00:00dan pemeriksa keuangan dipilih oleh Dewan Perwakian Nakyat
00:03dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakian Daerah
00:06dan diresmikan oleh Presiden.
00:08Bagaimana Dewan Juri?
00:12Nilai minus 5.
00:14Minus 5!
00:15Ketika menjawab artikulasi yang jelas,
00:18tidak perlu terburu-buru dan silakan menghadap kepada Dewan Juri.
00:21Ibu mohon maaf,
00:22yang berhak menampilkan atau memprotes itu peserta.
00:27Guru pendamping tidak berhak.
00:30Mungkin boleh bisa melihat pandangan dari yang lain juga.
00:34Mungkin dari penonton, apakah ada yang mendengar saya mengatakan DPD?
00:40Keputusan saya kira di Dewan Juri ya.
00:43Betul, baik adik-adik mohon diterima keputusan Dewan Juri.
00:46Biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas.
00:51Dewan Juri, kalau menurut kalian sudah,
00:54tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas,
01:00yaitu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai minus 5.
01:03Jadi sekali lagi kami peringatkan, artikulasi diperhatikan.
01:08Dalam kasus Kalimantan Barat, kami mengucapkan terima kasih dan kami semuanya memahami ada kekurangan,
01:15ada keterbatasan, ada kehilafan dalam penyelenggaraan itu.
01:20Karena itu, tadi pimpinan setelah mendengarkan itu mengambil keputusan beberapa hal.
01:23Satu, lomba cerdas cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan.
01:35Seperti secepatnya.
01:36Yang kedua, juri yang akan menjurai dalam lomba cerdas cermat tersebut adalah juri independen.
01:47Yang ketiga, pimpinan majlis permusawaratan rakyat akan mengawasi langsung jalannya lomba tersebut dari awal sampai akhir.
01:56Kalau sanksi administrasi lainnya, itu ada aturannya, ada prosesnya.
02:03Nah itu dalam tahap ini, karena baru hari ini kita komunikasi dengan pimpinan MPR.
02:09Jadi nanti itu kita lihat aturan-aturan yang berlaku dari BKN.
02:15Unsur jurinya kalau tidak dari kesecerian MPR akan dari mana?
02:18Unsur akademisi.
02:20Inas, akademisi, itu yang akan kita ambil.
02:23Kalimantan Barat ya?
02:24Betul.
02:41Kemarin itu kita diberikan di sesi ketiga, yaitu sesi rebutan.
02:45Jadi di mana itu sistematika lombanya itu cepat-cepatan.
02:48Host membacakan soal, kemudian ketika kita sudah mengetahui apa pertanyaannya,
02:52itu kita akan menekan bel secara individual setiap timnya.
02:56Jadi ketika saat itu host membacakan soal, kebetulan Onca itu bisa menjawab.
03:03Kemudian Onca itu menekan bel, Onca menjawab pertanyaan yang sudah sesuai secara substansinya.
03:09Namun oleh Dewan Juri itu memberikan poin minus lima.
03:14Ada juga grup B, grup B menjawab dengan jawaban yang sama, sangat sama sekali, secara substansi juga sama.
03:22Kemudian diberikan nilai sepuluh poin oleh juri.
03:26Maka di situ kami juga kaget.
03:28Jujurnya kita kaget sekali karena memang tidak hanya secara substansi,
03:32tapi secara kalimat yang dilontarkan Onca sebagai tim C dan juga dengan tim B itu memiliki kesamaan yang persis.
03:39Makanya kami di situ pede sekali untuk bisa protes kepada Dewan Juri.
03:43Sebenarnya tidak menyangka bahwa atensinya bisa sebesar ini dan video yang tersebar juga booming.
03:49Jadi dari saya dan tim, berterima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan aspirasi positifnya kepada kami.
03:58Semoga hal ini dapat menjadi semangat dan motivasi kami untuk bisa berkembang dan maju lagi ke depannya.
04:16Terima kasih telah menonton!
04:55Kami sebenarnya di MPR maupun di DPR sangat menyayangkan sekali.
05:00Tujuan diadakannya acara ini adalah tentu untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
05:07Kemudian mensosialisasikan empat pilar yang merupakan fondasi kita dalam berbangsa dan bernegara.
05:15Kemudian apa yang kita lihat bersama bahwa dalam video tersebut juri tidak mendengarkan protes ataupun ketidakpuasan dari salah satu peserta
05:31kemudian tidak ditanggapi itu mencerminkan tidak demokratisnya acara tersebut.
05:37Sehingga kami pertama tentu melihat kejadian ini meminta agar lomba tersebut diulang.
05:44Kemudian yang kedua, lomba tersebut harus dijadikan sebagai ajang untuk menanamkan kecintaan terhadap tanah air, menanamkan nilai-nilai paham-paham
05:55kebangsaan.
05:56Baik Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bineka Tunggal Ika dan NKRI tentunya.
06:02Nah oleh sebab itu perlu kiranya panitia yang terlibat di dalam acara tersebut untuk dilakukan evaluasi dan sebisa mungkin acara
06:13-acara semacam ini bisa dilaksanakan secara terbuka, secara transparan dan menjunjung tinggi asas keadilan.
06:19Ada arogansi ya, jadi artinya ini kan sebenarnya kayak bola ya, kalau misalnya ini apa atau enggak sih gitu kan
06:30ada itu ulang ya, kan teknologi udah maju gitu, harusnya kan diulang aja bener nggak protes itu gitu.
06:37Jadi kalau memang kata juri yang kedua bahwa artikulasi bener nggak keliru dan kata juri yang pertama bahwa dia tidak
06:43menyebut kata DPD betul atau tidak gitu.
06:46Nah memang ketika anak itu mengatakan penonton apakah mendengar seperti yang saya ucapkan gitu ya, penonton itu sebagai saksi, ya
06:53mungkin penonton ada juga yang tidak mendengar secara jelas gitu, atau jelas dengar tapi karena itu kan panjang jawabnya gitu
07:01ya, sehingga tidak ngeh itu bisa aja.
07:03Tapi kan sebenarnya teknologi dan banyak yang merekam, jadi kan harusnya itu bisa diulang gitu ya, itu untuk ke depan
07:09soal polemik.
07:10Yang kedua, ini kan tidak mempertimbangkan faktor psikologi anak ya, jadi kan kesannya protes gitu ya, kemudian karena merasa benar
07:23atau tidak mau mengakui gitu ya, kemudian orang dewasanya justru ya mulai dari dua juri, MC, itu justru seperti memojokan
07:32kan anak ini.
07:33Jadi kalau secara psikologi pasti saat itu dia sangat tertekan, masih begitu kita semua melihat betapa dia berani ya, artinya
07:39dia tidak goyah dan terus mengatakan itu bahkan sampai tidak goyah tiga kali ya.
07:46Menurut saya itu keberanian yang luar biasa untuk anak seusia dia dan dalam tekanan di panggung.
07:53Jadi bagi saya memang patut kita apresiasi ya keberanian-keberanian seperti ini dan karena dia mengalami masalah psikologi ini dari
08:01dampak ini, tentu dia punya hak ya harusnya mendapatkan pemulihan.
08:06Dan untuk anak-anak yang kemarin ikut lomba tetap semangat dan ini apresiasi mantap, anak-anak ini berani.
08:15Jadi untuk ke depan, ini untuk ke depan, jangan sampai ada lagi kejadian seperti ini.
08:21Evaluasi lah untuk ke depan, lebih baik, jangan sampai terjadi lagi kejadian seperti ini.
Komentar