Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 11 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Presiden Prabowo Subianto menegaskan langkah pemerintah dalam menyelamatkan kekayaan negara bukan sekadar upaya mencari popularitas atau pencitraan politik.

Menurut Prabowo, kebijakan tegas yang diambil pemerintah merupakan bagian dari perjuangan menjaga masa depan bangsa Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan kepada Satgas PKH.

Dalam pidatonya, Prabowo mengakui banyak pihak yang tidak menyukai langkah penertiban dan penyelamatan aset negara yang dilakukan pemerintah.

"Saya paham Satgas PKH bukan satgas yang sekarang disukai. Banyak yang tidak suka sama kalian. Yaitu bandit-bandit perampok itu enggak suka sama kalian," kata Prabowo di acara penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan dari Satgas PKH sebesar Rp10 triliun di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Presiden menegaskan kebijakan pemerintah bukan bertujuan membangun citra populis, melainkan demi menjaga keberlangsungan hidup masyarakat Indonesia.

"Ini bukan masalah kita cari popularitas. Ini bukan oh pemerintah Prabowo sok populis. Tidak. Ini adalah masalah survival," tegasnya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Joshua

Baca Juga Pendampingan PNM Jadi Kunci Tumbuhnya Jutaan UMKM Perempuan Prasejahtera di Indonesia di https://www.kompas.tv/advertorial/669071/pendampingan-pnm-jadi-kunci-tumbuhnya-jutaan-umkm-perempuan-prasejahtera-di-indonesia





Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669085/presiden-bukan-pemerintah-prabowo-sok-populis-ini-masalah-survival
Transkrip
00:00Saya faham, Satgas PKH bukan Satgas yang sekarang disukai.
00:14Banyak yang tidak suka sama kalian, ya itu bandit-bandit perampok itu gak suka sama kalian.
00:22Ya tinggal kamu, kamu takut sama mereka atau kamu bela rakyat tergantung kamu.
00:28Tapi saya lihat prestasi kalian, empat kali saya diundang atas nama rakyat, saudara, menyetor.
00:42Padahal ini baru sekelumit kekayaan yang berhasil kita selamatkan.
00:49Dan perjuangan masih susah, masih ratusan triliun, masih ribuan triliun yang harus kita selamatkan.
01:03Pertanyaan nanti banyak pihak, apakah bisa?
01:10Jawabannya adalah, bukan apakah bisa.
01:15Jawabannya adalah, harus bisa.
01:23Ini bukan masalah mau tidak mau.
01:27Ini bukan masalah kita cari popularitas, bukan.
01:32Ini bukan, oh pemerintah Prabowo sok populis, tidak.
01:38Ini adalah masalah survival.
01:44287 juta rakyat Indonesia.
01:48Tidak mungkin hidup baik, hidup sejahtera.
01:52Kalau kekayaannya diambil.
01:55Tiap hari, tiap minggu, tiap bulan.
02:00Kelapa sawit kita, hasil ekspornya tidak ditaruh di Indonesia.
02:10Batu marah kita dijual, hasil ekspornya tidak ditaruh di Indonesia.
02:22Penjualan timah, penjualan emas, penjualan emas, semua itu datanya ada, faktanya ada.
02:37Perjuangannya berat, tapi kita melaksanakan dengan berani, dan dengan optimis, dan dengan kemajuan.
02:49Dengan kemajuan.
02:53Saudara-saudara, saya kira saya tidak akan panjang lebar,
02:59Tapi ini semua adalah bukti kepada rakyat, dan saya kira di hari-hari yang akan datang,
03:15kita juga akan terus memberi bukti ke rakyat, dan akan melaporkan ke rakyat,
03:25langkah-langkah yang kita ambil.
03:30Kita akan ambil langkah-langkah yang tegas.
03:35Tadi kita disampaikan bahwa
03:38tidak ada pilihan lain,
03:42ya kita harus tegakkan hukum,
03:45kita harus
03:47meyakinkan bahwa negara hadir,
03:56dan negara hadir, dan negara akan hadir terus,
04:00dan NKRI
04:01akan kuat,
04:04NKRI akan bangkit,
04:06lebih hebat lagi,
04:07itu
04:10keyakinan saya,
04:13keyakinan saya,
04:16fakta data
04:17ada di kita,
04:19saudara-saudara sekalian,
04:21yang maha kuasa
04:22telah memberi
04:25karuniah yang luar biasa kepada kita.
04:32bulan-bulan akan datang,
04:35kita akan buktikan ke rakyat,
04:37sampai tahun depan,
04:39saudara-saudara,
04:41saya kira dunia akan kaget,
04:45bangkitnya
04:46bangsa Indonesia.
04:52kita jangan euforia,
04:55kita tidak boleh sombong,
04:58ilmu nenek moyang kita,
05:01semakin berisi,
05:02semakin menunduk,
05:05jangan takut
05:06diancam,
05:08jangan takut dihina,
05:10jangan takut di fitnah,
05:14kita di fitnah,
05:15kita dihina,
05:16kita di ejek,
05:17karena kita ditakuti,
05:19kita ditakuti,
05:20karena kita
05:21menegakkan kebenaran
05:23dan keadilan.
05:25Saudara-saudara sekalian,
05:28mereka
05:29yang membela
05:31kebenaran dan keadilan,
05:33mereka
05:35mulia.
05:37Kalaupun
05:39kita gugur,
05:42janganlah pernah takut gugur,
05:44karena
05:44itu satu-satunya
05:46kepastian
05:47di dunia ini.
05:49Kita
05:50pasti akan dipanggil
05:52oleh maha kuasa.
05:54Tinggal
05:55kapan dipanggil.
05:58Dan saudara-saudara,
06:01panggilannya itu
06:01tidak nomor urut,
06:05tidak
06:06dengan azaz senioritas,
06:09tidak.
06:11yang di belakang-belakang
06:13jangan senyum-senyum.
06:16Tidak apa-apa.
06:19Biasanya orang yang
06:20sangat baik itu yang dipanggil duluan.
06:23Benar gak?
06:27Benar.
06:29Tapi selama kita masih dikasih nafas,
06:32kita akan
06:33kita akan
06:37berjuang
06:38di atas kebaikan
06:40dan kebenaran.
06:41Ini memang tidak gampang.
06:45Ini
06:45saya faham.
06:46Ini mudah diucapkan.
06:48Saya faham.
06:49Saya faham.
06:50Saya mengerti.
06:52Jenderal-jenderal,
06:54pejabat-pejabat,
06:56menteri-menteri,
06:56saya tahu
06:57saya tahu
07:01gaji kalian kecil.
07:03Relatif.
07:05Tapi dibandingkan rakyat
07:06yang paling miskin.
07:08Saudara-saudara.
07:10Jadi jangan
07:11lihat ke atas,
07:12lihat
07:12mereka yang
07:14lebih susah dari kalian.
Komentar

Dianjurkan