Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Memorandum of Understanding antara Washington dan Teheran akhirnya tercapai setelah lebih dari tiga bulan konflik.

Namun, sejumlah pertanyaan besar masih mengemuka. Seberapa kuat jaminan kesepakatan ini akan bertahan? Mengapa Israel hingga kini belum memberikan sikap resmi? Dan akankah Tel Aviv menjadi pihak yang berpotensi mengganggu kesepakatan?

Akan kita bahas bersama dua narasumber: Dina Sulaeman, Pengamat Timur Tengah Universitas Padjadjaran, dan Anton Aliabbas, Pengamat Militer, Center for Intermestic and Diplomatic Engagement.

#AS-IRAN #trump #teheran

Baca Juga Jelang KTT G-7, Demonstran dan Polisi Bentrok di Jenewa Swiss | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/675005/jelang-ktt-g-7-demonstran-dan-polisi-bentrok-di-jenewa-swiss-sapa-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/675014/pengamat-militer-pengamat-timur-tengah-soal-as-iran-damai-seberapa-besar-kesepakatan-bertahan
Transkrip
00:00Saudara Memorandum of Understanding MOU antara Washington dan Teheran akhirnya tercapai setelah lebih dari 3 bulan konflik.
00:08Namun, sejumlah pertanyaan besar masih mengemuka.
00:11Seberapa kuat jaminan kesepakatan ini akan bertahan?
00:14Mengapa Israel hingga kini belum memberikan sikap resmi?
00:17Dan akankah Tel Aviv menjadi pihak yang berpotensi mengganggu kesepakatan?
00:23Akan kita bahas bersama dua narasumber.
00:25Sudah ada Dina Sulaiman, Pengamat Timur Tengah, Universitas Pajajaran.
00:29Dan juga Anton Ali Abbas, Pengamat Militer, Center for Intermastic and Diplomatic Engagement.
00:36Selamat malam Mbak Dina, Mas Anton. Saya coba ke Mas Anton terlebih dahulu.
00:40Mas Anton, kalau kita lihat MOU-nya, draft kasarnya sudah ada 14 Juni dan akan ditandatangani secara resmi 19 Juni
00:492026 di Swiss.
00:51Menurut Anda, seberapa kuat MOU ini bisa memastikan perdamaian?
00:57Mbak Sintia, mungkin yang pertama kali harus klarifikasi, apakah benar itu yang disebar sekarang?
01:02Itu adalah MOU yang akan ditandatangani.
01:04Itu pertama. Karena apa?
01:07Karena saya melihatnya, para pihak yang bertikai itu muncul dengan ada banyak perbedaan.
01:13Jadi memang ada perbedaan, tiga perbedaan krusial misalnya.
01:17Pertama adalah bicara tentang uranium, ini akan sejauh mana klarifikasinya.
01:21Lalu kita akan bicara misalnya tentang pengaturan selat hormus.
01:25Itu juga akan, apa namanya, yang juga tidak kalah peliknya.
01:30Yang ketiga adalah masalah Lebanon.
01:32Ini Lebanon apakah masuk atau tidak masuk.
01:34Jadi dengan kata lain, saya melihatnya sejauh ini, karena tanda tangannya baru hari Jumat ya.
01:39Jadi sejauh ini, para pihak yang bertikai itu agreement to agree.
01:44Jadi kenapa? Karena kemudian masih ada beberapa hal yang ini sudah potensi multitafsir.
01:51Jadi kalau tadi percakapan sebelum ini, kata Mbak Dini, kita yakin apa nggak sih akan terhadapkan hari Jumat.
01:58Kenapa? Karena divergenya itu masih besar.
02:01Jadi bahwa ketika mereka mencapai...
02:03Tapi kan sudah ada poin-poin kesepakatan tuh, Mas Anton, termasuk soal gencatan senjata 60 hari,
02:09termasuk juga Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir, dan ada beberapa poin lainnya?
02:15Iya, tapi kan misalnya Iran mengklaim bahwa mereka menuntut ada dana sebesar misalnya 300 miliar USD untuk dana perbaikan.
02:25Dan itu kan tidak pernah ada penyelesaian oleh Amerika Serikat misalnya.
02:28Lalu misalnya bagaimana cerita tentang uranium? Apakah uranium dihancurkan?
02:31Apakah uranium nanti seperti apa melibatkan misalnya IAEA atau dan lain-lainnya?
02:36Itu juga belum ada sepakatan.
02:38Jadi ada banyak sebenarnya titik perbedaan.
02:40Ini yang saya melihatnya bahwa masing-masing pihak itu menggunakan strategi yang namanya constructive ambiguity.
02:48Di mana mereka sama-sama sepakat untuk ingin berdamai.
02:51Tapi kemudian mereka menciptakan ketentuan-ketentuan yang multitapsir.
02:56Jadi dengan kata lain bahwa strategi ini itu untuk bisa masing-masing pihak menjaga kemenangan.
03:01Oke, saya coba ke Mbak Dina.
03:07Mbak Dina, kalau Anda sepakat dengan perspektif Mas Anton atau menurut Anda sebenarnya MOU ini bukan hanya sekedar agree to
03:15agree,
03:15tapi memang sudah menjadi kesepakatan yang nyata-nyata untuk perdamaian jangka panjang, tidak hanya untuk 60 hari ke depan?
03:23Ya, kalau dari sisi namanya saja Memorandum of Understanding ya, bukan agreement ya, atau perjanjian yang memang betul-betul tegas
03:35dan kemudian dijamin oleh Dewan Keamanan PBB misalnya seperti GCPOE.
03:42Jadi ini masih kesepakatan awal untuk kemudian melanjutkan tahap perundingan ke final draft ya,
03:52yang kemudian akan ditangani sebagai agreement antara kedua negara.
03:55Nah, di kesepakatan awal tadi, ya tadi seperti kata Mas Anton tadi memang dua pihak ada perbedaan ya.
04:04Jadi misalnya kalau dari pihak Iran yang di antara 14 poin itu, kalau terkait Selat Hormuz,
04:10ya Iran bersedia untuk membuka Selat Hormuz tapi dengan tetap dimanage oleh Iran.
04:14Tapi kan kalau Trump di media sosialnya mengatakan sekarang sudah betul-betul bebas gitu kan,
04:20kapal-kapal silahkan lewat.
04:21Nah, ini kan berarti ada dua persepsi ya di antara dua pihak ini.
04:25Kalau saya pikir ada hal penting yang membuat MOU ini sebenarnya adalah hal yang patut kita sambut ya.
04:36Mudah-mudahan betul-betul diimplementasikan tentu saja dari sisi penghentian perang di semua front.
04:44Karena kita tahu korban terus berjatuhan di Libanon itu pembantai yang dilakukan oleh Israel masih terus dilakukan
04:52sehingga banyak sekali warga sipil sekarang tuh angkanya total dari sejak 2024 ada ceasefire kan waktu itu
05:02sampai hari ini sudah lebih dari 3.000 orang.
05:05Nah, ini kan harus segera dihentikan.
05:07Dan kemudian juga Selat Hormuz seandainya kembali dibuka kan beberapa hari ini ditutup lagi.
05:13Full malah ditutupnya gitu ya karena serangan Israel.
05:16Nah, ini kalau dibuka kan berarti mengurangi tekanan ekonomi mudah-mudian harga minyak juga tidak terus naik.
05:23Dan ini baik buat kita semua ya.
05:26Oke, nah di satu sisi adalah ketika ada pihak yang bertikai Amerika Serikat, Iran.
05:32Di sini juga ada Israel.
05:34Dan Israel belum ada pernyataan yang benar-benar ikut setuju akan perjanjian damai antara Iran dan Amerika Serikat.
05:42Kalau Anda, Mas Anton, apakah Israel akan kembali mengguncang perdamaian ini?
05:49Menggagalkan nota kesepakatan damai ini menurut Anda?
05:53Ya, saya pikir memang dari awal yang tidak setuju dengan adanya MOU ini adalah Israel.
05:59Kenapa selain dari Israel ada garda revolusi ya?
06:03Itu adalah dua faktor yang memang punya potensi untuk menjadi spoiler dari perdamaian ini.
06:10Kenapa? Karena bagi Israel jelas bahwa ketika misalnya, kenapa kok masalah Lebanon itu harus masuk dalam paket ini.
06:18Jadi, sementara mereka yang pengennya lebih.
06:20Kalau misalnya pengen dimasukkan, maka harus ada pelucutan dan lain-lain.
06:22Dan itu saja bagi Iran sendiri, Iran ingin memisahkan bahwa penghentian perang di sebuah perang adalah wajib.
06:30Tapi kalau misalnya kita ingin berbicara lebih lanjut, maka itu adalah pembicaraan tersendiri.
