00:00Salam kebajikan yang terhormat, yang kita banggakan,
00:07yang juga banyak menginspirasi saya, banyak mengajari saya
00:14di awal-awal masuk politik di 2020 lalu,
00:20dan di 2024 kemarin juga banyak mengajarkan saya tentang politik
00:26dan hari ini Alhamdulillah bisa berhadir di wilayah Sumatera Utara
00:31Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional, yang sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan,
00:38Bapak Zulkifli Hasan, selamat datang di Sumatera Utara, Pak Zulkifli Hasan.
00:46Mudah-mudahan kehadiran Bapak di Sumatera Utara, di wilayah Sumatera ini di Deli Serdang,
00:52bisa membawa keberkahan di wilayah Sumatera Utara,
00:56membawa kebaikan untuk seluruh warga Sumatera Utara,
01:00dan mudah-mudahan semakin banyak Bapak program pemerintah pusat juga
01:05datang ke wilayah Sumatera Utara, Pak Zulkifli.
01:08Yang sama kita hormati Ketua Majelis Panesehat Partai Amanat Nasional,
01:14Bapak Hatta Rajasa, terima kasih Bapak sudah hadir di tengah-tengah kami.
01:19Yang sama kita hormati, kita banggakan Sekretari Jenderal DPP Partai Amanat Nasional,
01:27Bapak Eko Patrio, yang sangat luar biasa,
01:32bisa, ini Sekjen Pan, bisa membawa, menegaskan aturan,
01:42juga sekaligus bisa menghibur kadernya sekaligus.
01:45Luar biasa Pak Sekjen DPP Partai PAN.
01:51Serta Bapak Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional,
01:54sekaligus Wakil Ketua MPRRI, Bapak Edy Suparno,
01:58serta seluruh anggota DPRRI,
02:02fraksi PAN yang berhadir,
02:05tadi kata Bang Ondim,
02:07yang boleh lama pidato cuma Ketua Umum,
02:09jadi mohon izin, mohon maaf,
02:11tanpa mengurangi rasa hormat,
02:12tidak saya sebutkan satu per satu,
02:14yang pasti di sini tadi sudah pada kenal semua,
02:17saya lihat karena banyak sekali dari kalangan artis,
02:23yang hadir di sini,
02:24dari kader Partai PAN sendiri.
02:26Serta yang sama kita hormati,
02:29Bang Ondim,
02:31Ketua DPD,
02:35DPW,
02:36Partai Amanat Nasional Sumatera Utara,
02:39ini tadi,
02:41pendoa kita pun lupa,
02:42sempat agak lupa nama asli Bang Ondim ini,
02:47karena beliau tadi pendoa,
02:49tidak mau menyebutkan nama Ondim,
02:51karena kalau disebutkan nama Ondim ini,
02:54ketum agak bahaya itu,
02:56ini kalau ada yang tahu sejarah nama Ondim,
03:01sudah tahu ya,
03:04tahu,
03:06bagi yang belum tahu,
03:07Ondim itu singkatan dari,
03:10ongkos di muka,
03:13jadi,
03:14tadi yang maju-maju di depan ini,
03:16tadi Tum,
03:18yang dilantik sekaligus sama Bang Ondim tadi,
03:21perlu kita tanya juga tadi satu-satu ini,
03:25berlaku enggak nama Ondim tadi,
03:27pas mendapatkan,
03:29Ketua Kabupaten Kota tadi,
03:33luar biasa Bang Ondim,
03:35kami kira tadi acaranya,
03:39di Deli Serdang,
03:41di tempat yang dulu,
03:43di tempat yang dulu kita bilang,
03:45Bang Ondim jangan di sana,
03:47itu terlalu kecil tempatnya,
03:50Alhamdulillah Bang Ondim buat acara,
03:52di tempat yang luar biasa,
03:54di IKM,
03:55nah ini,
03:59walaupun masih banyak yang panjar saja tadi Bang ya,
04:02belum banyak yang lunas,
04:05serta yang sama kita hormati,
04:07pimpinan partai politik di Sumatera Utara,
04:10ada Bang Sugiyat Santoso,
04:13nah ini sekretaris saya ini,
04:15izin Bang Sugiyat,
04:17tadi pas IEL-IEL Partai PAN,
04:19saya enggak ikut,
04:21karena tadi ada PAN menang,
04:23kalau di hati saya tetap Gerindra yang menang,
04:26Cuman pada saat tadi teriaknya,
04:29satu komando,
04:31Zulkifli Hasan ikut,
04:33karena kita ikut Zulkifli Hasan juga Bang,
04:35karena beliau yang banyak,
04:38mendidik kami di politik,
04:40dan juga memberikan rekom,
04:41biar bisa jadi gubernur kemarin Bang,
04:43ada teman-teman dari Partai Demokrat,
04:47ada Partai Golkar,
04:51dan Partai PSI,
04:54yang berhadir pada kesempatan kali ini,
04:56serta seluruh peserta,
04:58tamu undangan,
05:00yang mohon maaf tak bisa saya sebutkan satu persatu,
05:02mohon izin,
05:03Pak Zulkifli Hasan yang kami hormati,
05:04saya singkat saja,
05:05kami ingin melaporkan sedikit saja Bapak,
05:08tentang beberapa kondisi di Sumatera Utara,
05:11mohon izin,
05:12Pak Ketum,
05:14baru-baru ini,
05:15kita semua,
05:16baru saja menerima,
05:19anak didik baru,
05:21baik dari tingkat,
05:22SD,
05:23SMP,
05:23sampai dengan SMA,
05:25kami ingin menyampaikan satu informasi Pak,
05:28mungkin dilangkat,
05:29belum dilaporkan ke kami,
05:31tapi mungkin nanti boleh kita cek,
05:33di seluruh kabupaten kota,
05:34di seluruh Indonesia,
05:35khususnya di Sumatera Utara,
05:37ada fenomena baru,
05:39biasanya sekolah yang diminati,
05:42anak-anak peserta didik baru,
05:44biasanya sekolah-sekolah unggulan,
05:47sekolah unggulan,
05:49karakteristiknya biasanya,
05:50wah ini banyak yang berprestasi,
05:54gurunya bagus-bagus,
05:55lulusannya banyak yang kejenjang yang lebih tinggi,
05:59kalau dari anak SMA banyak ke kampus-kampus favorit,
06:02hari ini,
06:04kami ingin melihat fenomena baru,
06:07kami melihat fenomena baru,
06:08ada satu kriteria tambahan,
06:10sekolah favorit,
06:13boleh di cek nanti,
06:15Pak Ketua mau nijin,
06:16bukan hanya memberikan saran saja,
06:19sebagai menko pangan,
06:21hari ini sekolah yang banyak diminati,
06:24adalah sekolah yang sudah masuk MBG Pak,
06:27boleh di cek,
06:28ini di daerah kami sudah dilaporkan beberapa Bupati,
06:34Pak hari ini fenomena karena sudah bukan zonasi lagi,
06:37sudah domisili,
06:39mungkin ada beberapa sekolah yang ada di domisili dia,
06:42ada sekolah yang sudah ada MBG,
06:44ada yang belum dapat MBG Pak,
06:46yang lebih banyak didaftarkan anaknya,
06:49dan mendaftarkan anaknya ke sekolah rataran yang sudah ada MBG-nya,
06:54ini fenomena baru,
06:56artinya MBG ini menjadi hal yang krusial,
07:00menjadi hal yang penting,
07:02bagi hal yang bermanfaat,
07:04yang dirasakan oleh anak-anak yang ada di daerah,
07:09mungkin kalau isunya seperti apa di Jakarta,
07:12di daerah sangat perlu Pak MBG,
07:15ini yang kami rasakan,
07:16ini fenomena yang ada di wilayah Sumatera Utara,
07:19kami tahu di bawah Pak Menko pangan,
07:20hal ini perlu ada sedikit perbaikan,
07:24oleh karena itu Pak kami dari Sumatera Utara,
07:27ingin menyampaikan,
07:28menegaskan MBG sangat berguna,
07:30dan sangat diperlukan oleh masyarakat,
07:33yang berada di kabupaten,
07:34ataupun kota yang ada di Sumatera Utara.
07:37Yang berikut mohon izin,
07:39Pak Getum,
07:40kami ingin melaporkan,
07:42tadi pada saat masuk ke ruangan,
07:46sambutannya sangat luar biasa,
07:47ketika kita duduk sebelum mulai acara,
07:51lampu di ruangan sempat dipadamkan Pak,
07:54karena mau ada buffering namanya,
07:57kalau mau ada acara-acara itu,
07:58ada musik buffering,
08:00sebelum mulai buffering tadi ada,
08:03lampu dimatikan,
08:04masyarakat di sini agak teriak Pak,
08:08teriaknya ada dua hal,
08:10yang pertama ngerti,
08:12oh ini mau masuk acara,
08:14yang kedua trauma Pak,
08:16ini masuk yang kemana?
08:19nomor dua tadi,
08:22trauma,
08:23trauma Pak Getum,
08:25karena dari beberapa waktu yang lalu,
08:28kami warga Sumatera Utara ini,
08:32asik mati lampu saja,
08:33kalau dibahas di sini Pak,
08:45ada yang tunggu air belum,
08:47tenang kalian,
08:50kalau air tanggung jawab saya itu,
08:54asik mati lampu saja itu,
08:56ada yang tiga hari berturut-turut,
08:58tidak hidup-hidup,
08:59sudah hidup mati lagi,
09:01hidup mati lagi,
09:04betul ya?
