Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, Presiden RI Prabowo Subianto berhasil membawa masuk investasi senilai Rp 2.430 triliun.

Teddy menyebut, jumlah investasi tersebut merupakan hasil daripada Prabowo yang sering ke luar negeri dalam 1,5 tahun ini.

"Total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun ini adalah sekitar Rp 2.430 triliun, itu data dari BKPM. Kemudian contoh konkret lagi nih, bulan lalu Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea, kembali langsung ada investasi sekitar Rp 575 triliun," kata Teddy, Senin (1/6/2026).

Video editor: Aqshal

#prabowo #seskabteddy #kunker

Baca Juga Pertemuan Prabowo dengan Wakil PM Sekaligus Menhan Qatar Sheikh Saoud di Istana, Bahas Apa? di https://www.kompas.tv/nasional/672279/pertemuan-prabowo-dengan-wakil-pm-sekaligus-menhan-qatar-sheikh-saoud-di-istana-bahas-apa



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672315/seskab-teddy-angkat-bicara-soal-prabowo-sering-kunker-luar-negeri
Transkrip
00:00Kemudian berikutnya, karena saya dimention oleh Pak Dubes Dino, saya mau luruskan beberapa hal.
00:07Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur.
00:14Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi wakil Menteri Luar Negeri,
00:20walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan.
00:25Jadi yang pertama, masalah biaya bilak luar negeri.
00:29Ini sudah dijelaskan beberapa kali.
00:31Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara,
00:38itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo.
00:44Kemudian yang kedua, jumlah rombongan.
00:46Ini sangat penting.
00:47Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran,
00:51lebih dari separuh dari periode sebelumnya.
00:54Jadi kalau dulu, itu sekali keluar negeri bisa lebih dari 120 orang.
01:00Zaman Pak Dino seperti itu.
01:02Nah, zaman Presiden Prabowo, jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal.
01:08Ini sudah banyak yang tahu, termasuk juga wartawan-wartawan pasti tahu itu semua.
01:13Kemudian yang ketiga, jadwal harus satu tahun sebelumnya.
01:16Jadi gini, kembangan dunia global itu sangat dinamis, hari per hari.
01:20Nah, jadi ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara.
01:30Kemudian yang keempat, masalah protokoler dan frekuensi ke luar negeri dalam satu setengah tahun terakhir.
01:36Jadi Presiden Prabowo itu adalah Presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis.
01:43Sebelumnya ada konflik di Ukraina, ada di Venezuela, kemudian sekarang ada di Iran dan Timur Tengah.
01:51Itu terlibat Saudi, Qatar, Bahrain, UAE, dan lain sebagainya.
01:55Jadi setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antar pemimpin dunia.
02:01Dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan.
02:05Tidak, kita harus panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan.
02:13Dan begitu pula sebaliknya, oke?
02:15Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antar pemimpin, baik secara langsung, diliput media, ataupun tertutup.
02:25Nah, itulah diplomasi.
02:26Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan secara bonial.
02:31Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam satu setengah tahun terakhir ini.
02:38Yang pertama, Indonesia masuk BRICS.
02:40Manfaatnya apa?
02:41Ya sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin.
02:47Stok BBM aman.
02:48Harga BBM subsidi tidak naik.
02:51Stok pangan aman.
02:53Kemudian yang kedua, tarif 0% di Uni Eropa.
02:58Ada 25 negara di situ.
03:01Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu.
03:05Tapi kapan dicapai?
03:07Ya zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu.
03:10Kemudian yang ketiga, total investasi yang masuk dalam satu setengah tahun ini adalah sekitar Rp2.430 triliun.
03:21Itu data dari BKPM.
03:23Kemudian contoh konkret lagi nih, bulan lalu Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea kembali langsung ada investasi sekitar Rp575 triliun.
03:35Kemudian yang keempat, sekarang kita punya alat pertahanan yang kuat sekarang.
03:41Dan itu dari banyak sekali negara.
03:45Perancis, Amerika, Rusia, China, Inggris, Eropa, banyak negara.
03:50Kemudian yang kelima, program ibadah haji tahun 2025 lalu dan khususnya tahun ini itu lancar.
03:57Nyaris tidak ada kendala-kendala yang signifikan.
04:01Indonesia adalah negara satu-satunya yang punya pertampungan haji di Arab Saudi.
04:07Dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jamaah haji.
04:15Kemudian yang keenam, Presiden Prabowo betul-betul berperan aktif di Palestina.
04:21Apa buktinya?
04:22Satu, kita ada drop-off logistik dari udara.
04:27Sudah beberapa kali.
04:28Tidak semua negara bisa.
04:30Kenapa?
04:30Itu harus ada diplomasi dengan negara-negara yang wilayah udaranya dilewati oleh pesawat.
04:36Kemudian yang kedua, kita kirim kapal rumah sakit ke Palestina.
04:41Kemudian yang ketiga, kita menyekolahkan anak-anak Palestina di Universitas di Indonesia.
04:49Sekarang mungkin sudah sampai 100 orang yang sudah sekolah di sini.
04:52Dan lain sebagainya.
04:54Kemudian yang ketujuh, baru minggu lalu, ada WNI yang diamankan pihak Israel di Laut Bebas.
05:01Dan lewat diplomasi dari Menteri Luar Negeri dan teman-teman Kemlu, selang beberapa hari, kembalikan ke Indonesia.
05:08Jadi ini lewat diplomasi yang baik diberitakan maupun yang tertutup.
05:13Dan ingat, yang tadi saya sampaikan adalah hasil konkret nyata satu setengah tahun terakhir.
05:20Dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara.
05:27Baik yang dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan.
05:32Karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya.
05:36Itu yang kita utamakan.
05:41Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
05:46Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
05:50Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
05:56Selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan