Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
​Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan TKA 2025, di mana siswa dibebani hingga tiga mata pelajaran per hari, skema tahun ini diubah secara drastis menjadi hanya satu mata pelajaran wajib per hari.

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:03Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengumumkan hasil tes kemampuan akademik SD dan SMP.
00:10Pengumuman hasil TKA, SD dan SMP kali ini semestinya tidak berhenti sebagai angka statistik tahunan semata.
00:18Ia adalah cermin yang memperlihatkan kondisi nyata pendidikan di Indonesia.
00:23Kemampuan literasi dan numerasi siswa masih menjadi PR besar.
00:27Hai Sobat MTV Online, kembali lagi bersama saya, Misbahul Munir di program Beranda Nasional.
00:33Dalam sejarahnya, Indonesia sudah berkali-kali mengganti sistem evaluasi pendidikan.
00:39Mulai dari Aptanas, UAN, UN, hingga Aksesmen Nasional dan kini TKA.
00:46Namun satu persoalan tetap berulang.
00:49Kualitas pembelajaran yang belum merata dan budaya pendidikan yang terlalu sering terjebak pada orientasi nilai.
00:57Karena itu, TKA tidak boleh kembali mengulang kesalahan lama.
01:02Tes akademik penting sebagai alat ukur dan pemetaan, tetapi bukan tujuan akhir pendidikan.
01:10Ketika sekolah hanya sibuk mengukur skor, proses belajar kehilangan makna.
01:15Anak didik akhirnya dilantih menghafal jawaban, bukan membangun daya pikir.
01:20Hasil TKA yang telah diumumkan seharusnya dibaca sebagai alarm sekaligus bahan evaluasi bersama.
01:28Negara perlu memperkuat kualitas guru, memperbaiki metode belajar, dan memastikan akses pendidikan yang setara.
01:36Terutama di daerah yang minimum fasilitas maupun tenaga pengajarnya.
01:40Pendidikan tidak cukup diukur dari angka ujian semata.
01:44Ia juga tentang membangun karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis generasi muda.
01:51Jika TKA dimanfaatkan sebagai alat diagnosis untuk memperbaiki sistem, maka evaluasi ini akan berguna.
01:59Tetapi jika kembali berubah menjadi sekadar perlombaan angka, pendidikan Indonesia hanya akan berjalan di tempat dengan nama kebijakan yang berbeda.
02:10Saya Anies Lohul Munir, sampai jumpa di pembahasan topik menarik lainnya hanya di metrotvnews.com
Komentar

Dianjurkan