Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Lomba Cerdas-Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI yang digelar di Pontianak menjadi sorotan publik. Pasalnya, dewan juri diduga memberikan penilaian berbeda terhadap jawaban yang sama dari peserta.

Dalam perlombaan tersebut, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus 5 untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK.

Namun, saat jawaban yang sama disampaikan Grup B dari SMAN 1 Sambas, alih-alih menilai salah, dewan juri justru membenarkan jawaban tersebut dan memberikan nilai 10.

Perbedaan penilaian itu memicu tanda tanya dan protes dari peserta.

Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah menjawab desakan publik soal permintaan maaf dari juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat.

Siti Fauziah mengatakan bahwa permintaan maaf disampaikan oleh MPR mewakili kelembagaan secara keseluruhan termasuk kesalahan yang dilakukan juri. Dewan juri pada LCC Empat Pilar MPR di Kalbar merupakan perwakilan dari Kesetjenan MPR RI. Sebab itu, permintaan maaf yang disampaikan pihak kesetjenan MPR sebelumnya juga mewakili dewan juri.

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani mengatakan pihaknya akan mengulang final Lomba Cerdas-Cermat (LCC) Empat Pilar di Kalimantan Barat.

Muzani mengakui adanya kesalahan dan kekurangan yang membuat final LCC sebelumnya tidak berjalan dengan baik.

Merespons hal tersebut, SMAN 1 Pontianak secara resmi menyatakan tidak akan mengikuti pertandingan ulang final LCC meskipun pihak MPR RI telah menjanjikan mekanisme baru dengan juri independen.

Sementara itu, pembawa acara (MC) dalam ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Shindy Luthfiana, menyampaikan permohonan maaf terkait ucapan yang disampaikannya.

Permintaan maaf itu disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @shindy_mcwedding.

Baca Juga SMAN 1 Pontianak Tak akan Ikut Final Ulang LCC MPR, Hormati Hasil Lomba yang Telah Ditetapkan di https://www.kompas.tv/nasional/669013/sman-1-pontianak-tak-akan-ikut-final-ulang-lcc-mpr-hormati-hasil-lomba-yang-telah-ditetapkan

#lccmpr #mprri #cerdascermat #viral

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669150/polemik-cerdas-cermat-respons-mpr-ri-peserta-lomba-hingga-sman-1-pontianak
Transkrip
00:00dan pemeriksa keuangan dipilih oleh Dewan Perwakian Nakyat
00:03dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakian Daerah
00:06dan diresmikan oleh Presiden.
00:08Bagaimana Dewan Juri?
00:12Nilai minus 5.
00:14Minus 5!
00:15Ketika menjawab artikulasi yang jelas,
00:18tidak perlu terburu-buru dan silakan menghadap kepada Dewan Juri.
00:21Ibu mohon maaf,
00:22yang berhak menampilkan atau memprotes itu peserta.
00:27Guru pendamping tidak berhak.
00:30Mungkin boleh bisa melihat pandangan dari yang lain juga.
00:34Mungkin dari penonton, apakah ada yang mendengar saya mengatakan DPD?
00:40Keputusan saya kira di Dewan Juri ya.
00:43Betul, baik adik-adik mohon diterima keputusan Dewan Juri.
00:46Biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas.
00:51Dewan Juri, kalau menurut kalian sudah,
00:54tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas,
01:00yaitu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai minus 5.
01:03Jadi sekali lagi kami peringatkan, artikulasi diperhatikan.
01:08Dalam kasus Kalimantan Barat, kami mengucapkan terima kasih dan kami semuanya memahami ada kekurangan,
01:15ada keterbatasan, ada kehilafan dalam penyelenggaraan itu.
01:20Karena itu, tadi pimpinan setelah mendengarkan itu mengambil keputusan beberapa hal.
01:23Satu, lomba cerdas cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan.
01:35Seperti secepatnya.
01:36Yang kedua, juri yang akan menjurai dalam lomba cerdas cermat tersebut adalah juri independen.
01:47Yang ketiga, pimpinan majlis permusawaratan rakyat akan mengawasi langsung jalannya lomba tersebut dari awal sampai akhir.
01:56Kalau sanksi administrasi lainnya, itu ada aturannya, ada prosesnya.
02:03Nah itu dalam tahap ini, karena baru hari ini kita komunikasi dengan pimpinan MPR.
02:09Jadi nanti itu kita lihat aturan-aturan yang berlaku dari BKN.
02:15Unsur jurinya kalau tidak dari kesecerian MPR akan dari mana?
02:18Unsur akademisi.
02:20Inas, akademisi, itu yang akan kita ambil.
02:23Kalimantan Barat ya?
02:24Betul.
02:41Kemarin itu kita diberikan di sesi ketiga, yaitu sesi rebutan.
02:45Jadi di mana itu sistematika lombanya itu cepat-cepatan.
02:48Host membacakan soal, kemudian ketika kita sudah mengetahui apa pertanyaannya,
02:52itu kita akan menekan bel secara individual setiap timnya.
02:56Jadi ketika saat itu host membacakan soal, kebetulan Onca itu bisa menjawab.
03:03Kemudian Onca itu menekan bel, Onca menjawab pertanyaan yang sudah sesuai secara substansinya.
03:09Namun oleh Dewan Juri itu memberikan poin minus lima.
03:14Ada juga grup B, grup B menjawab dengan jawaban yang sama, sangat sama sekali, secara substansi juga sama.
03:22Kemudian diberikan nilai sepuluh poin oleh juri.
03:26Maka di situ kami juga kaget.
03:28Jujurnya kita kaget sekali karena memang tidak hanya secara substansi,
03:32tapi secara kalimat yang dilontarkan Onca sebagai tim C dan juga dengan tim B itu memiliki kesamaan yang persis.
03:39Makanya kami di situ pede sekali untuk bisa protes kepada Dewan Juri.
03:43Sebenarnya tidak menyangka bahwa atensinya bisa sebesar ini dan video yang tersebar juga booming.
03:49Jadi dari saya dan tim, berterima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan aspirasi positifnya kepada kami.
03:58Semoga hal ini dapat menjadi semangat dan motivasi kami untuk bisa berkembang dan maju lagi ke depannya.
04:16Terima kasih telah menonton!
04:55Kami sebenarnya di MPR maupun di DPR sangat menyayangkan sekali.
05:00Tujuan diadakannya acara ini adalah tentu untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
05:07Kemudian mensosialisasikan empat pilar yang merupakan fondasi kita dalam berbangsa dan bernegara.
05:15Kemudian apa yang kita lihat bersama bahwa dalam video tersebut juri tidak mendengarkan protes ataupun ketidakpuasan dari salah satu peserta
05:31kemudian tidak ditanggapi itu mencerminkan tidak demokratisnya acara tersebut.
05:37Sehingga kami pertama tentu melihat kejadian ini meminta agar lomba tersebut diulang.
05:44Kemudian yang kedua, lomba tersebut harus dijadikan sebagai ajang untuk menanamkan kecintaan terhadap tanah air, menanamkan nilai-nilai paham-paham
05:55kebangsaan.
05:56Baik Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bineka Tunggal Ika dan NKRI tentunya.
06:02Nah oleh sebab itu perlu kiranya panitia yang terlibat di dalam acara tersebut untuk dilakukan evaluasi dan sebisa mungkin acara
06:13-acara semacam ini bisa dilaksanakan secara terbuka, secara transparan dan menjunjung tinggi asas keadilan.
06:19Ada arogansi ya, jadi artinya ini kan sebenarnya kayak bola ya, kalau misalnya ini apa atau enggak sih gitu kan
06:30ada itu ulang ya, kan teknologi udah maju gitu, harusnya kan diulang aja bener nggak protes itu gitu.
06:37Jadi kalau memang kata juri yang kedua bahwa artikulasi bener nggak keliru dan kata juri yang pertama bahwa dia tidak
06:43menyebut kata DPD betul atau tidak gitu.
06:46Nah memang ketika anak itu mengatakan penonton apakah mendengar seperti yang saya ucapkan gitu ya, penonton itu sebagai saksi, ya
06:53mungkin penonton ada juga yang tidak mendengar secara jelas gitu, atau jelas dengar tapi karena itu kan panjang jawabnya gitu
07:01ya, sehingga tidak ngeh itu bisa aja.
07:03Tapi kan sebenarnya teknologi dan banyak yang merekam, jadi kan harusnya itu bisa diulang gitu ya, itu untuk ke depan
07:09soal polemik.
07:10Yang kedua, ini kan tidak mempertimbangkan faktor psikologi anak ya, jadi kan kesannya protes gitu ya, kemudian karena merasa benar
07:23atau tidak mau mengakui gitu ya, kemudian orang dewasanya justru ya mulai dari dua juri, MC, itu justru seperti memojokan
07:32kan anak ini.
07:33Jadi kalau secara psikologi pasti saat itu dia sangat tertekan, masih begitu kita semua melihat betapa dia berani ya, artinya
07:39dia tidak goyah dan terus mengatakan itu bahkan sampai tidak goyah tiga kali ya.
07:46Menurut saya itu keberanian yang luar biasa untuk anak seusia dia dan dalam tekanan di panggung.
07:53Jadi bagi saya memang patut kita apresiasi ya keberanian-keberanian seperti ini dan karena dia mengalami masalah psikologi ini dari
08:01dampak ini, tentu dia punya hak ya harusnya mendapatkan pemulihan.
08:06Dan untuk anak-anak yang kemarin ikut lomba tetap semangat dan ini apresiasi mantap, anak-anak ini berani.
08:15Jadi untuk ke depan, ini untuk ke depan, jangan sampai ada lagi kejadian seperti ini.
08:21Evaluasi lah untuk ke depan, lebih baik, jangan sampai terjadi lagi kejadian seperti ini.
Komentar

Dianjurkan