KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengklaim AS dan Iran akan menandatangani kesepakatan hari Minggu (14/6/2026) ini.
Tapi Iran membatahnya dan menyatakan kesepakatan akhir masih akan dibahas setelah penandatanganan nota kesepahaman.
Ada apa di balik pernyataan kontradiktif ini? Kita bahas bersama Nostalgiawan Wahyudi, Peneliti Timur Tengah Badan Riset dan Inovasi Nasional dan Peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Fauzia Cempaka Timur.
Baca Juga [FULL] Pakar dan WN Iran Ungkap Alasan Teheran Bantah Klaim Trump soal Kesepakatan Damai di https://www.kompas.tv/internasional/674804/full-pakar-dan-wn-iran-ungkap-alasan-teheran-bantah-klaim-trump-soal-kesepakatan-damai
#trump #iran #amerika
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/674835/full-peneliti-kupas-klaim-damai-trump-yang-dibantah-iran-akankah-kesepakatan-nuklir-tercapai
Tapi Iran membatahnya dan menyatakan kesepakatan akhir masih akan dibahas setelah penandatanganan nota kesepahaman.
Ada apa di balik pernyataan kontradiktif ini? Kita bahas bersama Nostalgiawan Wahyudi, Peneliti Timur Tengah Badan Riset dan Inovasi Nasional dan Peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Fauzia Cempaka Timur.
Baca Juga [FULL] Pakar dan WN Iran Ungkap Alasan Teheran Bantah Klaim Trump soal Kesepakatan Damai di https://www.kompas.tv/internasional/674804/full-pakar-dan-wn-iran-ungkap-alasan-teheran-bantah-klaim-trump-soal-kesepakatan-damai
#trump #iran #amerika
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/674835/full-peneliti-kupas-klaim-damai-trump-yang-dibantah-iran-akankah-kesepakatan-nuklir-tercapai
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim AS dan Iran akan menandatangani kesepakatan hari minggu ini.
00:07Tapi Iran membantahnya dan menyatakan kesepakatan akhir masih akan dibahas setelah penandatanganan nota kesepahaman.
00:15Ada apa dibalik pernyataan kontradiktif ini?
00:18Kita bahas bersama Nostalgia Wan Wahyudi, Peneliti Timur Tengah Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN,
00:24serta Peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence Fauzia, Cempaka Timur.
00:30Selamat malam Mas Wawan, Mbak Cempaka.
00:33Selamat malam Mas.
00:34Selamat malam.
00:35Saya ke Mas Wawan dulu.
00:36Mas Wawan, katanya diklaim oleh Donald Trump ini akan ada kesepakatan.
00:40Tapi Iran membantah dan mengatakan bahwa harus ada nota kesepahaman dulu, Memorandum of Understanding MOU.
00:48Tapi sebenarnya apa yang dimaksud dengan MOU yang dikatakan Iran ini?
00:51Apakah ini hanya framework sementara?
00:53Misalnya 60 hari ceasefire, atau bagaimana untuk membuka ruang negosiasi nuklir dan slat hormus terutama?
01:00Oke, Mas Adi.
01:02Jadi kita melihat bahwa sebetulnya perbedaan kesepahaman antara Iran sama Amerika sudah sering terjadi.
01:09Jadi di sini kalau saya melihat sebetulnya ada keterdasarkan sendiri dari Trump yang sangat-sangat ingin untuk melakukan exit way
01:20dari perang ini.
01:21Jadi banyak nyata politik dalam negeri dan yang lain itu menjadi salah satu kunci utama.
01:26Jadi bagaimana dia mendesak bahwa nanti akan ditandatangkan pada hari Minggu ini.
01:30Sekarang Minggu di Indonesia sudah selesai kan?
01:32Sedangkan Iran mengatakan itu bisa, ini next coming day juga, atau hari Senin ataupun Selasa.
01:38Jadi sebetulnya gini Mas, kalau saya melihat ada salah satu yang harus kita lihat ya, terjadi pergeseran ya.
01:47Pergeseran kalau kita dalam ansa diplomatik, jadi bagaimana dulu ketika diplomasi Amerika masih dipegang oleh PT Exet ya.
01:55Jadi kita melihat bahwa negosiasi terasa kaku dan tegang.
01:59Tapi perubahan pergeseran itu terjadi ketika Amerika menurunkan Menlo-nya, Marco Rubio.
02:06Jadi terkesan lebih elastis, lebih banyak yang bisa dibicarakan dan menunjukkan kemajuan yang berarti dalam setiap negosiasi yang dilakukan dengan
02:12Arasi.
02:13Sebaliknya di Iran, kalau kita lihat itu terjadi semacam stakasi diplomasi ya.
02:20Jadi justru kalau saya lihat ya, elastisitas diplomasi di bawah Rubio yang berbeda dengan PT Exet sebelumnya,
02:27itu juga berdampak pada justru keratakan di Iran tersendiri.
02:30Kita tahu bagaimana terjadi perbedaan antara Arasi dengan kelompok garis keras di Iran dan protes-protes yang saat ini terjadi
02:39ya di internal Iran terhadap Arasi.
02:41Di mana Arasi cenderung melunak dengan target program nuklir Iran dan itu dinamika yang sebetulnya ada mungkin kurang diliput ya.
02:51Dan itu yang menjadi catatan kita tersendiri.
02:53Yang kedua kita bisa melihat sebetulnya perbedaan ini menunjukkan adanya level trust yang masih rendah dari dulu.
03:00Jadi tidak ada kemajuan sebetulnya perjanjian di Oman, Pakistan pertama dan Pakistan kedua yang sekarang ya.
03:06Kita melihat bahwa level trustnya masih sangat-sangat rendah dan tidak ada kemajuan yang berarti.
03:12Dan itu yang kalau kita analisakan ya secara logika ya, secara normal sebetulnya apa yang dilakukan Trump dengan ingin mencoba
03:19untuk membuat shortcut bertemu dengan Mosabah.
03:22Itu Amerika menyadari bahwa ini harus melakukan langkah yang lebih signifikan ya terhadap stagnasi yang terjadi.
03:29Jadi face-to-face diplomasi mungkin adanya pembicaraan-pembicaraan yang lebih non-formal ya.
03:34Itu akan menjadikan diplomati lebih elastis.
03:38Dan itu yang sebetulnya target yang diinginkan Amerika.
03:42Dan sebaliknya memang secara prosedural ketika Trump sudah membuka diri dan mengatakan bahwa deals akan-akan terjadi.
03:49Sebaliknya di Iran masih ada semacam tahapan ya.
03:54Yang dilakukan, yang didilkan oleh Arasi itu harus mendapatkan peninjauan kembali secara internal.
04:00Jadi bisa dikatakan Iran has not reached the deal yet.
04:04Jadi deal itu belum-belum sebetulnya belum terjadi di pihak Iran.
04:08Dan mungkin the coming days itu sangat-sangat-sangat ini ya.
04:14Kita tidak tahu apakah Senin Selasa atau Rabu tergantung dari pergolakan internal.
04:17Dan ini memang tekanan dalam negeri terhadap kelompok Arasi yang sangat-sangat dinamis ya.
04:23Itu juga terjadi di Iran.
04:25Dan kita sangat dibatasi dengan informasi ya.
04:29Kita tahu bahwa Amerika akan berbicara masalah hormus dan nuklir.
04:32Tersedangkan di Teheran sendiri, jubir menter luar negeri senderung tutup mulut.
04:39Ya, dengan kata lain.
04:40Cuma ada beberapa yang bisa dibicarakan dari statement Arasi.
04:46Seperti perjanjian, apa itu namanya, penghentian serang di semua front dan yang lain.
04:51Termasuk pembukaan salat hormus masih dalam kedaulatan Iran dan Oman.
04:54Dan itu sebetulnya informasi yang sepenggal informasi antara Amerika ataupun dari Iran.
05:00itu saling bertolak belakangan.
05:02Ketika Amerika fokus pada nuklir dan juga hormus, Iran fokus pada proksi, pada kedaulatan hormus.
05:10Dan juga kedaulatan uranium yang saya tidak yakin Iran mau untuk membawa umat uranium itu keluar dari Iran.
05:21Atau melakukan perutahan yang sangat signifikan.
05:23Dan di sini kita bisa melihat bahwa ini masih sangat-sangat rapuh.
05:26Dengan kata lain masih belum mendekati kesepakatan akhir sepertinya begitu.
05:30Nah, saya ke Mbak Cemaka.
05:35Mbak Cemaka meski Donald Trump ini sudah membatalkan serangan beberapa hari lalu.
05:38Dan yang terbaru kan menyatakan nota kesepahaman akan segera ditandatangani katanya.
05:43Tapi, apa Anda melihat Amerika Serikat masih menekan Trump dari sisi militer di tengah negosiasi seperti sekarang ini?
05:50Jadi ada dua, kita bisa melihat bahwa sebenarnya ada dua fakta menarik mas.
05:54Terkait dengan apa yang dicapai oleh Trump dalam beberapa hari terakhir.
05:59Yang pertama adalah laporan dari CNN bahwa sudah sampai 39 kali Trump itu sudah menyatakan perdamaian.
06:06Lalu tiba-tiba meng-cancel atau bahkan mengeskalasinya kembali gitu.
06:10Jadi memang kita akan, apakah kita akan masih melihat eskalasi dan deeskalasi atau statement dari Trump terkait hari ini?
06:16Mungkin kita juga menaikkan statement terkait dari statement ke-39 dari Trump yang menyatakan bahwa perdamaian ini tidak pernah lebih
06:24dekat daripada sekarang.
06:25Nah, konteksnya adalah terlebih statement terkait dengan apakah hari Minggu ini yang baru dimulai di Amerika Serikat tentunya gitu, apakah
06:34akan tercipta perdamaian?
06:36Nah, ini sebenarnya konteksualnya adalah salah satu laporan atau tanggapan yang diberikan oleh salah satu pejabat Iran yang menyatakan bahwa
06:42tidak akan memberikan hadiah ulang tahun bagi Trump.
06:45Jadi hari ini Trump berulang tahun.
06:47Makanya kenapa ada conditioning terkait dengan ingin dicapainya perdamaian di hari Minggu ini mas?
06:53Jadi ini tentu sangat kontekstual.
06:55Nah, tapi kita harus lihat juga bahwa dalam secara di lapangan maupun serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel masih terus
07:03dilakukan di Lebanon.
07:05Itu yang pertama yang juga merupakan conditioning bagi Iran sebenarnya dalam mencapai memorandum of understanding ini yang menjadi jalan untuk
07:13selanjutnya mengembangkan kesepakatan tentunya dalam konteks permintaan dari Iran.
07:18Namun kita juga melihat bagaimana ada kepercayaan yang menurut saya lebih tinggi dari para intermediaris.
07:25Tidak hanya Pakistan tapi juga Qatar dan beberapa negara lainnya yang menyatakan bahkan ada pilihan-pilihan untuk bertemu di Genewa
07:34misalnya.
07:35Ataupun bahkan jika memang memungkinkan bahkan melakukan signing secara virtual.
07:40Jadi ini menurut saya ada kepercayaan diri yang tidak hanya muncul dari kedua belah pihak.
07:46Namun memang ada faktor-faktor yang tidak bisa dikontrol atau tidak bisa dikendalikan oleh negara-negara intermediaris yaitu Israel sendiri.
07:54Jadi dalam konteks ini menurut saya memang perdamaian sangat dekat di sisi lain untuk ketegasan Netanyahu terkait dengan Israel tidak
08:04menjadi bagian dari kesepakatan apapun yang akan dibuat oleh Amerika Serikat dan Iran.
08:10Ini juga cukup berbahaya dalam melihat apakah ini akan segera mencapai di eskalasi atau tidak.
08:16Oke jadi lagi-lagi sepertinya kalimat bahwa deal hampir selesai ini lagi-lagi ini retorika yang sepertinya akan ditujukan untuk
08:25domestik politik saja di Amerika Serikat oleh Donald Trump ya.
08:29Nah tapi kalau melihat ada kata lain juga yang keluar dari mulut Donald Trump.
08:34Trump sempat bilang jika Iran tidak setuju dengan deal ini katanya maka ultimate goal adalah operasi militer.
08:39Nah Mbak Cempaka menurut Anda seberapa serius narasi Trump ini sebab Iran juga tampaknya tetap puas pada dengan segala situasi?
08:47Kita lihat tentu Mas memang ada satu bentuk eskalasi yang dilakukan oleh Israel.
08:53Jenus Israel beberapa waktu yang lalu begitu ya di sekitar tanggal 7 Juni ketika dia menyerang salah satu pabrik petrokimia
09:01dan juga infrastruktur kritis yang ada di Iran.
09:04Dan immediately atau beberapa waktu yang tidak lama setelah itu Iran melakukan balasan ke kota-kota yang juga cukup kritis
09:12di Israel.
09:13Bahkan selanjutnya dilakukan follow up attack atau attack serangan lanjutan yang dilakukan oleh Houthi di Yemen yang baru pertama kali.
09:22Houthi ini meskipun sudah menyatakan solidaritasnya dengan Iran sejak serangan pertama 28 Februari namun belum pernah melakukan serangan langsung begitu
09:31ke Israel.
09:32Nah pada saat serangan tanggal 7 Juni lalu ini Houthi langsung melakukan serangan balasan begitu Mas.
09:38Dalam konteks ini sebenarnya tentu menunjukkan kesiapan Iran sendiri.
09:42Dalam konteks ketika terjadi eskalasi maka mereka siap meretaliasi karena tentu kita lihat secara pola sejak tanggal 28 Februari
09:51Iran ini jarang melakukan inisiasi attack terlebih dahulu, serangan terlebih dahulu.
09:56Yang dilakukan adalah sifatnya retaliasi dan tentu saja sebenarnya dalam konteks ini kalau Amerika Serikat siap melakukan serangan yang lebih
10:04besar dalam konteks ini sebenarnya yang paling diuntungkan adalah juga dari Israel.
10:09Karena memang sudah nunggu-nunggu sejak lama dan dalam konteks ini saya melihat ketika tujuan perdamaian yang ingin dicapai oleh
10:16Amerika Serikat sesungguhnya lebih dekat Mas.
10:19Maksudnya Amerika Serikat ini lebih ingin dicapai perdamaian dibandingkan untuk kembali berperang.
10:24Namun memang terkait dengan teknikalitis, terlebih statement yang baru saja dikeluarkan oleh Trump,
10:29negosiasi terkait dengan pemenangan poin terkait uranium ini harus tidak dapat dinegosiasikan kembali.
10:36Jadi keinginan Trump untuk lebih mendapatkan deal yang lebih baik dibandingkan Obama,
10:41ini merupakan jawaban yang paling ultimate tidak bisa dinegosiasikan.
10:45Jadi menurut saya hal inilah yang mungkin akan menjadi penentu dalam diskusi terkait dengan negosiasi perdamaian antara Iran dan Amerika
10:54Serikat.
10:55Kalau gitu Mas Wawan, bicara soal retaliasi tadi yang disebutkan Mbak Cempakah,
11:00sekarang apakah Donald Trump ini menggunakan taktik maksimum pressure?
11:04Karena ada ancaman militer plus janji kesepakatan cepat,
11:08ini sepertinya untuk memaksa Iran ke meja perundingan.
11:11Tapi kan di sisi lain juga Iran seperti ya ogah-ogahan begitu ya karena ada ketidaksesuaian pernyataan dari satu dan
11:19yang lain oleh Donald Trump ini.
11:20Bagaimana Anda lihat ini?
11:23Jadi begini Mas, itu dari salah satu langkah diplomasi ya kalau kita sedang melakukan pembicaraan diplomasi,
11:29Amerika sebagai negara hadidah ya memerlukan positioningnya.
11:33Positioning sangat penting, jadi bagaimana dia ingin menempatkan sebetulnya bahwa dalam proses negosiasi ini antara Iran dan Amerika itu tidak
11:42setara.
11:42Itu yang perlu kita cermati.
11:44Jadi dengan adanya pembicaraan damai, di tengah-tengah pembicaraan damai ketika kesepakatan itu semakin melunak,
11:51tiba-tiba dilakukan penyerangan itu kita bisa katakan bahwa dalam di tengah-tengah diplomasi itu dia sengaja menciptakan constraint.
11:58Dalam arti bahwa sebetulnya dia ingin mengatakan pada dunia ya,
12:02Trump ingin mengatakan pada dunia bahwa kontrol itu ada di tangan Amerika.
12:05Jadi bagaimana perdamaian ini bisa terwujud dan bagaimana perang itu bisa terjadi itu ada in the hand of US.
12:12Ini yang sebetulnya kita berkata pada sebetulnya Iran lebih ready untuk perang ya.
12:19Tapi kalau kita lebih cermati ya, sebetulnya kita tertarik dengan pernyataan dari Abbas Arasi ya,
12:26yang mengatakan bahwa sebetulnya jika ini benar-benar terjadi negosiasi dan itu kesepakatan untuk deal itu terjadi,
12:33dia yang mengatakan bahwa sebetulnya kemenangan yang luar biasa itu ada pada Iran gitu.
12:37Kita bisa melihat bahwa sebetulnya nuklir itu sesuatu yang non-negotiable baik bagi Iran dan Amerika.
12:43Mengapa Iran mengatakan bahwa nanti proses pembicaraan tentang nuklir itu ada pada fase kedua?
12:48Karena kedua belah pihak sangat memahami bahwa titik temu pada konteks ini sangat sulit.
12:53Jadi jalan damai itu mereka ingin damai dulu,
12:55bahkan mekanisme untuk bagaimana nanti masalah nuklir akan dibicarkan belakangan.
13:00Dan kalau kita memaksakan bahwa ini dibicarakan di depan mungkin akan terjadi konflik ini tidak akan terlarai.
13:05Dan yang kedua kita bisa melihat ya,
13:07penjabutan sanksi ekonomi dan pencairan aset meskipun bersarat ya yang dikatakan oleh Amerika,
13:13jadi asalisan memenuhi semua tuntan-tuntan tersebut itu merupakan sebuah kemajuan.
13:18Dan juga blokade laut yang dilakukan oleh AS itu bisa disabut,
13:23apalagi nanti ada poin-poin yang dikatakan Arasi sebetulnya,
13:26rekonstruksi dan pembangunan ekonomi.
13:27Dan ini poin-poin yang tidak bicarakan oleh Amerika.
13:29Tapi kalau dalam perspektif ini,
13:32saya melihat bahwa Arasi ingin memberikan delivery ya,
13:35bahwa capaian-capaian dari negosiasi ini kepada masyarakat Iran,
13:38bahwa perdamaian yang terwujud ini kememungkinkan akan memberikan keuntungan yang signifikan bagi Iran
13:44setelah 47 tahun dilakukan sanksi ekonomi oleh Amerika.
13:48Yang perlu kita diskusikan sebetulnya,
13:51tentang sustainability ya, Di.
13:54Jadi misalnya ya, kita sangat berharap bahwa
13:59terjadi, perdamaian itu terjadi.
14:01Sebetulnya dengan deal itu terjadi, apakah itu selesai?
14:04Itu yang perlu kita bicarakan.
14:06Karena masalah sustainability dari perdamaian ini sangat rentan,
14:09seperti yang kita katakan tadi, trust sangat-sangat rendah.
14:13Dan Arasi juga menuding pihak tertentu, misalnya Israel sebagai kunci.
14:17Yang kita katakan sebetulnya kunci itu ada di Israel.
14:20Karena Israel memang tidak ingin masuk dalam,
14:23betul namanya negosiasi,
14:24meskipun peran itu tiga negara.
14:26Dan penyerangan yang dilakukan oleh Israel di Lebanon dan yang lain,
14:32itu juga menunjukkan.
14:33Jadi ini mengapa ini terjadi?
14:34Karena memang adanya yang kita tekanan dari internal ya,
14:39US deal, US-Iran deal itu benar-benar menjadi,
14:42itu akan menjadi semacam nyetan yang konflik filers.
14:46Itu yang dikritik oleh pihak oposisi.
14:48Yang mengatakan bahwa Amerika gagal,
14:51Israel gagal hampir di semua target perang.
14:53Dan ini yang...
14:54Baik, kami tangkap masoan.
14:55Ya, gini.
14:56Oke, baik.
14:57Kami tangkap, mohon maaf waktu kita sudah terbatas.
15:00Tadi memang kuncinya ada di Israel,
15:03kuncinya ada di Israel karena mereka yang memulai ini semua.
15:05Dan sepertinya kalau saya tangkap dari pembicaraan kita malam hari ini,
15:08diskusi kita malam hari ini,
15:09Iran ini membutuhkan pernyataan yang walk the talk,
15:13yang benar-benar bisa diwujudkan dan masih masuk akal,
15:16masih realistis untuk sama-sama digapai kesepakatan bersama
15:19antara Amerika Serikat dan Iran ini.
15:20Terima kasih masing-masing ngar sumber saya,
15:22Mas Nostalgiawan dari Brin dan juga Mbak Cempaka dari Indo-Pacific Strategic
15:27untuk perspektifnya di malam hari ini di Sapa Indonesia Malam.
15:30Sampai jumpa lagi saat malam, Mas dan Mbak.
Komentar