Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Militer Israel terus melancarkan serangan besar-besaran di Lebanon Selatan.

Israel juga telah menetapkan garis kuning di Lebanon Selatan untuk mencegah penduduk kembali ke daerah-daerah yang berada di bawah kendali Israel.

Apakah tindakan Israel itu bakal berdampak pada perundingan damai AS-Iran, karena Iran mensyaratkan agar kesepakatan damai mencakup penghentian perang di Lebanon?

Kami akan membahasnya bersama Pengamat Timur Tengah Badan Riset dan Inovasi Nasional, Nostalgiawan Wahyudhi dan Peneliti Senior Indo Pacific Strategic Intelligence, Fauzia G. Cempaka Timur.

Baca Juga Israel Kibarkan Bendera di Kastil Beaufort Lebanon Selatan, Netanyahu: Kami Lebih Kuat di https://www.kompas.tv/internasional/672256/israel-kibarkan-bendera-di-kastil-beaufort-lebanon-selatan-netanyahu-kami-lebih-kuat

#israel #lebanon #hizbullah #iran

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/672289/analisis-pengamat-soal-israel-terus-gempur-lebanon-selatan-berdampak-ke-negosiasi-damai-as-iran
Transkrip
00:00Saudara militer Israel terus melancarkan serangan besar-besaran di Lebanon Selatan.
00:04Israel juga telah menetapkan garis kuning di Lebanon Selatan untuk mencegah penduduk kembali ke daerah-daerah yang berada di bawah
00:11kendali Israel.
00:13Apakah tindakan Israel itu bakal berdampak pada perundingan damai Amerika Serikat dan juga Iran yang tengah berlangsung?
00:20Karena Iran sendiri memang mensyaratkan agar kesepakatan damai ini termasuk mencakup penghentian perang di Lebanon.
00:27Kami membahasnya bersama dengan pengamat Timur Tengah, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Mas Nostalgiawan Wahyudi dan juga peneliti senior Indo
00:37-Pacific Strategic Intelligence, Mbak Fauzia G. Cempaka Timur yang telah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
00:44Selamat petang semuanya.
00:47Selamat petang Mas Yasser.
00:49Saya ke Mas Wawandul. Mas Wawandul melihatnya apa sebenarnya serangan yang terus dilakukan?
00:54Memang selama ini kita melihat bahwa Israel terus membombardir wilayah Lebanon Selatan, tapi sekarang sudah ada yellow line, garis kuning
01:01yang ditetapkan.
01:02Menurut Anda, apa yang mendorong Israel untuk ingin banget menguasai Lebanon Selatan?
01:09Kita harus melihat dulu ya, sebetulnya Nasional Interest Israel itu sendiri, itu merupakan salah satu yang mendasari dari koran polsi
01:18yang dibuat oleh Israel dan juga tentang infrastruktur militer yang dibangun sekarang.
01:23Jadi bagaimana dengan Dalih menggunakan keamanan internal dan dia ingin membuat sebuah wilayah yang kira-kira nanti tidak dapat diserang
01:35oleh luar termasuk di sini Hezbollah.
01:37Jadi dia menggunakan wilayah itu untuk Nasional Interest yang sebetulnya ingin menguasai wilayah-wilayah Lebanon.
01:43Kita tahu bagaimana dataran tinggi Golan ya, sudah dikuasai oleh Israel dan juga Sinai juga itu sudah sekarang ditata sedemikian
01:52rupa oleh militer dari Mesir dan juga berjaga-jaga penuh.
01:56Jangan-jangan nanti Sinai juga direbut dan itu tidak mengherankan kalau kita merujuk pada peta Israel Raya yang merupakan Nasional
02:03Interest Israel.
02:03Sebetulnya perebutan wilayah di Lebanon Selatan itu merupakan salah satu agenda yang memang ingin pada suatu saat nanti mumpung kita
02:13mengetahui bahwa fokus dunia saat ini tersita dengan adanya perang dari Iran dan juga Amerika Serikat.
02:22Sehingga dunia sekarang sedikit terabaikan dengan adanya kerusuhan di Gaza ya, penindasan juga politik apartheid yang dilakukan oleh Israel di
02:31Gaza dan juga penguasaan wilayah sebetulnya kalau kita katakan sebagai invasi ya, invasi yang dilakukan oleh Israel yang ada di
02:38Selatan Lebanon.
02:39Dan ini yang cukup-cukup mengkhawatirkan kita dan itu mengapa selama ini bisa saya katakan itu duri dalam daging dalam
02:48arti kalau saya melihat ya di antara perdamaian yang mungkin sekarang sedang dibicarakan antara Iran dan Amerika Serikat dengan adanya
02:57Israel tidak ikut dalam perundingan negosiasi perdamaian antara Iran dengan Amerika Serikat dan ini yang menyebabkan Israel lebih leluasa.
03:07Dan ketika negosiasi ini berhenti dan kembali pada perang, itu sangat dikhawatirkan nanti adanya kembali perhatian dunia terhadap Gaza dan
03:15juga invasi yang dilakukan Israel di Selatan Lebanon.
03:17Dan ini yang keras mati.
03:19Oke, jadi menurut Anda memang yang dilakukan oleh Israel saat ini ingin menunjukkan bahwa sebenarnya ingin menguasai Lebanon Selatan dan
03:29senampaknya tidak peduli dengan negosiasi yang tengah dilakukan oleh Amerika Serikat dan juga Iran.
03:34Saya akan melihatnya apa? Apa sebenarnya yang ada di strategi apa yang sebenarnya ada di Netanyahu di Israel ini?
03:41Karena kalau kita lihat Amerika Serikat dan juga Iran saat ini kan juga sedang melakukan negosiasi, penggodokan negosiasi itu.
03:49Dan salah satu syarat yang disampaikan oleh Iran adalah penghentian total serangan Israel di Lebanon.
03:55Iya betul Mas. Jadi memang karena kita tahu Mas Yasser bahwa salah satu syarat yang diminta adalah terkait dengan tidak
04:02hanya di Lebanon tapi juga di beberapa front yang ada di Timur Tengah.
04:06Tapi kita tahu juga bahwa memang Hezbollah sendiri memiliki kedekatan sejak perang sebelum bahkan perang antara Iran, Amerika Serikat dan
04:15Israel ini terjadi.
04:16Saya melihatnya bagaimana bahwa saat ini meskipun terjadi ceasefire dan gecata senjata bahkan negosiasi antara juga Lebanon dan Amerika Serikat
04:28dan juga bersama Israel saat ini.
04:30Tetapi dampak dari perang atau serangan yang dilakukan Israel di Lebanon saat ini itu tagihannya ke Iran juga begitu.
04:38Kita lihat bagaimana setiap roket yang ditembakkan oleh Israel dan dibalas oleh Hezbollah ini membuat biaya politik, diplomatik dan ekonomi
04:48nantinya yang menjerat Iran dan Amerika Serikat ini juga semakin besar.
04:52Dan bahkan mungkin pintu yang kita mungkin dengar dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat bahwa saat ini negosiasi sudah hampir
04:5995% mungkin bisa menurun kepercayaannya.
05:04Karena dalam konteks ini perang yang terjadi antara Hezbollah dan Israel sendiri masih terjadi.
05:10Dan bahkan Israel juga menggunakan, zilus Israel menggunakan tindakan-tindakan yang bahkan juga menekan dari hukum humanitaran internasional sendiri.
05:23Oke sehingga dampaknya ke Iran ini akan seperti apa?
05:26Karena kalau kita lihat selama ini kan strategi Iran ini kan merespon setiap serangan.
05:31Kalau bisa dikatakan sekutunya lah Hezbollah ini diserang terus menerus oleh Israel, langkah apa yang menurut Anda nanti akan diambil
05:38oleh Iran?
05:39Saat ini tentu yang diinginkan oleh, kita lihat ada dua step yang memang disampaikan oleh Iran saat ini.
05:46Yaitu yang pertama adalah membuka Selat Hormuz terlebih dahulu.
05:49Konteks dari perdamaian yang sifatnya regional tadi termasuk dengan di Lebanon, di Hezbollah yang melibatkan Hezbollah juga.
05:58Ini memang disengajakan ditaruh di periode yang kedua atau tahapan yang kedua bersama dengan diskusi tentang uranium misalnya.
06:05Nah dalam konteks ini kita lihat ada yang kita sebut dengan parallel track.
06:09Jadi track yang sifatnya dipisahkan antara Amerika Serikat memisahkan bahwa diskusi tentang Hezbollah tidak bisa serta-merta dijadikan satu paket
06:19dalam konteks perdamaian dengan negosiasi dengan Iran.
06:23Begitu Mas.
06:23Oke, kalau dari Mas Wawan sendiri melihatnya seperti apa jika kita kaitkan dengan Amerika Serikat saat ini?
06:28Karena kalau kita lihat selama ini kan Israel nampaknya dalam tanda kutip tidak mau mendengar betul apa yang menjadi arahan
06:36dari Amerika Serikat ketika negosiasi yang tengah disampaikan atau tengah berlangsung dengan Iran.
06:43Mas Wawan.
06:44Ya, begini Mas. Jadi kalau kita lihat ya, sebetulnya perang ini merupakan perang tiga negara ya.
06:51Jadi Amerika, Israel dan melawan Iran ya.
06:54Jadi dari track dari awal ketika negosiasi itu dibuat di Oman dan yang kedua di Pakistan, kita melihat bahwa yang
07:01duduk untuk bernegosiasi hanya dua negara.
07:04Jadi sejak awal memang Israel didesain untuk menarik diri dari negosiasi damai ini.
07:09Dan bahkan kita tahu ketika Wakil Presiden Amerika Serikat melakukan negosiasi di Pakistan dan Netanyahu melakukan panggilan langsung di tengah
07:19-tengah negosiasi itu,
07:20kita sudah mengetahui bahwa target dari Israel memang tidak memungkinkan adanya negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran.
07:29Dan itu sesuatu yang ingin ditiadakan oleh Israel.
07:31Jadi memang untuk saat ini ya, saya melihat bahwa dari kesempatan seperti itu memang dari awal saya mengatakan bahwa model
07:40negosiasi ini sangat rapuh.
07:42Karena apa?
07:43Israel bisa menjadi diri dalam daging.
07:45Dari negosiasi ini.
07:47Ya, terutama Amerika Serikat.
07:49Dan keinginan Amerika Serikat untuk sedikit menegasikan ya, tidak melibatkan Netanyahu dalam beberapa perundingan terakhir.
07:57Itu mengatakan bahwa memang dalam kondisi saat ini, baik Trump ataupun Iran dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan ya.
08:04Baik dalam krisis energi ataupun ekonomi.
08:07Sehingga mereka menarik ulur.
08:09Saya katakan memang ada constraints ya.
08:12Kemarin ada negosiasi, tetapi di ujung negosiasi langsung Amerika melakukan penyerangan.
08:16Jadi bagaimana tarik ulur itu memang strategi Amerika untuk mendominasi pembicaraan.
08:23Dan ini yang cukup mengkhawatirkan.
08:25Di tengah pembicaraan itu muncul dan menunjukkan sinyal-sinyal positif, disitulah Israel bekerja lebih-lebih ini.
08:31Lebih-lebih keras ya.
08:33Dengan kata lain Mas Wawan, bisa kita baca sebenarnya Trump saat ini sudah tidak bisa lagi memegang dalam tanda kutip
08:40atau mengendalikan Netanyahu?
08:43Kalau saya lihat ini mempunyai dua-dua jalur diplomasi yang berbeda ya.
08:48Jadi Israel mempunyai target national interest sendiri yang melihat bahwa negosiasi antara negosiasi itu sesuatu yang lain.
08:58Yang di luar sebetulnya mungkin secondary target ya.
09:00Jadi dia ingin bagaimana perang ini ketegangan ini tetap berlangsung.
09:04Tapi di sisi lain, Israel memang mempunyai dalam masa-masa tertentu, mumpung terjadi konflik antara Amerika dengan Iran.
09:12Dan perhatian dunia tidak terfokus pada Libanon.
09:16Itu membuat border.
09:17Border itu bukan tanahnya Israel, tetapi mengambil dari tanah border perdamaian itu tanah dari Libanon.
09:23Sehingga itu memudahkan penguasaan ataupun akuisisi infasi yang dilakukan Israel.
09:28Dan saya tidak yakin bahwa setelah adanya Yellow Line ya, tanah dari Libanon, selatan Libanon diambil oleh Israel itu akan
09:36memudahkan penduduk dari Libanon untuk kembali.
09:39Dan itu yang terjadi di Gaza.
09:41Bagaimana setelah adanya infasi di Gaza, itu sangat susah akan wilayah Gaza akan kembali seperti semula.
09:47Dan Israel tentu akan membuat sebuah benteng.
09:49Sehingga nanti pendudukan itu lebih mudah dan tidak memudah dan memberikan akses yang sangat limit bagi masyarakat Palestina, warga Palestina
09:57untuk kembali pada wilayah Gaza.
09:58Hal-hal serupa itu terjadi, Mas.
10:00Jadi pola-pola itu memang diterima.
10:02Dengan kata lain bahwa Israel sendiri betul-betul memanfaatkan momen perang Iran dengan Amerika Serikat ini untuk terus menguasai wilayah
10:11Lebanon Selatan.
10:13Kalau dari Mbak Cempaka sendiri melihatnya, tadi ada dua perspektif ataupun dua tanggapan disampaikan oleh Mas Wawan.
10:19Kalau dari Mbak Cempaka sendiri melihat sebenarnya Israel ini sendiri apa yang ingin ditunjukkan dari serangan ini.
10:25Karena kalau kita lihat salah satu hal yang dikhawatirkan Israel terhadap Iran adalah soal nuklirnya.
10:31Betul, Mas.
10:32Karena kalau kita lihat Mas Yasser, salah satu statement yang disampaikan oleh Arakci misalnya di beberapa hari yang lalu terkait
10:39dengan dua poin utama
10:40yang diajukan untuk sebagai dimasukkan ke dalam agreement saat ini yang sedang digodok bersama Amerika Serikat adalah
10:47terkait klausul perlindungan terhadap Hezbollah untuk dimasukkan secara direktif langsung di MOU yang akan dibuat di Islamabad.
10:56Dalam konteks Islamabad MOU Memorandum ini.
10:58Yang kedua adalah terkait dengan resolusi terhadap, resolusi dengan Rebanon.
11:03Jadi ada dua track Mas di sini yang terkait dengan, khususnya terkait dengan Israel sendiri terhadap Rebanon maupun Hezbollah.
11:10Jadi dia membuat dua klausul yang berbeda.
11:12Yang pertama adalah terkait perlindungan Hezbollah dan yang kedua adalah resolusi terhadap Rebanon.
11:17Yang memang sudah terlebih dahulu lebih mudah diselesaikan dibanding terkait dengan Hezbollah.
11:21Karena kita lihat juga Mas, malah saat ini yang dilakukan balasan dari Hezbollah terhadap serangan-serangan yang dilakukan oleh Zionis
11:29Israel misalnya adalah justru muncul senjata-senjata jenis baru.
11:33Misalnya fiber drone.
11:34Dalam konteks ini ini sebuah senjata yang belum pernah dipakai sebelumnya oleh Hezbollah sendiri.
11:40Nah dalam konteks ini saya melihat antara tarik-menarik yang dilakukan oleh Iran sendiri untuk memasukkan klausul terkait Hezbollah dan
11:49juga Lebanon.
11:51Ini sebenarnya bentuk dari dilemma juga Mas.
11:54Karena dalam konteks ini ketika ditekankan, ketika di-pressure untuk dalam satu sisi Hezbollah adalah front atau partner yang sangat
12:03dekat dengan Iran.
12:04Di sisi lain, jika terus-menerus ditekan dalam konteks ini terhadap Amerika Serikat untuk memenuhi win ini, maka bisa jadi
12:11malah kesepakatan yang tadi sudah 95 persen bisa malah semuanya crumble atau malah tidak disepakati kembali, mentah kembali.
12:19Begitu Mas Yasser, saya lihat.
12:20Sehingga pertanyaan selanjutnya dengan bisa dikatakan kedua belah pihak ini sama-sama punya posisi tawar yang kuat begitu.
12:27Dengan kondisi saat ini, kira-kira mana yang akhirnya menurunkan egonya?
12:31Mbak Cepak, sebenarnya kalau kita lihat, kita masih menunggu ya sebenarnya apa respon dari Iran terkait dengan Israel yang terus
12:37menyerang, membombardir Hezbollah.
12:40Tapi kalau dari kacamata Anda, sebenarnya selama ini Iran sendiri membantu Hezbollah itu dalam bentuk apa?
12:46Bisa termasuk dalam membantu stok persenjataan Hezbollah?
12:50Betul Mas. Jadi memang kita lihat membantu, bahkan persenjataan kita, kita membandingkan antara persenjataan yang dimiliki oleh militer Lebanon dengan
13:01yang dimiliki oleh Hezbollah sendiri,
13:03itu sebenarnya lebih besar yang dimiliki oleh, dan lebih modern yang dimiliki oleh Hezbollah begitu.
13:08Dalam konteks lain misalnya, kepemilikan yang lebih besar sebenarnya hanya dalam bentuk tank misalnya.
13:15Hanya tank dalam konteks tank saja, di mana kepemilikan militer Lebanon lebih besar dibandingkan Hezbollah.
13:23Sedangkan di sisi lain dalam konteks drone misalnya, misil balistik dan lain sebagainya, itu sebenarnya lebih banyak dimiliki dan disupport
13:31tentunya oleh Iran begitu, terhadap Hezbollah.
13:36Bahkan ada pandangan saya yang melihat bahwa senjata-senjata yang saat ini saya tadi sampaikan, ada beberapa senjata baru yang
13:44sebenarnya belum pernah dipakai Hezbollah dan saat ini dipakai.
13:47Bisa jadi sebenarnya Iran juga sudah memiliki teknologi tersebut begitu, tetapi belum dipakai juga oleh Iran.
13:53Nah ini sebenarnya analisis yang bisa muncul ketika kita melihat apa yang dilakukan atau terjadi di Hezbollah dan Lebanon,
14:00sebenarnya memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan apa yang nantinya akan terjadi oleh, yang diputuskan oleh Iran terhadap negosiasi.
14:10Nah ini yang menarik untuk kita analisa Mbak Fauzia.
14:13Jadi menurut Anda nanti langkah yang diambil oleh Iran, kalau jika kita berbicara bahwa Israel menyerang Hezbollah ini akan berdampak
14:19ke Iran,
14:19tentu ada dua.
14:20Pertama yaitu akan melakukan serangan militer terhadap Israel ataupun sekutunya Amerika Serikat,
14:26atau mundur dari negosiasi untuk mengancam Amerika Serikat. Kita nggak bisa negosiasi lagi nih.
14:32Kita harus lihat juga mas, kenapa misalnya pertanyaannya, kenapa kok Iran mendorong adanya negosiasi yang memasukkan Hezbollah.
14:41Dan di sisi lain kita juga tanya kenapa kok Israel selalu nagging atau merusak negosiasi ketika ini sudah hampir sepakat
14:49antara Amerika Serikat dan Iran sendiri.
14:51Dan tidak hanya saat ini, tapi juga di beberapa waktu di tahun yang lalu begitu.
14:56Setidaknya ada dua hal. Yang pertama saya lihat adalah terkait dengan jika tercapai negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat,
15:03maka perlindungan Amerika Serikat terhadap operasi militer yang akan dilakukan Israel di masa depan,
15:09baik terhadap Lebanon maupun terhadap Gaza dan di tempat lain, tentu akan minim.
15:14Itu yang pertama. Yang kedua adalah tentu ketika ada nuklir deal yang tentu saja saat ini sedang dinegosiasikan,
15:21begitu ini dinegosiasikan dan mencapai kesepakatan, tentu akan menjadi menghilangkan legitimasi pretext war
15:31yang seringkali dilakukan oleh Israel terhadap serangan yang dilakukan terhadap Iran yang sudah terjadi tahun ini,
15:37terjadi pula di Juni tahun 2025 lalu, yang ketika serangannya selalu berkata tentang nuklir
15:44atau menjadikan legitimasi pemilikan nuklir yang dimiliki oleh Iran sebagai legitimasi serangan.
15:50Sehingga akhirnya Israel sendiri tetap ingin bahwa negosiasi ini tidak terlaksana.
15:56Seperti yang disampaikan oleh Mas Wawan tadi bahwa Amerika Serikat sendiri melihatnya bahwa Israel ini seperti duri dalam daging.
16:03Nah menurut Mas Wawan sendiri, apa yang nantinya akan di langkah strategi apa yang diambil oleh Donald Trump?
16:08Karena kalau kita lihat saat ini kan desakan dari politik dalam negeri juga semakin menguat, biaya perang membengkat,
16:13kemudian satu lagi nih Israel yang nampaknya sudah sulit untuk dikendalikan.
16:18Ya, begini Mas Yasir, jadi memang ada dua nasional interest yang ingin dicapai oleh Israel ya.
16:24Yang pertama, dia ingin program nuklir dari Iran itu berhenti sehingga dia merupakan negara yang aman di kawasan.
16:32Sehingga kita melihat bahwa Israel memandang bahwa nuklir Iran merupakan satu-satunya ansaman yang cukup berarti ya,
16:38dibanding dengan kapasitas militer dari negara-negara teluk di sana.
16:42Nah yang kedua, memang dia mempunyai agenda untuk melakukan perluasan wilayah yang dia katakan bahwa target utama,
16:48kita juga kita lihat ya, bahwa kemarin itu kita mengetahui bahwa Trump tiba-tiba memasukkan syarat baru ya,
16:55yaitu normalisasan negara-negara teluk dengan Israel.
16:58Jadi saya kira mungkin relasinya tidak setajam itu ya.
17:04Jadi kerangka apapun pembicaraan yang dilakukan oleh Trump terhadap Iran itu memang masih dalam koridor yang dibicarakan dengan Israel.
17:13Jadi memasukkan syarat itu merupakan salah satu tekanan yang dilakukan oleh Netanyahu terhadap Trump saya kira.
17:18Dan kedua tujuan tadi, penguasaan wilayah dan juga penghilangan nuklir yang di Iran itu merupakan dua langkah yang memang ingin
17:27di-split.
17:28Bagaimana nanti itu dilakukan oleh Amerika dengan di sisi lain dia mencapai nasional interestnya sendiri.
17:33Dan ini yang dikembangkan sebetulnya.
17:36Bagaimana ke depan mungkin perang atau serangan nuklir itu, serangan rudal balesik itu tidak terjadi.
17:43Tetapi suspensi ketegangan konflik itu terasa panjang itu yang ingin diinginkan Israel.
17:50Kemungkinan ke depan misalnya yang jadi prioritas Iran adalah pembukaan Selat Hormuz.
17:54Karena di sana juga Iran bergantung dengan perdagangan yang ada di Selat Hormuz dan juga negara-negara dunia.
18:00Terutama rekanan dari Amerika yang berada di Asia Pasifik itu sekitar 80% tergantung dengan perdagangan ataupun lintas energi Selat
18:09Hormuz.
18:09Dan itu yang akan menjadi prioritas pertama.
18:11Sedangkan misalnya itu nanti perdagangan itu terjadi, nanti konflik yang ada di Israel, di Lebanon ketika itu tidak dilakukan.
18:21Maka pressure yang kedua kemungkinan, Amerika saya kira tidak akan membela Iran pada titik ini.
18:26Tetap akan membela Israel dalam tanda kutip ya.
18:29Sehingga satu tujuan ya, itu pembukaan Selat Hormuz tercapai.
18:34Tapi tujuan lain dari politik Israel, saya kira Israel tidak akan mundur untuk melakukan penyerangan terhadap Lebanon ataupun negara-negara
18:39dengan apapun.
18:41Dan setelah ini mungkin Syria yang paling dekat dengan konflik, dengan dataran tinggi Golan.
18:45Dan saya kira maintaining konflik yang dilakukan Israel itu tetap berjalan, sehingga pada sisi lain mungkin dari perang Iran dan
18:54Amerika Serikat itu akan sedikit meregat.
18:56Tetapi ketegangan itu tetap terjadi.
18:58Karena kita melihat bahwa tidak ada trust sama sekali dalam negosiasi yang terjadi pada saat ini antara Amerika dengan Iran.
19:03Nah, karena kalau kita lihat sekarang itu kan Iran sendiri kan sudah mulai bisa dikatakan melonggarkan ya aturan di Selat
19:10Hormuz.
19:10Ada beberapa kapal yang sudah bisa melintas ini.
19:12Nah, dengan kondisi seperti ini, kalau kita lihat kan Iran selama ini menjadikan Selat Hormuz ini sebagai kartu asnya begitu.
19:20Apakah akan digunakannya lagi untuk mengancam Israel melalui Amerika Serikat?
19:26Tentu, tentu. Jadi ke depan Selat Hormuz, Iran sangat tahu ya.
19:29Dan kita tidak boleh lupa bahwa Iran itu akan berperilaku sangat rasionalis dengan foreign policy-nya.
19:36Dan dia mempunyai national interest dan dia sangat menyadari betul bahwa Selat Hormuz merupakan satu-satunya non-militer yang bisa
19:44dipegang dan mempengaruhi secara diplomatik.
19:46Dan bahkan bisa mendikte negara-negara seluruh dunia termasuk Amerika tidak bisa berkutik.
19:51Namun pada sisi lain ya, Iran sangat cerdik.
19:53Jadi dia memberikan akses yang prioritas ya, yang khusus untuk kita dan Rusia.
19:58Untuk bisa melewati itu, dimana Iran mendompleng dari penjualan perdagangan atau penjualan energi melalui kapal-kapal yang diakses oleh Rusia
20:07dan China saya kira.
20:09Dan itu juga tidak serta-merta bisa disekat oleh Amerika karena akan memperhitungkan dapat diplomatik ke depan antara Amerika dengan
20:16China dan juga Rusia.
20:17Dan ini yang mungkin akan dipegang.
20:18Jadi kalau saya melihat memang pembicaraan ini memang mengarah ke sana, tetapi suspensi-suspensi akan tampak.
20:24Bahkan ketika mungkin perdamaian akan, titik temu dari negosiasi itu mungkin akan tercapai.
20:30Namun akan selalu ada kejutan saya kira.
20:33Dan kejutan itu kemungkinan besar akan hadir ataupun datang dari Israel begitu ya.
20:42Seperti yang tadi dikatakan Mas Wawan, tadi kan Israel sebenarnya kan ada dua poin yaitu nuklir, Iran terhenti dan juga
20:48perluasan wilayah Lebanon.
20:49Kalau Israel sendiri terus ngotot ingin mendapatkan dua hal tersebut, menurut Mbak Cempaka sendiri kira-kira siapa yang bisa menghentikan
20:56kemauan dari Israel ini di saat kita lihat Amerika Serikat sendiri juga tidak mau mengunci Israel banget.
21:06Iya.
21:07Saat ini yang kita lihat Mas sebenarnya tadi kita bicara tentang Selat Hormuz tadi disampaikan oleh Mas Wawan.
21:12Nah, menurut saya Serat Hormuz sendiri juga ada batasan untuk terus diperas gitu ya sebagai titik critical point.
21:18Karena kalau kita lihat salah satu diskusi yang sempat muncul adalah menggunakan Bab El Mandeb misalnya.
21:24Nah, yang dilakukan oleh Israel saat ini adalah mengeksploitasi Somaliland misalnya.
21:29Somaliland ini berada di tempat yang juga kritis dan bisa menguasai teritori dari Bab El Mandeb.
21:36Yang dimana saat ini juga kita tahu dari Iran sendiri memiliki front di Yaman yang dikuasai oleh Houthi misalnya.
21:46Yang Houthi juga menyatakan bahwa dia saat ini memiliki bersama dengan partner dengan Iran sendiri.
21:56Nah, dalam konteks ini saya lihat bahwa Israel sendiri juga menggunakan berbagai cara yaitu salah satu yang juga dikontrakan dan
22:03dilawan oleh banyak negara Arab adalah pengakuan atas Somaliland misalnya.
22:08Yang kemerdekaan Somaliland dan bagaimana Somaliland juga saat ini digunakan sebagai alat jika nantinya perang bereskalasi dan memaksa tidak lagi
22:18bisa menggunakan kartu Selat Hormuz dan harus menggunakan kartu Bab El Mandeb.
22:23Dan saat ini Israel pun sudah mempersiapkan kartu untuk melawan penguasaan Bab El Mandeb dimana menggunakan Somaliland itu sendiri, Mas.
22:33Oke, ini yang masih kita cermati bagaimana langkah yang diambil oleh masing-masing negara.
22:37Kalau dari Mas Wawan sendiri melihat saya membahasakannya ini sepertinya ini bukan garis linear begitu tapi ini saling berhubungan seperti
22:46benang kusut begitu.
22:47Nah, kalau kita ingin merelei benang kusut ini kira-kira siapa yang harus mengambil peran terlebih dahulu di antara ketiga
22:53negara ini?
22:55Ya, jadi begini ya.
22:57Untuk kalau kita harus mencermati antara tiga negara ya.
23:00Israel, Iran, dan juga Amerika Serikat.
23:04Untuk saat ini, Nasional Interest Israel memang sangat tidak menghiraukan apa yang dinamakan pelanggaran terhadap hukum internasional.
23:12Dan bahkan sekarang di PBB sendiri sudah memberikan red label ya kepada Israel sebagai negara yang cukup ditekan ya.
23:21Bahkan setuju bahwa Netanyahu juga menjadi salah satu pemimpin yang memang telah mencederai hak asasi manusia ya.
23:29Dan melakukan genosida dan segala macam.
23:31Dan dari ini saya kira kita harus memisahkan itu.
23:35Jadi kemungkinan antara perang, antara Israel dan Amerika kemungkinan bisa disuspen.
23:42Dalam arti memang ada keterdasarkan di seluruh dunia untuk membuka kembali slot hornbus.
23:47Dan itu mungkin akan bisa disapai, itu titik yang bisa disapai.
23:49Sedangkan untuk perang Israel dengan Libanon itu merupakan sesuatu yang lain.
23:53Memang dari awal sengaja ingin ditarik bahwa Israel memang tidak ingin masuk dalam langkah-langkah negosiasi
23:59sejak Oman, Pakistan, ataupun di Qatar.
24:01Itu menandakan bahwa serangan Israel terhadap Libanon bukan sesuatu yang lain.
24:06Target nasional interest yang memang ingin dicapai dan tidak ingin dinegosiasikan.
24:10Dan itu merupakan salah satu yang strategi dari Israel untuk lepas dari kekangan misalnya negosiasi.
24:16Seandainya Israel mau ikut dalam negosiasi di Oman, terus negosiasi di Pakistan, ataupun di Qatar.
24:22Maka dia akan terbelenggu.
24:24Dan akan dicecar dan ditekan oleh seluruh dunia.
24:26Dan untuk melakukan penekanan, saya kira tidak mudah.
24:30Bagaimana Israel menutup mata terhadap pendudukan yang sampai saat ini dilakukan di West Bank.
24:37Dan juga bagaimana krisis kemanusiaan yang masih berlangsung saat ini di Gaza.
24:41Dan juga pengusiaan penduduk.
24:45Kita masih menantikan sebenarnya eskalasi apa yang terjadi.
24:48Dan juga sebenarnya langkah-langkah strategi militer apa yang dilakukan baik Iran, Amerika Serikat, Israel maupun Iran.
24:55Terima kasih Mas Nuslagiawan dan juga Mbak Cempakat Timur telah berbagi perspektifnya di Kompas Petang.
25:00Salam sehat semuanya.
25:02Terima kasih Mas Yeser.
25:03Terima kasih Mas.
Komentar

Dianjurkan