Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Setelah 18 tahun beroperasi di Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, Ramayana resmi menutup usahanya secara permanen. Menurunnya daya beli masyarakat dalam dua tahun terakhir disebut menjadi penyebab utama merosotnya omzet penjualan hingga perusahaan tak lagi mampu menutupi biaya operasional. Penutupan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Pelalawan ini berdampak pada lebih dari 35 karyawan yang kehilangan pekerjaan dan menjadi gambaran nyata lesunya sektor ritel di tengah perlambatan ekonomi daera
Transkrip
00:00Ramayana, pusat perbelanjaan terbesar di Kabupaten Pelalawan
00:03yang berada di jantung kota Pangkalan Kerinci,
00:06resmi menutup operasionalnya secara permanen pada 1 Juni 2026.
00:11Setelah beroperasi selama 18 tahun,
00:14toko ritel yang selama ini menjadi salah satu simbol geliat ekonomi masyarakat Pelalawan itu
00:18akhirnya menghentikan aktivitas usahanya.
00:22Selama hampir dua dekade, Ramayana menjadi saksi perkembangan kota Pangkalan Kerinci.
00:27Namun dalam dua tahun terakhir, menurunnya daya beli masyarakat berdampak langsung terhadap penjualan.
00:33Kondisi tersebut membuat perusahaan terus mengalami kerugian
00:36hingga akhirnya memutuskan menutup gerai secara permanen.
00:40Penutupan ini mengisahkan kesedihan bagi para karyawan.
00:43Salah satunya Lisbeth, pekerja yang telah mengabdi selama 18 tahun.
00:48Ia mengaku terpukul karena harus kehilangan pekerjaan yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya.
00:54Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih,
00:57Lisbeth mengaku bingung mencari pekerjaan baru.
00:59Untuk sementara waktu, ia memilih fokus mengurus keluarga
01:03sambil berharap suatu saat Ramayana dapat kembali beroperasi di pelalawan.
Komentar

Dianjurkan