Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Gizi Naisonal (BGN) mengambil langkah menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat libur sekolah.

Hal itu disampaikan Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari kepada awak media seusai rapat bersama Komisi IX DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).

"Kami juga memanfaatkan momentum untuk libur sekolah ini, kami akan setop semua, kami akan audit semua dapur," ujar Arumsari.

Baca Juga Respons Kepala BGN Nanik S Deyang Ditanya Motor Listrik MBG Usai Rapat Bersama DPR RI di https://www.kompas.tv/nasional/675111/respons-kepala-bgn-nanik-s-deyang-ditanya-motor-listrik-mbg-usai-rapat-bersama-dpr-ri

#mbg #bgn #libursekolah

Video Editor: Rizal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/675121/bgn-hentikan-sementara-mbg-saat-libur-sekolah-kami-akan-audit-semua-dapur
Transkrip
00:00Kami juga memanfaatkan momentum untuk libur sekolah ini, kami akan stop semua, kami akan audit semua dapur.
00:08Satu bulan ini apa, lalu mungkin tiga bulan ke depan itu apa.
00:12Tapi yang jelas, kami juga memanfaatkan momentum untuk libur sekolah ini, kami akan stop semua, kami akan audit semua dapur.
00:21Sehingga nanti mudah-mudahan ketika anak-anak sudah masuk sekolah, kita sudah lebih baik.
00:28Kondisi di lapangan sudah lebih rapi, dan terutama tadi masalah data, saya kawal betul teman-teman pusdatin kami,
00:37dan juga kami sudah mulai melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang sebenarnya sudah memiliki data.
00:45Hanya mungkin di masa lalu kemarin ada yang versinya BGN yang tidak mau menerima data kami,
00:52atau sebaliknya yang mereka tidak kasih.
00:54Nah itu saya yakin, sekarang ini adalah program prioritas, maka saya yakin dari kementerian lembaga pun akan mendukung kami.
01:02Begitu Ibu dan Bapak ya, teman-teman.
01:04Ini stop penyaluran berarti ya, selama libur sekolah itu stop penyaluran ya?
01:06Iya, stop untuk yang semasa libur sekolah, sambil kita membenahi.
01:11Kan tadi evaluasi termasuk dari penerima manfaat ya, kalau dari SPPG yang kemarin temuannya bocor atau boros saat terdiri ini,
01:22itu apakah juga akan dievaluasi intensifnya yang 6 juta?
01:26Iya, nanti itu termasuk. Setelah data penerima manfaat itu fix, kami harapkan nanti insentifnya tidak fix 6 juta semua.
01:36Kalau sekarang kan diubah lah oleh yang dulu ya, bahwa penerima manfaatnya 1.500 pun insentifnya 6 juta,
01:46500 pun 6 juta, kan yang dulu begitu.
01:49Nah kalau nanti kita sudah mengetahui berapa real penerima manfaat yang menerima dari SPPG tersebut,
01:57misalnya ya, kan itu dampaknya nanti penata ulangan akan begitu.
01:59Mungkin kita akan gabungkan, bisa jadi ya, bisa jadi, oh karena di daerah sana ternyata hanya ada sekian,
02:05kita akan gabungkan SPPG ini dengan SPPG ini dan seterusnya.
02:09Itu proses yang pasti akan mengikuti proses refocusing.
02:13Nah kemudian kita akan tetapkan insentifnya tidak begitu lagi dong, dan tidak sama juga gitu, tidak sama juga bentuknya.
02:21Lalu model dari insentif sendiri itu kita akan evaluasi, bukan sekedar menghasilkan output berapa lalu diberikan itu.
02:30Bagaimana Anda mampu menghasilkan makanan yang berkualitas, standar makanannya, keamanannya, keamanan pangannya terpenuhi.
02:38Jadi kita akan bikin beberapa komposite untuk penilaian supaya tidak sekedar,
02:44wah pokoknya aku mau masak segini ya segitu dapatnya gitu.
03:03Terima kasih telah menonton!
03:22Menemani pagi Anda dengan informasi terbaru, satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih mencerahkan.
03:29Saksikan Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan