00:00Berbagai kasus kriminalisasi politik hukum terjadi
00:02telah memunculkan suatu kritik yang sangat kuat
00:05bahwa tanpa supremasi hukum
00:07tidak akan ada bangunan politik yang kokoh
00:10dan tidak akan ada bangunan sistem perekonomian
00:14yang bisa tumbuh berkembang untuk kemakmuran.
00:19Sistem hukum yang berkeadilan adalah fondasi pokok.
00:22Tanpanya tidak akan ada penghormatan terhadap manusiaan,
00:26kerakyatan, dan keadilan.
00:28Tanpa hukum yang berkeadilan,
00:30semua menjadi mahal dan penuh ketidakpastian.
00:34Pertanyaan kedua,
00:36apakah demokrasi politik dan ekonomi
00:38benar-benar hadir sebagai jalan keadilan sosial
00:41bagi seluruh rakyat Indonesia
00:43sebagaimana dicita-citakan oleh Bung Karno
00:46di dalam pidato 1 Juni 1945?
00:50Dalam perspektif ini pun,
00:51Indonesia saat ini menghadapi persoalan
00:54yang sangat-sangat serius
00:56terhadap fiskal, moneter,
00:58dan kehidupan perekonomian di sektor yield.
01:02Defisi transaksi berjalan yang terjadi pada kuartal pertama tahun 2026
01:06dan keseimbangan primer yang negatif dalam APBN kita
01:10sangatlah mengkhawatirkan.
01:12Utang harus dibayar dengan utang.
01:16Gali lubang, tutup lubang.
01:19Terlebih dengan pelemahan rupiah akhir-akhir ini
01:21yang menggambarkan adanya persoalan
01:23yang bersifat struktural
01:25dan ada persoalan terkait dengan kepercayaan.
01:29Usulan rekonsolidasi fiskal
01:31yang digagas PDI Perjuangan
01:33melalui tema
01:34fiscal resilience
01:36atau ketahanan fiskal
01:37ternyata masih diwarnai oleh berbagai bentuk belanja negara
01:41yang bersifat populis dengan harapan elektoral.
01:45Berbagai persoalan kenaikan harga kebutuhan pangan rakyat,
01:49kemiskinan,
01:50sulitnya mencari lapangan pekerjaan,
01:52dan pemutusan hubungan kerja
01:54kini telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.
01:57Berbagai kritik sebagai partai penyeimbang ini
02:00telah diakui pentingnya,
02:02bahkan diapresiasi oleh Presiden Prabowo
02:05yang menegaskan bahwa demokrasi memang memerlukan kontrol,
02:10memerlukan check and balances,
02:11dan inilah yang dijalankan oleh PDI Perjuangan
02:15sebagai partai penyeimbang saudara-saudara sekalian.
02:20Maka dalam pernyataan pers,
02:22kami menegaskan bahwa
02:23pernyataan Presiden Prabowo dirapat Maripurna
02:26juga harus diikuti oleh seluruh aparat penegak hukum
02:31agar tidak ada lagi pembungkaman terhadap kelompok kritis.
02:37Saudara-saudara sekalian,
02:39pertanyaan ketiga,
02:40apakah Indonesia kini dipimpin oleh ide dan gagasan kolektif
02:45yang telah membentuk lahirnya negara kesatuan Republik Indonesia
02:49atau dipimpin oleh gagasan orang per orang
02:53sehingga meminggirkan kehendak kolektif rakyat?
02:57Jadi pertanyaan reflektif ini penting
03:00karena power, kekuasaan itu terbentuk
03:04dari gagasan kolektif yang membentuknya.
03:07Maka mengapa Bung Karno turun ke bawah
03:10menyerap amanat penderitaan rakyat?
03:13Gagasan kolektif inilah yang membentuk power
03:16bagi Bung Karno dan juga Ibu Megawati Soekarno Putri
03:20ketika keliling Indonesia melawan rejim otoriter Orde Baru.
03:24Pertanyaan reflektif ini sangatlah penting.
03:28Dalam visi geopolitik Bung Karno,
03:30Indonesia harus dipimpin oleh ide
03:32yakni suatu tekat
03:34untuk menjadi negara terkuat di samudera Indonesia
03:37dan menjadi pintu gerbang masa depan dunia
03:40di samudera Pasifik.
03:43Ini kami ambil dari arahan Ibu Megawati Soekarno Putri
03:49dalam pertemuan di BRIN di UGM beberapa waktu yang lalu.
03:55Guna mewujudkan cita-cita itu,
03:57Bung Karno mendirikan Badan Perancang Pembangunan Nasional dan LEM HAMNAS.
04:01Badan Perancang Pembangunan dipimpin oleh Prof. Dr. Muhammad Yamin.
04:06Badan inilah yang menyusun pola pembangunan nasional semesta dan berencana.
04:09Visi pembangunan ini telah dirumuskan dengan sangat baik
04:13oleh lebih dari 600 doktor dari berbagai disiplin ilmu.
04:17BRIN bersama Perguruan Tinggi Indonesia,
04:20termasuk ya saat itu ketika hadir di UGM,
04:24dapat mengkaji pola pembangunan semesta berencana ini secara scientific,
04:29mana yang masih relevan sebagai kompas pembangunan masa depan bangsa.
04:34Karena tadi malam saya menghadap Ibu Mega,
04:38ini merupakan salah satu pokok arahan beliau.
04:42Saudara-saudara sekalian,
04:44dekat menjadi negara terkuat di samudera Hindia
04:47dan menuju masa depan dunia di samudera Pasifik
04:50menggambarkan visi kelautan Bung Karno.
04:53Visi ini dijabarkan dengan menjadikan kawasan Indonesia Timur
04:57sebagai pusat oseonografi terbesar di Asia Tenggara.
05:01Kompartemen Maritim dibangun sebagai koridor strategis
05:05dengan menempatkan Universitas Patimura dan Cendrawasih
05:08sebagai pusat penguasaan IPTEC, riset, dan inovasi dalam bidang kelautan.
05:14Peran Perguruan Tinggi oleh Bung Karno dinyatakan sebagai City of Intellect.
05:19UGM misalnya menjadi City of Intellect tentang Pancasila,
05:23demokrasi, pemerintahan, dan kebudayaan.
05:26Sementara IPB sebagai City of Intellect bagi rancangan Indonesia
05:30yang berdaulat di bidang pangan.
05:34Dalam pertemuan rapat IPB yang lalu,
05:37Ibu Mega sangat mengkhawatirkan ketika rakyat berinovasi di Aceh,
05:41mencoba mengembangkan benih dengan seluruh tradisi penelitian
05:48yang hidup di kalangan rakyat,
05:50ternyata justru dipenjarakan oleh aparat penegak hukum.
05:55Ini anti-inovasi, saudara-saudara sekalian.
06:00Universitas Indonesia sebagai City of Intellect dalam kedokteran dan sistem keuangan,
06:06sementara Institut Teknologi Bandung misalnya,
06:09sebagai pusat penguasaan teknologi bagi industrialisasi,
06:13termasuk penguasaan teknologi militer dan angkasa luar.
06:17Seluruh koridor strategis dalam pola pembangunan nasional semesta dan berencana
06:21menempatkan perguruan tinggi pada peran yang sangat sentral dan strategis.
06:27Ini dari Ibu Megawati Soekarno Putri.
06:30Saudara-saudara sekalian,
06:32seluruh fisik geopolitik yang telah dikonseptualkan dalam pola pembangunan semesta dan berencana,
06:38kini dirubah arahnya.
06:40Banyak yang mempertanyakan misalnya,
06:43apakah politik luar negeri Indonesia masih bebas aktif?
06:47Ataukah sudah tunduk pada hegemoni negara adik kuasa?
06:51Apakah partisipasi rakyat yang bersifat organik dalam kegiatan perekonomian nasional
06:58masih diberi ruang untuk tumbuh dan berkembang?
07:01Atau setiap kebijakan muncul dan ditentukan dari atas?
07:07Dalam rakernas yang pertama tahun 2026,
07:12PDI Perjuangan menegaskan bahwa terkait kebijakan kooperasi desa misalnya,
07:17harus muncul secara organik yang dipercepat kapasitas manajerialnya
07:23dan pengembangan usahanya oleh campur tangan pemerintah,
07:27bukan segala sesuatunya ditentukan dari atas.
07:31Dengan contoh ketiga pertanyaan kritis di atas,
07:34maka memperingati hari lahirnya Pancasila,
07:37selain harus diawali dengan pemahaman terhadap keseluruhan falsafahnya,
07:41juga memahami sejarah pemikiran yang telah membentuknya.
Komentar