JAKARTA, KOMPAS.TV - Diskusi publik yang menghadirkan 3 pejabat pemerintahan Prabowo-Gibran di UGM Yogyakarta, berakhir ricuh.
Ketua Serikat Mahasiswa UGM, Mesa, menilai sejak awal forum tersebut tidak memberikan ruang yang setara bagi peserta untuk bertukar gagasan.
Mesa menyoroti komposisi acara yang dinilai lebih mengakomodasi narasumber dibanding peserta yang hadir.
Menurut Mesa, kesempatan berbicara lebih banyak diberikan kepada narasumber, sementara peserta tidak memperoleh ruang yang cukup untuk menyampaikan pandangan maupun kritik.
Menanggapi hal itu, pegiat media sosial Ade Armando menilai keberatan tersebut seharusnya disampaikan sejak awal sebelum acara berlangsung.
Menurut Ade, mahasiswa dapat mempertanyakan format acara sejak awal, termasuk meminta kepastian apakah peserta akan memperoleh kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat.
Ade bahkan menilai apabila peserta tidak diberikan ruang dialog yang memadai, mereka dapat memilih meninggalkan forum sebagai bentuk protes.
Ade mengaku memahami kecurigaan mahasiswa yang menilai forum tersebut bukan ruang diskusi yang setara. Namun menurutnya, mahasiswa dapat menguji komitmen penyelenggara melalui mekanisme dialog terlebih dahulu.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/2-1bsPxJ2Sc
#mahasiswa #ugm #ricuh
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/675989/mahasiswa-ugm-tuntut-ruang-diskusi-ade-armando-minta-cara-lebih-beradab-rosi
Komentar