06:34Tapi gini Mas Anton, ketika nantinya, kita bukan berandai-andai ya, tapi bisa saja mungkin terjadi jika Israel tidak menghargai
06:44kesepakatan.
06:45Menurut Anda apa yang akan dilakukan Presiden Trump?
06:48Ya, sejauh ini kan kalau misalnya kita melihat ada senyalemen-senyalemen bagaimana sebelumnya misalnya Trump itu marah dengan Perdana Menteri
06:55Netanyahu.
06:56Untuk tidak menyerang, tidak menyerang, tapi menyerang.
06:58Tapi di sisi lain, kan ketika kita bicara perang ini, perang ini kan juga untuk kepentingan domestik dari masing-masing
07:03negara.
07:04Baik itu Amerika Serikat, baik itu Israel, termasuk juga misalnya Iran.
07:09Bagi Israel misalnya, Netanyahu, itu kan sudah juga mengalami titik kritis.
07:14Kalau dia kalah dalam pemilih ini bisa jadi, kemudian dia duduk di pesakitan.
07:18Sementara di sisi lain, publik Israel itu menghendaki dan mendukung namanya perang terhadap Iran.
07:23Itulah kenapa saya juga cukup meyakini bagaimana kemudian Israel akan menjadi tidak hanya batu kerikil, tapi bisa jadi memang hambatan.
07:33Karena selama ini kan ini yang menjadi sulit, sulit untuk dikontrol oleh Trump, oleh seorang Trump.
07:38Trump masih mencoba untuk memaksa.
07:40Dan terakhir misalnya ada beberapa informasi, Netanyahu sendiri mengakui bagaimana kemudian Trump memaksa mereka untuk terima.
07:47Itulah kenapa kemudian mereka tetap melakukan serangan dan terakhir kan Iran juga mengancam akan melakukan serangan yang lebih kepada itu.
07:55Itulah kenapa kemudian Amerika Serikat memberikan sinyal kepada Iran untuk jangan menyerang, apa namanya, jangan menyerang Israel dan kami akan
08:03menerangani.
08:04Jadi memang posisi yang paling dilema adalah Amerika Serikat.
08:12Mbak Dina, jika memang Israel ini bukan hanya sekedar batu kerikil dalam perjanjian damai,
08:18apakah dalam perjanjian damai nanti tanggal 19 Juni ini akan kembali terhambat dengan sikap Israel yang kita tahu masih melakukan
08:26serangan ke Libanon?
08:28Ya, kalau kemungkinan akan menjadi penghambat ya sangat mungkin ya.
08:33Karena trek-rekor Israel itu berkali-kali melakukan hambatan.
08:37Di bulan Juni 2025, Februari 2026, itu kan Iran dan Amerika Serikat sedang dalam proses perundingan.
08:43Tiba-tiba Israel menyerang.
08:45Nah, sekarang dengan rencana di tanggal 19 ini, saya memang khawatir bahwa justru Israel itu memprovokasi situasi ya dengan semakin
08:54menyerang Libanon.
08:56Dan juga kalau kita lihat di Gaza itu Israel juga kembali meningkatkan serangannya ya ke masyarakat Gaza.
09:01Dan kemudian kita tahu bagaimana pernyataan-pernyataan menteri-menterinya, menteri-menteri Israel itu sudah berkali-kali menyatakan kita tidak mau
09:09menerima perjanjian ini.
09:11Dan kemudian juga tidak mau juga keluar dari Libanon dan seterusnya.
09:16Meskipun secara resmi sebagai state mungkin belum ya.
09:19Tapi menteri-menterinya sudah menulis di Twitter pendapat mereka masing gitu.
09:23Dan ketika buat Iran garis merahnya adalah penghentian perang di seluruh front ya sangat mungkin batal ya tanggal 19 ini.
09:34Dan ini akan menjadi ujian buat Trump nih.
09:37Apakah dia betul-betul presiden yang kuat sebagaimana dia citrakan sendiri selama ini?
09:42Atau dia malah lagi-lagi ya kelihatan sebagai presiden yang lemah di hadapan Netanyahu?
09:47Oke kita nantikan seperti apa nanti jalannya perundingan damai ataupun penanda tanganan otak kesemahaman damai pada 19 Juni di Swiss.
09:57Terima kasih Mbak Dina Sulaiman dan juga terima kasih Mas Anto Nali Abbas sudah berbagi perspektif di Sapa Indonesia Malam.
10:03Selamat malam.
10:04Selamat malam.
10:05Selamat malam.
Komentar

Dianjurkan