Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Diskusi publik yang menghadirkan tiga pejabat pemerintahan Prabowo-Gibran di UGM berakhir dengan konfrontasi.

Mahasiswa menuduh mereka gagal mengatasi kekhawatiran publik atas kondisi ekonomi, tata kelola dan penerapan Pancasila sebagai ideologi bernegara.

Suasana diskusi pun berubah panas hingga penyelenggara menghentikan acara, dan petugas keamanan mengawal para pejabat keluar dari venue.

Lalu apa sebenarnya pemicu keributan di acara dialog tentang Pancasila di UGM pada Senin malam tadi?

Kita bahas bersama Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, yang hadir dalam acara tersebut. Dan juga ada Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti.

Baca Juga Budiman Sudjatmiko Bantah Tak Jawab Pertanyaan Mahasiswa saat Dialog di UGM | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/675257/budiman-sudjatmiko-bantah-tak-jawab-pertanyaan-mahasiswa-saat-dialog-di-ugm-berut

#budimansudjatmiko #rayrangkuti #ugm

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/675272/full-debat-ray-rangkuti-vs-budiman-sudjatmiko-soal-mahasiswa-geruduk-dialog-pejabat-di-ugm
Transkrip
00:00Terima kasih Anda masih bersama kami.
00:02Saudara diskusi publik yang menghadirkan tiga pejabat pemerintahan Prabowo Gibran di UKM
00:07berakhir dengan konfrontasi.
00:10Mahasiswa menuduh mereka gagal mengatasi kekhawatiran publik atas kondisi ekonomi,
00:15tata kelola, dan penerapan Pancasila sebagai ideologi bernegara.
00:40Diskusi bertajuk Kopdar Bareng Masdar yang diselenggarakan sebuah platform podcast ini
00:45awalnya dimaksudkan untuk membahas Pancasila, Fondasi Filosofis Negara Indonesia.
00:50Namun, forum ini berubah menjadi perdebatan tentang kinerja pemerintahan Prabowo Gibran.
00:55Diskusi pun berakhir dicut saat mahasiswa menyerbu ke atas panggung.
01:00Ketiga pejabat di Kabinet Prabowo,
01:02yakni Ketua Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Bugiman Sujat Miko,
01:07Menteri ATR BPN Usron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono
01:11harus dibawa keluar gedung gelanggang inovasi dan kreativitas UGM
01:15karena situasi yang semakin panas.
01:18Menurut Sudaryono, diskusi yang awalnya berjalan kondusif
01:22tiba-tiba dihentikan sekelompok orang yang tidak menginginkan dialog.
01:26Sudaryono menyebut, setelah pembubaran yang berujung ricu,
01:30mobilnya dan mobil Menteri ATR BPN Usron Wahid kembali dicegat.
01:35Ada sekelompok orang kemudian mengganggu dan tidak menginginkan ada yang dialog.
01:39Kami, saya, Pak Usron, dan Pak Budiman berusaha stay.
01:43Karena setelah itu kemudian, kalau tidak salah ada yang lemar air,
01:46terus ada yang mukul pundak saya gini ya.
01:49Pada saat pulang di mobil, dicegat. Kemudian kami dicari-cari.
01:53Karena dicari-cari, ya kami keluar.
01:55Ya kan? Mereka menginginkan Pak Budiman Nadir.
01:58Setelah kami keluar, kami tidak boleh dicegat, tidak boleh pulang.
02:01Dicari, dicari kami keluar.
02:03Kami duduk di lantai, di aspal, kemudian,
02:07kemudian kita berusaha untuk, yaudah, apa gitu.
02:09Tapi kan, akhirnya enggak. Ya mohon maaf, maksud saya, udah, udah enggak ada inilah,
02:16enggak ada jual-beli pendapat yang enak menurut saya.
02:19Jadi akhirnya, ya diskusi, enggak bisa diteruskan.
02:22Lucunya, acara dialog bersama tiga pejabat di Kabinet Prabowo ini
02:26menurut mahasiswa disebabkan rasa kecewa terhadap para narasumber
02:30yang dulunya adalah aktivis mahasiswa di era reformasi.
02:34Namun kini, justru menjadi pejabat negara yang dianggap tidak pro pada rakyat.
02:40Kami tidak akan mengejar-ngejar mereka seandainya mereka menjawab satu pertanyaan sederhana saya.
02:48Apakah mereka merasa bersalah?
02:50Tidak.
02:51Mereka justru memberikan pertanyaan balik dan juga justru mereka secara ekspresi merasa tidak bersalah.
02:58Itu adalah konsekuensi dari tindakan mereka.
03:02Dan jika kami dianggap jahat, merusuh atau apabila itu sesungguhnya kejahatan mereka,
03:09itu sangat-sangat lebih besar.
03:12Karena ada banyak rakyat yang tanahnya dirampas.
03:17Meja makannya tidak diisi oleh makanan.
03:21Karena apa?
03:21Karena tanah bertani mereka digunakan untuk PSN.
03:28Suasana pun berubah panas hingga penyelenggara menghentikan acara
03:33dan petugas keamanan mengawal para pejabat keluar dari Bengi.
03:38Tim Liputan, Kompas TV
03:52Lalu apa sebenarnya pemicu keributan di acara dialog tentang Pancasila di UGM pada Senin malam tadi?
03:58Kita bahas bersama Kepala Badan Pengetasan Kemiskinan Budiman Sujat Miko
04:02yang hadir dalam acara tersebut.
04:03Ada juga Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Raya Rangkuti.
04:07Selamat petang semuanya.
04:09Selamat petang.
04:10Ya, sorry.
04:12Bang Budiman, Anda yang hadir kemarin di acara di UGM.
04:15Apa yang sebenarnya jadi trigger?
04:16Apa ya?
04:17Pemicu sampai ada konfrontasi ketika acara dialog?
04:21Tidak ada trigger khusus karena diskusi kurang lebih sudah berjalan.
04:27Sebenarnya belum diskusi ya, karena memang pada waktu itu
04:32sekitar 45 menit pertama
04:34baru pemaparan dari Pak Wamentan
04:39kemudian saya dan Bapak Menteri ATR BPN
04:43menjelaskan beberapa hal yang menjadi isu
04:49kita awali dari isu mengenai kebijakan satu pintu untuk ekspor
04:56ya, kemudian berapa kerugian negara selama 34 tahun ini
05:03ketika pintu ekspor dibiarkan berlaku secara liberal, secara bebas
05:09sudah 15.000 triliun rupiah selama 34 tahun terakhir ini
05:15kemudian juga berbicara soal kami datang untuk berdialog langsung dengan mahasiswa
05:22mendengar protes mereka, mendengarkan kritik mereka
05:28jadi kami langsung turun dan ini akan
05:32kami akan melakukan itu selama kami diundang
05:35dan karena kami juga diundang
05:36jadi kami akan mendengarkan
05:38jadi tidak ada satu trigger yang khusus ya
05:41ratusan mahasiswa yang ada juga
05:43kan ditanya juga oleh para moderator
05:48apakah Anda semua kemarin?
05:50oh ya, mayoritas ya tidak semuanya
05:52kami ikut berdemonstrasi artinya
05:53mahasiswa-mahasiswa yang hadir
05:55juga adalah mahasiswa yang siap untuk berargumen dan mengerti kami
06:02tapi kalau tadi kita dengarkan kutipannya juga
06:05bahwa salah satu triggernya kan sebenarnya ada kekecewaan
06:07karena ada pertanyaan yang tidak terjawab oleh narasumber
06:09respons Anda?
06:11tidak ada, tidak pernah ada pertanyaan
06:13memang belum ada tanya jawab
06:16belum sampai pada tahap tanya jawab sama sekali
06:20belum, karena memang baru pada pemaparan
06:23di Mitali Moderator kami memaparkan belum sampai pada tahap tanya jawab
06:26tidak pernah ada pertanyaan
06:27tapi kalau kita spesifik di titik mana sampai akhirnya ada protes dari mahasiswa yang sampai naik ke panggung Bang?
06:35pada saat kami kan Moderator menanyakan soal TIO yang mau biaya disadap
06:42dan kita sedang membahas itu
06:44kami sedang membahas itu
06:46tapi kan ada mahasiswa yang juga naik ke atas untuk melontarkan pertanyaan
06:50yang mereka bilangnya tidak terjawab
06:53di situ tidak ada pertanyaan
06:55tidak ada, karena mereka tidak naik setelah satu orang
06:57langsung rombong dengan puluhan
06:59jadi turun dari tribun dengan membuat toa
07:02beberapa daya yang berat toa
07:03mereka tidak mengajukan pertanyaan
07:06dan Anda saat itu sedang berbicara soal apa?
07:08sebelum mahasiswa akhirnya naik ke panggung?
07:11ya sedang berbicara soal bagaimana
07:13arahan Presiden Prabowo pada seorang Menteri
07:15dan Menteri itu menceritakan pada saya
07:17karena Menteri itu menjelaskan saran kritik TIO
07:20kemudian dia pernah ditelapai oleh Pak Prabowo
07:24setersinggung apapun kamu
07:25jangan bikin manuver untuk mencelakai anak itu
07:28kira-kira begitu Pak Prabowo
07:30dan Menteri itu cerita pada saya
07:32itu sebetulnya satu bulan yang lalu
07:33oke, kalau Bung Rai sebenarnya melihatnya
07:36ketika ada mahasiswa naik ke panggung
07:39ini kan harus kita uraikan dulu
07:40bahwa ini adalah ruang dialog
07:41yang sebenarnya juga terbuka
07:42agar ada diskusi di situ
07:43tapi ketika ada penggerudukan
07:46mobil dari narasumber juga di stop
07:49apakah kalau menurut Anda
07:51itu juga sebenarnya wajar
07:53masih dalam batas wajar
07:53atau menjadi kontraproduktif?
07:57ya saya tidak tahu apakah itu dialog
07:59apakah itu sosialisasi
08:01saya juga kurang paham
08:02sebab kalau dialog itu
08:04mestinya dilakukan jauh sebelum
08:06keputusan diambil
08:07jadi sebelum keputusan
08:11sebelum kebijakan diambil
08:14ajaklah masyarakat dialog
08:16bagaimana mestinya
08:17bagaimana baiknya
08:18tapi kalau sudah kebijakan diambil
08:21diputuskan
08:22lalu kita turun ke bawah
08:24itu bukan dialog lagi namanya
08:25itu artinya sosialisasi
08:27dan ini jadi pemicu
08:28jadi biasanya tidak tahu
08:30makanya forum ini
08:31forum dialog
08:32apa forum sosialisasi
08:34kalau dialog itu dilakukan
08:36sebelum kebijakan diambil
08:38misalnya begini
08:38bedakan
08:39bedakan
08:40legislatif dan se-eksekutif
08:42sebelum diputuskan oleh DPR
08:44nah bukanlah itu keran yang sebesar-besarnya
08:48supaya masyarakat terlibat untuk
08:49mengajukan pertanyaan
08:51mengajukan usulan
08:53tapi kalau sudah undang-undang
08:55kepolisian diketok
08:56lalu kemudian dinyatakan
08:58terbuka pintu untuk dialog
09:00itu bukan lagi dialog namanya
09:02sudah sosialisasi
09:03sekarang misalnya
09:05kita mendengar DPR
09:06akan membahas budget BGN
09:09tapi dilakukan secara tertutup
09:12nah kalau dilakukan secara tertutup
09:14itu artinya
09:14tidak ada pintu dialog
09:15nanti kalau sudah keputusannya mereka buat
09:18lalu mereka katakan
09:19ayo sekarang kritisi
09:21nah itu gak terlalu berguna lagi itu
09:23karena keputusannya sudah diambil
09:26nah itu beda antara yang disebut dengan dialog
09:29beda yang disebut dengan apa namanya ya
09:31sosialisasi
09:32beda juga dengan omong-omong
09:34saya jelaskan nih
09:35saya tegaskan
09:35omong-omong itu artinya
09:37menyaksikan
09:38tentang undang-undang ya
09:39tidak membahas sama sekali
09:40tentang undang-undang
09:41bedakan antara fungsi legislatif
09:43dan sebutan apapun gitu
09:44saya salah melihat bahwa
09:46seolah-olah ini ada fungsi legislatif
09:47kami bukan legislatif
09:49kami bukan legislatif
09:50dan tidak membahas ataupun
09:51tentang undang-undang kepolisian
09:53karena gini
09:54bedakan antara fungsi legislatif
09:56dan fungsi eksekutif
09:57betul
09:58kalau fungsi legislatif
09:59harus ada dialog sebelumnya
10:00sebagai bagian dari
10:03rapat dengar pendapat
10:04misalnya
10:05kemudian
10:06minta masalah
10:06itu betul
10:07dalam proses fungsi legislatif
10:09kebetulan kami
10:10tidak ada satupun
10:11yang hadir dari legislatif
10:12kami berbicara
10:14apapun yang berkaitan dengan
10:16keputusan eksekutif ya
10:17bukan keputusan legislasi ya
10:19jadi yang kami
10:21kami
10:21tidak dalam yang bertiga ini
10:23tidak dalam posisi
10:24membicarakan
10:25hasil legislasi
10:27oke
10:27yang prosesnya
10:28memang
10:28sudah loh
10:29kami berbicara
10:31dari
10:32keputusan eksekutif
10:34tidak kira begitu
10:35ya soal
10:38saya kan hanya
10:39ke komporasi desa mara putih
10:42segala makin
10:43artinya apa
10:43bedakan
10:44bedakan
10:45jadi
10:45jadi bedakan antara
10:46dialog dengan
10:47legislatif dengan
10:48eksekutif
10:49tapi kalau dibilang
10:49sosialisasi
10:50Bang Budiman
10:51bukan
10:51Budiman kurang
10:53ini
10:54jeli
10:54yang itu contoh saja
10:56contoh misalnya
10:58sebelum
10:59undang-undang polisi
11:01itu ditetapkan
11:02Anda buka
11:03namanya
11:03pendapat publik
11:04itu namanya
11:05sedang dialog
11:06tapi kalau sudah Anda
11:08putuskan
11:09satu keputusan
11:10yang kita sebut saja
11:11contohnya adalah
11:12undang-undang polisi
11:13lalu Anda
11:14ajak masyarakat
11:16untuk
11:17mencermatinya
11:18itu bukan lagi
11:18dialog namanya
11:19namanya itu
11:20adalah sosialisasi
11:21itu contoh saja
11:22Bang Budiman
11:23kira-kira
11:24contoh ini
11:24bisa gak ditarik
11:25ke eksekutif
11:26kan eksekutif
11:27juga bisa membuat
11:28keputusan
11:28misalnya
11:30MBG
11:31itu kan keputusan
11:32eksekutif
11:33misalnya
11:34apa namanya
11:35Koperasi Merah Putih
11:36itu keputusan
11:36eksekutif
11:37misalnya
11:38Rakyat
11:39itu kan keputusan
11:40eksekutif
11:40misalnya
11:41jalan-jalan
11:42ke luar negeri
11:43sampai berapa kali
11:44itu keputusan
11:44eksekutif
11:45itu
11:45keputusan eksekutif
11:47yang diingatkan
11:48dengan MBG
11:50koperasi
11:50itu sudah
11:51didialogkan
11:51saat beliau
11:52memasukkannya
11:53sebagai materi kampanye
11:54ya gini
11:55keputusan
11:57keputusan
11:57itu adalah
11:58hasil
11:59dari materi kampanye
12:01oke
12:01itu adalah kebijakan
12:03itu kan juga
12:03salah satu
12:04tuntutan dari mahasiswa
12:05Bang Budiman
12:05sorry sebentar
12:06saya potong dulu
12:07Bang Budiman
12:08kita balik dulu lagi
12:08ke acara yang kemarin
12:09Bang Budiman
12:10tapi juga
12:11salah satu faktor
12:12yang jadi
12:12keresahan dari mahasiswa
12:14adalah karena
12:14satu ada pertanyaan
12:15yang dinilai tidak terjawab
12:16soal rasa penyesalan
12:17dan yang kedua
12:18juga ada ucapan
12:19yang tajam
12:20mencap Anda
12:20sebagai pengkhianat reformasi
12:22mahasiswa mengaku kecewa
12:23sebagai Anda
12:24mantan aktivis 98
12:25respons Anda
12:26seperti apa?
12:29pertanyaan kedua
12:31pertanyaan kedua adalah
12:33saya tidak bergabung
12:35pada sebuah pemerintahan
12:36diktatorial
12:38saya bergabung
12:39pada sebuah pemerintahan
12:41yang sampai Februari
12:43tahun 2024
12:44tidak jelas
12:45menang atau tidak
12:46Pak Prabowo ini
12:48artinya
12:49saya bergabung
12:50pada sebuah pemerintahan
12:51yang bukan hasil
12:52dari sebuah bentuk
12:54kudeta atau apa
12:55tapi hasil pemilu
12:56satu
12:57pemilu dan demokrasi
12:59itu adalah hasil reformasi
13:01dan kebetulan menang
13:03kebetulan menang
13:06pertanyaan
13:06dimana itu
13:07pengkhianatannya
13:08karena saya
13:08masuk ke sebuah pemerintahan
13:09hasil demokrasi
13:11adalah pemilu
13:12pemilu adalah hasil demokrasi
13:13satu itu
13:15kedua
13:15yang tadi
13:16pertama tadi
13:17apa
13:17yang soal
13:18ada pertanyaan
13:20pernyataan tajam
13:21misalnya ya
13:22yang sebagian
13:23yang selesai juga
13:24sebagai pemerintahan reformasi
13:26tadi sempedi
13:26tapi tidak
13:27tapi tidak mendapatkan
13:28pertanyaan ya
13:29waktu itu ya
13:29di tadi malam ya
13:30tidak mendapatkan pertanyaan
13:31oke tapi kalau
13:32dicap sebagai
13:33pengkhianat reformasi
13:35ukurannya apa
13:36justru
13:38itu hanya mungkin terjadi
13:39kalau terjadi
13:40diskusi
13:41dialog
13:41debat
13:42dengan audiens
13:42yang itu
13:43gak sempat terjadi
13:45itu gak sempat terjadi
13:46itu
13:46oke
13:47tapi ketika mahasiswa
13:49naik ke atas
13:49ya ada yang mereka
13:50mengucapkan itu
13:51kalau terjadi
13:55proses tanya jawab
13:56tapi kan waktu itu
13:57belum sampai
13:57pertahapan tanya jawab
13:59belum terjadi
14:00tanya jawab
14:01belum terjadi
14:01oke belum terjadi
14:02tanya jawab
14:03tapi ketika mahasiswa naik ke atas
14:04kami juga mau minta
14:05tanggapan dari bang Budiman
14:06ketika anda dicap
14:07sebagai pengkhianat reformasi
14:08respons anda
14:09seperti apa bang
14:11bagus ada pertanyaan
14:12buat
14:13bahasa jawa
14:14tapi bahasa
14:15gini
14:17Pak Budiman
14:18saya dulu mengidulakan anda
14:19sekarang saya kecewa
14:20karena anda meninggalkan kami
14:22meninggalkan orang miskin
14:23katanya
14:24oke
14:24uspena poh
14:26ganti menterinya Prabowo
14:27gitu
14:27saya bilang
14:28biasa saja
14:29saya jadi menteri Prabowo
14:30hidup saya tidak banyak
14:32berubah secara material
14:33dan saya masih setia
14:35untuk mengatasi
14:35soal-soal kemiskinan
14:37baik ketika saya tidak aktif
14:38jadi deper
14:38dan sekarang
14:39saya jawab seperti itu
14:40tapi karena riuh
14:41gak mungkin terjadi
14:42dialog yang dalam ya
14:43karena situasi keotik
14:45saya hanya
14:46melayani
14:47melayani diskusi
14:48satu orang yang tepat
14:49berdiri di depan saya
14:50jadi saya
14:50hanya melakukan dialog
14:51dengan tepat yang di depan saya
14:53tapi karena riuh
14:54juga akhirnya gak tuntas juga
14:55yang harusnya
14:56itu akan sangat
14:57bisa dieksplorasi
14:59dielaborasi
14:59andai proses
15:01tanya jawabnya
15:02berlangsung
15:03seperti biasa
15:04oke
15:05kira-kira begitu
15:06oke
15:06Bung Rai ketika kemarin
15:07sampai ya
15:08udah mahasiswa mengeluapkan
15:09kekecewaan mereka
15:10sampai naik ke panggung
15:11menghentikan acara
15:13sebenarnya
15:13memang menurut anda
15:14seberapa efektif itu
15:15untuk mengeluapkan apa ya
15:16kegelisahan mereka
15:19ini kan udah
15:20fase-fase
15:21dimana masyarakatnya itu
15:22sudah turun
15:23ke jalan ya
15:24dalam kondisi yang
15:25kayak begitu itu
15:26udah fase yang
15:26ya katakanlah itu
15:27udah salah satu
15:28fase paling tinggi
15:29bahkan saya dengar
15:30di dalam forum itu
15:32ada kata-kata
15:32revolusi-revolusi
15:34itu udah di atas
15:35apa yang kita sebut
15:36sebagai reformasi
15:37gitu
15:37jadi dalam kondisi-kondisi
15:39yang kayak begitu itu
15:40ya
15:42mau mengajak dialog lagi
15:43ya itu artinya kan
15:44sebetulnya telat
15:45itu persis seperti
15:47yang kita alami dulu
15:47semenelapan
15:48kalau masih
15:49semua ada gedung
15:50ke Bapak
15:50Kepung DPR
15:51ya
15:52turun di sana-sini
15:53lalu tiba-tiba
15:55men
15:55saya ingat saya
15:56Pak
15:56Pak
15:57Pak
15:57Panglima ya saat itu
15:59Pak
15:59Prawiranto
16:00atau siapa
16:00saya lupa
16:01posisi beliau untuk
16:02mengajak dan mengundang
16:04mahasiswa untuk dialog
16:05ya bukan lagi waktunya
16:06kita udah duduki DPR
16:08kok
16:09masih mengajak dialog
16:10dalam kondisi kayak begitu
16:11itu satu hal gitu ya
16:13hal yang kedua adalah
16:15dialog kan sekarang ini
16:16gak mesti seperti
16:17yang terjadi tadi malam
16:18kalau mahasiswa itu
16:20mengatakan
16:20Bung Budiman
16:21apa istilahnya tadi itu
16:24beriana terhadap reformasi
16:26itu bacaan mereka
16:27setidaknya dalam
16:28satu lima setengah tahun
16:29terakhir ini
16:30gitu loh kira-kira tuh
16:32jadi itu dialog itu kan
16:33gak seperti yang tadi malam aja
16:35dialog itu adalah
16:36realitas yang kita
16:37jalani sehari-hari
16:38kita sedang melakukan apa
16:40kita sedang mengerjakan apa
16:41kita menyatakan apa
16:43kita bersikap apa
16:44itu bagian dari dialog
16:45yang dikembangkan
16:46selama ini
16:47dengan masyarakat
16:48nah jadi kalau mereka
16:50udah misalnya
16:50sampai
16:51ke
16:52halnya teknis
16:53sebenarnya ini bisa diselesaikan
16:53secara teknis
16:54bukan formasi terjaga
16:57terakhir
16:57ya itu artinya
16:58dialog yang terjadi selama ini
17:01seperti itu yang
17:02dibuatkan keputusan
17:03percakapan
17:04narasi
17:05diskus
17:05bukan
17:06ini sangat teknis kok
17:07dialog itu
17:08sangat teknis
17:09sangat teknis
17:10sangat teknis
17:11artinya
17:11andai terjadi semalam
17:13proses tanya jawab
17:15ya
17:15proses tanya jawab terjadi
17:16mungkin
17:17permasalahan mungkin
17:19beberapa hal bisa diklarifikasi
17:20bisa jadi kami setuju
17:22dengan pendapat teman mahasiswa
17:24bisa jadi kami
17:24mereka juga setuju dengan kami
17:26atau kami sama-sama
17:27gak setuju
17:27tapi setidaknya
17:28tidak ada peruncingan
17:29ketegangan
17:29saya kira itu yang kami sesalkan
17:31tapi kalau Bang Budiman
17:32Anda melihat ini
17:33sebagai letupan
17:34keresahan saja
17:34sepontan
17:35atau ini adalah
17:36bentuk frustasi juga
17:36dari mahasiswa
17:38ini
17:39kalau soal frustasi
17:40menarik ya
17:41sebelumnya saya
17:42di Semarang
17:42melakukannya
17:43diundi pagi hari
17:44terjadi dialog yang
17:46sangat keras
17:46tajam
17:47kritik
17:47menyerang
17:49kritik
17:50dan tapi
17:51berjalan dengan lemulus
17:52sebelumnya juga
17:52Pak Sudaryanto
17:53dengan Pak Nusro
17:55juga melakukannya
17:56di Unsud Prokerto
17:57dan melakukannya
17:58di UNS
17:59juga berjalan
18:00biasa saja
18:00di Semarang bahkan
18:02di tengah
18:03demonstrasi mahasiswa
18:04pagi hari
18:05dialog berjalan
18:06dengan smooth
18:08meskipun tajam sekali
18:10dan
18:10tidak kalah tajam
18:12dengan apa yang disampaikan
18:13letupan setelah tadi malam
18:14tapi
18:15isi yang tajam itu
18:16tetap dalam kerangka
18:17oke
18:18kita sedang
18:19ada di sebuah
18:20forum
18:21setelah itu mereka
18:22demonstrasi
18:22demonstrasi saja
18:23gak ada masalah juga
18:24begitu ya
18:25seperti itu
18:26yang menarik
18:27kalau gini Mbak
18:27saya kemarin
18:28diminta
18:29ayo
18:30kalau Anda
18:30setuju
18:31kita keluar
18:32kabung dan kami
18:33bikin revolusi
18:34seperti itu
18:35itu letupan-letupan
18:37yang wajar
18:37wajar saja
18:38tetapi sayang
18:39kalau itu
18:39tidak dilakukan
18:40saat Q&A
18:40atau tanya jawab
18:41bagus sekali
18:42itu sangat tanya jawab
18:43kita banyak
18:44bisa
18:46banyak titik temu
18:47saya kira itu
18:47oke
18:48Bu Mure berarti
18:49kalau menurut Anda
18:49sebenarnya ketika
18:50kebijakan sudah diterapkan
18:51bukan lagi dialog
18:52tapi itu sosialisasi
18:53berarti seharusnya
18:54forum untuk mendengarkan
18:55suara rakyat
18:56harusnya kayak gimana
18:58ya lakukanlah
19:00dialog sebelum
19:01satu keputusan
19:02dibuat
19:03gitu
19:03lagi pula kan ya
19:05Budiman mau cerita
19:06soal apa
19:07ke masyarakat itu
19:08masyarakatnya
19:09persoalannya adalah
19:11apakah kritik
19:12masyarakat selama
19:13satu setengah tahun ini
19:14itu dibuat kebijakan
19:17yang kira-kira
19:17bisa menjawab
19:18kritikan itu
19:19menjawab
19:20dari dialog itu
19:21kan orang
19:22sudah bertanya-tanya
19:23misalnya
19:24MBG ini kok bisa
19:25sampai
19:26300-an triliun
19:28kok sampai
19:29begini-begini
19:30dan sebagainya
19:31sebagainya
19:31tidak ada perubahan
19:32itu persis seperti
19:33kalau mau
19:34mengatakan dialog terbesar
19:35itu misalnya
19:36peristiwa Agustus
19:372025 yang lalu
19:38kalau masyarakat
19:39turun ke DPR
19:40saat itu
19:41besar-besaran
19:42lalu
19:46DPR
19:46meminta maaf
19:47berjanji akan berubah
19:49tapi kan kita
19:50tidak melihat
19:51ada perubahan
19:51yang signifikan
19:52dari laku politik mereka
19:54ujung-ujungnya
19:55yang terjadi
19:55seperti pengesahan
19:56undang-undang kepolisian
19:57jadi ini
19:59rangkuman
19:59dari semua peristiwa
20:01yang tidak bisa
20:01dipisahkan oleh
20:02Bung Budiman
20:03satu rangkaian
20:04satu rangkaian
20:05jadi
20:06misalnya
20:07kan saya
20:07melakukan perubahan
20:09di dalam
20:09iskandar melakukannya
20:10tapi kan yang
20:11menunggak
20:12kan
20:13dan sebagainya
20:15itu yang saya
20:15sebut tadi itu
20:16dialog historis
20:18jadi bacaannya
20:19bukan hanya
20:19per malam
20:20bacaannya itu
20:21per tahun
20:21orang merekam
20:22apa yang dilakukan
20:23oleh pemerintah
20:24orang merekam
20:25apa yang dilakukan
20:26individu per individu
20:27nah tapi
20:28sehingga kemudian
20:29kesimpulannya
20:30seperti yang hari ini
20:31gitu
20:31dimana masyarakat
20:36sehingga
20:37mereka
20:37turun ke jalan
20:38nah
20:39jika mereka
20:39turun ke jalan
20:40baru pemerintah
20:41mengatakan
20:42dialog dong
20:43dialog dong
20:43lah
20:44bukankah
20:44sebelum ini
20:45masyarakat
20:46sudah menyampaikan
20:46berbagai kritikan
20:47apa yang merupakan
20:49dari kritikan itu
20:50oke
20:51kita tangin dulu
20:51Bang Budiman
20:52boleh ditanggap ya
20:54ya pertama
20:55begini
20:56kesimpulannya adalah
20:58masukan-masukan
20:59itu tetap dilakukan
21:00sekarang kita tahu
21:01bahwa misalnya
21:02di MBG
21:02di BGN ya
21:03kepala yang baru
21:04Ibu Nani
21:05sedang melakukan
21:07evaluasi dan moratorium
21:08untuk pengembangan
21:09dapur-dapur baru
21:10dan
21:11dapur-dapur yang ada
21:13juga akan dievaluasi
21:14itu adalah
21:14satu bentuk koreksi
21:15atau adalah
21:16satu bentuk
21:16masukan dari
21:18teman-teman
21:18yang
21:19memprotesnya
21:21kemudian juga
21:22beberapa hal lagi
21:23yang lainnya kan
21:24tidak terlalu banyak
21:24yang dikritik ya
21:25mungkin sekarang
21:25KDKMP
21:26di KDKMP
21:27juga sedang
21:28ada proses
21:30review lagi
21:31review lagi
21:31bagaimana
21:32pembangunan
21:32kooperasi-kooperasi
21:33dan segala macamnya
21:35tentu saja
21:36apa yang dilakukan oleh
21:37dialog
21:38di semasukan Rai
21:39tadi
21:39berkaitan dengan
21:40dialog historis
21:41itu benar
21:41itu menjadi catatan
21:42nah
21:43tapi dalam pengertian ini
21:45ketika kita sudah
21:46ke beberapa titik ini
21:47pemerintah sudah melakukan
21:47koreksi nih ya
21:48melakukan koreksi
21:49tapi ada juga kan
21:50hal yang misalnya
21:51dikatakan begini
21:52minimal
21:53letupan-letupan
21:54yang kami dengar
21:54tadi malam
21:55pemerintah tidak peduli
21:56rakyat miskin
21:57misalnya seperti itu ya
21:58pemerintah memiskinkan rakyat
22:00dan ada juga
22:01teriak-teriakan
22:02kami ini sudah gak bisa makan
22:04kami ini sudah gak bisa
22:06uang
22:06kami sudah
22:07itu kan letupan-letupan
22:08seperti itu kan
22:09oke
22:10ini adalah letupan-letupan
22:11yang sifatnya sangat personal
22:12sangat personal
22:14tapi apakah
22:14itu mencerminkan
22:16keseluruhan
22:17bahwa memang
22:17rakyat tidak bisa makan
22:18artinya
22:19Bang Budiman
22:20ketika tadi Anda juga
22:21menyinggung
22:21ada teriakan
22:22sampai ada revolusi
22:23itu berarti
22:24maksudnya tidak mewakili
22:25semua keresahan publik
22:26hanya sebagian saja
22:28saya pikir
22:29dimana-mana juga
22:30pada zaman
22:3198
22:33PRD
22:34atau saya dulu
22:34dan teman-teman
22:35teriaknya revolusi
22:36tapi juga kan
22:36ada yang sebagian besar
22:37teriak reformasi
22:38nah akhirnya kita mulai reformasi
22:40itu wajar-wajar saja
22:41biasa seperti itu
22:42ada yang
22:42garis keras
22:43ada yang garis moderat
22:44itu
22:45artinya
22:46itu alami-alami
22:47memang ingin melakukan
22:48pembangun radikal
22:48it's okay
22:49saya pahami
22:52kalau mau revolusi
22:54dialog seperti apa
22:54revolusi seperti apa
22:56kira-kira begitu
22:57oke kalau gitu
22:58Bung Rai Rangkuti
22:59singkat saja
22:59berarti sejauh mana
23:00Anda juga melihat
23:01keseriusan pemerintah
23:02untuk memperbaiki
23:02ruang komunikasi
23:04dengan publik
23:06ya ini yang menurut saya
23:07yang jadi problem utama
23:08sekarang pada
23:09pemerintahan Pak Prabowo
23:10bukan hanya di pemerintahan
23:12tapi termasuk
23:12di legis latihnya
23:13ada tingkat
23:15kepercayaan publik
23:15yang turun drastis
23:17kepada mereka
23:17makanya ketika
23:19Budiman
23:19dan kawan-kawan
23:20turun ke bawah
23:21orang sudah melihatnya
23:22dalam kerangka
23:23ini sekedar
23:24mau katakanlah
23:26membuat mereka
23:26diam gitu loh
23:27kira-kira
23:27tapi belum tentu
23:28ada komitmen
23:29untuk melakukan
23:30perubahan gitu
23:30nah ini tantangan
23:32serius pada pemerintahan
23:33Pak Prabowo
23:34termasuk legislatif
23:35karena seperti yang
23:35saya sebutkan itu tadi
23:38kalau peristiwa
23:39Agustus 2025
23:40terjadi
23:41ya kan
23:43kepimpinan-pimpinan
23:44DPR
23:45memohon-mohon maaf
23:46ya berjanji
23:47akan berubah
23:48tapi abang kita alami
23:49nggak butuh
23:501 tahun kok
23:51proses terjadi lagi
23:53ya undang-undang
23:54kepolisian diketuk
23:55dengan sangat cepat
23:56sekarang hari ini
23:57kita dengar
23:57perbincangan
23:58soal
24:00biaya
24:01BGN yang baru
24:02juga akan dirapatkan
24:03dengan cara tertutup
24:04jadi nggak ada yang
24:06kelihatan
24:06nggak ada yang berubah
24:07nah oleh karena itulah
24:08kita perlu mungkin
24:09sampaikan
24:10sekarang yang paling penting
24:11itu bukan lisan
24:12tapi tindakan
24:13coba dibuktikan
24:15pasca ini
24:15bahwa pemerintah
24:16berubah
24:17ketua BGN kita
24:18harus meminta
24:19kepada DPR
24:19agar pembahasan
24:21biaya BGN
24:22tahun ke depan
24:22itu dilakukan
24:23terbuka
24:24di kursus 9
24:25bukan tertutup
24:25artinya poinnya
24:26adalah di pembuktian
24:27Bang Budi Basu Jadmiko
24:28dan Bang Rai Rangkuti
24:30terima kasih
24:30sudah berbagi bersama kami
24:31selalu semuanya
24:32salam
24:34salam
24:34salam
Komentar

Dianjurkan