya kepada aparat atau menginformasikan kepada aparat keberadaannya, saya memberikan hadiah 250 juta rupiah.
01:19Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan, usai menjenguk korban di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung menyatakan,
01:26tersangka Taufik Hidayat resmi masuk daftar pencarian orang.
01:30Rudi juga bilang, dampak kekerasan yang dialami korban sangat berat, hingga sejumlah organ tubuh tidak berfungsi lagi.
01:39Kita sudah menerbitkan daftar pencarian orang.
01:45Kami melakukan pengajaran terhadap pelaku.
01:51Pihak Rumah Sakit menjelaskan, kondisi korban kini mulai membaik.
01:55Penanganan melibatkan sejumlah dokter dan pemulihan psikis juga jadi prioritas.
02:02Kondisi pasien saat ini sudah mengalami perbaikan dan kita juga dari Rumah Sakit Hasan Sadikin memberikan pelayanan yang terbaik dan
02:11juga tim yang terbaik.
02:12Jadi kita membuat tim mulai dari bedah plastiknya, penyakit dalam, mata, dan yang lainnya.
02:19Selasa siang, tim Inavis Polda Jawa Barat menggelar olah TKP tertutup di kamar Indekos di Cinunuk, Kabupaten Bandung.
02:26Kamar sempit itu diduga jadi saksi bisu penderitaan korban dalam dua bulan terakhir sebelum kasus terungkap ke publik.
02:34Seluruh pihak berharap pelaku segera ditangkap dan mendapat hukuman setimpal.
02:39Tim Liputan, Kompas TV
02:44Selain menyisakan luka fisik dan trauma mendalam bagi korban, kasus ini memunculkan pertanyaan besar.
02:51Bagaimana dugaan penyikapan dan penyiksaan bisa berlangsung selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi.
02:58Untuk membahasnya, kita sudah bersama dengan Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala.
03:04Selamat malam Prof. Adri.
03:07Selamat malam Mas Ibrahim. Terima kasih diundang.
03:09Prof, ini bagaimana seseorang mampu melakukan penganiayaan, menyekap korbannya, kekasihnya,
03:17menganiaya selama bertahun-tahun, ini bahkan tanpa terdeteksi.
03:22Kondisi seperti apa yang bisa memicu pelaku seperti ini, Prof?
03:27Ya, saya menduga pasti ada karakter tertentu yang menyebabkan lalu pelakunya dapat melakukan seperti itu.
03:34Jadi karakter ya, dia bukan hanya sekedar motif, atau tujuan, atau persepsi, tidak.
03:41Tapi karakter sesuatu yang template ya, dan ajak sejak kecil ada.
03:46Nah, karakter itu pula yang kemudian ketika karakternya kita sebut sebagai buruk,
03:52maka lalu kita mencurigai, jangan-jangan ini karakter ini memang karakter yang kita sebut sebagai sosiopatik,
03:59atau psikopatik, gitu ya, atau karakter yang lain yang kemudian lalu melahirkan perilaku penyimpang.
04:05Ya, tentu lalu dalam rangka pemasikannya kita mesti tahu dulu,
04:08atau kita bisa mewansarainya setelah yang bersakutan tertangkap.
04:13Namun yang jelas bahwa kayaknya ada karakter yang memang khusus dan ekstrim dari yang bersakutan,
04:19sehingga mampu melahirkan satu total kontrol ya kepada orang lain,
04:23dan di pihak lain juga ada situasi semacam total devotion, penyerahan total dari korban kepada sang pelaku.
04:32Makanya misalnya saya menduga bahwa tidak ada satu perlawanan yang cukup keras dari sang korban
04:39terkait dengan upaya untuk keluar dari kamar misalnya.
04:43Itu pertama-tama dikarenakan karena sang korban kelihatannya sudah memuja sang pelaku sedemikian rupa,
04:50sehingga walaupun dipukuli dan macem-macem, malah tidak menunjukkan satu sikat bahwa dia sebetulnya dikerjai.
04:58Bukan karena ada tekanan atau bukan karena tekanan, cenderung ketekanan atau intimidasi dari pelaku, Prof,
05:05jika hal itu terjadi?
05:07Ya, tentu ada dua skenario ya bahwa total devotion dari korban itu akibat dari tekanan,
05:14akibat dari opresi.
05:15Tapi ada juga kemungkinan karena sang korban itu memang sudah betul-betul menyerahkan dirinya pada pelaku,
05:23karena tadi awalnya begitu mencintai, terpukau dengan janji-janji,
05:29bahkan kemudian sampai seterusnya itu tetap memandang atau melihat pria tersebut, pelaku tersebut sebagai pujaan hati.
05:36Jadi ada kemungkinan itu terjadi.
05:38Tentu saja mana yang benar kita nggak tahu ya.
05:39Nah, maka kemudian ketika sang pelaku ini lalu berlaku, kan kekerasan pun bukan dianggap sebagai sesuatu yang dalam tanda kutip
05:47jahat,
05:47tapi dianggap sebagai bagian dari tanda kesetiaan dirinya kepada sang pelaku.
05:53Makanya kemudian lalu bisa bertahan sampai tiga tahun.
05:56Prof, itu tadi sampai tiga tahun tanpa terdeteksi.
06:00Padahal tinggal di sebuah indukos yang tentu ini ada tetangga, ada penjaga kos.
06:06Harusnya ketahuan dong, Prof, ya?
06:09Ya, tadi dikatakan bahwa yang bersangkutan berpindah-pindah.
06:12Saya menduga kenapa berpindah itu pada saat misalnya ada tetangga atau orang lewat yang lalu mulai mempertanyakan,
06:19mana istrinya Pak, mana istrinya Mas, misalnya begitu.
06:22Atau mungkin saja pernah melihat istrinya dalam kondisi luka,
06:26maka itulah saatnya di mana sang pelaku harus pindah.
06:29Jadi memang yang pelaku ini memang cerdas ini ya.
06:32Baik cerdas dalam rangka memanipulasi si korban,
06:36tapi juga cerdas dalam rangka membina hubungan dengan tetangga sehingga kemudian tetangga tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.
06:42Demikian.
06:43Dengan hal-hal seperti itu yang diupayakan, yang dipersiapkan oleh pelaku,
06:47emang memang akan sulit terdeteksi oleh lingkungan sekitar, lingkungan sosialnya?
06:53Ya kalau kita lihat gambar ini aja kan terlihat bahwa sebetulnya tidak berada di pemukiman yang padat ya,
06:59di depan kosong, lalu mungkin hanya ada satu dua di sekiri kanan, lalu di atas.
07:04Mungkin juga di antara mereka itu adalah pekerja-pekerja yang sibuk,
07:08ya alhasil kemudian tidak ada orang yang bisa diharapkan dari sisi pertolongan.
07:12Tapi lebih daripada itu kelihatannya memang si korban memang sudah korban yang subnisif ya.
07:17Sudah menerima apa adanya, sudah pasrah terhadap apa yang terjadi dengan dirinya.
07:24Nah maka ketika kemudian kondisinya sudah amat parah,
07:28barulah kemudian si pelaku sendiri yang berinisiatif untuk membawa ke rumah sakit.
07:32Jadi bukan karena sang korban, apa namanya, minta atau mengerang atau apa gitu ya,
07:37sehingga kemudian dibawa ke rumah sakit, tapi lebih kepada inisiatif sang pelaku sendiri. Begitu.
07:42Prof, tadi Anda menyinggung soal bagaimana perilaku di lingkungan sosial terdekat,
07:47yang ada yang sibuk, nah kalau misalkan di lingkungan sendirinya,
07:50yang berdekatan tahu, tapi kadang ada kita beririsan dengan yang namanya ranah privasi.
07:57Konsekuensi hukum apa yang bisa timbul dari hal itu, Prof?
08:01Sebetulnya kalau kita bicara melalui undang-undang perkawinan,
08:04maka undang-undang perkawinan kita tidak melarang.
08:07Kalau kemudian ada orang lain masuk saat terjadi tidak pidana antar suami dan istri.
08:13Jadi misalnya sebagai contoh ketika terjadi, ini kita ambil contoh lainnya,
08:17apa namanya, hubungan seksual yang dipaksakan antara suami dan istri,
08:21maka orang luar bisa masuk.
08:24Dengan kata lain, kekerasan domestik bukan sesuatu yang murni sepenuhnya,
08:29berupa hubungan antara suami istri, tapi orang lain bisa masuk.
08:33Nah, masalahnya orang lain tidak sadar sih sebetulnya.
08:35Tidak sadar, tidak engeh bahasa sehari-hari ini.
08:38Atas apa yang terjadi?
08:39Prof, tahan dulu.
08:41Ini kami baru mendapatkan informasi bahwa Gubernur Jawa Barat,
08:44Deddy Mulyadi, menyatakan tersangka kasus penyekapan dan penganean
08:48terhadap aplikasinya di Bandung, Jawa Barat telah ditangkap polisi.
08:52Pernyataannya disampaikan oleh Deddy Mulyadi melalui unggahan di akun media sosialnya.
08:56Menurut Deddy Mulyadi, Taufik ditangkap di wilayah Majalengka.
08:59Namun, kronologi penangkapan baru akan disampaikan dalam konferensi pers Polda Jawa Barat.
09:05Sebelumnya, memang Polda Jawa Barat juga sudah membentuk tim khusus untuk memburu Taufik.
09:09Kita simak bersama.
09:13Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya
09:19kepada Bapak Kapolda Jabar dan seluruh jajaran yang sudah dengan cepat menangkap pelaku biadab,
09:29Taufik Hidayat di Majalengka.
09:34Ya, tentu ini kita juga masih menunggu konfirmasi dari polisi terkait ditangkapnya terduga pelaku.
09:41Namun, melihat dari keseriusan yang ditunjukkan oleh polisi,
09:44membentuk tim khusus untuk memburu pelaku ini betul-betul menjadi sebuah aktensi kasus yang menggemparkannya, Prof.
09:52Betul. Saya menduga bahwa polisi melakukan tiga hal sekaligus.
09:57Pertama, melihat jejak digital.
09:59Kedua, mungkin melihat pada apa yang orang lain terakhir saksikan tentang dirinya.
10:05Dan yang ketiga juga melihat dari pertinggal yang terdapat di TKP,
10:12tentang mungkin misalnya di situ ada alamat dari saudara atau yang lain,
10:18yang lalu kemudian bisa menjadi sepacau glue bagi polisi untuk melakukan pelacakan.
10:23Terima kasih, Prof. Adrianus Meliala,
10:25Kriminal Universitas Indonesia telah menyampaikan pandangannya di program Kopas Malam hari ini, Prof.
Komentar