00:00Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dengan terdakwa Gubernur Riau non-aktif Abdul Wahid kembali menyita perhatian publik.
00:07Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, Rabu Siang,
00:12pelaksana tugas Gubernur Riau, SF Haryanto, hadir sebagai saksi dan memberikan keterangan yang menjadi sorotan tim kuasa hukum terdakwa.
00:20Usai sidang, kuasa hukum Abdul Wahid Kemal Shahab menyebut terdapat sejumlah fakta baru yang muncul dalam persidangan.
00:26Salah satunya terkait keterangan dalam berita acara pemeriksaan atau BAP SF Haryanto
00:32mengenai pertemuan dengan Abdul Wahid bersama Tata Maulana dan Dhani M. Nur Salam pada Februari atau Maret lalu.
00:38Menurut Kemal, dalam pertemuan tersebut, SF Haryanto disebut menunjukkan rekaman pemeriksaan Abdul Wahid
00:44saat diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi pada tahun 2012.
00:49Tim kuasa hukum mempertanyakan bagaimana rekaman pemeriksaan yang dianggap sebagai dokumen rahasia itu
00:54dapat berada di luar institusi dan ditunjukkan kepada pihak lain.
00:57Tak hanya itu, tim kuasa hukum juga menyoroti keterangan SF Haryanto
01:01terkait peristiwa yang selama ini disebut sebagai operasi tangkap tangan atau OTT terhadap Abdul Wahid.
01:07Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang telah diperiksa, termasuk SF Haryanto,
01:11pihak pembela menilai tidak terdapat fakta penyerahan uang maupun komunikasi
01:14yang menunjukkan terjadinya tangkap tangan pada hari kejadian.
01:17Kemal menjelaskan, pada tanggal 3 November saat peristiwa tersebut terjadi,
01:22sejumlah pejabat dan tamu disebut berada di kediaman gubernur,
01:26diantaranya SF Haryanto, Kapol Daryau, Bupati Siak, serta beberapa pihak lain.
01:33Menurutnya, keterangan para saksi itu semakin menguatkan argumen tim pembela
01:37bahwa tidak ada peristiwa tangkap tangan sebagaimana yang selama ini dipahami publik.
01:43Dalam persidangan yang sama, kuasa hukum juga menyinggung kesesuaian keterangan
01:47antara Thomas Larvo dan isi BAP SF Haryanto
01:50terkait dugaan permintaan bantuan dana untuk renovasi salah satu rumah Forkopinda.
01:54Saya pernah ngajak Bapak ke Malaysia itu.
Komentar