Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 bulan yang lalu
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM Nusantara Wilayah Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin, 22 Juni 2026.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai tuntutan kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat terkait sejumlah isu nasional.

Aksi yang berlangsung di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Sukabumi ini diisi dengan penyerahan surat pernyataan sikap kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Mahasiswa meminta Bupati Sukabumi meneruskan aspirasi kepada pemerintah pusat dan DPR RI, salah satunya terkait percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset guna memperkuat pemberantasan korupsi.

Mahasiswa juga meminta evaluasi program makan bergizi gratis agar lebih efektif dan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat di wilayah tertinggal. Selain itu, massa aksi turut menyoroti program Koperasi Desa Merah Putih, stabilitas harga BBM dan kebutuhan pokok, serta penguatan penerapan meritokrasi disertai pemberantasan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Dalam tuntutan lainnya, mahasiswa meminta pemerintah meninjau kembali Undang-Undang TNI, mengembalikan program kesejahteraan kepada institusi sipil, serta melakukan audit dan pertanggungjawaban pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Sementara itu, Asisten Daerah Kabupaten Sukabumi, Boyke Martadinata, menerima aspirasi mahasiswa dan menyatakan tuntutan tersebut akan disampaikan kepada Bupati Sukabumi serta pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi.

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM Nusantara Wilayah Sukabumi
00:06menggelar aksi unjuk rasa di depan pendopu Kabupaten Sukabumi, Senin 22 Juni 2026.
00:14Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai tuntutan kepada pemerintah daerah
00:19maupun pemerintah pusat terkait sejumlah isu nasional.
00:24Aksi yang berlangsung di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kota Sukabumi ini
00:28diisi dengan penyerahan surat pernyataan sikap kepada pemerintah Kabupaten Sukabumi.
00:37Mahasiswa meminta Bupati Sukabumi meneruskan aspirasi kepada pemerintah pusat dan DPR RI,
00:43salah satunya terkait percepatan pengesahan rancangan Undang-Undang Perampasan Aset
00:47guna memperkuat pemberantasan korupsi.
00:51Mahasiswa juga meminta evaluasi program makan bergizi gratis agar lebih efektif dan tepat sasaran,
00:56khususnya bagi masyarakat di wilayah tertinggal.
01:00Selain itu, masa aksi turut menyoroti program Koperasi Desa Merah Putih,
01:05stabilitas harga BBM dan kebutuhan pokok,
01:08serta penguatan penerapan meritokrasi disertai pemberantasan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
01:37Kepada akhirnya, di wilayah atau di daerah yang memang secara ekonominya,
01:43mampu itu mendapat program MBG dan banyak yang dibajir.
01:49Mencidak KDMP hari ini, kita melihat bahwa seharusnya sesuai dengan info ekonomi,
01:54di mana dibangunnya di tempat yang strategis.
01:57Dan hari terkhususnya di Kabupaten, kita melihat pembangunan KDMP,
02:00Koperasi Merah Putih, masih jauh di kata sempurna, berada di hutan.
02:05Dalam tuntutan lainnya, mahasiswa meminta pemerintah meninjau kembali Undang-Undang TNI,
02:11mengembalikan program kesejahteraan kepada institusi sibil,
02:14serta melakukan audit dan pertanggung jawaban pembangunan Ibu Kota Nusantara.
02:19Sementara itu, asisten daerah Kabupaten Sukabumi, Boike Martadinata,
02:24menerima aspirasi mahasiswa dan menyatakan tuntutan tersebut akan disampaikan kepada Bupati Sukabumi,
02:29serta pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi.
02:32Hari ini, tuntutan mahasiswa yang sudah disampaikan secara umum di Buka Publik,
02:39dan kebetulan saya mewakili pimpinan Bupati,
02:43karena Pak Bupati Pak Sekigar dan Bupati Lai juga sedang ada tugas di keloporan itu.
02:49Jadi pada prinsipnya adalah tuntutan tersebut,
02:53beberapa poin yang sudah disampaikan oleh teman-teman mahasiswa,
02:56kami akan coba sampaikan kepada pimpinan Bupati,
02:59dan mengenai tuntutan 3x24 yang juga akan saya sampaikan.
03:05Dari Kabupaten Sukabumi, reporter Jubir TV, Yandi Chandra melaporkan.

Dianjurkan