Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Rapat perdana Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang bersama Komisi IX DPR RI berlangsung tertutup.

Rapat membahas rencana kerja dan anggaran serta rencana kerja pemerintah BGN untuk tahun 2027.

Pimpinan sidang menetapkan seluruh pembahasan tidak dapat diakses publik, usai mayoritas peserta rapat menyatakan pembahasan dilakukan secara tertutup karena berkaitan dengan anggaran negara.

Keputusan tersebut mengikuti pola pembahasan anggaran sejumlah kementerian dan lembaga yang sebelumnya juga dilakukan secara tertutup.

Usai rapat, Ketua BGN Nanik S. Deyang menunjuk juru bicara sesuai rekomendasi DPR.

Usai membahas pagu anggaran MBG, Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, tidak bersedia menjawab pertanyaan media mengenai realisasi anggaran motor listrik.

Nanik langsung bergegas meninggalkan wartawan setelah menunjuk Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari sebagai juru bicara pimpinan BGN.

Badan Gizi Nasional memutuskan menghentikan sementara penyaluran MBG selama libur sekolah untuk mengaudit seluruh dapur penyedia MBG.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari bilang, masa libur sekolah akan dimanfaatkan untuk mengevaluasi berbagai aspek pelaksanaan MBG agar program dapat berjalan.

Komnas HAM menyoroti soal kewenangan Badan Gizi Nasional atau BGN terlalu luas karena menjalankan peran ganda sebagai regulator sekaligus pelaksana.

Komnas HAM mendorong adanya revisi Peraturan Pemerintah Nomor 115 Tahun 2025 tentang tata kelola program MBG agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan, terutama dalam hal pengawasan dan pemberian sanksi pada satuan pelayanan gizi.

Baca Juga [FULL] BGN Benahi MBG di Tengah Sorotan Boros Anggaran Rp1 T per Bulan, Efektifkah? | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/675143/full-bgn-benahi-mbg-di-tengah-sorotan-boros-anggaran-rp1-t-per-bulan-efektifkah-sapa-pagi

#kepalabgn #nanik #mbg

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!






Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/675193/ditanya-wartawan-soal-motor-listrik-mbg-kepala-bgn-nanik-bergegas-tinggalkan-dpr
Transkrip
00:00Kami lanjutkan informasi di Kompas Petang Saudara, rapat perdana Kepala Badan Gizi Nasional,
00:06Nanik SD yang bersama dengan Komisi 9 DPR RI berlangsung tertutup.
00:11Rapat membahas rencana kerja dan anggaran serta rencana kerja pemerintah MBG untuk tahun 2027.
00:20Ini terbuka atau tertutup Bapak Ibu?
00:24Tertutup? Oke, seperti kita rapat-rapat kita kemarin untuk membahas anggaran,
00:29dan rapat ini saya nyatakan tertutup untuk umum.
00:32Saya rapat, saya skor dulu ya.
00:34Pemimpin sidang menetapkan seluruh pembahasan tidak dapat diakses publik,
00:39usai mayoritas peserta rapat menyatakan pembahasan dilakukan secara tertutup
00:44karena berkaitan dengan anggaran negara.
00:48Keputusan tersebut mengikuti pola pembahasan anggaran sejumlah kementerian dan lembaga
00:52yang sebelumnya juga dilakukan secara tertutup.
00:54Usai rapat, Ketua BGN Nanik SD yang menunjuk juru bicara sesuai dengan rekomendasi DPR.
01:02Saya rapat, saya skor dulu ya untuk kita...
01:07Tadi dari DPR menyarankan harus ada jubir.
01:13Jubir pimpinan, kami tunjuk di depan para DPR adalah Ibu Arumsari.
01:19Jadi Ibu Arumsari yang akan menjelaskan pertemuan dengan Komisi 9 hari ini, teman-teman.
01:27Ya, monggo Ibu Arumsari.
01:43Usai membahas pagu anggaran MBG, Kepala BGN Badan Gizi Nasional Nanik SD yang
01:50tidak bersedia menjawab pertanyaan media mengenai realisasi anggaran motor listrik.
01:56Nanik SD yang langsung bergegas meninggalkan wartawan setelah menunjuk wakil Kepala BGN Agustina Arumsari
02:03sebagai juru bicara pemimpin BGN.
02:14Badan Gizi Nasional memutuskan menghentikan sementara penyaluran MBG selama libur sekolah
02:21untuk mengaudit seluruh dapur penyedia MBG.
02:24Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari bilang,
02:28masa libur sekolah akan dimanfaatkan untuk mengevaluasi berbagai aspek pelaksanaan MBG
02:34agar program dapat berjalan.
02:40Pakainya data apa?
02:41Data virtual account.
02:43Karena disitulah titik uang negara keluar.
02:46Ketemulah 27.877.
02:49Stop, saya bilang itu ya.
02:51Petokannya kan kalau nanti bergerak terus kami bingung, Pak.
02:54Mau mulai dari mana?
02:55Oke, pakai itu.
02:57Ternyata setelah 27.877 itu kami teliti lagi,
03:01ternyata juga ada yang masih dobel, dan seterusnya.
03:05Sehingga berkurang lagi 57.
03:07Jadi 27.820.
03:09Stop itu dulu ya.
03:11Itu maksudnya, Mas.
03:12Sementara ini kita stop dulu,
03:14untuk kami tata ulang tadi itu.
03:16Lalu pertanyaannya, jangan pertanyaan dapurnya.
03:19Perima manfaatnya dulu yang mana,
03:21baru dapur itu mengikuti.
03:26Komnas HAM menyoroti soal kewenangan Badan Gizi Nasional atau BGN
03:31yang terlalu luas karena menjalankan peran ganda
03:34sebagai regulator sekaligus pelaksana.
03:37Komnas HAM mendorong adanya revisi peraturan pemerintah
03:40nomor 115 tahun 2025
03:43tentang tata kelola program MBG
03:46agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan,
03:50terutama dalam hal pengawasan dan pemberian sanksi
03:53pada satuan pelayanan gizi.
03:58Terlalu luasnya peran BGN
04:01sehingga masih belum optimalnya pengawasan
04:05terhadap program MBG,
04:07yaitu BGN memiliki peran sebagai regulator
04:10yang merumuskan seluruh kebijakan teknis
04:15penyelenggaraan program MBG.
04:17Di saat yang bersamaan,
04:19implementasi program MBG
04:20juga dilakukan oleh BGN,
04:22seperti pengadaan penentuan titik satuan
04:26pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG,
04:29penyalurkan insentif,
04:31sampai dengan pengawasan,
04:33serta pemberian sanksi terhadap SPPG
04:35juga dilakukan oleh BGN.
04:38dan sampai jumpa di video selanjutnya.
04:38Terima kasih.
04:38Sampai jumpa di video selanjutnya.
04:38Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan