00:00Andi Bu dari Kata Data, ada dua pertanyaan.
00:03Pertama, soal tadi Ibu bilang desil yang tinggi tidak akan mendapatkan MBG karena sudah mampu.
00:11Itu boleh diperjelas lagi nggak Bu?
00:14Yang akan dapat MBG itu desil berapa aja jadinya?
00:16Satu, dua, tiga, empat, atau sepuluh nggak dapat.
00:19Yang kedua, tadi Ibu juga bilang bahwa penghentian MBG sementara itu untuk standarisasi tata kelola.
00:27Boleh dielaborasi sedikit nggak Bu?
00:28Maksudnya standarisasi tata kelola ini apa?
00:30Apakah nanti jika setelah 13, saat 14 juli semua beroperasi lagi,
00:37kalau ada SBBG yang tidak memenuhi standar bakal cut permanen atau kayak gimana gitu?
00:43Terima kasih.
00:45Iya.
00:47Desil itu hanya salah satu indikator ya.
00:50Jadi nanti tadi saya sudah mengatakan ada kerentanan visi, kondisi sosial ekonomi
00:55yang tadi mungkin salah satu parameternya ada desil.
00:58Kemudian akses terhadap pemenuhan visi.
01:00Nah itu masih kami olah, masih kami ramu kriteria yang tepat seperti apa.
01:07Dan indikator itu intinya memang akan membantu kami dalam membuat kebijakan.
01:14Tapi saya belum bisa membuat begini, karena anggaran yang ada itu nanti besok dan minggu depan masih akan kami bahas
01:23dengan kementerian keuangan juga.
01:25Jadi semaksimal berapa yang bisa kita lakukan efisiensi dengan tentu indikator-indikator tadi.
01:34Kalau memang dia berada di daerah yang rentan visi, kondisi sosial ekonomi yang diindikatorkan dengan desil itu,
01:44dan akses terhadap pemenuhan visi memang rentan, maka itu bisa menjadi pertimbangan bagi kami juga untuk melakukan efisiensi dengan melakukan
01:54refocusing kepada pihak lain yang lebih membutuhkan.
01:57Tapi kalau sekarang ditanya, bu persisnya apa? Nah formula itu yang masih kami susun, ya mas ya.
02:03Jadi ini mohon maaf nih, karena kami juga baru ini ya, dan kami benar-benar mengejar untuk data dan sebagainya.
02:12Mungkin belum bisa seidel yang kami bayangkan, walaupun kami sudah punya gambaran, kira-kira nanti akan ada mekanisme untuk kita
02:20pilah seperti itu.
02:21Ya, ada kerentanan visi, kondisi sosial ekonomi, akses terhadap pemenuhan visi, dan seterusnya.
02:29Ya, yang kedua tadi standarisasi tata kelola, bu, setelah penghimpinan selama masa libur, kira-kira standarisasi tata kelola seperti apa?
02:37Ya, jadi teman-teman di BGN itu sebenarnya selama ini sudah juga banyak memantau, ya.
02:45Bahkan mungkin sudah rame juga di medsos kan banyak dapur-dapur yang kurang sesuai dengan standar, ya.
02:53Nah itu nanti kami akan evaluasi semua.
02:55Kalau yang benar-benar sangat tidak memungkinkan untuk beroperasi,
03:01sementara di situ memang kebetulan juga penerima manfaatnya tidak ada, gitu ya.
03:05Atau mungkin bisa kita minimalkan, atau bisa kita alihkan ke SPPG terdekat yang memang lebih berkualitas, katakanlah begitu.
03:15Itu nanti kami akan lakukan.
03:16Tapi sekali lagi, Mas, ini harus satu persatu nih, memang agak rumitnya ya.
03:21Harus satu persatu, dan kami berpatokan dulu ke penerima manfaat dulu nih.
03:25Begitu, ya.
03:26Ya, jadi mungkin yang kemarin-kemarin, yang kemarin itu kan, ya mungkin teman-teman sudah tahu lah ya,
03:33ada jual beli titik, sehingga yang menjadi fokus itu SPPG-nya.
03:38Penerima manfaatnya, ya pokoknya nanti dicari terdekat di situ.
03:42Nah, kami tidak ingin seperti itu.
03:44Maka sekarang, pastikan dulu penerima manfaat.
03:48Pastikan dia akan di, apa, suplai, gitu ya, diantar dari SPPG yang mana.
03:54Nah, itu baru nanti kita akan mengikuti proses efisiensinya.
03:59Agak rumit memang, karena memang harus satu persatu di antara tadi ya, 27.820.
04:07Tapi sebenarnya teman-teman di Kedeputian Tawas, Pemantauan Pengawasan, dan sebagainya,
04:12sebenarnya sudah punya data-data awal yang mungkin bisa menjadi fokus kami nanti
04:18untuk kami cermati apakah SPPG itu memang masih bisa kita tingkatkan misalnya ya, secara kualitas.
04:26Atau memang benar-benar, jadi mungkin teman-teman tahu ya, kemarin kan sempat ada perubahan juknis.
04:31Jadi, dari 400 luasan dapurnya diubahlah oleh kepala SPGN yang dulu menjadi 150, kayak gitu dong.
04:45Nah, itu kan yang seperti itu kan menyebabkan dapur-dapur kemudian menjadi tidak memenuhi standar
04:51untuk menghasilkan kualitas makanan yang baik.
04:55Nah, itu pas ya. Ya, memang agak ini harus pelan-pelan di cek satu persatu.
Komentar