Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, berpidato dalam acara DPW & DPD Partai PAN di Deli Serdang pada Minggu (14/6/2026).

Dalam pidatonya, Bobby menyinggung soal kejadian mati listrik yang terjadi di Sumatera Utara.

Dirinya bahkan meminta Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, untuk "mencolek" sedikit PLN terkait hal ini.

"Kami tahu dengan kekuatan Ketum di sini, kalau dicolek aja PLN-nya sikit, ini udah bisa lah. Kalau boleh, kalau Ketum colek sikit, kalau kata Bang Ondi berdebar semua ini Tum. Kami juga minta banyak-banyak Tum sama PLN waktu itu, cukup jangan mati lampu, kalaupun yang udah mati lampu kemarin adalah kompensasinya, diskon untuk di bulan-bulan berikutnya," ujar Bobby.

#bobby #pln #sumut

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674841/pidato-gubernur-bobby-singgung-mati-listrik-di-sumut-minta-zulhas-colek-pln
Transkrip
00:00Salam kebajikan yang terhormat, yang kita banggakan,
00:07yang juga banyak menginspirasi saya, banyak mengajari saya
00:14di awal-awal masuk politik di 2020 lalu,
00:20dan di 2024 kemarin juga banyak mengajarkan saya tentang politik
00:26dan hari ini Alhamdulillah bisa berhadir di wilayah Sumatera Utara
00:31Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional, yang sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan,
00:38Bapak Zulkifli Hasan, selamat datang di Sumatera Utara, Pak Zulkifli Hasan.
00:46Mudah-mudahan kehadiran Bapak di Sumatera Utara, di wilayah Sumatera ini di Deli Serdang,
00:52bisa membawa keberkahan di wilayah Sumatera Utara,
00:56membawa kebaikan untuk seluruh warga Sumatera Utara,
01:00dan mudah-mudahan semakin banyak Bapak program pemerintah pusat juga
01:05datang ke wilayah Sumatera Utara, Pak Zulkifli.
01:08Yang sama kita hormati Ketua Majelis Panesehat Partai Amanat Nasional,
01:14Bapak Hatta Rajasa, terima kasih Bapak sudah hadir di tengah-tengah kami.
01:19Yang sama kita hormati, kita banggakan Sekretari Jenderal DPP Partai Amanat Nasional,
01:27Bapak Eko Patrio, yang sangat luar biasa,
01:32bisa, ini Sekjen Pan, bisa membawa, menegaskan aturan,
01:42juga sekaligus bisa menghibur kadernya sekaligus.
01:45Luar biasa Pak Sekjen DPP Partai PAN.
01:51Serta Bapak Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional,
01:54sekaligus Wakil Ketua MPRRI, Bapak Edy Suparno,
01:58serta seluruh anggota DPRRI,
02:02fraksi PAN yang berhadir,
02:05tadi kata Bang Ondim,
02:07yang boleh lama pidato cuma Ketua Umum,
02:09jadi mohon izin, mohon maaf,
02:11tanpa mengurangi rasa hormat,
02:12tidak saya sebutkan satu per satu,
02:14yang pasti di sini tadi sudah pada kenal semua,
02:17saya lihat karena banyak sekali dari kalangan artis,
02:23yang hadir di sini,
02:24dari kader Partai PAN sendiri.
02:26Serta yang sama kita hormati,
02:29Bang Ondim,
02:31Ketua DPD,
02:35DPW,
02:36Partai Amanat Nasional Sumatera Utara,
02:39ini tadi,
02:41pendoa kita pun lupa,
02:42sempat agak lupa nama asli Bang Ondim ini,
02:47karena beliau tadi pendoa,
02:49tidak mau menyebutkan nama Ondim,
02:51karena kalau disebutkan nama Ondim ini,
02:54ketum agak bahaya itu,
02:56ini kalau ada yang tahu sejarah nama Ondim,
03:01sudah tahu ya,
03:04tahu,
03:06bagi yang belum tahu,
03:07Ondim itu singkatan dari,
03:10ongkos di muka,
03:13jadi,
03:14tadi yang maju-maju di depan ini,
03:16tadi Tum,
03:18yang dilantik sekaligus sama Bang Ondim tadi,
03:21perlu kita tanya juga tadi satu-satu ini,
03:25berlaku enggak nama Ondim tadi,
03:27pas mendapatkan,
03:29Ketua Kabupaten Kota tadi,
03:33luar biasa Bang Ondim,
03:35kami kira tadi acaranya,
03:39di Deli Serdang,
03:41di tempat yang dulu,
03:43di tempat yang dulu kita bilang,
03:45Bang Ondim jangan di sana,
03:47itu terlalu kecil tempatnya,
03:50Alhamdulillah Bang Ondim buat acara,
03:52di tempat yang luar biasa,
03:54di IKM,
03:55nah ini,
03:59walaupun masih banyak yang panjar saja tadi Bang ya,
04:02belum banyak yang lunas,
04:05serta yang sama kita hormati,
04:07pimpinan partai politik di Sumatera Utara,
04:10ada Bang Sugiyat Santoso,
04:13nah ini sekretaris saya ini,
04:15izin Bang Sugiyat,
04:17tadi pas IEL-IEL Partai PAN,
04:19saya enggak ikut,
04:21karena tadi ada PAN menang,
04:23kalau di hati saya tetap Gerindra yang menang,
04:26Cuman pada saat tadi teriaknya,
04:29satu komando,
04:31Zulkifli Hasan ikut,
04:33karena kita ikut Zulkifli Hasan juga Bang,
04:35karena beliau yang banyak,
04:38mendidik kami di politik,
04:40dan juga memberikan rekom,
04:41biar bisa jadi gubernur kemarin Bang,
04:43ada teman-teman dari Partai Demokrat,
04:47ada Partai Golkar,
04:51dan Partai PSI,
04:54yang berhadir pada kesempatan kali ini,
04:56serta seluruh peserta,
04:58tamu undangan,
05:00yang mohon maaf tak bisa saya sebutkan satu persatu,
05:02mohon izin,
05:03Pak Zulkifli Hasan yang kami hormati,
05:04saya singkat saja,
05:05kami ingin melaporkan sedikit saja Bapak,
05:08tentang beberapa kondisi di Sumatera Utara,
05:11mohon izin,
05:12Pak Ketum,
05:14baru-baru ini,
05:15kita semua,
05:16baru saja menerima,
05:19anak didik baru,
05:21baik dari tingkat,
05:22SD,
05:23SMP,
05:23sampai dengan SMA,
05:25kami ingin menyampaikan satu informasi Pak,
05:28mungkin dilangkat,
05:29belum dilaporkan ke kami,
05:31tapi mungkin nanti boleh kita cek,
05:33di seluruh kabupaten kota,
05:34di seluruh Indonesia,
05:35khususnya di Sumatera Utara,
05:37ada fenomena baru,
05:39biasanya sekolah yang diminati,
05:42anak-anak peserta didik baru,
05:44biasanya sekolah-sekolah unggulan,
05:47sekolah unggulan,
05:49karakteristiknya biasanya,
05:50wah ini banyak yang berprestasi,
05:54gurunya bagus-bagus,
05:55lulusannya banyak yang kejenjang yang lebih tinggi,
05:59kalau dari anak SMA banyak ke kampus-kampus favorit,
06:02hari ini,
06:04kami ingin melihat fenomena baru,
06:07kami melihat fenomena baru,
06:08ada satu kriteria tambahan,
06:10sekolah favorit,
06:13boleh di cek nanti,
06:15Pak Ketua mau nijin,
06:16bukan hanya memberikan saran saja,
06:19sebagai menko pangan,
06:21hari ini sekolah yang banyak diminati,
06:24adalah sekolah yang sudah masuk MBG Pak,
06:27boleh di cek,
06:28ini di daerah kami sudah dilaporkan beberapa Bupati,
06:34Pak hari ini fenomena karena sudah bukan zonasi lagi,
06:37sudah domisili,
06:39mungkin ada beberapa sekolah yang ada di domisili dia,
06:42ada sekolah yang sudah ada MBG,
06:44ada yang belum dapat MBG Pak,
06:46yang lebih banyak didaftarkan anaknya,
06:49dan mendaftarkan anaknya ke sekolah rataran yang sudah ada MBG-nya,
06:54ini fenomena baru,
06:56artinya MBG ini menjadi hal yang krusial,
07:00menjadi hal yang penting,
07:02bagi hal yang bermanfaat,
07:04yang dirasakan oleh anak-anak yang ada di daerah,
07:09mungkin kalau isunya seperti apa di Jakarta,
07:12di daerah sangat perlu Pak MBG,
07:15ini yang kami rasakan,
07:16ini fenomena yang ada di wilayah Sumatera Utara,
07:19kami tahu di bawah Pak Menko pangan,
07:20hal ini perlu ada sedikit perbaikan,
07:24oleh karena itu Pak kami dari Sumatera Utara,
07:27ingin menyampaikan,
07:28menegaskan MBG sangat berguna,
07:30dan sangat diperlukan oleh masyarakat,
07:33yang berada di kabupaten,
07:34ataupun kota yang ada di Sumatera Utara.
07:37Yang berikut mohon izin,
07:39Pak Getum,
07:40kami ingin melaporkan,
07:42tadi pada saat masuk ke ruangan,
07:46sambutannya sangat luar biasa,
07:47ketika kita duduk sebelum mulai acara,
07:51lampu di ruangan sempat dipadamkan Pak,
07:54karena mau ada buffering namanya,
07:57kalau mau ada acara-acara itu,
07:58ada musik buffering,
08:00sebelum mulai buffering tadi ada,
08:03lampu dimatikan,
08:04masyarakat di sini agak teriak Pak,
08:08teriaknya ada dua hal,
08:10yang pertama ngerti,
08:12oh ini mau masuk acara,
08:14yang kedua trauma Pak,
08:16ini masuk yang kemana?
08:19nomor dua tadi,
08:22trauma,
08:23trauma Pak Getum,
08:25karena dari beberapa waktu yang lalu,
08:28kami warga Sumatera Utara ini,
08:32asik mati lampu saja,
08:33kalau dibahas di sini Pak,
08:45ada yang tunggu air belum,
08:47tenang kalian,
08:50kalau air tanggung jawab saya itu,
08:54asik mati lampu saja itu,
08:56ada yang tiga hari berturut-turut,
08:58tidak hidup-hidup,
08:59sudah hidup mati lagi,
09:01hidup mati lagi,
09:04betul ya?
09:06Mohon izin Tum,
09:09tadi Bang Ondi menyampaikan,
09:10PAN ini kadernya luar biasa,
09:13baik di eksekutif,
09:14dan baik di legislatif,
09:15tingkat nasional,
09:17mohon perhatikan kami di Sumatera Utara,
09:19biar gak mati-mati lampu lagi Tum,
09:22kami tahu,
09:24dengan kekuatan ketum di sini,
09:26kalau di colek saja PLN-nya sedikit,
09:31ini sudah bisa lah,
09:34kalau boleh sedang,
09:35kalau ketum colek sedikit,
09:36kalau ketemungan ini berdebar semua ini Tum,
09:39kami juga minta banyak-banyak Tum,
09:41dengan PLN waktu itu,
09:42cukup jangan mati lampu,
09:44kalau pun ini sudah mati lampu kemarin,
09:46adalah kompensasinya,
09:47diskon untuk di bulan-bulan berikutnya,
09:52setuju ya?
09:56kalaupun gak bisa diskon,
09:58gratis pun jadi Tum,
09:59untuk bulan depan,
10:03ini soalnya dari kami Tum,
10:05Bang Sugiyat kemarin sudah berbicara keras juga,
10:07dengan ke,
10:08saya lihat,
10:09Bang Sugiyat sebagai anggota DPR RI,
10:11berbicara keras terhadap PLN,
10:14kita yakin kalau,
10:17mohon izin,
10:18anggota Dewan yang terhormat,
10:20bicara tentang itu di Sumatera Utara ini,
10:21tadi PR-PR dari Bangondim,
10:25untuk buat 200 ribu relawan tadi,
10:28atau gampang dibuat ini Bangondim,
10:31yang berikutnya,
10:32tadi air diminta,
10:33ini air,
10:35kita janji kita selesaikan,
10:37karena memang mati kemarin,
10:38ini dampaknya banyak,
10:40PLN kemarin ini,
10:42usaha orang banyak rugi,
10:44orang jualan makan banyak basi,
10:46kami menyediakan air,
10:49pompanya banyak berusahaan Tum,
10:51karena mati hidup,
10:52mati hidup,
10:53mati hidup,
10:54gak cuma pompa,
10:55pipanya pun tekanannya,
10:57jadi gak stabil,
10:58jadi banyak yang pecah,
10:59ini kami janji dari Provinsi Sumatera Utara,
11:01melalui PDAM,
11:02akan kami selesaikan,
11:03dana kami tuntaskan,
11:05yang terakhir,
11:07kami ingin menyampaikan,
11:09terima kasih sebesar-besarnya,
11:12untuk seluruh kader PAN,
11:14yang ada di Sumatera Utara,
11:16dan seluruh Indonesia,
11:17karena banyak men-support kami,
11:19di Provinsi Sumatera Utara,
11:21baik karena,
11:22baik saat kami terkena bencana kemarin,
11:25dan juga pada saat pemulihan,
11:28Bangondim hari ini,
11:30Pak Ketum,
11:31gak ada alasan lagi,
11:32gak ada duit,
11:34ini saya umumkan Bang,
11:36agar kader-kader,
11:37kalau Bangondim bilang,
11:38gak ada ketip,
11:39gak ada duit,
11:40jangan percaya,
11:42kenapa?
11:43karena Pak Presiden,
11:45untuk menanggulangi bencana,
11:47di wilayah Sumatera Utara,
11:49kepada pemerintah Provinsi,
11:51dan Kabupaten Kota,
11:53sudah mengembalikan uang,
11:546,3 triliun lebih,
11:57sudah diberikan,
11:59jadi kalau Bangondim bilang,
12:00gak ada duit,
12:01jangan percaya,
12:02banyak uangnya,
12:04ditambah lagi,
12:05dana Rehap Recon,
12:07yang diberikan kepada kami,
12:08Ketum,
12:09awalnya diberikan,
12:11ke kami Sumatera Utara,
12:12hanya 2,3 triliun,
12:14selama 3 tahun,
12:15Alhamdulillah,
12:16sekarang sudah menjadi,
12:1723 triliun lebih,
12:19ini untuk pembangunan,
12:20di wilayah Sumatera Utara,
12:22makanya saya sampaikan,
12:23tadi kalau,
12:23hal kayak gini,
12:25ini gak lunas,
12:26yang malu,
12:27Bangondim juga nih Bang,
12:28harusnya lunas lah,
12:29kalau bisa lebih,
12:31jangan cuma lunas Bang,
12:32saya lihat kalau acara gini,
12:34saya lihat Ketum dari awal,
12:35tadi senyum terus,
12:37kalau bisa ditambah lagi,
12:38bayaran-bayarannya tadi ini,
12:39mungkin ini yang kami sampaikan,
12:41sekali lagi,
12:42kami ucapkan terima kasih,
12:43mohon dukungan terus,
12:44untuk kami,
12:45wilayah Provinsi Sumatera Utara,
12:47dan terima kasih atas dukungan,
12:49selalu,
12:49dari Ketua Umum Pan,
12:51untuk wilayah Sumatera Utara,
12:52kami akhiri,
12:53wilayah Taufi Walidaya,
12:54Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
12:56Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,
13:03menemani pagi Anda dengan informasi terbaru,
13:06satu langkah lebih dekat,
13:08satu langkah lebih mencerahkan,
13:10saksikan Sapa Indonesia Pagi,
13:12di Kompas TV,
13:13channel 11,
13:14di televisi Anda.
13:15Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan