Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Misi putus rekor buruk tiga dekade, Skuad Garuda siap tempur habis-habisan menghadapi Oman dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memastikan pemain yang terakhir bergabung, yaitu Calvin Verdonk, juga siap diturunkan. Meski baru tiba di Jakarta, pemain asal klub Lille ini dalam kondisi fit. Namun, Herdman menegaskan tidak ingin gegabah dan tetap memprioritaskan kesehatan pemain demi proses adaptasi tim yang sempurna.

Absennya Jay Idzes dan Mees Hilgers akibat cedera memaksa Herdman memutar otak di lini belakang.

Kevin Diks diprediksi akan menjadi benteng kokoh untuk mengompensasi kekosongan tersebut. Sementara di lini tengah, ada Calvin Verdonk yang kemungkinan baru akan diturunkan di pertengahan pertandingan. Herdman berharap perannya dalam memutus serangan lawan dan mengalirkan bola ke lini depan.

Sektor serang Garuda kini dipastikan lebih lincah dan kompetitif dengan mengandalkan Ole Romeny yang diproyeksikan menjadi mesin gol utama penghancur pertahanan Oman.

Menatap laga kontra tim peringkat 79 FIFA ini, mental Skuad Garuda sedang membumbung tinggi. Kemenangan terakhir Indonesia atas Oman terjadi sangat lama, yaitu pada tahun 1988 di Thailand. Pelatih John Herdman menegaskan, malam nanti adalah momentum emas bagi Skuad Garuda untuk mencetak sejarah baru, memutus rekor buruk, sekaligus membuktikan bahwa Indonesia siap bersaing di level atas Asia.

Sementara Timnas Oman optimistis meraih kemenangan melawan Indonesia. Mereka bertekad memperpanjang rekor tak terkalahkan yang sudah berjalan selama 38 tahun.

Meskipun bermain di hadapan pendukung Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno, Timnas Oman tak gentar meladeni semangat juang Garuda.

Kita bahas bagaimana pertandingan malam nanti dan apa strategi Herdman untuk menaklukkan Oman bersama analis sepak bola, M. Ikhsan Mahar.

Baca Juga Sony Sonjaya Mengaku Dapat Perintah dari Orang yang Punya Power saat Tugas di BGN di https://www.kompas.tv/nasional/673071/sony-sonjaya-mengaku-dapat-perintah-dari-orang-yang-punya-power-saat-tugas-di-bgn

#fifa #timnas


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/673072/full-bung-ikhsan-bicara-strategi-john-herdman-taklukkan-oman-tanpa-jay-idzes-marselino

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Sementara itu, saudara, tim Nas Oman optimistis meraih kemenangan melawan Indonesia.
00:05Mereka bertekad memperpanjang rekor tak terkalahkan yang sudah berjalan 38 tahun.
00:11Meskipun bermain di hadapan pendukung Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta,
00:15tim Nas Oman tidak gentar meladeni semangat juang Guaruda.
00:21Kita bahas bagaimana pertandingan malam nanti dan apa strategi Hartman untuk taklukan Oman
00:27sudah bersama kami di Studio Kompas TV. Analis sepak bola, M. Iksan Mahar. Selamat petang, Bung Iksan.
00:34Petang juga ya, Sir.
00:35Ini kita juga degrengan ya, Bung Iksan juga degrengan karena sudah hampir lebih dari 38 tahun kita tidak pernah mengalahkan
00:40Oman.
00:40Ditambah lagi, J.I.J.S. dan juga kayaknya Marcelino juga tidak akan main ya.
00:44Pertanyaan pertamanya, strateginya John Hartman seperti apa nanti malam?
00:47Kalau melihat dari susunan sekarang yang ada, relatif tidak akan berbeda jauh dibanding dua laga sebelumnya melawan Kit Nevis dan
00:53Bulgaria.
00:54Dengan pola menyerang kita dengan 3-4-3, ketika bertahan kita dengan punya lima back sejajar,
00:59enggak adanya Iksan berarti otomatis Kevin Dix kemungkinan akan berada di jantung pertahanan sebagai back tengah bersama Rizky Rido,
01:06back kanan diisi oleh Sandy Walsh.
01:07Mungkin hanya itu perbedaan yang di kiri, Kelvin Vedong kemarin Hartman menyebut dia bisa main karena meskipun terlatang,
01:15tapi dia tetap melakukan latihan individu di Belanda, tapi dengan begitu dia bisa bermain Kelvin Vedong.
01:20Kalaupun Kelvin Vedong tidak main, di situ ada Dunitri yang juga sangat positif bermainnya.
01:24Untuk di tengah, tidak adanya Marcelo tentu ini jadi peluang besar bagi Begab Putra untuk kembali menjadi starter.
01:30Oke, tapi ini kan kalau kita lihat ini kan ketiga kalinya ya, John Hartman memegang timnas.
01:36Kalau yang dua laga sebelumnya oke lah, kalau di atas kertas masih bisa ditakar lah melawan Indonesia.
01:40Tapi untuk melawan Oman sendiri, apalagi Oman sendiri menyatakan bahwa kami akan tidak tanggung-tanggung
01:46akan memberikan performa, akan melanjutkan, mengalahkan Indonesia.
01:50Kalau bisa dikatakan Oman ini tenaganya tim yang sangat luar biasa.
01:53Target mereka juga sama seperti kita mau lolos pilihan 2030, pelatih baru Tarikh Sektawi ini baru datang Maret kemarin,
02:00datang dengan predikat juara FIFA Arab Cup bersama Maroko akhir tahun lalu.
02:04Jadi memang mereka timnya bukan kaleng-kaleng.
02:06Dan bisa dikatakan ini juga tim Asia pertama yang dihadapi Hartman.
02:09Jadi jika kita harapannya ingin lolos ke delapan besar piala Asia tahun depan,
02:13lolos ke piala dunia 2030, tentu laga melawan Oman ini akan menjadi barometer
02:17semampu mana kita bisa bersaing di level Asia.
02:19Kalau kita bahas satu-satu pertama dari lini belakang.
02:22Kalau seandainya Jay Ijaz gak main, Kevin Dick kemungkinan akan diduetkan dengan Rizky Ridho.
02:26Nah, tapi ada yang menarik di sini ada Matthew Baker begitu yang kemarin sempat mencuri perhatian.
02:31Back muda dari timnas U19.
02:33Kalau dibaca nih strategi Hartman untuk yang satu ini seperti apa nih?
02:37Apalagi lawan Oman ya?
02:38Saya merasa Matthew ini baru seudah hanya diinjeksi dulu.
02:41Sehingga dia tahu dengan usia masih 17 tahun.
02:44Dia sehingga dengan penampilan luar biasa bersama tim U17.
02:47Tentu ini jadi berikan pengalaman dulu.
02:49Tapi di posisinya dia masih ada Justin Hübner di situ yang berpengalaman.
02:53Ada juga Donitri yang sudah mengalami cap timnas.
02:56Tentu bisa mungkin dipaksang mungkin nanti di pertengahan bebak kedua.
02:59Tapi kalau main sejak menit awal, tentu ini akan jadi risiko sendiri buat strategi pertahanan kita.
03:04Sehingga Kevin Dick dan juga Rizky Ridho akan langsung ditaruh di lini belakang.
03:08Sandalnya dengan 3 backs jajar, satu lagi saya rasa Justin Hübner akan ditaruh di sana.
03:12Justin Hübner ya?
03:13Oh, Justin Hübner, Kevin Dick dan juga Rizky Ridho.
03:16Oke, itu menarik.
03:17Kalau di lini tengah, Kevin Verdong kan dimainkan pertengahan.
03:21Tidak dimainkan dari awal informasi dari Hartman.
03:23Berarti strategi dari awalnya sendiri seperti apa untuk lini tengah?
03:25Kalau misalnya dengan Iverdong belum cukup, misalnya terutama masalah jet lag itu juga jadi kendala, kelelahan dia.
03:31Mungkin Donitri di kiri, di kanannya ada Sandy Wolf.
03:34Di tengah bisa antara Joy Polipesi dan juga di situ bisa ditempati pula oleh Ivar Jenner salah satunya.
03:40Jadi memang saya merasa kuartet ini yang saat ini ada di kita yang terkuat untuk melawan Oman.
03:45Oke, lalu ke lini serang.
03:46Lini serang ini kan kita masih punya andalan.
03:49Seperti oleh Romani, kemudian ada Beckham Putra.
03:52Beckham Putra ini sendiri posisinya akan seperti apa?
03:55Bahkan kalau kita lihat dari permainannya Beckham Putra ini kan bisa di lini tengah dan juga nanti bisa jadi penyerang.
04:01Saya melihat Beckham akan ditaruh di sisi penyerang sayap kiri.
04:05Seperti ketika melawan Kate Nevis, tusukannya ke tengah sangat penting buat kita.
04:09Perannya sebagai inside forward sangat penting untuk melakukan tusukan.
04:12Di tengah jelas tempatnya oleh Romani.
04:14Di sisi kanan kemungkinan besar ditempati oleh Ragnar Orhat Mangun.
04:17Jadi dua penyerang Ratnar dan juga Beckham dari sayap berharap juga akan mengisi pos di tengah.
04:23Nah dibantu juga Ivar lebih dekat ke kotak penalti.
04:26Karena Ole Romani selain berperan sebagai nomor sembilan dan tunggal.
04:30Tapi dia saya melihat dengan Hartman dia lebih suka melawan Orhat sebagai peran nomor sepuluh.
04:34Jadi bergerak di antar lini antara tengah ke depan.
04:37Jadi memang pelan Orhat kita lihat tidak akan menunggu asupan untuk jadi goal.
04:41Tapi dia juga akan memberikan peluang untuk rekan setimnya.
04:45Karena apa yang disampaikan oleh John Hartman ini sempat bilang kalau untuk lini serang semua pemain harus menjadi ancaman.
04:52Dan tidak terfokus pada pemain nomor sembilan saja.
04:55Ini yang nantinya akan diterapkan ya.
04:56Yap itu saya melihat seperti itu.
04:58Karena melihat sekarang komposisinya hanya ada Moro Zisra yang nomor sembilan murni.
05:02Ramadar Sananta di dua game sebelumnya yang selalu starter tidak dipanggil di FIFA Messi kali ini.
05:06Jadi tentu Hartman akan mencoba memulai sedikit susunan di lini depan.
05:10Karena perannya dia seperti, saya ingat itu pernyataan Hartman itu seperti Sinteyong beberapa tahun lalu.
05:15Bahwa semua pemain punya peran untuk mencetak goal.
05:17Tidak hanya pemain depan, tengah belakang pun punya peran mencetak goal.
05:20Oke, sekarang kita berbicara soal mental.
05:22Karena kan 38 tahun lebih kita tidak pernah mengalahkan Oman.
05:26Jadi menurut Anda, oke main di kandang sendiri satu dukungan yang luar biasa.
05:30Tapi dari mental timnas Indonesia sendiri Anda membacanya seperti apa nanti?
05:33Jelas sangat berbeda situasinya.
05:35Kita terakhir menang Februari 1987 di Kings Cup Thailand di Bangkok.
05:38Kala itu kita bermain, timnya sebenarnya bukan timnas Indonesia, namanya Liga Selection.
05:42Dilihat oleh Donor Windo, kita menang lewat brace dari Ricky Jacobi.
05:45Dan terakhir kita main di GBK melawan Oman pada 2010, kualifikasi Piala AC 2011.
05:51Dan kita kalah saat itu.
05:52Dan ini situasinya jelas sudah berbeda.
05:55Kita sekarang punya pemain-pemain yang bermain di top tim top Eropa, di Liga top Eropa.
05:59Oman pun juga sudah meningkat lebih tinggi.
06:02Bahkan kalau bisa dikatakan di Timur Tengah levelnya dia itu hanya kalah dari Jordan, Saudi, dan juga Qatar.
06:07Jadi memang sudah tim yang luar biasa juga Oman sekarang.
06:10Jadi memang kita akan disajikan pertandingan yang sangat menarik.
06:13Terutama dari sisi taktikal kedua pelatih yang sama-sama berpengalaman dan juga berkelas luar biasa.
06:18Jadi memang kita lihat, saya rasa untuk secara mental pemain kita tidak akan ada pengaruh.
06:23Apalagi kemarin Dix juga menyebut bahwa mereka punya motivasi tinggi untuk menang.
06:27Herpen bilang kita ingin menuliskan ulang sejarah Indonesia.
06:29Oke, ini jadi harapan kita bersama.
06:31Tapi kalau kita lihat ini kan Oman sendiri sekarang berada di peringkat 79 FIFA, kalau tidak salah.
06:35Nah, bisa dibaca seperti apa?
06:38Di mana titik lemah dari Oman sendiri yang bisa loh ini dieksploitasi oleh Timnas Indonesia?
06:43Terjelas kita melawan tim-timur tengah kemampuan utama kita adalah kecepatan kita.
06:48Terutama tusukan dari sayap.
06:49Sandainya misalkan Herman tidak mempedulikan kita harus menyerang, bermain lebih pragmatis.
06:54Serangan lewat fast break cepat atau serangan balik cepat.
06:56Tentu itu jadi utama buat kita.
06:59Kita punya Beckham yang cepat, kita punya Ragnar.
07:01Di sayap juga ada Kelvin Ferdong dan juga Donitri yang sangat cepat bergerakannya.
07:05Jadi ini salah satu celah yang harus kita manfaatkan.
07:08Terutama di lini tengah Oman tidak terlalu baik mereka.
07:11Apalagi dalam beberapa laga terakhir saya perhatikan Oman punya celah di antara pemain nomor 6.
07:16Jadi tentu ini yang harus dimaksimalkan kita.
07:19Terlepas itu keserangan dari si sayap tentu akan jadi Andalan Hetman untuk mencetak gol lebih dulu melawan Oman malam ini.
07:24Oke, strateginya lebih dulu mencetak gol.
07:26Kita lihat seperti apa nanti pertanding yang jelas.
07:28Kita sepakat ya, optimistis Indonesia akan menang melawan Oman.
07:31Harus optimis.
07:32Oke, terima kasih Bung Iksan atas ulasannya dan kita nantikan bersama seperti apa laga nanti malang dan doa kita bersama
07:37timnas Indonesia bisa menang.
07:39Terima kasih ya Bung Iksan.
07:40Terima kasih ya Bung Iksan.
Komentar

Dianjurkan