00:00Saudara Memorandum of Understanding MOU antara Washington dan Teheran akhirnya tercapai setelah lebih dari 3 bulan konflik.
00:08Namun, sejumlah pertanyaan besar masih mengemuka.
00:11Seberapa kuat jaminan kesepakatan ini akan bertahan?
00:14Mengapa Israel hingga kini belum memberikan sikap resmi?
00:17Dan akankah Tel Aviv menjadi pihak yang berpotensi mengganggu kesepakatan?
00:23Akan kita bahas bersama dua narasumber.
00:25Sudah ada Dina Sulaiman, Pengamat Timur Tengah, Universitas Pajajaran.
00:29Dan juga Anton Ali Abbas, Pengamat Militer, Center for Intermastic and Diplomatic Engagement.
00:36Selamat malam Mbak Dina, Mas Anton. Saya coba ke Mas Anton terlebih dahulu.
00:40Mas Anton, kalau kita lihat MOU-nya, draft kasarnya sudah ada 14 Juni dan akan ditandatangani secara resmi 19 Juni
00:492026 di Swiss.
00:51Menurut Anda, seberapa kuat MOU ini bisa memastikan perdamaian?
00:57Mbak Sintia, mungkin yang pertama kali harus klarifikasi, apakah benar itu yang disebar sekarang?
01:02Itu adalah MOU yang akan ditandatangani.
01:04Itu pertama. Karena apa?
01:07Karena saya melihatnya, para pihak yang bertikai itu muncul dengan ada banyak perbedaan.
01:13Jadi memang ada perbedaan, tiga perbedaan krusial misalnya.
01:17Pertama adalah bicara tentang uranium, ini akan sejauh mana klarifikasinya.
01:21Lalu kita akan bicara misalnya tentang pengaturan selat hormus.
01:25Itu juga akan, apa namanya, yang juga tidak kalah peliknya.
01:30Yang ketiga adalah masalah Lebanon.
01:32Ini Lebanon apakah masuk atau tidak masuk.
01:34Jadi dengan kata lain, saya melihatnya sejauh ini, karena tanda tangannya baru hari Jumat ya.
01:39Jadi sejauh ini, para pihak yang bertikai itu agreement to agree.
01:44Jadi kenapa? Karena kemudian masih ada beberapa hal yang ini sudah potensi multitafsir.
01:51Jadi kalau tadi percakapan sebelum ini, kata Mbak Dini, kita yakin apa nggak sih akan terhadapkan hari Jumat.
01:58Kenapa? Karena divergenya itu masih besar.
02:01Jadi bahwa ketika mereka mencapai...
02:03Tapi kan sudah ada poin-poin kesepakatan tuh, Mas Anton, termasuk soal gencatan senjata 60 hari,
02:09termasuk juga Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir, dan ada beberapa poin lainnya?
02:15Iya, tapi kan misalnya Iran mengklaim bahwa mereka menuntut ada dana sebesar misalnya 300 miliar USD untuk dana perbaikan.
02:25Dan itu kan tidak pernah ada penyelesaian oleh Amerika Serikat misalnya.
02:28Lalu misalnya bagaimana cerita tentang uranium? Apakah uranium dihancurkan?
02:31Apakah uranium nanti seperti apa melibatkan misalnya IAEA atau dan lain-lainnya?
02:36Itu juga belum ada sepakatan.
02:38Jadi ada banyak sebenarnya titik perbedaan.
02:40Ini yang saya melihatnya bahwa masing-masing pihak itu menggunakan strategi yang namanya constructive ambiguity.
02:48Di mana mereka sama-sama sepakat untuk ingin berdamai.
02:51Tapi kemudian mereka menciptakan ketentuan-ketentuan yang multitapsir.
02:56Jadi dengan kata lain bahwa strategi ini itu untuk bisa masing-masing pihak menjaga kemenangan.
03:01Oke, saya coba ke Mbak Dina.
03:07Mbak Dina, kalau Anda sepakat dengan perspektif Mas Anton atau menurut Anda sebenarnya MOU ini bukan hanya sekedar agree to
03:15agree,
03:15tapi memang sudah menjadi kesepakatan yang nyata-nyata untuk perdamaian jangka panjang, tidak hanya untuk 60 hari ke depan?
03:23Ya, kalau dari sisi namanya saja Memorandum of Understanding ya, bukan agreement ya, atau perjanjian yang memang betul-betul tegas
03:35dan kemudian dijamin oleh Dewan Keamanan PBB misalnya seperti GCPOE.
03:42Jadi ini masih kesepakatan awal untuk kemudian melanjutkan tahap perundingan ke final draft ya,
03:52yang kemudian akan ditangani sebagai agreement antara kedua negara.
03:55Nah, di kesepakatan awal tadi, ya tadi seperti kata Mas Anton tadi memang dua pihak ada perbedaan ya.
04:04Jadi misalnya kalau dari pihak Iran yang di antara 14 poin itu, kalau terkait Selat Hormuz,
04:10ya Iran bersedia untuk membuka Selat Hormuz tapi dengan tetap dimanage oleh Iran.
04:14Tapi kan kalau Trump di media sosialnya mengatakan sekarang sudah betul-betul bebas gitu kan,
04:20kapal-kapal silahkan lewat.
04:21Nah, ini kan berarti ada dua persepsi ya di antara dua pihak ini.
04:25Kalau saya pikir ada hal penting yang membuat MOU ini sebenarnya adalah hal yang patut kita sambut ya.
04:36Mudah-mudahan betul-betul diimplementasikan tentu saja dari sisi penghentian perang di semua front.
04:44Karena kita tahu korban terus berjatuhan di Libanon itu pembantai yang dilakukan oleh Israel masih terus dilakukan
04:52sehingga banyak sekali warga sipil sekarang tuh angkanya total dari sejak 2024 ada ceasefire kan waktu itu
05:02sampai hari ini sudah lebih dari 3.000 orang.
05:05Nah, ini kan harus segera dihentikan.
05:07Dan kemudian juga Selat Hormuz seandainya kembali dibuka kan beberapa hari ini ditutup lagi.
05:13Full malah ditutupnya gitu ya karena serangan Israel.
05:16Nah, ini kalau dibuka kan berarti mengurangi tekanan ekonomi mudah-mudian harga minyak juga tidak terus naik.
05:23Dan ini baik buat kita semua ya.
05:26Oke, nah di satu sisi adalah ketika ada pihak yang bertikai Amerika Serikat, Iran.
05:32Di sini juga ada Israel.
05:34Dan Israel belum ada pernyataan yang benar-benar ikut setuju akan perjanjian damai antara Iran dan Amerika Serikat.
05:42Kalau Anda, Mas Anton, apakah Israel akan kembali mengguncang perdamaian ini?
05:49Menggagalkan nota kesepakatan damai ini menurut Anda?
05:53Ya, saya pikir memang dari awal yang tidak setuju dengan adanya MOU ini adalah Israel.
05:59Kenapa selain dari Israel ada garda revolusi ya?
06:03Itu adalah dua faktor yang memang punya potensi untuk menjadi spoiler dari perdamaian ini.
06:10Kenapa? Karena bagi Israel jelas bahwa ketika misalnya, kenapa kok masalah Lebanon itu harus masuk dalam paket ini.
06:18Jadi, sementara mereka yang pengennya lebih.
06:20Kalau misalnya pengen dimasukkan, maka harus ada pelucutan dan lain-lain.
06:22Dan itu saja bagi Iran sendiri, Iran ingin memisahkan bahwa penghentian perang di sebuah perang adalah wajib.
06:30Tapi kalau misalnya kita ingin berbicara lebih lanjut, maka itu adalah pembicaraan tersendiri.
06:34Tapi gini Mas Anton, ketika nantinya, kita bukan berandai-andai ya, tapi bisa saja mungkin terjadi jika Israel tidak menghargai
06:44kesepakatan.
06:45Menurut Anda apa yang akan dilakukan Presiden Trump?
06:48Ya, sejauh ini kan kalau misalnya kita melihat ada senyalemen-senyalemen bagaimana sebelumnya misalnya Trump itu marah dengan Perdana Menteri
06:55Netanyahu.
06:56Untuk tidak menyerang, tidak menyerang, tapi menyerang.
06:58Tapi di sisi lain, kan ketika kita bicara perang ini, perang ini kan juga untuk kepentingan domestik dari masing-masing
07:03negara.
07:04Baik itu Amerika Serikat, baik itu Israel, termasuk juga misalnya Iran.
07:09Bagi Israel misalnya, Netanyahu, itu kan sudah juga mengalami titik kritis.
07:14Kalau dia kalah dalam pemilih ini bisa jadi, kemudian dia duduk di pesakitan.
07:18Sementara di sisi lain, publik Israel itu menghendaki dan mendukung namanya perang terhadap Iran.
07:23Itulah kenapa saya juga cukup meyakini bagaimana kemudian Israel akan menjadi tidak hanya batu kerikil, tapi bisa jadi memang hambatan.
07:33Karena selama ini kan ini yang menjadi sulit, sulit untuk dikontrol oleh Trump, oleh seorang Trump.
07:38Trump masih mencoba untuk memaksa.
07:40Dan terakhir misalnya ada beberapa informasi, Netanyahu sendiri mengakui bagaimana kemudian Trump memaksa mereka untuk terima.
07:47Itulah kenapa kemudian mereka tetap melakukan serangan dan terakhir kan Iran juga mengancam akan melakukan serangan yang lebih kepada itu.
07:55Itulah kenapa kemudian Amerika Serikat memberikan sinyal kepada Iran untuk jangan menyerang, apa namanya, jangan menyerang Israel dan kami akan
08:03menerangani.
08:04Jadi memang posisi yang paling dilema adalah Amerika Serikat.
08:12Mbak Dina, jika memang Israel ini bukan hanya sekedar batu kerikil dalam perjanjian damai,
08:18apakah dalam perjanjian damai nanti tanggal 19 Juni ini akan kembali terhambat dengan sikap Israel yang kita tahu masih melakukan
08:26serangan ke Libanon?
08:28Ya, kalau kemungkinan akan menjadi penghambat ya sangat mungkin ya.
08:33Karena trek-rekor Israel itu berkali-kali melakukan hambatan.
08:37Di bulan Juni 2025, Februari 2026, itu kan Iran dan Amerika Serikat sedang dalam proses perundingan.
08:43Tiba-tiba Israel menyerang.
08:45Nah, sekarang dengan rencana di tanggal 19 ini, saya memang khawatir bahwa justru Israel itu memprovokasi situasi ya dengan semakin
08:54menyerang Libanon.
08:56Dan juga kalau kita lihat di Gaza itu Israel juga kembali meningkatkan serangannya ya ke masyarakat Gaza.
09:01Dan kemudian kita tahu bagaimana pernyataan-pernyataan menteri-menterinya, menteri-menteri Israel itu sudah berkali-kali menyatakan kita tidak mau
09:09menerima perjanjian ini.
09:11Dan kemudian juga tidak mau juga keluar dari Libanon dan seterusnya.
09:16Meskipun secara resmi sebagai state mungkin belum ya.
09:19Tapi menteri-menterinya sudah menulis di Twitter pendapat mereka masing gitu.
09:23Dan ketika buat Iran garis merahnya adalah penghentian perang di seluruh front ya sangat mungkin batal ya tanggal 19 ini.
09:34Dan ini akan menjadi ujian buat Trump nih.
09:37Apakah dia betul-betul presiden yang kuat sebagaimana dia citrakan sendiri selama ini?
09:42Atau dia malah lagi-lagi ya kelihatan sebagai presiden yang lemah di hadapan Netanyahu?
09:47Oke kita nantikan seperti apa nanti jalannya perundingan damai ataupun penanda tanganan otak kesemahaman damai pada 19 Juni di Swiss.
09:57Terima kasih Mbak Dina Sulaiman dan juga terima kasih Mas Anto Nali Abbas sudah berbagi perspektif di Sapa Indonesia Malam.
10:03Selamat malam.
10:04Selamat malam.
10:05Selamat malam.
Komentar