Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Demonstrasi mahasiswa dan masyarakat sipil berlangsung di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir.

Setelah aksi mahasiswa di Jakarta pada 12 Juni 2026 yang menyoroti kondisi ekonomi nasional dan sejumlah kebijakan pemerintah, gelombang demonstrasi juga terjadi di Yogyakarta pada 13 Juni 2026 yang digelar oleh Aliansi Rakyat Memanggil di kawasan Gejayan.

Usai mengikuti aksi tersebut, Ketua BEM UGM 2025, Tiyo Ardianto, mengaku menemukan sebuah alat yang diduga merupakan perangkat pelacak PBX Finder terpasang pada rangka bagian bawah mobilnya.

Tiyo menduga alat tersebut dipasang oleh pihak yang tidak dikenal untuk memantau pergerakannya.

Temuan itu kemudian menuai perhatian publik dan mendapat respons dari politikus PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, yang mengecam dugaan pemasangan alat pelacak tersebut.

Hingga video ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait temuan tersebut.



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/674951/kronologi-ketua-bem-ugm-2025-tiyo-ardianto-temukan-alat-pelacak-di-mobil-diduga-pbx-finder
Transkrip
00:10Demonstrasi mahasiswa dan masyarakat sipil bermunculan beberapa hari terakhir.
00:16Berawal dari aksi demo mahasiswa di Jakarta, pada Jumat 12 Juni 2026 lalu,
00:21juga terjadi aksi demo di berbagai kota lainnya di Indonesia.
00:30BBM juga naik, belum harga bahan toko, terus juga lapangan kerja juga masih menyempur.
00:35Tetapi pemerintah masih saja mengklaim bahwa ekonomi tumbuh, ekonomi bedik saja, dan lain halnya.
00:42Padahal rakyat di bawah, ya pada rakyat di bawah lah yang merasakan.
00:47Dan juga kami disini menyadari, pemerintah juga tidak berpihak kepada rakyat banyak.
00:53Bagaimana bisa pemerintah memberikan pajak WNKM melalui PP-200-Tinan
00:59Tetapi di kisah lain, royalti menerba kepada para oligarki malah dibatalkan.
01:04Disitu justru menjadi khawatiran bisa kain.
01:07Oleh karenanya kami menuntut mahal.
01:10Yang pertama, stop pemerintah BBM.
01:14Yang kedua, kami meminta agar harga bahan toko dan juga BBM diturunkan.
01:22Yang ketiga, kami meminta dihentikan program-program prioritas pemerintah seperti MBB dan juga Kofnya.
01:30Keempat, kita meminta hentikan militer sembilan nasipir.
01:34Disini militerisme tidak hanya untuk TNI, tapi juga PORLI yang sekarang wataknya sama saja seperti militer.
01:40Dan yang terakhir, stop mengelak dan juga mengakui bahwa pemerintah sekarang sudah tidak berpihak saja.
02:05Salah satunya, aksi demonstrasi mahasiswa juga terjadi di Yogyakarta.
02:10Masa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil menggelar unjuk rasa di kawasan Pertigaan Jalan Gejayan pada Sabtu 13 Juni 2026.
02:23Revolusi! Revolusi! Revolusi!
02:28Hidup rakyat Indonesia!
02:31Hidup mahasiswa yang melawan!
02:33Hidup perebuan yang melawan!
02:35Salam!
02:37Salam!
02:38Bagaimana kita kata-kata apa yang mudah sang untuk mengamorkan Rezi Prabowo Biman ini?
02:49Bono!
02:50Kobra!
02:52Rezi Prabowo Biman
02:54Tidak bisa nerepresentasikan
02:58Gadilah
02:59Kesejahteraan Rakyat Indonesia
03:01Tidak bocong sekalian
03:12Seusai mengikuti aksi demonstrasi tersebut, Ketua BEM UGM tahun 2025, Tio Ardianto, menemukan sebuah alat pelacak yang diduga merupakan perangkat
03:23PBX Finder terpasang pada rangka bagian bawah mobilnya.
03:27Tio menduga alat tersebut dipasang oleh pihak yang tidak dikenal untuk memantau atau melacak pergerakan kendaraannya.
03:36Temuan itu diketahui setelah ia pulang dari aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Gejayan, Yogyakarta pada Sabtu 13 Juni 2026.
03:46Ini ya.
03:49Betul.
03:55Teman-teman sekalian, bisa dilihat, ini adalah alat pelacak yang namanya PBX Finder.
04:00Saya tahu ini karena muncul di notifikasi ponsel saya.
04:05Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan.
04:10Yang dipasang entah oleh siapa, tapi yang jelas ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikan, yang menunjukkan betapa menjijikannya juga
04:18rezim yang hari ini sedang berkuasa.
04:20Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta justru dibalas dengan ancaman dan marah bahaya.
04:28Mari, rekan-rekan, kita pastikan bahwa semakin ditekan, semakin melawan, semakin diteror, semakin gacor.
04:36Semakin diintimidasi, direpresi, maka semakin cepat hari-hari revolusi.
04:42Terima kasih, Pak Prabowo.
04:48Menyikapi peristiwa tersebut melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, politikus PDI Perjuangan, Muhammad Guntur Romli menyampaikan kecaman keras atas
04:58dugaan pemasangan alat pelacak pada mobil Tio Ardianto.
05:02Kita mengecam keras tindakan intimidasi berupa pemasangan alat pelacak di mobil yang dipakai mantan ketua BEM UGM, Tio Ardianto.
05:11Tindakan tersebut adalah bentuk pengawasan ilegal, ilegal surveillance yang merupakan teror psikologis yang nyata dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia
05:20serta mencidrai demokrasi di Indonesia.
05:23Dalam pasal 28G ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 yang menjamin bahwa setiap orang berhak atas perlindungan diri, pribadi, keluarga,
05:31kehormatan, martabat, dan harta benda,
05:33serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman dan ketakutan.
05:37Pasal 31 Ayat 1 Undang-Undang nomor 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia yang menyatakan bahwa tempat kediaman maupun
05:45kehidupan pribadi seseorang tidak boleh diganggu.
05:48Pasal 4 Undang-Undang nomor 27 tahun 2022 tentang pelindungan data pribadi menetapkan bahwa data personal spesifik termasuk data lokasi
05:58yang melacak pergerakan seseorang dilindungi oleh Undang-Undang.
06:01Pasal 65 Ayat 1 Junto Pasal 67 Ayat 1 dalam Undang-Undang yang sama melarang keras setiap orang yang memperoleh
06:08atau mengumpulkan data pribadi yang bukan miliknya dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum.
06:15Pelanggaran terhadap pasal ini diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak 5 miliar.
06:22Pasal 31 Ayat 1 Undang-Undang nomor 11 tentang ITE melarang setiap orang dengan sengaja atau tanpa hak melakukan intersepsi
06:30atau penyadapan.
06:32Kami juga mengingatkan aparat penegak hukum bahwa insiden ini memperpanjang daftar kelam teror yang dibiarkan tanpa kejelasan.
06:38Publik belum lupa pada kasus teror kepala babi di kantor Tempo, pertasan data pribadi dan intimidasi serta teror pada jurnalis,
06:46aktivis, influencer seperti DJ Doni, Shirley Anavita, Firdian Aurelio, Palti Huta Barat, dan lain-lain semua kasus tersebut hingga hari
06:55ini masih gelap dan belum diungkap tuntas.
06:57Kalaupun ada yang ditangkap dan diproses seperti kasus penyiraman air kelas terhadap Andri Yunus, kami memandang negara masih setengah hati
07:04melalui pengadilan Sandiwara karena fonis hukuman terhadap pelaku sangat ringan dan jauh dari rasa keadilan terhadap korban dan masyarakat.
07:12Kini teror baru sudah terjadi lagi, maka kita harus mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas aktor intelektual di
07:20balik pemasangan alat teror itu.
07:22Juga teror-teror sebelumnya, negara tidak boleh kalah oleh pelaku teror dan aparat tidak boleh tebang pilih demi menjaga ruang
07:30aman bagi suara kritis dari masyarakat.
07:34Hingga video ini ditayangkan pihak kepolisian belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan alat pelacak yang diduga merupakan perangkat PBX Finder
07:43yang ditemukan terpasang pada rangka bagian bawah mobil milik Tio Ardianto.
07:52Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan