Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Iran menyebut mengizinkan kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pasca Donald Trump mengklaim mencabut blokade angkatan laut Amerika Serikat.

Namun, Amerika Serikat menyatakan belum mencabut blokade laut terhadap Iran.

Kita ulas saling klaim dua negara tersebut dalam pembukaan Selat Hormuz bersama Pakar Hubungan Internasional Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, serta Pakar Militer dan Intelijen UI, Stanislaus Riyanta.

Baca Juga Israel Serang Desa Al-Bayad dan Bom Kota Tyre di Lebanon Selatan | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/672257/israel-serang-desa-al-bayad-dan-bom-kota-tyre-di-lebanon-selatan-kompas-petang

#as #iran #selathormuz #blokade

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/672261/pakar-hi-dan-pakar-militer-soal-as-iran-saling-klaim-selat-hormuz-dibuka-atau-masih-diblokade
Transkrip
00:00Akhiran sebut izinkan kapal-kapal melintasi Hormuz pasca Trump cabut blokade angkatan lautnya.
00:05Namun Amerika Serikat menyatakan belum mencabut blokade laut.
00:08Kita ulas saling klaim dua negara tersebut dalam pembukaan selat Hormuz
00:12bersama pakar hubungan internasional synergy policy Dina Prapto
00:16serta pakar militer dan intelijen Universitas Indonesia Stanislaw Rianto.
00:22Selamat sore Mas Stanis, selamat sore Mbak Dina.
00:25Selamat sore Mbak.
00:27Oke kita mulai yang terbaru dulu mungkin saya ke Mbak Dina.
00:30Mbak Dina ini yang baru sekali ketika Iran menampilkan gambar pelayaran di selat Hormuz.
00:35Tapi kemudian Amerika Serikat belum menyatakan mencabut blokade laut tersebut.
00:41Bagaimana kita melihat situasinya di selat Hormuz kali ini
00:45Irannya yang melakukan klaim kemudian Amerika Serikat menolak.
00:49Biasanya Amerika Serikat yang suka mengklaim duluan.
00:55Memang situasinya kedua belah pihak pada dasarnya masih tetap yakin
00:59dan percaya, percaya itu maksudnya ya bahwa sebenarnya kekuatan militer
01:04kedua belah pihak ini masih bisa digunakan terutama Iran.
01:08Iran ini masih dalam posisi betul-betul pasang kuda-kuda ya.
01:13Ingin menentukan bahwa dia sebenarnya betul-betul tidak takut,
01:16satu tidak gentar dan yang kedua dia juga siap untuk menghadapi segala ancaman.
01:21Perkembangan yang terakhir Mbak Ilona itu kan dari pihak Qatar
01:25itu menyampaikan kepada Iran bahwa permintaan untuk melepaskan
01:31blokade, bukan blokade apa namanya,
01:36tahanan uang ya yang ada di unfrozen aset yang ada Iran,
01:42ada di Qatar itu tidak akan diberikan kecuali belanjanya dari Qatar.
01:46Jadi rupanya dalam situasi negosiasi yang tidak langsung ini
01:51antara Iran dengan Amerika Serikat,
01:54ada saja perkembangan setiap hari yang membuat masing-masing pihak itu
01:59merasa masih bisa dapat sesuatu lah dari Iran.
02:01Itu sebab kira-kira Iran ini masih pasang pagar setinggi-tingginya ya
02:06untuk menunjukkan bahwa dia tidak mau turun gitu.
02:09Ya kalau Mas Tani sendiri melihat pernyataan Iran
02:12bahwa Selat Hormuz sudah dibuka, katanya sebenarnya strategi apa
02:16di balik narasi tersebut?
02:19Ya Selat Hormuz itu memang senjata paling mematikan Iran untuk dunia,
02:22bukannya untuk Amerika.
02:23Jadi ini senjata yang sangat powerful menurut saya
02:26karena mengguncang ekonomi dunia.
02:28Dan kalau kita lihat sebenarnya kan dari beberapa informasi
02:32ternyata Iran juga meloloskan kapal milik Rusia dan Cina.
02:36Diloloskan sehingga ini buat apa semacam,
02:39sebenarnya ada peluang di sini buat dunia untuk menghentikan
02:43menghentikan blokade ini karena Cina dan Rusia sudah diloloskan.
02:46Tapi di sisi lain ini kan pesai war, ini kan perang uras-sarang
02:49dan propaganda dari pihak Iran.
02:52Amerika bukan itu juga dengan caranya masing-masing,
02:55dengan senjata yang masing-masing.
02:56Tapi saya sepakat dengan Mbak Dinah tadi bahwa sebenarnya kan
02:58banyak orang yang berkepentingan dengan perang ini
03:01ingin mendapatkan sesuatu dari perang ini.
03:03Jadi sebenarnya ada yang mendapatkan manfaat
03:05atau mencari celah-celahan.
03:07Banyak-banyak pihak yang mencoba mencari celah dari perang ini
03:11walaupun kita menjadi korbannya ya,
03:12jadi korban lebih banyak lagi korbannya.
03:14Nah, Irma memainkan saat gini,
03:16dia memainkan kalau ingin mendapatkan manfaat ya harus membela dia misalnya.
03:20Amerika juga kan sebenarnya kalau ada yang mau mendapatkan manfaat ya harus membela dia.
03:23Tapi ini kan ternyata sudah berlarut-larut hingga hampir 100 hari
03:27dan korbannya cukup besar bagi dunia.
03:30Jadi kita harapannya sampai 100 hari ini ya sudah lah,
03:33maksudnya jangan sampai saling menyandara itu
03:35walaupun Selat Hormus sekarang dikuasa Iran
03:37dan Amerika sebenarnya tidak memblokade di Selat Hormusnya
03:40tapi di bawahnya, di dekat pangkalannya di Oman.
03:43Tapi ini juga ekonomi dunia jadi semacam ganggu dan sangat signifikan bagi kita.
03:48Tapi ini cyber sih, kedua pihak memainkan itu.
03:51Oke, Mbak Dina ini kan kedua pihak kalau disampaikan
03:54memainkan narsinya sendiri ini merupakan shiwar begitu dan mereka merasa bahwa punya daya tawar yang tinggi.
04:00Nah tapi kalau melihat posisi katakanlah di negara teluk, melihat situasi yang saat ini,
04:05kemana kira-kira negara teluk apakah tetap akan setia kepada Amerika Serikat
04:09atau sebenarnya sudah mulai ya ngintip-ngintip ke Iran?
04:13Mata mereka sekarang sebenarnya ada di Israel.
04:16Oke.
04:17Saya juga melihat bahwa Israel ini kelihatannya mengambil kesempatan yang paling besar
04:22dalam segala kesempitan ini.
04:23Kalau negara lain di teluk ini paling enggak karena dia memang bertetangga sangat dekat satu sama lain.
04:29Kalaupun mereka mengambil keuntungan kayaknya enggak bisa langsung besar-besaran gitu ya.
04:34Sebenarnya kalau Israel yang saya perhatikan ini mereka langsung berusaha secepat mungkin mengambil alih Libanon.
04:40Hari ini kan sudah ada serangan sampai ke selatan kota Beirut ya ibu kota dari Libanon.
04:46Ini satu indikasi yang sangat buruk sebenarnya ya karena kalau Libanon itu sampai dikuasai oleh Israel
04:53ini bisa dibayangkan pertarungan ke depannya jangka panjangnya antara negara-negara teluk
05:00juga Iran dengan Israel ini semakin memburuk.
05:05Jadi itu benar-benar lasting ya.
05:07It's gonna be a very lasting conflict di Timur Tengah dan situasinya akan sangat berubah
05:12dibandingkan masa sebelum JCPOA itu ada atau masa sebelum Amerika Serikat meninggalkan JCPOA
05:19atau nuclear deal.
05:20Jadi Amerika Serikat ini menurut saya sih main di beberapa kaki nih sekarang ya.
05:26Dia mungkin melihat bahwa sebenarnya titik dia sudah cukup lemah.
05:30Dia enggak bisa kembali ke titik awal sebelum dia meninggalkan JCPOA.
05:36Artinya Selat Horus waktu itu kan dibuka.
05:38Sekarang jadi enggak bisa dibuka kan.
05:40Kemudian nuclear deal itu sebelumnya yang sudah disepakati paling enggak pengayaan uranium di kisaran 1967.
05:48Ternyata Iran punya lebih kan.
05:50Dan dia mau minta sekarang diambil alih seluruh pengayaan uranium.
05:54Dan jelas-jelas Iran menolak mentah-mentah.
05:57Jadi situasi yang awal sudah enggak mungkin lagi diambil alih oleh Amerika Serikat.
06:02Makanya dia kemudian mencari daya tawar yang lain lagi dengan cara menaruh pion Israel di situ.
06:11Sehingga situasi di Timur Tengah mau enggak mau kembali bergantung lagi pada niat baik Amerika Serikat.
06:16Jadi ini betul-betul sangat apa, fragile ya ternyata situasi genjatan senjata kali ini.
06:24Ya negosiasinya berjalan alot ini sebenarnya tidak hanya soal Amerika dan juga yang belum sepaham.
06:29Atau sebenarnya memang ada faktor lainnya seperti Israel yang memang tidak mau ada terjadinya negosiasi mbak?
06:35Israel jelas nggak mau ada negosiasi sih.
06:38Dia posisinya pertama mau menghancurkan dulu Libanon, Hezbollah.
06:45Jadi atas nama Hezbollah karena itu salah satu kampanye penting dari partai liput ya, partainya Netanyahu.
06:50Bahwa Hezbollah itu harus dilumpuhkan.
06:53Dan Hezbollah terbukti masih bisa terus melakukan serangan juga ke Israel.
06:58Itu satu.
06:58Sisi yang kedua, Iran belum menyerah.
07:01Dan Iran belum bisa dikatakan lebih lemah daripada sebelum perang ini dimulai.
07:07Jadi artinya dua agenda Israel ini belum tercapai.
07:10Demikian pula agenda Amerika Serikat ya, belum ada yang tercapai juga.
07:14Ya belum ada yang tercapai.
07:15Mas Tanis kalau dia kan dari Trump sendiri memperketak cara perjanjian namanya program nuklir Iran.
07:22Sementara kalau kita lihat Teheran menegaskan tidak akan menyepakati kesepakatan apapun sebelum hak-hak nasionalnya dijamin sepenuhnya.
07:28Artinya jalan menuju negosiasi yang disepakati kedua belah pihak ini masih sangat jauh.
07:36Ya apa yang tampak di permukaan yang di media-media pasti berbeda dengan yang sekarang sedang dinegosiasikan antara penghubung Iran
07:45dengan penghubung Amerika.
07:46Channel-channel mereka terus bekerja.
07:47Tapi yang menarik sebenarnya tadi yang Mbak Dina sampaikan bahwa Amerika menggunakan pionnya Israel.
07:53Saya malah berpendapat sebaliknya.
07:54Jangan-jangan ini Amerika menjadi pionnya Israel.
07:56Jangan-jangan ini.
07:57Amerika menjadi pion Israel.
07:59Bisa saja terjadi seperti itu sih.
08:01Karena yang paling berkepentingan dengan nuklir itu sebenarnya Israel.
08:04Israel merasa sangat terancam dengan keberadaan Iran.
08:07Karena senjata-senjata Iran ini kan dalam radiusnya, Israel dalam radius senjata Iran.
08:14Jadi yang paling terancam jika nanti Iran menggunakan senjata nuklir itu Israel.
08:19Nah makanya dalam perundikan-perundikan ini kan setengah mati Amerika soal nuklir.
08:25Supaya Israel aman.
08:26Sebenarnya kan Amerika jauh ya.
08:28Dia tidak ada pion itu.
08:30Makanya saya boleh berbeda pendapatan.
08:33Jangan-jangan Amerika menjadi pionnya.
08:34Dan ini kalau Amerika menjadi pionnya, maka sebenarnya yang nanti menjadi penentu dalam perundingan
08:39ya jangan-jangan bisa jadi Israel.
08:41Kecuali pecah kongsi.
08:42Ketika Amerika pecah kongsi dengan Israel.
08:44Tapi kayaknya mereka pecah kongsi juga sangat sulit sekali.
08:47Karena sudah lama sekali mereka menjadi hidup semati.
08:51Jadi nampaknya sangat susah.
08:53Jadi yang Anda lihat sekarang bukan ada perpecahan antara Amerika Serikat dengan Israel?
08:59Ada yang menduga seperti itu.
09:01Ada indikasi-indikasi yang nampaknya kongsi.
09:03Tetapi saya kira ini karena kepentingan masing-masing yang kuat.
09:07Amerika punya kepentingan.
09:08Misalnya soal politik, soal ekonomi.
09:10Israel juga penting soal keamanan.
09:12Jadi ini nanti yang bisa memecahkan mereka soal kepentingan yang berbeda.
09:16Seberapa kuat sih daya tahan dari Iran ini mempertahankan sikap mereka?
09:21Menurut Anda dari segi mungkin ketahanan militer?
09:26Sangat mengejutkan memang ketika dalam global firepower itu kan Amerika nomor satu,
09:31kemudian Israel nomor 15, Iran nomor 16.
09:33Hingga seratus tinggi perang, Iran itu belum kalah.
09:37Belum mengibarkan beli-beli.
09:38Dan bahkan tetap siap sedia.
09:40Bahkan latihan-latihan militer.
09:42Mereka memamerkan senjatanya.
09:43Ini sangat mengejutkan.
09:44Jadi nampaknya indeks-indeks atau peringkat-peringkat militer dunia ini harus dikoreksi.
09:49Karena ketahanan Iran itu ternyata cukup tinggi.
09:52Minimal indeks ketahanan.
09:53Minimal indeks ketahanan negara Iran saya lihat cukup tinggi.
09:56Dibandingkan Venezuela misalnya satu hari, dua hari langsung kalah ya.
09:59Iran berbeda.
10:00Ini mengubah pandangan dunia terhadap Amerika dan Iran tentu saja.
10:05Tapi kalau misalnya kita kembali lagi ke hormus yang berita terbaru ini.
10:09Apakah ini merupakan bentuk ketidakpercayaan pada dua pihak?
10:12Siapa yang sebenarnya harus membuka dulu?
10:16Amerika Serikat buka blokade dulu?
10:18Atau Iran buka hormus tanpa tarif terlebih dahulu?
10:21Kalau kita lihat ke perkembangan negosiasi soal hormus.
10:25Ini apakah sudah ada kemajuan jika dibandingkan dengan isu nuklir misalnya?
10:31Ternyata belum juga.
10:33Belum juga.
10:34Dulu sebelumnya kan sudah ada kemajuan sebenarnya.
10:37Iran kan sudah sempat mau membuka selat hormus terlebih dahulu.
10:41Tapi kemudian Amerika Serikat memutuskan untuk tetap memblokir pelabuhan-pelabuhan Iran.
10:47Nah itu menjadi satu catatan ya buat Iran bahwa sebenarnya yang harusnya mencabut duluan blokade itu ya Amerika Serikat.
10:57Sementara kalau Amerika Serikat jelas pasti secara retorika dia nggak mau dia duluan yang cabut kan.
11:02Pasti maunya dari pihak Iran dulu.
11:04Jadi kalau dilihat dari perkembangan terakhir juga di kawasan Bahrain itu di daerah di salah satu semenanjung di sana.
11:14Di sana sudah ada kerjasama sekarang antara UK dengan US, Inggris dengan US.
11:20Yang fungsinya itu untuk mensinkronkan informasi dari kapal-kapal komersil ke kapal Joint Maritime Information Center-nya Senkom Amerika Serikat.
11:30Dan fungsinya di situ adalah untuk saya duga memata-matai juga ya situasi di lapangan.
11:35Nah dari pihak Iran pastinya mendengar perkembangan ini apalagi cakupan dari wilayah pemantauan dari US-Nafsen ini cukup luas ya.
11:46Mulai dari Laut Arabia, Laut Merah, Oman sama Gulf of Oman sama Indian Ocean.
11:52Jadi ini efeknya berarti ada kemungkinan Amerika Serikat juga sedang mempersiapkan sesuatu lagi gitu loh.
11:59Yang itu yang kita nggak tahu.
12:00Jadi tadi seperti saya katakan di awal, Qatar dalam posisi yang ternyata masih bisa diubah.
12:07Mencoba mencari celah, dia mendapatkan sesuatu lagi dari Iran.
12:12Sementara Israel masih dalam posisi mencoba mendapatkan keuntungan juga dari situasi ini.
12:17Jadi kalau saya sih melihatnya dari pihak Amerika Serikat dengan Israel ini, mereka saling diuntungkan ya.
12:25Jadi kalau dilihat dari Israel yang cuma penduduknya 10 juta, nggak mungkin juga sih secara jangka panjang mereka menguasai Amerika
12:33Serikat.
12:34Justru pasti Amerika Serikat yang lebih kuat dan punya pengaruh.
12:38Tinggal masalahnya Israel ini saat ini juga masih didukung oleh pemerintahan terakhir dari Al-Zazira ya.
12:45Mereka menerima pasokan senjata dan juga pesanan membuat senjata dari 51 negara di dunia.
12:52Jadi artinya bukan cuma negara-negara yang diteluk ternyata yang sedang mencari keuntungan dari situasi ini.
13:00Tapi ada lebih banyak dunia juga yang diuntungkan dari bisnis persenjataan yang dilakukan oleh Israel.
13:06Tapi bagaimana dengan mungkin keterlibatan negara teluk atas nasib Selat Hormuz ini?
13:13Negara teluk ini sekarang masih menahan diri ya.
13:16Yang saya lihat mereka masuk informasinya itu lewat Pakistan, lewat Qatar dalam proses negosiasi.
13:24Tapi kalau dalam open statement mereka kelihatannya sangat membatasi diri apa yang dia sampaikan.
13:30Mungkin dia masih menunggu juga posisi Amerika Serikat.
13:33Kalau menurut Mas Stanis, bagaimana posisi negara teluk sejauh ini melibatkan mereka terkait dengan nasib Selat Hormuz?
13:44Mas Stanis?
13:45Saya kira bukan hanya negara teluk, tapi negara NATO.
13:49Hati-hati dalam melabur Iran karena Iran punya persenjataan yang bisa menjangkau mereka.
13:53Jadi peluru Iran ini bisa sampai jangkauan 5.000 km dan ini masuk wilayah negara-negara NATO, apalagi negara teluk.
14:00Jadi mereka hati-hati sekali. Hati-hati karena apa?
14:03Membila Amerika juga mungkin dampak bisa kena Iran, membila Iran juga kena Amerika.
14:08Jadi mereka memilih untuk posisi netral.
14:11Saya kira ini posisi yang paling aman dan paling baik melihat situasi ini.
14:15Karena jika ada negara yang ikut serta masuk, ini bukan nambah perang semakin reda,
14:20tapi akan semakin berantakan saya kira situasinya.
14:23Kita lihat seperti Rusia juga, Cina.
14:26Ini kan semua orang tahu bahwa ini membantu-membantu Cina, membantu Iran juga.
14:31Cina membantu, kemudian Rusia juga membantu.
14:33Tapi tidak dinampakkan secara terbuka.
14:35Kita lihat ketika kunjungan Amerika ke Cina,
14:38nampak sekali bahwa ada yang melihat mengatakan bahwa Presiden Trump nampak sekali meminta-minta pada Cina.
14:43Tapi ini kan menunjukkan bahwa Cina membantu Iran.
14:46Jadi saya kira memang yang paling baik adalah tidak membantu mereka untuk berperang,
14:51tapi sebenarnya membantu mereka untuk menghentikan perang.
14:55Jadi pertemuan Trump dengan si Jinping kemarin,
14:59lalu kemudian nanti dengan Rusia, dengan Putin,
15:04apakah Anda tidak melihat ada harapan mungkin bagi kedua negara menengahi
15:07atau menjadi sponsor dalam kemeja negosiasi?
15:10Atau justru menurut Anda kedua negara masih akan bersebelah kepada Iran?
15:14Saya yakin kalau dalam pertemuan formal,
15:17pasti kedua negara ingin perang segera berhenti.
15:19Semua inginkan ini ya.
15:21Jadi semua sepakat harus mewujudkan perdamaian dunia,
15:25mewujudkan usur-usur kemanusiaan.
15:28Tetapi kan ada kepentingan-kepentingan lain di balik itu ya.
15:31Dan pasti akan beda apa yang disampaikan di antar kepala negara
15:36dengan yang di lapangan jika mereka punya kepentingan lain.
15:39Tapi harapan saya Trump sudah mau datang ke Cina.
15:43Ini kan menunjukkan bahwa dia sebenarnya meminta bantuan Cina
15:46untuk mengendalikan Iran.
15:48Sekarang sebenarnya, saya setuju tadi bahwa sebenarnya Amerika buka dululah itu.
15:52Yang di Bapak Oman itu yang masuk ke Selat Hormuz itu.
15:54Kalau itu dibuka dulu, harusnya Iran akan buka.
15:57Karena Selat Hormuz itu menjadi otoritas Iran.
16:01Sementara Amerika kan tidak punya otoritas di situ.
16:03Dia jauh sekali negaranya.
16:04Harusnya Amerika membuka dulu, kemudian Iran membuka.
16:07Tapi ini kan keras kepala.
16:09Sementara keras kepala, Amerika tidak mau meninggalkan Iran dengan kekalahan.
16:14Ini pasti akan menjadi masalah di karir politiknya.
16:17Makanya dia sebenarnya nyari strategi.
16:19Asist strategi.
16:20Iran itu seperti apa supaya dia pulang bukan dengan malu.
16:24Oke.
16:25Tapi situasi ini kira-kira akan berlangsung sampai kapan ya?
16:28Meskipun sudah ada perjalanan diplomasi,
16:30baik dilakukan oleh pihak Iran maupun pihak Amerika Serikat,
16:33Trumpnya sendiri turun gunung ke Cina.
16:36Ya kalau Iran sudah lama, ada 40 tahun, 50 tahun, dia kuat sih.
16:40Kalau misalnya bertahan satu tahun lagi, saya yakin Iran masih kuat.
16:43Persoalannya adalah Amerika.
16:45Ada sudah baik untuk hutang soal budget, soal politik,
16:50sudah 500 triliun itu bagaimana dampaknya.
16:53Saya kira tergantung Kongres Amerika juga,
16:56Senat seperti apa ketika nanti setuju perang, ya masih bertahan.
16:58Tapi kalau tidak setuju, apalagi terkait biaya,
17:00saya kira akan segera berhenti.
17:02Dan paling strateginya bagaimana supaya berhenti itu tidak memalukan Amerika.
17:06Oke, baik.
17:06Mbak Dina, sudah beberapa minggu lalu pertemuan Trump dengan Xi Jinping terjadi begitu ya.
17:14Tapi menurut Anda apakah sudah ada hasil tanda-tanda yang baik?
17:17Karena sebelumnya Anda mengatakan,
17:18Amerika Serikat tengah mempersiapkan sesuatu yang kita tidak tahu.
17:22Yang kalau diterjemahkan mungkin maksud Anda,
17:25singal untuk negosiasi yang diharapkan oleh Amerika Serikat bisa saja tidak terwujud.
17:31Kalau kita bicara soal China ya dalam gambar ini,
17:34saya melihat informasi terbaru yang disampaikan oleh Pete Hexed ke media,
17:40itu menunjukkan bahwa Amerika Serikat masih berusaha meyakinkan
17:45para pemimpin negara lain, juga para konstituen dia di dalam negeri,
17:50bahwa meskipun senjata mereka itu menyusut jumlahnya,
17:55bahkan butuh waktu sampai 6 tahun ke depan baru bisa normal kembali,
18:00mereka masih sanggup menyerang Iran.
18:02Jadi poinnya itu.
18:03Sebenarnya dari pihak China pasti bisa melihat,
18:06wah ini momen pas ini,
18:08justru biarkan saja Amerika Serikat untuk maksimal dulu dia
18:12menggunakan segala kekuatan dia.
18:15Karena baru pada titik yang lebih lemah China bisa masuk
18:20dan menawarkan satu poin untuk bisa dinegosiasikan.
18:24Karena kalau posisinya masih sama-sama merasa mampu,
18:27seperti yang sekarang kita lihat Iran sama Amerika Serikat,
18:30kan ujung-ujungnya nggak ada yang mau lebih dulu menyerahkan
18:33atau membuka jalan lah gitu.
18:36Dan jangan lupa sekali lagi nih,
18:38negosiasi di antara Iran sama Amerika kali ini,
18:41itu posisinya nggak langsung.
18:42Jadi ada perantara-perantara yang menjadi penyampai informasi.
18:46Itu yang kita selama ini selalu,
18:49mungkin kita juga bias ya dalam melihat perkembangannya,
18:53karena ada pihak ketiga, keempat, kelima yang ikut menyampaikan berita.
18:57Dan kita dari pihak Iran dan Amerika Serikat sendiri
19:01belum tentu tahu persis juga sih,
19:02apa yang sebenarikan oleh negara-negara lain
19:05yang ikut menyampaikan pesan dari Iran.
19:09Terkait dengan permintaan kompensasi oleh Iran,
19:12apakah menurut Anda nantinya Amerika Serikat bisa memenuhi permintaan tersebut?
19:17Pada satu titik menurut saya memang harus ada sih kompensasi.
19:21Karena kalau nggak ada kompensasi,
19:23Iran saya kira dia akan tetap berkeras untuk melakukan
19:27atau mempertahankan positinya soal nuklir dan soal hormus.
19:31Nggak mungkin lah Iran itu dalam,
19:32sudah melalui begitu panjang masa ketegangan selama ini,
19:37lalu pergi begitu saja kembali ke posisi nol,
19:40seperti sebelum perang.
19:41Oke, tapi apakah mungkin bentuknya dalam hal memberikan
19:46begitu kewenangan pengenaan tarif tol di Suat Hormuz?
19:50Bisa saja.
19:51Bisa saja?
19:52Bisa saja.
19:53Tapi yang saya duga Iran mau sebenarnya masih lebih dari itu.
19:58Itu saja nggak cukup.
19:59Karena dia butuh untuk perbaikan ekonominya.
20:02Makanya dia tetap push untuk minta paling nggak 6 bilion dolar kan.
20:06Dia minta untuk, atau itu yang disebut lah di media masa,
20:10dari asetnya dia bisa dibuka gitu, bisa dilepas.
20:14Oke, tapi Mas Talis ini kan sebenarnya kan dari pihak Amerika mengatakan loh,
20:19itu kan perlindungan internasional,
20:20harusnya tidak dikenakan tarif tol di Suat Hormuz begitu.
20:24Sementara Iran bersikukuh bahwa ingin menerapkan tarif tol.
20:27Jadi menurut Anda di mana jalan tengahnya nanti?
20:30Ya ini kan menjadi suatu yang menguntungkan Iran,
20:32membuat sistem baru setelah perang.
20:34Jadi dia mengambil manfaat juga dari situasi ini.
20:38Ya saya kira bisa saja Amerika kalau tidak mau memberikan ganti rugi,
20:42dia nanti akan restui ini.
20:44Jadi supaya untuk ganti rugi direstui saja itu.
20:47Ada tol itu.
20:48Tapi ini kan nanti akan menjadi beban bagi perekonomian dunia,
20:52pasti akan ditolak.
20:53Makanya ini perlu pihak ketiga sebenarnya.
20:56Pihak ketiga yang lebih.
20:58Untuk menangkai ini.
20:59Kalau nggak, mereka akan otot-ototan terus, nggak akan selesai.
21:02Ya, jadi kira-kira exit strategi apa yang nanti akan diambil
21:05baik oleh Iran maupun Amerika melihat ini sudah berjalan cukup lama ya?
21:10Ya kalau Amerika kan nanti paling mengatakan
21:13kami telah berhasil menaklukkan Iran.
21:17Mengatakan menang saja, mengatakan menang pergi.
21:19Dan Iran juga mengatakan kami belum kalah
21:21dan kami berhasil mengusir Amerika.
21:22Sama-sama mengklaim menang itu yang mungkin akan terjadi.
21:26Karena kalau misalnya satu kalah satu menang tidak akan mungkin.
21:29Yang kedua adalah jeda.
21:30Jeda tanpa batas waktu.
21:31Jadi mereka mengakhiri perang,
21:33tetapi tidak mengakhiri permusuhan.
21:34Dan mungkin permusuhannya akan dilaksanakan di lapangan oleh Israel.
21:38Jadi sudah serah terima ke Israel,
21:40nanti perannya dilakukan oleh Israel.
21:41Saya kira itu menjadi skenario terburuk yang akan terjadi
21:45di luar tetap perang ya.
21:46Tapi skenario paling baik ya sebenarnya
21:48sama-sama menyelesaikan dan saling mengklaim menang.
21:51Sudah itu nanti menjadi skenario terbaiknya harusnya.
21:54Oke baik.
21:55Terima kasih Mas Tanis dan juga Mbak Adina
21:58telah bergabung di Sapa Indonesia Malam.
22:00Sampai ketemu lagi.
22:01Sehat selalu.
Komentar

Dianjurkan