Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Senin malam (01/06/2026), kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Kebon Kosong hingga bangunan pasar di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Banyaknya material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat merambat ke bangunan lain.

Warga yang ada di lokasi panik dan berhamburan menyelamatkan diri serta membawa barang berharga mereka. Salah satu warga menduga kebakaran dipicu oleh korsleting.

35 mobil pemadam dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api di permukiman padat penduduk di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Terkait dugaan penyebab kebakaran, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, menyebut jika diperlukan, pihaknya akan menerjunkan Puslabfor Polri untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

#kemayoran #kebakaran #jakpus

Baca Juga Hasto PDIP Sebut Prabowo Hadapi Beban Fiskal Imbas Kebijakan Jokowi Sebelumnya: Harus Tanggung Jawab di https://www.kompas.tv/nasional/672318/hasto-pdip-sebut-prabowo-hadapi-beban-fiskal-imbas-kebijakan-jokowi-sebelumnya-harus-tanggung-jawab



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/672319/tital-500-kk-terdampak-kebakaran-di-kemayoran-warga-cari-harta-benda-yang-tersisa-sapa-pagi
Transkrip
00:00Kembali lagi di Sapa, Indonesia pagi, sodara tahannya kehilangan tempat tinggal.
00:05Kebakaran yang melanda pasar Jiung dan permukiman warga di Kemayoran Jakarta Pusat
00:09juga mengakibatkan anak-anak tidak bisa mengikuti ujian akhir sekolah.
00:17Selain kehilangan harta benda, korban kebakaran juga kehilangan perlengkapan sekolah anak-anak mereka.
00:23Akibatnya, sodara, anak-anak mereka tidak bisa berangkat ke sekolah
00:26untuk mengikuti ujian akhir yang telah dijadwalkan.
00:30Orang tua korban kebakaran mengaku telah berkoordinasi dengan pihak sekolah
00:33agar anak-anak mereka bisa diberikan kompensasi ujian sosolah.
00:40Gimana ya Pak, soalnya lagi keadaan kayak gini gimana mau sekolah.
00:44Tapi sebenarnya sih anak mau ujian.
00:48Tapi kehambat dengan keadaan musibah kayak gini, kita juga gak bisa ini kan.
00:55Kalau alat tulis, lagi kebakaran atau ini?
00:57Alat tulis kebakaran sendiri.
01:00Kita gak bawa apa-apa, Pak.
01:02Gak bawa apa-apa.
01:03Tapi bagi sekolah juga.
01:04Kebakaran sendiri.
01:05Kebakaran sendiri.
01:07Kita cuma bawa surat-surat doang.
01:11Akibat kebakaran, pedagang di sekitar lokasi memindahkan berbagai barang dari kios-kios mereka demi alasan keamanan.
01:18Menurut polisi, sekitar 500 kakak terdampak kebakaran.
01:22Warga berusaha untuk menyelamatkan sejumlah harta benda yang tersisa.
01:26Sementara itu, Saudara, pemerintah kota Jakarta Pusat memberikan bantuan makanan bagi para korban kebakaran.
01:34Sedang disiapkan yang pertama tentunya berkaitan dengan perutnya.
01:39Konsumsi makanan sedang disiapkan.
01:41Kepala hari ini, dari Dinas Sosial sedang disiapkan untuk konsumsi makan malam.
01:46Kami juga sudah menunjukkan untuk akurat besok pagi, siang, dan malam.
01:50Lebih kurang lebih seribu hukus, seribu nasi kotak, dan kita siapkan buat mereka.
01:54Sementara ini kita data, pastikan sementara untuk siapkan konsumsi.
02:01Senin malam, Saudara, kebakaran melanda permukiman padat penduduk di kebun kosong hingga bangunan pasar di Kemayoran Jakarta Pusat.
02:09Banyaknya material yang mudah terbakar, membuat api dengan cepat merambat kebangunan lainnya.
02:14Warga yang ada di lokasi pun panik, dan perhamburan menyelamatkan diri dan juga membawa barang berharga mereka.
02:20Salah satu warga menduga kebakaran dipicu oleh korseleti.
02:31Sebanyak 35 mobil pemadam dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api di permukiman padat penduduk di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat.
02:39Terkait dengan dugaan penyebab kebakaran, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutaga Galung,
02:46menyebut jika diperlukan, pihaknya akan menerjunkan puslaf for Polri untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
02:57Wilayah RW 04 ini arealnya terisi dari kurang lebih 400 sampai dengan 500 KK.
03:08Dan saat ini kami dari kepolisian, TNI maupun Pemda setempat juga turun langsung ke lokasi.
03:15Saat ini masih kami lakukan untuk evakuasi dalam hal sumber api dan lainnya kami akan berkoordinasi lanjutan.
03:25Tentu hal ini masih penyelidikan kembali nanti apa penyebab dari kebakaran.
03:31Kalau memang diperlukan, kami akan berkoordinasi dengan pus lapor, Laboratorium Forensik Polri untuk hadir dan melihat langsung dari situasi sumber
03:43api kebakaran di lokasi ini.
03:47Informasi terkini pasca kebakaran di Kemayoran, kita sudah terhubung dengan jurnalis Kompas TV, Fedriska Ananda dan juru kamera Yogi Syahrefi.
03:56Fedriska, selamat pagi. Pasca kebakaran, situasinya seperti apa pagi ini di sana?
04:06Ya, Ananda, pada pagi hari ini banyak sekali warga yang memang kembali ke rumah mereka untuk mengecek ataupun memeriksa kembali
04:12barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.
04:14Karena memang tadi sejak pagi, ini pada pukul 4 pagi tadi, Damkar sudah menyatakan bahwa proses pemadaman sudah selesai dan
04:23kemudian hingga saat ini sebetulnya masih ada sumber-sumber asap yang memang diduga ketika terjadi pengeringan.
04:33Saya akan menunjukkan kepada Anda, Anda dan juga Saudara bagaimana situasi saat ini di Kemayoran Gempol,
04:41di mana tadi malam terjadi kebakaran hebat yang melanda kurang lebih 250 rumah atau sekitar 500 kakak.
04:52Di mana kebakaran ini terjadi pada pukul 9 malam dan kemudian selama hampir 7 jam.
05:00Dari pemadaman kebakaran ini melakukan pemadaman begitu ya, kemudian baru selesai pada pukul 4 pagi tadi.
05:10Di mana pada pagi hari ini ketika pemadaman kebakaran sudah menyatakan bahwa pemadaman proses pemadaman sudah selesai,
05:18ini banyak sekali warga begitu yang berdatangan untuk melihat dan kemudian juga mencari barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.
05:25Nah tadi menanggapi pernyataan dari kepala ataupun dari Kapolres Jakarta Pusat yang mengatakan bahwa akan menginvestigasi terkait dengan dugaan terjadinya
05:36kebakaran ini.
05:37Tadi beberapa saat waktu lalu kepolisian ini memasang garis polisi di salah satu rumah yang ini patut diduga menjadi sumber
05:46dari kebakaran terjadi.
05:48Namun memang ini tentu harus dikonfirmasi terlebih dahulu dari pihak kepolisian namun tadi ketika polisi memasang garis polisi ini memang
05:57dihimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekat,
06:00tidak merusak bagian ataupun wilayah begitu ya yang dipasangi garis polisi ini.
06:07Di mana yang perlu dicatat juga nanda dan juga saudara bagaimana kemudian ketika masyarakat ini kemudian kembali ke rumah mereka
06:14untuk mencari barang-barang berharga yang perlu diperhatikan adalah keselamatan.
06:18Tadi sempat saya katakan bahwa memang masih ada beberapa titik yang masih berasap, apakah ini masih ada bara api di
06:26dalamnya atau seperti apa ini perlu dipastikan lagi.
06:30Namun kalau berdasarkan dari pernyataan pemadam kebakaran bahwa proses pemadaman sudah selesai.
06:35Nah asap-asap ini memang perlu diperhatikan oleh masyarakat yang kemudian mencari barang berharga mereka bahwa untuk keselamatan begitu ya
06:45agar tidak membahayakan bagi masyarakat.
06:48Nah yang perlu dikhawatirkan juga adalah ataupun yang menjadi perhatian adalah bagaimana kemudian puing-puing ini yang juga rentan roboh
06:56begitu.
06:56Jadi memang sebetulnya dihimbau kepada warga begitu untuk tidak mendekat terlebih dahulu ke puing-puing ataupun kawasan bekas kebakaran terjadi
07:06ini.
07:07Dan kemudian informasi yang kami dapatkan juga nanda dan juga saudara tadi ketika kami tiba di tempat kejadian kebakaran ini
07:17tidak jauh dari lokasi kebakaran ini.
07:20Pemerintah dari wali kota Jakarta Pusat ini sudah memasang tenda darurat BPBD begitu di lokasi yang tidak jauh dari lokasi
07:31kebakaran ini.
07:32Sehingga memang kalau misalkan untuk pengungsian bagi masyarakat ataupun warga yang terdampak ini sudah disediakan oleh pemerintah wali kota Jakarta
07:42Pusat.
07:43Dan kemudian juga tadi kalau misalkan kami pantau juga ada kendaraan dapur umum begitu yang sudah disiapkan.
07:50Dan kemudian juga sudah memberikan makanan siap saji ke masyarakat yang menjadi korban ataupun yang terdampak akibat kebakaran yang terjadi
07:57pada malam hari tadi nanda.
07:58Oke Pemda Rizkan sebenarnya ini menjadi imbawan juga untuk masyarakat luas terkait dengan harus menjadi concern untuk kembali lagi ke
08:05sana karena TKP ini masih cukup dalam tanda kutip Rizkan.
08:09Nah tadi Anda katakan bahwa Pemda memdirikan posko sementara di sana bagaimana penanganan korban? Apakah semua korban yang terdampak di
08:17lokasikan ke sana atau seperti apa?
08:27Sebetulnya dari Pemda pemerintah kota Jakarta Pusat, wali kota Jakarta Pusat ini menghimbau bagi masyarakat ataupun warga yang terdampak ini
08:35dapat mengungsi di tenda darurat yang lokasinya tidak jauh dari sini mungkin hanya sekitar beberapa meter saja.
08:41Nah namun memang tampaknya dari warga juga ini banyak yang memilih untuk mengungsi ke rumah saudara-saudara mereka.
08:48Nanti kami akan menginformasikan lagi kepada Anda bagaimana situasi ataupun keadaan di tenda pengungsian.
08:54Tidak hanya ada beberapa tenda namun juga tadi sempat saya singgung adalah terkait dengan dapur darurat yang memang ini diperuntukkan
09:01bagi masyarakat ataupun warga yang terdampak.
09:03Sehingga untuk kebutuhan konsumsi dari masyarakat ini juga dalam waktu dekat ini dipenuhi begitu.
09:11Nah terutama ketika pagi hari ini tadi saya juga sempat melihat begitu bagaimana kemudian makanan siap saji dibagikan kepada warga
09:18-warga yang terdampak.
09:19Nanda.
09:20Untuk ini akan menjadi perhatian bersama bagaimana solusi yang akan diberikan kepada masyarakat terdampak khususnya tadi makanan dan sandang pangan
09:28lainnya.
09:28Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kompas TV, Fedriska Ananda dan Juru Kamera Yogi Sahrefi melaporkan dari Jakarta Pusat.
09:36Selamat petugas kembali.
Komentar

Dianjurkan