Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjawab kritik eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal, soal anggaran kunjungan dinas luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

#teddyindrawijaya #dinopattidjalal #anggaran #kritik #prabowosubianto
Transkrip
00:00Intro
00:08Kemudian berikutnya, karena saya dimention oleh Pak Dubesdino, saya meluruskan beberapa hal.
00:16Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur.
00:23Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi wakil Menteri Luar Negeri.
00:30Walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan, jadi yang pertama, masalah biaya dilakukan luar negeri.
00:38Ini sudah dijelaskan beberapa kali.
00:40Jadi, segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo.
00:53Kemudian yang kedua, jumlah rombongan. Ini sangat penting.
00:56Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran, lebih dari separuh dari periode sebelumnya.
01:03Jadi, kalau dulu, itu sekalian luar negeri bisa lebih dari 120 orang.
01:09Jaman Pak Dino seperti itu.
01:11Nah, jaman Presiden Prabowo, jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal.
01:17Ini sudah banyak yang tahu, termasuk juga wartawan-wartawan pasti tahu itu semua.
01:22Kemudian yang ketiga, jadwal harus satu tahun sebelumnya.
01:25Jadi gini, kekembangan dunia global itu sangat dinamis, hari per hari.
01:29Nah, jadi ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara.
01:39Kemudian yang keempat, masalah protokoler dan frekuensi luar negeri dalam satu setengah tahun terakhir.
01:45Jadi, Presiden Prabowo itu adalah Presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis.
01:52Sebelumnya ada konflik di Ukraina, ada di Venezuela, kemudian sekarang ada di Iran dan Timur Tengah.
02:00Itu terlibat Saudi, Qatar, Bahrain, UAE, dan lain sebagainya.
02:04Jadi, setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antar pemimpin dunia.
02:10Dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis, baru kita minta bantuan.
02:14Tidak, kita harus panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan.
02:22Dan begitu pula sebaliknya.
02:23Oke, untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antar pemimpin, baik secara langsung, diliput media, ataupun tertutup.
02:34Nah, itulah diplomasi.
02:36Jadi, salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan secara ponial.
02:40Jadi, kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam satu setengah tahun terakhir ini.
02:47Yang pertama, Indonesia masuk BRICS.
02:49Manfaatnya apa?
02:50Ya, sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin.
02:56Stok BBM aman.
02:58Harga BBM subsidi tidak naik.
03:01Stok pangan aman.
03:03Kemudian yang kedua, tarif 0% di Uni Eropa.
03:07Ada 25 negara di situ.
03:10Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu.
03:14Tapi, kapan dicapai? Ya, zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu.
03:20Kemudian yang ketiga, total investasi yang masuk dalam satu setengah tahun ini adalah sekitar Rp2.430 triliun.
03:30Itu data dari BKPM.
03:32Kemudian, contoh konkret lagi nih.
03:34Bulan lalu, Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea, kembali langsung ada investasi sekitar Rp575 triliun.
03:44Kemudian yang keempat, sekarang kita punya alat pertahanan yang kuat sekarang.
03:51Dan itu dari banyak sekali negara.
03:54Perancis, Amerika, Rusia, China, Inggris, Eropa, banyak negara.
03:59Kemudian yang kelima, program ibadah haji tahun 2025 lalu dan khususnya tahun ini itu lancar.
04:06Nyaris tidak ada kendala-kendala yang signifikan.
04:10Indonesia adalah negara satu-satunya yang punya pertampungan haji di Arab Saudi.
04:16Dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar sebuah negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jamaah haji.
04:24Kemudian yang keenam, Presiden Prabowo betul-betul berperan aktif di Palestina.
04:31Apa buktinya?
04:31Satu, kita ada drop-off logistik dari udara.
04:36Sudah beberapa kali.
04:38Tidak semua negara bisa.
04:39Kenapa?
04:40Itu harus ada diplomasi dengan negara-negara yang wilayah udaranya dilewati oleh pesawat.
04:46Kemudian yang kedua, kita kirim kapal rumah sakit ke Palestina.
04:50Kemudian yang ketiga, kita menyekolahkan anak-anak Palestina di Universitas di Indonesia.
04:58Sekarang mungkin sudah sampai 100 orang yang sudah sekolah di sini dan lain sebagainya.
05:03Kemudian yang ketujuh, baru minggu lalu ada WNI yang diamankan pihak Israel di Laut Bebas.
05:10Dan lewat diplomasi dari Menteri Luar Negeri dan teman-teman Kemlu selang beberapa hari kembalikan ke Indonesia.
05:18Jadi ini lewat diplomasi yang baik diberitakan maupun yang tertutup.
05:23Gitu ya.
05:23Dan ingat yang tadi saya sampaikan adalah hasil konkret nyata satu setengah tahun terakhir.
05:29Dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara, baik yang dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan.
05:42Karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya.
05:45Itu yang kita utamakan.
05:47Kemudian yang terakhir, masalah pertemuan dengan kepala negara lain di event-event tertentu.
05:52Jadi gini, pertemuan dengan kepala negara lain di suatu event itu yang menentukan adalah Bapak Presiden dan juga saran dari
06:04Menteri Luar Negeri.
06:05Dan beliau-beliulah yang mengetahui mana yang prioritas.
06:09Mana pertemuan yang harus diutamakan.
06:11Mana pertemuan yang bisa langsung ataupun cukup menggunakan telpon.
06:16Mana pertemuan yang perlu diberitakan, mana yang tidak diberitakan.
06:22Dan saya rasa semua diplomat hebat tahu itu.
06:26Jadi kurang elok rasanya kalau itu masih dipermasalahkan.
06:30Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima.
06:35Tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai.
06:42Terima kasih.
06:44Terima kasih.
06:46Terima kasih.
06:47Terima kasih.
06:48Terima kasih.
06:50Terima kasih.
06:51Terima kasih.
06:51Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan