00:00Kemudian berikutnya, karena saya dimention oleh Pak Dubes Dino, saya mau luruskan beberapa hal.
00:07Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur.
00:14Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi wakil Menteri Luar Negeri,
00:20walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan.
00:25Jadi yang pertama, masalah biaya bilak luar negeri.
00:29Ini sudah dijelaskan beberapa kali.
00:31Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara,
00:38itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo.
00:44Kemudian yang kedua, jumlah rombongan.
00:46Ini sangat penting.
00:47Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran,
00:51lebih dari separuh dari periode sebelumnya.
00:54Jadi kalau dulu, itu sekali keluar negeri bisa lebih dari 120 orang.
01:00Zaman Pak Dino seperti itu.
01:02Nah, zaman Presiden Prabowo, jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal.
01:08Ini sudah banyak yang tahu, termasuk juga wartawan-wartawan pasti tahu itu semua.
01:13Kemudian yang ketiga, jadwal harus satu tahun sebelumnya.
01:16Jadi gini, kembangan dunia global itu sangat dinamis, hari per hari.
01:20Nah, jadi ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara.
01:30Kemudian yang keempat, masalah protokoler dan frekuensi ke luar negeri dalam satu setengah tahun terakhir.
01:36Jadi Presiden Prabowo itu adalah Presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis.
01:43Sebelumnya ada konflik di Ukraina, ada di Venezuela, kemudian sekarang ada di Iran dan Timur Tengah.
01:51Itu terlibat Saudi, Qatar, Bahrain, UAE, dan lain sebagainya.
01:55Jadi setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antar pemimpin dunia.
02:01Dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan.
02:05Tidak, kita harus panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan.
02:13Dan begitu pula sebaliknya, oke?
02:15Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antar pemimpin, baik secara langsung, diliput media, ataupun tertutup.
02:25Nah, itulah diplomasi.
02:26Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan secara bonial.
02:31Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam satu setengah tahun terakhir ini.
02:38Yang pertama, Indonesia masuk BRICS.
02:40Manfaatnya apa?
02:41Ya sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin.
02:47Stok BBM aman.
02:48Harga BBM subsidi tidak naik.
02:51Stok pangan aman.
02:53Kemudian yang kedua, tarif 0% di Uni Eropa.
02:58Ada 25 negara di situ.
03:01Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu.
03:05Tapi kapan dicapai?
03:07Ya zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu.
03:10Kemudian yang ketiga, total investasi yang masuk dalam satu setengah tahun ini adalah sekitar Rp2.430 triliun.
03:21Itu data dari BKPM.
03:23Kemudian contoh konkret lagi nih, bulan lalu Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea kembali langsung ada investasi sekitar Rp575 triliun.
03:35Kemudian yang keempat, sekarang kita punya alat pertahanan yang kuat sekarang.
03:41Dan itu dari banyak sekali negara.
03:45Perancis, Amerika, Rusia, China, Inggris, Eropa, banyak negara.
03:50Kemudian yang kelima, program ibadah haji tahun 2025 lalu dan khususnya tahun ini itu lancar.
03:57Nyaris tidak ada kendala-kendala yang signifikan.
04:01Indonesia adalah negara satu-satunya yang punya pertampungan haji di Arab Saudi.
04:07Dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jamaah haji.
04:15Kemudian yang keenam, Presiden Prabowo betul-betul berperan aktif di Palestina.
04:21Apa buktinya?
04:22Satu, kita ada drop-off logistik dari udara.
04:27Sudah beberapa kali.
04:28Tidak semua negara bisa.
04:30Kenapa?
04:30Itu harus ada diplomasi dengan negara-negara yang wilayah udaranya dilewati oleh pesawat.
04:36Kemudian yang kedua, kita kirim kapal rumah sakit ke Palestina.
04:41Kemudian yang ketiga, kita menyekolahkan anak-anak Palestina di Universitas di Indonesia.
04:49Sekarang mungkin sudah sampai 100 orang yang sudah sekolah di sini.
04:52Dan lain sebagainya.
04:54Kemudian yang ketujuh, baru minggu lalu, ada WNI yang diamankan pihak Israel di Laut Bebas.
05:01Dan lewat diplomasi dari Menteri Luar Negeri dan teman-teman Kemlu, selang beberapa hari, kembalikan ke Indonesia.
05:08Jadi ini lewat diplomasi yang baik diberitakan maupun yang tertutup.
05:13Dan ingat, yang tadi saya sampaikan adalah hasil konkret nyata satu setengah tahun terakhir.
05:20Dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara.
05:27Baik yang dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan.
05:32Karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya.
05:36Itu yang kita utamakan.
05:41Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
05:46Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
05:50Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
05:56Selamat menikmati.
Komentar