00:00Tidak kunjung tersentuh perbaikan pasca diterjang banjir bandang November tahun lalu, sebuah sekolah terancam longsor.
00:07Abrasi sungai membuat posisi bangunan sekolah kini berada di bibir jurang, sehingga tidak jarang pelajar dipulangkan lebih awal saat hujan
00:15demi keamanan.
00:19Tidak hanya merusak irigasi, terjangan banjir bandang pada November tahun lalu juga menyebabkan abrasi parah di bibir sungai Gunung Nago,
00:28Kecamatan Pauh, Kota Padang.
00:30Abrasi membuat bangunan SDN 10 Lambung Bukit, Kecamatan Pauh berada di bibir jurang.
00:36Jalan di depan sekolah putus total, dengan retakan berada tepat di pintu gerbang sekolah.
00:42Akses keluar masuk pun dipindah ke samping dan belakang sekolah.
00:46Dua ruangan di sekolah yang memiliki 250 orang murid ini tidak bisa digunakan, sehingga sekolah sempat menerapkan belajar daring.
00:55Bila hujan turun, siswa pun segera dipulangkan, khawatir bangunan sekolah longsor.
01:02Tentunya ini mengganggu aktivitas kami.
01:05Di awal itu satu minggu itu ada kebijakan dari Dinas Pendidikan untuk membelajarkan anak secara daring.
01:12Namun, sudah satu minggu berlangsung, mulai timbul keluhan dari orang tua, kesulitan dalam pembelajaran daring, mungkin keterbatasan IT-nya, Pak.
01:23Jadi, ada usulan dari orang tua, komite menyampaikan kepada kami untuk tetap menjalankan pembelajaran.
01:29Dan, makanya dengan mengambil sedikit resiko, kami juga mencari alternatif, makanya bagian depan yang sudah mulai retak itu kami pagari
01:38dengan seng aja.
01:38Namun, jika ada hujan atau apa, tentu kami juga was-was kepada anak-anak, mungkin pembelajaran tidak bisa utuh sampai
01:45semestinya jam pembelajaran.
01:48Setiap hari, siswa dan guru dihantui rasa cemas.
01:52Takut sewaktu-waktu, sekolah akan ambles ke sungai karena posisinya yang rentan.
01:58Pihak sekolah sangat berharap ada solusi tepat dan cepat dari pemerintah untuk mengatasi persoalan ini.
Komentar