Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 22 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyinggung soal apresiasi Presiden RI, Prabowo Subianto, terhadap berbagai kritik yang diserukan PDIP saat menyampaikan pidato panjang dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar partainya, Senin (1/6/2026).

"Berbagai kritik sebagai partai penyeimbang ini telah diakui pentingnya bahkan diapresiasi oleh Presiden Prabowo yang menegaskan bahwa demokrasi memang memerlukan kontrol, memerlukan check and balances," ujar Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

"Maka dalam pernyataan pers kami menegaskan bahwa pernyataan Presiden Prabowo di rapat paripurna juga harus diikuti oleh seluruh aparat penegak hukum agar tidak ada lagi pembungkaman terhadap kelompok kritis," lanjutnya.

Diketahui, sebelumnya Presiden Prabowo sempat berbicara soal kritik PDIP saat menyampaikan pidato kerangka ekonomi dan kebijakan fiskal di Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Berikut tautan Presiden Prabowo sebelumnya: https://www.youtube.com/watch?v=dzM8DVT2DJQ.

Baca Juga Hasto Blak-blakan Kritik Kepemimpinan Era Jokowi: Indonesia Jadi Negara Otoriter Populis di https://www.kompas.tv/nasional/672198/hasto-blak-blakan-kritik-kepemimpinan-era-jokowi-indonesia-jadi-negara-otoriter-populis

#hasto #pdip #prabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672211/buka-bukaan-hasto-beber-kritik-pdip-diakui-presiden-prabowo-partai-penyeimbang
Transkrip
00:00Berbagai kasus kriminalisasi politik hukum terjadi
00:02telah memunculkan suatu kritik yang sangat kuat
00:05bahwa tanpa supremasi hukum
00:07tidak akan ada bangunan politik yang kokoh
00:10dan tidak akan ada bangunan sistem perekonomian
00:14yang bisa tumbuh berkembang untuk kemakmuran.
00:19Sistem hukum yang berkeadilan adalah fondasi pokok.
00:22Tanpanya tidak akan ada penghormatan terhadap manusiaan,
00:26kerakyatan, dan keadilan.
00:28Tanpa hukum yang berkeadilan,
00:30semua menjadi mahal dan penuh ketidakpastian.
00:34Pertanyaan kedua,
00:36apakah demokrasi politik dan ekonomi
00:38benar-benar hadir sebagai jalan keadilan sosial
00:41bagi seluruh rakyat Indonesia
00:43sebagaimana dicita-citakan oleh Bung Karno
00:46di dalam pidato 1 Juni 1945?
00:50Dalam perspektif ini pun,
00:51Indonesia saat ini menghadapi persoalan
00:54yang sangat-sangat serius
00:56terhadap fiskal, moneter,
00:58dan kehidupan perekonomian di sektor yield.
01:02Defisi transaksi berjalan yang terjadi pada kuartal pertama tahun 2026
01:06dan keseimbangan primer yang negatif dalam APBN kita
01:10sangatlah mengkhawatirkan.
01:12Utang harus dibayar dengan utang.
01:16Gali lubang, tutup lubang.
01:19Terlebih dengan pelemahan rupiah akhir-akhir ini
01:21yang menggambarkan adanya persoalan
01:23yang bersifat struktural
01:25dan ada persoalan terkait dengan kepercayaan.
01:29Usulan rekonsolidasi fiskal
01:31yang digagas PDI Perjuangan
01:33melalui tema
01:34fiscal resilience
01:36atau ketahanan fiskal
01:37ternyata masih diwarnai oleh berbagai bentuk belanja negara
01:41yang bersifat populis dengan harapan elektoral.
01:45Berbagai persoalan kenaikan harga kebutuhan pangan rakyat,
01:49kemiskinan,
01:50sulitnya mencari lapangan pekerjaan,
01:52dan pemutusan hubungan kerja
01:54kini telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.
01:57Berbagai kritik sebagai partai penyeimbang ini
02:00telah diakui pentingnya,
02:02bahkan diapresiasi oleh Presiden Prabowo
02:05yang menegaskan bahwa demokrasi memang memerlukan kontrol,
02:10memerlukan check and balances,
02:11dan inilah yang dijalankan oleh PDI Perjuangan
02:15sebagai partai penyeimbang saudara-saudara sekalian.
02:20Maka dalam pernyataan pers,
02:22kami menegaskan bahwa
02:23pernyataan Presiden Prabowo dirapat Maripurna
02:26juga harus diikuti oleh seluruh aparat penegak hukum
02:31agar tidak ada lagi pembungkaman terhadap kelompok kritis.
02:37Saudara-saudara sekalian,
02:39pertanyaan ketiga,
02:40apakah Indonesia kini dipimpin oleh ide dan gagasan kolektif
02:45yang telah membentuk lahirnya negara kesatuan Republik Indonesia
02:49atau dipimpin oleh gagasan orang per orang
02:53sehingga meminggirkan kehendak kolektif rakyat?
02:57Jadi pertanyaan reflektif ini penting
03:00karena power, kekuasaan itu terbentuk
03:04dari gagasan kolektif yang membentuknya.
03:07Maka mengapa Bung Karno turun ke bawah
03:10menyerap amanat penderitaan rakyat?
03:13Gagasan kolektif inilah yang membentuk power
03:16bagi Bung Karno dan juga Ibu Megawati Soekarno Putri
03:20ketika keliling Indonesia melawan rejim otoriter Orde Baru.
03:24Pertanyaan reflektif ini sangatlah penting.
03:28Dalam visi geopolitik Bung Karno,
03:30Indonesia harus dipimpin oleh ide
03:32yakni suatu tekat
03:34untuk menjadi negara terkuat di samudera Indonesia
03:37dan menjadi pintu gerbang masa depan dunia
03:40di samudera Pasifik.
03:43Ini kami ambil dari arahan Ibu Megawati Soekarno Putri
03:49dalam pertemuan di BRIN di UGM beberapa waktu yang lalu.
03:55Guna mewujudkan cita-cita itu,
03:57Bung Karno mendirikan Badan Perancang Pembangunan Nasional dan LEM HAMNAS.
04:01Badan Perancang Pembangunan dipimpin oleh Prof. Dr. Muhammad Yamin.
04:06Badan inilah yang menyusun pola pembangunan nasional semesta dan berencana.
04:09Visi pembangunan ini telah dirumuskan dengan sangat baik
04:13oleh lebih dari 600 doktor dari berbagai disiplin ilmu.
04:17BRIN bersama Perguruan Tinggi Indonesia,
04:20termasuk ya saat itu ketika hadir di UGM,
04:24dapat mengkaji pola pembangunan semesta berencana ini secara scientific,
04:29mana yang masih relevan sebagai kompas pembangunan masa depan bangsa.
04:34Karena tadi malam saya menghadap Ibu Mega,
04:38ini merupakan salah satu pokok arahan beliau.
04:42Saudara-saudara sekalian,
04:44dekat menjadi negara terkuat di samudera Hindia
04:47dan menuju masa depan dunia di samudera Pasifik
04:50menggambarkan visi kelautan Bung Karno.
04:53Visi ini dijabarkan dengan menjadikan kawasan Indonesia Timur
04:57sebagai pusat oseonografi terbesar di Asia Tenggara.
05:01Kompartemen Maritim dibangun sebagai koridor strategis
05:05dengan menempatkan Universitas Patimura dan Cendrawasih
05:08sebagai pusat penguasaan IPTEC, riset, dan inovasi dalam bidang kelautan.
05:14Peran Perguruan Tinggi oleh Bung Karno dinyatakan sebagai City of Intellect.
05:19UGM misalnya menjadi City of Intellect tentang Pancasila,
05:23demokrasi, pemerintahan, dan kebudayaan.
05:26Sementara IPB sebagai City of Intellect bagi rancangan Indonesia
05:30yang berdaulat di bidang pangan.
05:34Dalam pertemuan rapat IPB yang lalu,
05:37Ibu Mega sangat mengkhawatirkan ketika rakyat berinovasi di Aceh,
05:41mencoba mengembangkan benih dengan seluruh tradisi penelitian
05:48yang hidup di kalangan rakyat,
05:50ternyata justru dipenjarakan oleh aparat penegak hukum.
05:55Ini anti-inovasi, saudara-saudara sekalian.
06:00Universitas Indonesia sebagai City of Intellect dalam kedokteran dan sistem keuangan,
06:06sementara Institut Teknologi Bandung misalnya,
06:09sebagai pusat penguasaan teknologi bagi industrialisasi,
06:13termasuk penguasaan teknologi militer dan angkasa luar.
06:17Seluruh koridor strategis dalam pola pembangunan nasional semesta dan berencana
06:21menempatkan perguruan tinggi pada peran yang sangat sentral dan strategis.
06:27Ini dari Ibu Megawati Soekarno Putri.
06:30Saudara-saudara sekalian,
06:32seluruh fisik geopolitik yang telah dikonseptualkan dalam pola pembangunan semesta dan berencana,
06:38kini dirubah arahnya.
06:40Banyak yang mempertanyakan misalnya,
06:43apakah politik luar negeri Indonesia masih bebas aktif?
06:47Ataukah sudah tunduk pada hegemoni negara adik kuasa?
06:51Apakah partisipasi rakyat yang bersifat organik dalam kegiatan perekonomian nasional
06:58masih diberi ruang untuk tumbuh dan berkembang?
07:01Atau setiap kebijakan muncul dan ditentukan dari atas?
07:07Dalam rakernas yang pertama tahun 2026,
07:12PDI Perjuangan menegaskan bahwa terkait kebijakan kooperasi desa misalnya,
07:17harus muncul secara organik yang dipercepat kapasitas manajerialnya
07:23dan pengembangan usahanya oleh campur tangan pemerintah,
07:27bukan segala sesuatunya ditentukan dari atas.
07:31Dengan contoh ketiga pertanyaan kritis di atas,
07:34maka memperingati hari lahirnya Pancasila,
07:37selain harus diawali dengan pemahaman terhadap keseluruhan falsafahnya,
07:41juga memahami sejarah pemikiran yang telah membentuknya.
Komentar

Dianjurkan