JAKARTA, KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada pembukaan pekan ini menyentuh level psikologis ke Rp6.200, Senin (15/6/2026).
Saham "Big Banks" bangkit pada penutupan perdagangan Jumat, 12 Juni 2026 lalu.
Hal ini membuat para investor panen cuan.
Dosen SBM ITB sekaligus investor, Erman Sumirat mengatakan sentimen menguatnya IHSG dipicu adanya perkembangan perdamaian AS-Iran serta tata Kelola ekspor oleh Danantara serta efisiensi program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
"Sepertinya secara makro kalau kita lihat geopolitik mudah-mudahan ada perdamaian dari deal kelanjutan antara US dan Iran yang pertama. Kita lihat juga pemerintah sudah berupaya memperbaiki tata Kelola. Ada penjelasan dari Danantara Sumber Daya Alam Indonesia yang sementera ini memantau semua dokumentasi untuk menghindari under invoicing dan transfer pricing. Kemudian MBG juga sudah menjanjikan begitu pula dengan Kopdes adanya efisiensi," ujar Erman.
Baca Juga Ekonom UI Bicara soal IHSG Menghijau, Pertemuan Chatib Basri-Prabowo hingga BBM Naik | ZOOMCAST di https://www.kompas.tv/talkshow/674290/ekonom-ui-bicara-soal-ihsg-menghijau-pertemuan-chatib-basri-prabowo-hingga-bbm-naik-zoomcast
#ihsg #saham #investor
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/674947/full-ihsg-menguat-ke-level-rp6-000-saham-big-banks-bangkit-investor-cuan-kompas-bisnis
Saham "Big Banks" bangkit pada penutupan perdagangan Jumat, 12 Juni 2026 lalu.
Hal ini membuat para investor panen cuan.
Dosen SBM ITB sekaligus investor, Erman Sumirat mengatakan sentimen menguatnya IHSG dipicu adanya perkembangan perdamaian AS-Iran serta tata Kelola ekspor oleh Danantara serta efisiensi program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
"Sepertinya secara makro kalau kita lihat geopolitik mudah-mudahan ada perdamaian dari deal kelanjutan antara US dan Iran yang pertama. Kita lihat juga pemerintah sudah berupaya memperbaiki tata Kelola. Ada penjelasan dari Danantara Sumber Daya Alam Indonesia yang sementera ini memantau semua dokumentasi untuk menghindari under invoicing dan transfer pricing. Kemudian MBG juga sudah menjanjikan begitu pula dengan Kopdes adanya efisiensi," ujar Erman.
Baca Juga Ekonom UI Bicara soal IHSG Menghijau, Pertemuan Chatib Basri-Prabowo hingga BBM Naik | ZOOMCAST di https://www.kompas.tv/talkshow/674290/ekonom-ui-bicara-soal-ihsg-menghijau-pertemuan-chatib-basri-prabowo-hingga-bbm-naik-zoomcast
#ihsg #saham #investor
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/674947/full-ihsg-menguat-ke-level-rp6-000-saham-big-banks-bangkit-investor-cuan-kompas-bisnis
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Intro
00:05Ya saatnya Anda menyaksikan kompas bisnis saudara bersama saya Yan Rahman dan kami akan membahas yang satu ini
00:10IHSG menguat saham big banks bangkit dan investor Pesta Cuan
00:14Ini bagi Anda yang membeli saham perbankan pada harga bawah di hari Senin pekan lalu
00:18Pasti Anda sedang tersenyum
00:20Karena saham big banks beterbangan pada penutupan perdagangan Jumat lalu
00:24Membuat para investor Pesta Cuan
00:27Di sisi lain ada yang memanfaatkan momentum pekan lalu untuk sekedar average down
00:31Namun ada pula yang melewatkan momentum ini karena tidak punya amunisi persediaan yang cukup sabar ya
00:38Dan saudara di tengah menguatnya pasar saham Indonesia setelah dua pekan lalu rally di zona merah
00:44Wakil Ketua DPR RI Submit Dasko Ahmad menyinggung salah satu emiten fundamental RI yaitu BBCA
00:50Dasko bilang saham BCA relatif memiliki fundamental kuat dan termasuk perusahaan swasta yang strategis
00:57Menurut Dasko sebagian besar saham dengan fundamental kuat mengalami koreksi harga signifikan lantaran tekanan pada IHSG sejak tahun lalu
01:07Saya pikir kalau bank BCA sepanjang dilakukan dengan mekanisme pasar
01:14Ya apalagi saat ini kan sahamnya sedang lumayan agak murah ya dibeli aja
01:23Karena apa namanya dengan termasuk swasta nasional yang strategis sepanjang itu melalui mekanisme pasar
01:35Pembeliannya itu gak ada masalah menurut saya silahkan aja dibeli
01:42Namun saudara sebetulnya bukan hanya BBCA hampir semua saham perbankan atau sektor keuangan selama sepekan lalu melaju positif
01:49Kita lihat data
01:52Nah dari kinerja saham big banks dalam sepekan ini kita lihat berwarna hijau semua dengan panah ke atas artinya naik
01:58Kita mulai dari BBCA dimana ini naiknya yang paling tinggi diantara big banks lainnya yaitu sebesar 16,75%
02:07Disusul dengan BBNI ataupun BNI sebesar 10,90%
02:13Kemudian ranking tiganya ada di bank mandiri sebesar 9,38%
02:18Dan terakhir di BRI ataupun bank rakyat Indonesia yang naik tipis di 4,01%
02:25Kalau kita lihat dari emiten-emiten big banks ini harga BBCA pada Senin pekan lalu ditutup di harga 4,850
02:34%
02:35Ini angka paling rendah selama 5 tahun terakhir
02:37Nah kalau BBRI ataupun bank rakyat Indonesia jangan ditanya lagi ya penurunannya sudah menyentuh level rendah bahkan menyentuh saat pandemi
02:46COVID-19
02:46Padahal kondisi kedaruratan secara ekonomi sangat berbeda
02:51Harga BBRI pada penutupan perdagangan Senin pekan lalu ambles di 2,590%
02:57Lalu bangkitnya some big banks pada pekan lalu apakah disertai dengan aksi beli asing kita lihat data
03:04Nah ternyata tidak demikian ini ada warna merah semua yang artinya ada aksi jual asing di saham perbankan
03:10Di sini kita lihat juga di bank BCA ini dalam waktu rentang sepekan ya saudara
03:16Ini BCA turun ataupun dijual oleh asing minus di 1,87 triliun rupiah
03:25Kemudian ada bank rakyat Indonesia yang juga dijual asing pada sepekan terakhir ini sebesar 1,70 triliun rupiah
03:33Ada bank mandiri ini tidak mencapai triliunan tapi masih ratusan miliar ini dijual asing selama sepekan di 636 miliar rupiah
03:41Dan terakhir ada BNI ini di 254 miliar rupiah asing keluar dari bank BNI
03:49Nah kalau ini data sepekan namun kalau kita melihat data satu hari pada penutupan perdagangan Jumat lalu beda lagi saudara
03:56BCA pada Jumat dibeli asing sebesar 206 miliar rupiah
04:01BRI dijual asing sebesar 398 miliar
04:05Asing jual mandiri di 173 miliar rupiah
04:09Dan BNI dijual asing sebesar 37 miliar rupiah
04:13Artinya dari 4 emiten big banks ini hanya BCA yang mencatatkan inflow asing
04:18Sisanya net sell pada penutupan perdagangan di hari Jumat lalu
04:23Secara umum kita lihat juga kinerja IHSG selama sepekan kemarin
04:26Kita lihat data berikut saudara
04:29IHSG ditutup menguat pada perdagangan Jumat lalu kembali ke atas level psikologis 6 ribuan
04:36Begitu tepatnya di 6.007 pada 12 Juni 2026
04:40Dan apabila kita review lagi selama sepekan begitu
04:43Di hari Senin IHSG berada di level rendah di 5.342
04:49Kemudian naik tipis di 9 Juni menjadi 5.746
04:54Naik lagi di 10 Juni ke level 5.902
04:59Turun begitu di 11 Juni di 5.883
05:04Dan akhirnya kembali rebound di penutupan perdagangan hari Jumat lalu di 6.007
05:10Pada perdagangan Jumat pekan lalu saudara sebanyak 615 saham positif
05:15108 emiten turun dan 93 saham tak bergerak
05:19Dengan kapitalisasi pasar di level 10 ribuan triliun
05:23Apakah secara umum asing masuk ke pasar saham Indonesia?
05:27Kita lihat data
05:28Ya pada penutupan perdagangan Jumat 12 Juni 2026
05:32Asing terpantau masuk ke pasar saham Indonesia
05:34Dengan nominal 278 miliar rupiah
05:38Dan juga emiten yang paling banyak dibeli adalah BCA, DSSA, BRMS, Bumi dan juga Antam
05:45Sementara kalau kita tarik lagi selama sepekan terakhir
05:48Saudara justru tercatat asing melakukan aksi jual dengan nilai 10 triliun rupiah
05:54Melihat dana asing yang masih belum parkir di market Indonesia
05:57Ini jadi PR besar bagi BEI, OJK dan juga pemerintah
06:02Agar kepercayaan investor global kembali pulih
06:05Lalu saudara apakah rally positif IHSG akan berlanjut pada pekan ini
06:09Dan apakah asing juga akan melanjutkan aksi beli termasuk pada saham-saham big banks
06:14Bagaimana proyeksinya secara jangka panjang
06:17Usai jeda kompas bisnis akan kembali dengan pembahasan lengkapnya
06:20Tetaplah bersama kami
06:45Saudara apakah rally positif IHSG termasuk kinerja saham big banks akan berlanjut pada pekan ini?
06:51Apa saja sentimen-sentimen dalam waktu dekat yang kemungkinan akan mempengaruhi kinerja IHSG
06:57Dan bagaimana proyeksinya secara jangka panjang?
07:00Kita bahas bersama Erman Sumirat, dosen SBM ITB yang juga seorang investor
07:04Pak Erman, selamat pagi, apa kabar?
07:07Halo, selamat pagi
07:08Pak Erman, kita lihat di pekan lalu tempatnya pada Jumat penutupan perdagangan IHSG ditutup menguat begitu
07:15Ini kembali ke level psikologis di 6 ribuan
07:17Menurut Anda sentimen apa saja yang membuat IHSG bangkit pada Jumat pekan lalu?
07:24Sepertinya secara makro ya, kalau kita lihat geopolitik mudah-mudahan ada perdamaian dari deal kelanjutan antara US dengan Iran gitu
07:35ya
07:35Yang pertama, kemudian yang kita lihat juga pemerintah sudah berupaya ya untuk memperbaiki tata kelola
07:42Ada penjelasan dari dan antara sumber daya alam Indonesia yang sementara ini memantau ya semua dokumentasi untuk menghindari under invoicing
07:53dan transfer pricing gitu ya
07:55Kemudian MBG juga itu sudah menjanjikan ya begitu pula dengan COPDES adanya efisiensi
08:01Nah jadi dari sisi tata kelola, fiskal ya kejelasan dan antara ini yang membuat investor itu untuk sementara ini positive
08:11view ya
08:12Yang mudah-mudahan ini bisa berlanjut dengan adanya implementasi dari perbaikan tata kelola
08:17Oke berarti ada sejumlah sentimen akumulasi ya, baik global maupun domestik
08:22Nah kalau kita tarik lebih jauh lagi selama sepekan begitu pada Senin tepatnya, Senin pekan lalu
08:27Ini hampir seluruh sektor saham berguguran termasuk emiten perbankan, bank-bank besar begitu
08:32Namun Jumat kemudian ditutup dengan rebound
08:34Kalau kita bedah satu persatu ini mulai dari BBCA, BBNI, BBRI dan juga BMRI
08:40Kenaikannya berbeda-beda
08:42BBCA naik paling signifikan, apakah langkah buyback 5 triliun rupiah dari BCA cukup berpengaruh?
08:49Bagaimana analisis Anda Pak?
08:51Ya, sepertinya kalau kita lihat selain buyback itu dilihat dari fundamentalnya yang masih baik ya
08:58Dan juga valuasi yang murah gitu, price to book value BCA itu 2,83 dengan PER 12,44
09:05Ini sudah rendah sekali ya selama 5 tahun gitu
09:09Tetapi bisa dibuktikan dengan return on equity 22,68% gitu ya
09:14Kemudian kasa atau dana murah dari BCA itu masih kuat sebagai bank transaction ya
09:22Jadi ya pantas saja, tadi dalam sehari kemarin di 12 Juni ada net foreign buy 206,32 miliar ya
09:29Jadi saya pikir kalau buyback itu kan dampaknya tidak langsung 5 triliun ya
09:34Tapi dilakukan bertahap
09:36Nah tetapi yang kita lihat bank-bank di Indonesia ini dari BCA, BMRI, Bank Mandiri, BNI ya
09:42Itu kelihatannya fundamentalnya masih cukup sehat ya
09:45Walaupun ada tekanan net interest margin
09:47Ya karena cost of fund kan mau gak mau harus naik ya
09:50Dengan adanya, apa namanya, BI rate yang kita lihat kemarin naik juga di 5,5%
09:57Dan nanti mereka akan rapat lagi ya
09:59Untuk menentukan ya mungkin ada ekspektasi akan naik lagi 25 basis point gitu
10:04Untuk BI rate ini, makasih
10:06Pak Herman tadi kalau kita bicara soal BCA
10:09Begitu Anda menyebutkan fundamentalnya cukup bagus, bukan cuma perkara ada buyback
10:13Kita lihat juga ini di layar ada kinerja saham big banks dalam sepekan
10:17Memang BCA paling tinggi 16%-an naiknya
10:19Tapi kalau kita lihat juga Himbara naik
10:21Ada BNI di 10%, Mandiri di 9%, BRI di 4%
10:25Angka-angkanya berbeda, BRI di paling bontot
10:28Anda melihatnya seperti apa Pak Herman?
10:32Oke, kalau lihat BRI dengan Mandiri misalkan ya
10:36Itu return on equity-nya lebih baik di bank Mandiri 20,16%
10:41BRI itu return on equity-nya 18,32%
10:45Dengan PBV dengan PER yang kurang lebih sama gitu ya
10:49Jadi valuasinya PBV-nya sekitar 6-7
10:52PER-nya sekitar 1,3 gitu ya
10:55Tetapi ROE-nya lebih jelas lebih tinggi BRI
10:59BMRI gitu ya dibandingkan BBRI
11:01Dan kalau kita lihat BBRI juga mungkin lebih ada sentimen dari recovery microfinance gitu ya
11:08Karena dia khusus ke sektor mikro yang masih agak berat gitu ya
11:12Nah kalau bank Mandiri kan mirip-mirip BCA ya
11:15Dan kalau kita lihat ada satu sentimen lagi itu DHE ya
11:19Jadi devisa hasil export ini juga
11:22Parkir di Himbara ya
11:23Ya, parkir di Himbara itu kelihatannya katalis positif buat bank Mandiri gitu
11:28Jadi bank Mandiri ini valuasinya sama dengan BRI
11:31Tapi kinerja return on equity-nya sedikit lebih tinggi
11:34Jadi hal itu yang menyebabkan dia lebih cepat rebound gitu
11:38Yang juga jadi concern investor di BCA begitu
11:43Ini adanya dividen walaupun nilainya tidak begitu besar namun cukup menghibur
11:47Bahkan BCA dengan baik hati beberapa waktu lalu juga membagikan sekitar ya 20-an begitu perlembar saham
11:54Apakah ini juga mempengaruhi kinerja dari BCA, Pak Herman?
11:59Ya, ya
12:02Memang BCA itu kan valuasinya dan jatuhnya yang paling lebih ini ya
12:07Lebih jatuh karena dia banyak di sel asing dalam sepekan kemarin gitu ya
12:12Nah terus ada jog ya di kalangan anak muda
12:17Oh ini dapat uang duka gitu ya
12:19Dividen itu dianggapnya uang duka karena untuk mengkompensasi turunnya harga saham yang sudah jatuh banyak gitu
12:27Tetapi dengan intensifnya ya dengan masifnya jumlah buyback dan dibikin setahun itu lebih dari dua kali beberapa kali
12:37Nah ini menunjukkan BCA itu under value ya
12:40Jadi sinyalnya sangat jelas ya bahwa saat ini BCA itu under value
12:45Nah sehingga akan melakukan lebih banyak lagi pembagian dividen termasuk buyback ya
12:51Jadi sentimennya memang harus dua ada buyback dan juga pembagian dividen
12:54Untuk menunjukkan under value dan punya kas yang cukup besar gitu
12:58Oke, Pak Herman tadi Anda juga sempat menyinggung terkait dengan asing begitu
13:03Namun kalau kita lihat data ini selama sepekan terakhir asing masih terpantau menjual saham big banks
13:08Dan mayoritas saham Indonesia seluruhnya begitu
13:11Ini mengapa dana asing masih belum mau parkir di Indonesia ya Pak?
13:15Kalau kita melihat pergerakan IHSG yang cukup baik selama sepekan kemarin
13:19Ya memang harus dari domestik dulu ya
13:22Perbaikan tata kelola, perbaikan rupiah gitu ya
13:27Rupiahnya harus menguat dulu, tata kelolanya harus jelas dulu
13:30Nah baru asingnya mau masuk lagi gitu ya
13:33Termasuk kalau kita lihat nanti kan di 18 Juni ada keputusan ya
13:36Suku bunga The Fed gitu ya
13:38Kemudian nanti disusul dengan rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia
13:41Nah yang lebih penting juga adalah MSCI ini
13:44Mudah-mudahan kita itu tetap di emerging market ya
13:47Tidak masuk ke frontier market gitu ya
13:50Terus ini ada juga rebalancing FTSE Russell gitu ya
13:54Jadi kalau kabarnya kita re-ratingnya apa
13:57At least ratingnya masih bagus
13:58Kita juga masih masuk ke emerging market gitu
14:02Nah ini nanti bisa masuk lagi
14:04Tapi asing itu pasti akan menunggu suku bunga berapa
14:07Kemudian rupiah nanti akan menguat berapa
14:10Dan tata kelola dari kebijakan fiskal dan juga kebijakan dana antara
14:14Tapi untuk dari sisi emiten fundamental kita itu
14:17Dari sisi perbankan itu dipastikan masih cukup sehat ya
14:20Walaupun dalam saat ini tidak boleh terlalu ekspansi kredit gitu ya
14:26Jadi bank itu harus menjaga loan to deposit ratio
14:31Net interest margin, mencari kasa murah gitu ya
14:33Dan menjaga kualitas dari aset
14:35Jadi memberikan kredit secara selektif begitu ya
14:39Oke Pak Herman tadi Anda sempat menyinggung terkait dengan agenda-agenda kursial
14:44Beberapa waktu ke depan gitu
14:45Seperti MSCI market accessibility review pada 18 Juni
14:49Ada food series balancing pada 19 Juni
14:51Dan MSCI market classification review pada 23 Juni
14:54Yang akan menentukan status Indonesia
14:56Apakah masih di emerging market ataukah turun ke frontier market
14:59Sebetulnya dari agenda-agenda yang akan ada di depan mata ini
15:03Apa yang paling perlu diwaspadai?
15:07Ya yang perlu diwaspadai kan tentu saja resikonya ya
15:11Misalkan pengetatan likuiditas gitu dengan tingginya bunga
15:16Kemudian kalau kita lihat juga tata kelola ini apa betul-betul bisa dilakukan gitu ya
15:22Karena ini ditunggu MSCI dan FTSE gitu ya
15:26Jadi resiko-resikonya kalau kita tidak bisa mengimplementasikan beberapa kebijakan
15:31Seperti janji adanya free float gitu ya
15:34Kemudian menjaga likuiditas di pasar gitu ya
15:38Itu yang nanti akan ditunggu oleh investor ya
15:42Terutama foreign inflow gitu
15:43Karena foreign inflow ini yang menunggu isu tata kelola
15:46Kemarin itu kan ya karena tata kelola ya
15:49Yang menjadi masalah untuk perspektif investor asing
15:53Nah tapi berkahnya justru ini kalau buat contrarian ya
15:56Kita value investing fundamental jangka panjang
15:59Di saat mereka keluar itu seharusnya kita masuk dulu gitu ya
16:02Sebelum nanti mereka masuk lagi
16:03Karena ada peluang itu ya cuan besar itu kan
16:06Kalau sedang krisis dan sahamnya under value gitu ya
16:10Dengan melihat tentu saja tingkat kesehatan dari emiten gitu ya
16:14Jadi ya harus selektif ya
16:16Jadi jangan sampai nanti ada pestacuan
16:18Tapi kita memilih perusahaan yang kapitalisasinya besar
16:21Tapi tidak dibarangi dengan perbaikan fundamental seperti itu
16:24Berarti artinya kalau Anda melihat kenaikan IHSG pada pekan kemarin
16:28Ini Anda melihatnya sebagai respons euforia sesaat
16:32Atau ada potensi positif secara jangka menengah dan juga jangka panjang
16:36Karena kan Anda juga menyebutkan tadi Rupiah juga terus menguat begitu
16:41Ya betul
16:42Rupiah terus menguat
16:43Tapi kan nanti perlu dilihat lagi
16:45Yang saat ini perlu kita review
16:47Devisit fiskal itu jadi berapa gitu ya
16:50Jadi kan ini butuh keseriusan pemerintah gitu
16:52Dalam belanja fiskal ya
16:54Kemudian nanti rapat gubernur BI untuk menentukan BI rate gitu
16:57Karena nanti ujung-ujungnya kan bunga jangan terlalu besar
17:01Karena kalau bunganya terlalu banyak naik
17:03Tentu saja memukul usaha gitu ya
17:07Industri gitu kan
17:08Nah jadi pemerintah itu perlu menjaga daya beli
17:11Kemudian meningkatkan ekspor dengan perbaikan di sektor tata kelola yang nanti ada peran DSI gitu ya
17:17Kemudian ya janji menarik foreign inflow gitu
17:21Karena kemarin Presiden juga bilang banyak investor yang akan masuk
17:25Nah ini kan harapannya bisa jadi sentimen positif ya
17:28Dan juga komitmen buyback gitu ya
17:30Dari dana antara, dari emiten-emiten, pembagian dividen gitu
17:34Nah itu yang menjadi katalis
17:35Jadi sekarang itu bisa jadi euforia
17:38Tapi kalau dibarengi dengan janji-janji perbaikan
17:41Dan menjaga fundamental baik
17:43Ini dalam jangka menengah, jangka panjang seharusnya bisa mengerek lagi bursa untuk kembali naik gitu ya
17:49Nah seperti itu
17:50Oke Pak Herman, kalau proyeksi Anda pada pekan ini akan seperti apa?
17:54Melihat sentimen global juga harga minyak dunia yang terus turun
17:58Tadi terakhir ke level 84 dolar
18:00Dan juga kita masih menanti sinyal the Fed
18:02Dan juga saya memantau ini IHSG pembukaan pada pukul 9 lewat 06 ini
18:06Naik sekitar 3,1% ke level 6.198
18:11Seperti apa Pak Herman?
18:14Ya seharusnya katalis positif ini tetap berlanjut ya
18:17Tapi seorang investor fundamental tetap saja nomor satu itu harus melihat kinerja dari bisnisnya
18:23Karena ada satu fenomena IHSG turun tidak semua
18:27Perusahaan itu ikut turun gitu ya
18:29Jadi yang pertama kita harus menjaga dan melihat, mereview
18:32Apakah fundamental sebuah bisnis itu masih tetap baik
18:36Dan ya tadi kalau misalkan harga minyak bisa turun gitu ya
18:41Harapannya bisa 80 US, sorry 80 barrel sampai 85 barrel per US dollar gitu ya
18:48Kemudian dovisnya the Fed juga tidak menyebabkan nanti the Fed menaikkan suku bunga lagi
18:55Dan bay rate juga ya kalau naik itu sekitaran 25 sampai 50 basis point ya
19:01Tidak berlebihan mungkin setahunnya dijaga 100 sampai 125 basis point
19:06Nah ini bisa menjaga bursa supaya lebih bagus lagi dan satu lagi dolar gitu ya
19:11Jadi harapannya dolar itu ya ke 16 ribu, ke 17 ribu kalau bisa gitu
19:16Karena begitu di 18 ribu kemudian minyak itu di atas 95 sampai 97 barrel per US dollar
19:23Kemudian nanti the Fed menaikkan suku bunga
19:26Nah biasanya itu kita larinya ke fixed income gitu ya
19:29Dan mulai meninggalkan instrumen seperti saham gitu
19:32Kalau dari sisi kebanyakan dari kacamata para investor ya
19:36Tapi kalau long term shareholder dengan adanya krisis ya kita memanfaatkan untuk lebih banyak lagi
19:41Untuk beli saham ya dengan catatan perusahaannya masih berkinerja dengan baik
19:48Seperti itu
19:49Jadi bagaimana Pak Herman proyeksinya untuk sepekan inilah paling tidak begitu
19:55Apakah akan uptrend, downtrend ataupun sideways begitu
19:58Kalau melihat volatilitas dari pekan lalu dan juga sentimen-sentimen yang akan terjadi di pekan ini
20:05Polatilitas masih selalu ada ya
20:07Karena gejolak geopolitik itu tidak akan pernah selesai
20:11Ada poros-poros di dunia ini gitu ya
20:14Yang bisa menyebabkan saham itu semakin volatile gitu ya
20:17Tapi kalau kita tarik jangka panjang seharusnya tetap bullish ya
20:21Kenapa? Karena kalau lihat PI dari IHSG itu ya
20:25Dari Bursa Efek Indonesia ini masih sangat rendah dibandingkan Asia Pasifik
20:29Kemarin turunnya cukup dalam gitu ya
20:31Jadi harusnya kalau rebound itu kan biasanya yang turun dalam itu harusnya
20:35Naiknya juga cukup signifikan lagi gitu ya
20:39Seperti itu kalau dilihat dari penurunan yang sudah tajam
20:43Nah malah kalau kenaikannya cukup tajam juga bahaya ya
20:45Karena bisa saja turun tajam lagi gitu
20:48Itu secara sentimen market psikologis ya
20:52Tapi kalau orang fundamental ya tetap aja kita lihatnya jangka panjang itu masih bagus kok gitu ya
20:57Ya contohnya Michael dan Budi Hartono itu menjadi orang terkaya di Indonesia
21:01Dulu waktu tahun 2000 ya beli saham BCA
21:04Nah itu kan satu bukti juga ya
21:07Untuk menjadi orang terkaya di Indonesia ya kita beli under value stock yang bagus
21:12Tapi terus kita simpan dalam jangka panjang
21:15Terlepas itu nanti ada krisis contohnya di tahun 2008, 2020 gitu ya
21:21Sampai sekarang gitu nah tetap saja orang itu kalau pegang saham perusahaan bagus dalam jangka panjang bisa cuan besar gitu
21:29Oke Pak Herman kalau kita berbicara soal psikologis investor terutama psikologis investor global
21:35Begitu kalau kita berbicara data bahwa IHSG ini menjadi indeks dengan kinerja terburuk sepanjang tahun 2026 di dunia
21:44Sekali lagi Pak Herman di dunia terburuk di dunia
21:47Apakah ini mempengaruhi psikologis investor global untuk menaruh uangnya di Indonesia?
21:51Ya jelas ya karena kemarin banyak saham-saham konglo yang kinerjanya
21:57Apa ya mereka profit tapi tidak terlalu besar pertumbuhan profitnya
22:01Nah tapi dibarengi dengan pertumbuhan harga saham yang cukup banyak gitu ya
22:05Dan di luar kepemilikan yang signifikan itu mereka mungkin dari 1% 5% ada pihak lain yang sebenarnya masih
22:14related juga dengan pihak konglo
22:15Nah ini tentu saja membuat respon negatif dari MSCI gitu ya
22:19Walaupun bursa efek itu berjanji akan memperbaiki
22:23Nah teman-teman mungkin bisa lihat ya kemarin sampai ada mundurnya para eksekutif dari OJK termasuk Direktur Utama Bursa
22:32Ini kan menunjukkan ya adanya tata kelola gitu ya yang dipertanyakan oleh banyak pihak gitu
22:38Istilahnya pump and dump gitu ya
22:40Jadi jelas IHSG itu naik ke 9 ribu lebih gitu ya itu menunjukkan tidak dibarengi dengan fundamental yang baik
22:46Jadi makanya longsor gitu ya
22:48Tetapi saat ini momentumnya seharusnya dengan perbaikan tata kelola komitmen kita itu nanti bisa menarik lagi investor asing untuk masuk
22:57Karena Indonesia tetap ya negara yang jumlah penduduknya terpadat di dunia
23:01Kalau ekonominya baik tingkat konsumsi tinggi
23:05Nah terbukti kan bank itu banyak diminati oleh asing gitu ya
23:09Jadi misalkan bank Niaga jadi CIMB Niaga gitu ya
23:13Kemudian OCBC masuk ke NISP gitu
23:17Nah itu kan menunjukkan ya asing juga masih berminat karena Indonesia walaupun longsor bursa efeknya
23:23Kita jumlah penduduknya banyak highly consumptive gitu ya
23:27Dan ya harusnya nanti juga banyak investasi masuk ke Indonesia gitu
23:32Saya sih optimis ya dalam jangka panjang
23:34Pak Erman ini kan kalau misalkan ketika IHSG turun begitu yang tampak
23:39Kepanikan yang tampak adalah dari retail gitu
23:41Apakah saat ini menurut Anda bagi retail yang tengah panik
23:45Karena IHSG yang naik turunnya sangat tinggi begitu di pekan lalu
23:49Apakah pekan ini sudah waktunya untuk masuk atau masih wait and see seperti pekan-pekan sebelumnya?
23:55Ya kalau menemukan sebuah saham yang udah jatuh banyak gitu ya
23:59Dengan fundamental yang cukup baik
24:02Itu seharusnya lebih banyak masuk ke saham gitu ya
24:05Tetapi karena ada uncertainty dari sisi geopolitik dan ekonomi kan secara global
24:10Dipertirakan belum terlalu pulih ya pertumbuhan ekonomi
24:14Dan itu juga berpengaruh ke pertumbuhan Indonesia
24:16Jadi pertumbuhan Indonesia apakah bisa yakin ke 6-7% rasanya enggak ya
24:21Mungkin di 5%-an
24:23Nah jadi tergantung nih kalau kita jangka panjang ya itu sebaiknya udah mulai banyak masuk dari sekarang
24:29Tapi kalau kita uang investasinya itu jangka pendek mau coba-coba ke saham
24:34Ya tentu saja dengan logika ekonomi masih belum pulih ya
24:40Pertumbuhan ekonominya masih cukup rendah gara-gara dampak dari geopolitik
24:46Ya tentu saja apa namanya baiknya investor itu menjaga juga ya
24:51Punya likuiditas juga selain masuk ke equity gitu
24:55Jadi tergantung investornya kan
24:57Kalau investornya cukup banyak savingnya
25:00Nah daripada simpen uang di bank gitu ya
25:03Lebih baik sudah mulai masuk tuh ke pasar modal gitu ya
25:07Tapi kalau dari jangka pendek ekonomi itu sebenarnya belum bisa dikatakan akan bulis gitu ya
25:13Seperti itu ya
25:15Berarti artinya lakukan juga ya riset-riset mandiri setiap investor ini sebelum masuk
25:20Ataupun membeli sebuah emiten
25:22Terima kasih Erman Sumirat dosen SBN ITB atas penjelasannya bersama kami di Kompas Bisnis
25:28Sehat selalu
25:28Ya sehat selalu salam cuan
25:31Sampai jumpa
Komentar