Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAYAWIJAYA, KOMPAS.TV - Khawatir dampak perang suku meluas, ratusan warga mengungsi ke gereja, Mapolres, dan Kodim Jayawijaya.

Ratusan warga yang didominasi perempuan dan anak-anak mulai berdatangan sejak Jumat (17/05/2026) sore.

Tokoh masyarakat Papua Pegunungan, Befa Yigibalom, meminta gubernur beserta bupati dan wakil bupati se-Papua Pegunungan untuk membahas penanganan konflik agar perang suku tidak meluas.

Situasi terkini di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, terus dipantau jurnalis KompasTV, Findi Rakmeni.

Baca Juga Perang Suku Pecah di Wamena! Polda Papua: Dipicu Gara-Gara Denda Adat | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/669265/perang-suku-pecah-di-wamena-polda-papua-dipicu-gara-gara-denda-adat-kompas-petang

#perangsuku #wamena #jayawijaya #papua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/669266/khawatir-perang-suku-di-wamena-meluas-ratusan-warga-jayapura-pilih-mengungsi-kompas-petang
Transkrip
00:00Khawatir dampak perang suku meluas, ratusan warga mengungsi ke gereja,
00:04Apores dan Kodim Jaya Wijaya.
00:07Ratusan warga didominasi perempuan dan anak-anak mulai berdatangan sejak Jumat sore.
00:13Tokoh Masyarakat Papua Pegunungan, Beva Yigi Balom,
00:16meminta gubernur beserta bupati dan wakil bupati se-Papua Pegunungan
00:20untuk membahas penanganan konflik agar perang suku tidak meluas.
00:30Mari kita menyelesaikan semua situasi yang ada itu dalam satu minggu ini.
00:35Kita juga berdoa supaya roh kedamaian itu menginspirasi atau masuk di hati semua orang.
00:42Situasi ini saya lihat situasi yang agak sulit,
00:46tapi saya berharap ini menjadi situasi terakhir dalam peristiwa seperti ini di Wamena dan seluruh Papua Pegunungan.
Komentar

Dianjurkan