09:06Mohon izin Tum,
09:09tadi Bang Ondi menyampaikan,
09:10PAN ini kadernya luar biasa,
09:13baik di eksekutif,
09:14dan baik di legislatif,
09:15tingkat nasional,
09:17mohon perhatikan kami di Sumatera Utara,
09:19biar gak mati-mati lampu lagi Tum,
09:22kami tahu,
09:24dengan kekuatan ketum di sini,
09:26kalau di colek saja PLN-nya sedikit,
09:31ini sudah bisa lah,
09:34kalau boleh sedang,
09:35kalau ketum colek sedikit,
09:36kalau ketemungan ini berdebar semua ini Tum,
09:39kami juga minta banyak-banyak Tum,
09:41dengan PLN waktu itu,
09:42cukup jangan mati lampu,
09:44kalau pun ini sudah mati lampu kemarin,
09:46adalah kompensasinya,
09:47diskon untuk di bulan-bulan berikutnya,
09:52setuju ya?
09:56kalaupun gak bisa diskon,
09:58gratis pun jadi Tum,
09:59untuk bulan depan,
10:03ini soalnya dari kami Tum,
10:05Bang Sugiyat kemarin sudah berbicara keras juga,
10:07dengan ke,
10:08saya lihat,
10:09Bang Sugiyat sebagai anggota DPR RI,
10:11berbicara keras terhadap PLN,
10:14kita yakin kalau,
10:17mohon izin,
10:18anggota Dewan yang terhormat,
10:20bicara tentang itu di Sumatera Utara ini,
10:21tadi PR-PR dari Bangondim,
10:25untuk buat 200 ribu relawan tadi,
10:28atau gampang dibuat ini Bangondim,
10:31yang berikutnya,
10:32tadi air diminta,
10:33ini air,
10:35kita janji kita selesaikan,
10:37karena memang mati kemarin,
10:38ini dampaknya banyak,
10:40PLN kemarin ini,
10:42usaha orang banyak rugi,
10:44orang jualan makan banyak basi,
10:46kami menyediakan air,
10:49pompanya banyak berusahaan Tum,
10:51karena mati hidup,
10:52mati hidup,
10:53mati hidup,
10:54gak cuma pompa,
10:55pipanya pun tekanannya,
10:57jadi gak stabil,
10:58jadi banyak yang pecah,
10:59ini kami janji dari Provinsi Sumatera Utara,
11:01melalui PDAM,
11:02akan kami selesaikan,
11:03dana kami tuntaskan,
11:05yang terakhir,
11:07kami ingin menyampaikan,
11:09terima kasih sebesar-besarnya,
11:12untuk seluruh kader PAN,
11:14yang ada di Sumatera Utara,
11:16dan seluruh Indonesia,
11:17karena banyak men-support kami,
11:19di Provinsi Sumatera Utara,
11:21baik karena,
11:22baik saat kami terkena bencana kemarin,
11:25dan juga pada saat pemulihan,
11:28Bangondim hari ini,
11:30Pak Ketum,
11:31gak ada alasan lagi,
11:32gak ada duit,
11:34ini saya umumkan Bang,
11:36agar kader-kader,
11:37kalau Bangondim bilang,
11:38gak ada ketip,
11:39gak ada duit,
11:40jangan percaya,
11:42kenapa?
11:43karena Pak Presiden,
11:45untuk menanggulangi bencana,
11:47di wilayah Sumatera Utara,
11:49kepada pemerintah Provinsi,
11:51dan Kabupaten Kota,
11:53sudah mengembalikan uang,
11:546,3 triliun lebih,
11:57sudah diberikan,
11:59jadi kalau Bangondim bilang,
12:00gak ada duit,
12:01jangan percaya,
12:02banyak uangnya,
12:04ditambah lagi,
12:05dana Rehap Recon,
12:07yang diberikan kepada kami,
12:08Ketum,
12:09awalnya diberikan,
12:11ke kami Sumatera Utara,
12:12hanya 2,3 triliun,
12:14selama 3 tahun,
12:15Alhamdulillah,
12:16sekarang sudah menjadi,
12:1723 triliun lebih,
12:19ini untuk pembangunan,
12:20di wilayah Sumatera Utara,
12:22makanya saya sampaikan,
12:23tadi kalau,
12:23hal kayak gini,
12:25ini gak lunas,
12:26yang malu,
12:27Bangondim juga nih Bang,
12:28harusnya lunas lah,
12:29kalau bisa lebih,
12:31jangan cuma lunas Bang,
12:32saya lihat kalau acara gini,
12:34saya lihat Ketum dari awal,
12:35tadi senyum terus,
12:37kalau bisa ditambah lagi,
12:38bayaran-bayarannya tadi ini,
12:39mungkin ini yang kami sampaikan,
12:41sekali lagi,
12:42kami ucapkan terima kasih,
12:43mohon dukungan terus,
12:44untuk kami,
12:45wilayah Provinsi Sumatera Utara,
12:47dan terima kasih atas dukungan,
12:49selalu,
12:49dari Ketua Umum Pan,
12:51untuk wilayah Sumatera Utara,
12:52kami akhiri,
12:53wilayah Taufi Walidaya,
12:54Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
12:56Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,
13:03menemani pagi Anda dengan informasi terbaru,
13:06satu langkah lebih dekat,
13:08satu langkah lebih mencerahkan,
13:10saksikan Sapa Indonesia Pagi,
13:12di Kompas TV,
13:13channel 11,
13:14di televisi Anda.
13:15Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar