Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Amerika Serikat membuktikan ancamannya untuk melakukan serangan balasan setelah Iran menembak jatuh helikopter tempur Apache.

Eskalasi kembali memanas setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan. Penutupan Selat Hormuz juga semakin meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

Trump juga memperingatkan bahwa Teheran akan membayar atas negosiasi yang dihentikan.

Ancaman kepada Iran disampaikan Trump di Gedung Putih dan melalui media sosialnya beberapa jam setelah Bahrain, Kuwait, dan Yordania diserang Iran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan eskalasi militer Amerika Serikat tidak akan memaksa Iran untuk menyerah. Pernyataan itu disampaikan di tengah kembali meningkatnya ketegangan setelah serangan AS ke beberapa lokasi di Iran.

Lalu, apakah Iran akan kembali membombardir sekutu Amerika Serikat di kawasan?

Kita bahas bersama Pakar Strategi PPAU sekaligus alumni US Air War College, Agung Sasongkojati.

Baca Juga AS Menyerang, Iran Tegaskan Tak akan Pernah Menyerah! | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/674276/as-menyerang-iran-tegaskan-tak-akan-pernah-menyerah-kompas-petang

#perang #iran #as #trump #timurtengah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/674282/pakar-strategi-ppau-baca-eskalasi-perang-as-vs-iran-situasi-timur-tengah-memburuk
Transkrip
00:00Amerika membuktikan ancamannya untuk melakukan serangan balasan usai Iran menembak jatuh helikopter tempur Apache.
00:06Eskalasi kembali panas, usai Amerika Serikat dan Iran saling serang, selat hormus ditutup.
00:12Lalu apakah Iran akan kembali memborbardir sekutu Amerika Serikat di kawasan?
00:17Kita bahas bersama pakar strategi PPAU, juga alumni US Air World College, Agung Sasongko Jati.
00:23Selamat sore Pak Agung.
00:26Selamat sore.
00:27Ya, Iran Amerika Serikat saling serang dan Amerika Serikat mengatakan tidak lagi menahan diri sejumlah serangan diluncurkan.
00:33Seberapa besar perang yang akan terjadi dengan sisa kekuatan dari masing-masing negara?
00:39Jadi serangan yang dilakukan ini kan memang adalah bagaimana ada terjadi kecelakaan itu pesawat, pesawat helikopter Angkatan Udara Amerika, Angkatan
00:51Udara Amerika sebetulnya,
00:53ditembak dengan kayaknya seperti dengan rudal merek, rudal tapi bersifat drone,
00:59karena kecepatannya cuma tidak kecepatan suara tapi sekitar 700-800 km per jam, itu ranja udara.
01:04Ya memang Apache ini terbang di atas selat hormus yang mana, kita tahu, Iran membuat notem warning bahwa tidak ada
01:14yang boleh melakukan kegiatan di situ.
01:15Ya, dia terbang di situ ya tertembak jatuh lah.
01:18Nah, apa yang terjadi kemudian adalah Amerika membalas kan, membalas dengan kampanye udara.
01:24Ya, dia menyerang di Pulau Kesem dan Guruk serta di Provinsi Hosmosgan.
01:28Jadi apa yang dilakukan oleh Amerika ini adalah kombinasi daripada serangan militer, namun juga penekanan untuk agar segera Iran menyetujui
01:43proposal yang diajukan dari Amerika.
01:45Jadi sebetulnya adalah koersif diplomasi yang dilanjutkan lagi tapi sekarang dengan lebih keras lagi.
01:52Tapi menurut Pak Agung sendiri, apakah Iran akan mempertahankan posisinya?
01:56Meski sebelumnya kalau kita lihat, ini disampaikan juga kepada Amerika Serikat bahwa silahkan tinggalkan medan perang jika AAS akan menguji
02:04tekat kami.
02:05Nanti dijawab, kami sampai kembali saudara. Tetap di Kopas Petang.
02:13Ya, jadi Pak Agung, apakah menurut Anda Iran masih akan bertumpu dengan menutup hormus dan menyerang negara sekutu?
02:19Karena kita lihat bagaimana Menteri Luar Negeri Iran Abbasarakci mengancam Amerika Serikat.
02:25Jadi tekanan Amerika kepada Iran itu adalah pertama adalah tekanan ekonomi ya.
02:30Dengan menutup selat hormus, sanksi ekonomi jelas dari dulu ya.
02:32Kemudian menutup selat hormus sehingga tidak bisa kapal masuk dan keluar ekspornya.
02:36Iran dianggap tidak bisa keluar ekspor minyak lah khususnya.
02:39Tapi tekanan berikutnya sekarang adalah dengan menggunakan senjata.
02:42Nah, yang untuk senjata ini jelas, kita sudah tahu dalam 40 hari itu Iran diserang dengan segala macam senjata mutakhir
02:49Amerika sampai 50 persen senjata Amerika di dunia ini
02:52yang untuk menyerang atau bertahan itu habis.
02:55Tetapi yang itu tidak bergeming lah.
02:56Sekarang kira-kira berapa persen lagi senjata?
02:58Masih tidak terlalu banyak kan?
03:00Artinya tidak akan ada efek daripada serangan ini kepada ketahanan Iran.
03:04Karena memang bukan itu titik center on gravel, titik lemahnya Iran bukan di situ.
03:12Jadi masuk serangan Amerika itu menurut Anda apa? Cuma mengancam saja?
03:17Iya, karena serangan terbatas.
03:18Karena Amerika jelas serangannya terbatas.
03:20Terbatas tidak menyerang pusat pemerintahan Iran, tidak menyerang tokoh-tokoh pimpinan Iran.
03:26Yang diserang adalah tepat-tepat seperti pertahanan darah, kemudian tempat orang melepaskan rudalnya atau melepaskan drone-nya.
03:34Jadi ini adalah hal-hal yang memang proporsional kata mereka.
03:39Jadi namun tentu saja sama Iran juga dibalaskan.
03:44Iran malasnya tidak membalas ke Amerika langsung saja.
03:47Dia menyerang, katanya dia kena nembak, kena kapal Amerika,
03:50tapi juga menembak ke beberapa pangkalan Amerika di Barent, Kuwait, dan Yordania.
03:54Dan kita karena beritanya tertutup, kita tidak tahu hasilnya.
03:57Tetapi kan itu cukup menakutkan dan cukup membuktikan bahwa
04:01memang Iran tidak mungkin bisa ditangkis 5, 10, 20 rudal.
04:06Tapi kalau Iran menginimkan 100 rudal, apakah bisa ditangkis?
04:09Karena masalahnya apa cukup ada pertahanan udara di daerah situ dari Amerika
04:13dan atau tenegara setempat untuk menangkis ratusan rudal Iran.
04:18Kalau sekarang masih bisa.
04:19Hitungannya cuma 1 lusin, 2 lusin.
04:21Tapi kalau sampai 30, 40, 50, 60, belum tentu kan?
04:24Nah ini sudah cukup mengancam sehingga Iran praktis sekarang tidak bergeming.
04:27Soal beginian dia tidak menyerah.
04:2940 hari tidak menyerah, apalagi dia cuma serangan 1 hari.
04:32Jadi sejauh ini menurut Anda bagaimana dengan kekuatan Iran?
04:37Kekuatan Iran ya tetap kan sudah tahu.
04:40Kalau Iran sendiri, kata orang Amerika sendiri, 70 persen itu masih tersisa.
04:45Brunnya sudah pulih kembali seperti semula.
04:47Nah dengan 70 persen, 40 hari perang saja baru 30 persen.
04:51Nah sekarang mau ngajak perang berapa lama lagi?
04:53Dan Tos juga ini cuma tembak-tembakan yang...
04:56Intinya kan sebetulnya Amerika tuh pengen segali, segala ditandatangani proposalnya.
05:00Iran juga sama.
05:01Ini hanya tit and tat sebelum capek.
05:03Karena kan gini, kalau nggak ada perang semaca atau tembak-tembakan seperti ini kan kurang seru ya.
05:09Amerika kan negara yang dramatik ya.
05:11Negara yang masyarakatnya butuh cerita, butuh kusah.
05:14Sehingga akhirnya seolah kelihatan menang atau seolah kelihatan tidak kalah.
05:18Sehingga akhirnya baru tercapai perdamaian.
05:19Karena memang itu yang dibutuhkan oleh Donald Trump untuk menyelamatkan karir politik.
05:23Melihat perkembangan yang ada saat ini, saling serang, kata damai itu masih sangat jauh.
05:30Damai dalam pandangan Amerika lah damai dengan gimana kelihatan dia lebih dapat keuntungan, nuklir Iran ini.
05:37Dan damai di peridang Iran lah dia dapat uangnya, dia bisa menjual dengan bebas.
05:42Perdamaian yang memiliki tarif, apa, tafsir yang berbeda-beda di negara.
05:45Tetapi perdamaian yang dalam versi mereka mungkin dalam waktu dekat,
05:49tapi perdamaian dalam versi kita, masyarakat normal mungkin masih jauh itu.
05:53Baik, terima kasih Pak Gung telah bergabung di Kompas Petang.
05:56Sampai bertemu lagi.
Komentar

Dianjurkan