Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 11 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Bob Azam menilai pelemahan rupiah yang terus terjadi memberikan tekanan besar terhadap dunia usaha, terutama sektor manufaktur yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Ia menyebut dalam satu tahun terakhir rupiah telah terdepresiasi lebih dari tujuh persen.

Kondisi itu diperparah dengan terganggunya rantai pasok global, kenaikan biaya logistik, hingga ketidakpastian geopolitik seperti konflik di Timur Tengah dan situasi Selat Hormuz.

"Semua membuat rupiah terpuruk dan harga-harga naik, dan berdampak kepada sektor manufaktur," ujarnya.

Bob mengatakan perusahaan kini menghadapi tekanan berat karena biaya produksi meningkat hingga dua digit, sementara daya beli masyarakat masih lemah sehingga perusahaan sulit menaikkan harga jual produk.

Meski isu potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali mencuat, Bob menyebut dunia usaha sebenarnya sudah melakukan mitigasi sejak beberapa tahun terakhir.

"Potensi PHK itu sebenarnya sudah kita pikirkan dua sampai tiga tahun yang lalu," ujar Bob.

Menurutnya, saat ini pelaku usaha justru harus mulai mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan pembalikan ekonomi global, terutama setelah adanya sinyal meredanya tensi geopolitik dunia.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Joshua

Baca Juga Detik-detik WNA Dijambret di Bundaran HI hingga Jatuh Tersungkur di https://www.kompas.tv/nasional/669068/detik-detik-wna-dijambret-di-bundaran-hi-hingga-jatuh-tersungkur

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669083/apindo-ungkap-dampak-rupiah-rp17-500-pengusaha-awas-gelombang-phk
Transkrip
00:09Intro
00:19Ternyata saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis bersama saya Yantrah Rahman
00:24Saudara dan informasi pelemahan rupiah terhadap dolar AS ini berpengaruh terhadap harga kedelai
00:29alias bahan baku tahu dan tempe
00:31Pedagang pun harus mencari cara agar untung tak makin tergerus
00:37Di pasar kebayoran lama Jakarta Selatan saudara harga tahu dan tempe relatif stabil
00:42karena pedagang lebih memilih memperkecil ukuran tahu tempe dibanding menaikan harga
00:47Bukan hanya bahan baku yang naik, harga plastik yang melambung juga berpengaruh terhadap omset penjualan
00:53Para pedagang pun berharap harga bahan baku tahu dan tempe
00:57serta harga plastik bisa segera stabil
01:05Dolarnya lagi mahal nih Mas Solehin, itu kan dampak ke harga kedelai
01:08Nah itu ada dampaknya juga nggak sih ke harga tempe sekarang?
01:12Pastinya ada, cuman ya itu kita paling ukuran ya, berkecil gitu aja
01:17Kalau buat kenaikan kita nggak bisa
01:20Itu tahu juga sama ya?
01:22Sama, rata sama
01:24Nah kalau, kan ini ukurannya berkecil berarti konsumennya gimana nih tanggapannya?
01:28Alhamdulillah konsumen ngertiin juga sih ya
01:31Soalnya kan harga plastik naik, macem-macem
01:37Kalau keuntungannya berkurang juga nggak nih?
01:40Nah dampaknya
01:40Pastinya berkurang
01:45Ya, pelemahan rupiah yang sempat menembus level 17.500 per dolar Amerika Serikat
01:50Mulai membuat dunia usaha was-was
01:52Tekanan kurs dikhawatirkan memicu kenaikan harga barang
01:56Hingga ancaman gelombang pemutusan hubungan kerja
01:59Jika berlangsung berkepanjangan
02:04Menurut Asosiasi Pengusaha Indonesia Apindo
02:07Pelemahan rupiah yang berapa kali menjentuh level terlemah sepanjang sejarah
02:11Jadi perhatian serius kalangan pelaku usaha
02:13Pelemahan rupiah memberikan tekanan langsung terhadap struktur biaya dunia usaha
02:18Terutama karena industri nasional masih sangat bergantung pada bahan baku impor
02:23Sekitar 70% bahan baku manufaktur masih berasal dari luar negeri
02:28Sementara kontribusi bahan baku mencapai 55% terhadap total biaya produksi
02:34Maka setiap depresiasi rupiah akan langsung meningkatkan biaya input dalam rupiah
02:46Kita lihat saudara nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Rabu 13 Mei 2026
02:52Sebelum libur panjang
02:53Dimana nilai jual rupiah fisik diperbankan kembali menembus level terendah
02:57Terhadap dolar Amerika Serikat dengan menembus angka 17.600an
03:02Dari situs falas sejumlah bank besar di Indonesia terpantau nilai jual rupiah fisik yang tinggi
03:08Alias mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat
03:11Kurs Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia
03:15Menunjukkan angka jual tertinggi di level 17.630 per dolar Amerika Serikat
03:20Sementara angka beli BRI di 17.398 dan Mandiri serta BNI 17.330 rupiah
03:30Sedangkan Bank Sentral Asia atau BCA menawarkan nilai jual rupiah fisik di 17.590 per dolar Amerika Serikat
03:38Dan beli di 17.390 rupiah
03:50Sementara saudara nilai tukar rupiah dari Jisdor Bank Indonesia pada penutupan perdagangan Rabu kemarin
03:55Akhirnya menguat tipis ke level 17.496 setelah selama sepekan terus menerus melemah
04:02Pada 7 Mei rupiah masih berada di level 17.362 per dolar Amerika Serikat
04:08Keesokan harinya pada 8 Mei tertekan ke 17.375
04:13Menembus angka 17.400an pada penutupan Senin awal pekan ini
04:18Dan kembali rontok ke 17.514 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa 12 Mei 2026
04:33Pergerakan rupiah di pasar spot yang terpantau dari situs Bloomberg juga tidak jauh berbeda
04:38Pada penutupan perdagangan Rabu lalu rupiah menguat ke level 17.461 per dolar Amerika Serikat
04:45Setelah sehari sebelumnya anjlok di level 17.529
04:50Pelemahan rupiah terus menerus di pasar spot juga terjadi selama sepekan sebelumnya
04:55Dimana pada 7 Mei rupiah masih berada di level 17.333
05:00Turun ke 17.382 pada 8 Mei
05:04Dan kembali rontok di penutupan perdagangan Senin awal pekan ini di level 17.414
05:14Lalu saudara seperti apa pelemahan rupiah yang terjadi terus menerus mengancam dunia usaha tanah air
05:20Termasuk potensi gelombang PHK
05:22Langkah apa saja yang diharapkan pengusaha dari pemerintah
05:25Kita langsung tanya Ketua Bidang Ketenagaan Kerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia Bob Azam
05:30Pak Bob selamat pagi
05:31Selamat pagi Mas Jan
05:33Pak Bob ini menurut Anda kita melihat ada pelemahan rupiah yang terjadi secara terus menerus
05:40Bahkan di level terlemas panjang sejarah begitu beberapa kali
05:44Menurut Anda ini seberapa besar pelemahan rupiah yang hingga menembus 17.500 per dolar Amerika Serikat ini menekan aktivitas dunia
05:52usaha?
05:54Sebenarnya tadi sudah disampaikan ya bahwa ini yang paling kena kan sektor manufaktur ya
05:59Yang 70 persen bahan bakunya masih import ya
06:05Kemudian juga kita lihat sepanjang satu tahun terakhir ini kan rupiah juga sudah terdepresiasi
06:13Lebih dari 7 persen ya
06:15Dan ini mau gak mau beri dampak kepada kenaikan harga bahan baku
06:23Kemudian juga kenaikan harga juga tidak inline dengan pelemahan rupiah
06:30Tapi juga dipengaruhi oleh supply
06:32Ya saat ini juga supply shortage
06:35Ya kemudian juga traders itu ya
06:39Itu banyak memindahkan barang dari pasar reguler ke pasar spot ya
06:45Karena memang supplynya kurang sehingga otomatis harga akan naik gitu loh
06:51Nah ini juga dipengaruhi oleh logistik
06:55Kemudian juga karena perang ya
06:57Selat hormus kemudian juga ketidakpastian global yang membuat terjadi kapital outflow ya
07:06Dari pasar modal kita baik saham maupun obligasi
07:09Itu semua membuat rupiah terpuruk dan juga harga-harga naik
07:17Dan berdampak kepada sektor manufakturnya
07:21Jadi kita lihat bahwa perusahaan harus puter otak nih ya
07:25Karena kenaikannya bukan satu digit
07:29Tapi sudah dua digit kenaikan biaya produksinya
07:34Sehingga untuk menaikkan harga juga hampir nggak mungkin ya
07:40Karena kita juga tahu daya beli masyarakat juga sedang rendah
07:44Dan tidak ada pilihan lain bagi dunia usaha selain melakukan efisiensi
07:51Peningkatan produktivitas semaksimal mungkin
07:56Untuk mengabsorb semua kenaikan ini
08:00Karena kita nggak mungkin lempar kepada kenaikan harga
08:03Oke, baik sebelum kita membahas soal efisiensi yang dilakukan oleh perusahaan Pak Bob
08:08Ini kan kita juga berbicara soal risiko begitu
08:11Anda menyebutkan tadi bahwa sektor yang memang terdampak besar adalah sektor manufaktur
08:16Berarti pasarnya sangat besar
08:17Ini seberapa besar potensi gelombang PHK akan terjadi
08:22Jika pelemahan rupiah tak kunjung usai Pak Bob
08:26Sektor manufaktur ini memang sektor padat karya ya
08:31Karena banyak menyerap tenaga kerja
08:33Dan sebenarnya kita udah males ya ngomong potensi PHK ya
08:38Karena situasi seperti ini sudah terjadi sejak 2 tahun 3 tahun yang lalu ya
08:44Dimana kita mengalami pelemahan ekonomi dunia ya
08:48Karena China juga pertumbuhannya turun dari 2 digit menjadi 1 digit
08:53Dimana China sebenarnya salah satu negara tujuan ekspor
08:56Kemudian juga China-US competition juga membuat supply chain juga merana ya
09:05Ini semua sebenarnya sudah berdampak kepada
09:10Pelemahan ekonomi yang berdampak juga pada pemutusan pohon kerja
09:15Kalau kita di dalam usaha ini kan harus beyond the curve ya
09:18Jadi potensi PHK itu sebenarnya sudah kita pikirkan 2-3 tahun yang lalu gitu loh
09:25Nah sekarang justru kita harus mempersiapkan diri menghadapi pembalikan ekonomi
09:30Nah jadi jangan sampai kita ketinggalan
09:33Selalu kita tuh yang lain sudah prepare mengenai pelemahan ekonomi
09:38Kita belum prepare
09:39Nah begitu kita sibuk sedang menghadapi pelemahan ekonomi
09:42Begitu pembalikan kita tidak siap ya
09:45Dibandingkan dengan negara-negara lain
09:48Jadi selalu kita ketinggalan ya
09:50Behind the curve ya
09:51Jadi kita dunia usaha ini harus beyond the curve ya
09:54Jadi PHK sudah harus mitigasi lah kita sudah 2-3 tahun yang lalu
10:02Sudah harus kita lakukan
10:03Nah sekarang adalah saatnya bagi kita untuk menghadapi pembalikan ekonomi ya
10:08Karena situasi dunia juga sudah mulai berubah
10:10Kita juga sudah lihat tuh
10:12Trump sudah ketemu Xi Jinping ya
10:14Kemudian juga ceasefire ya dengan Iran
10:18Ini sudah ada tanda-tanda bahwa resiko politik
10:23Kemudian juga ekonomi dunia ini sudah mulai meredah
10:28Dan mestinya kita sudah harus mempersiapkan saatnya pembalikan ekonomi ya
10:35Supaya waktu terjadi pembalikan ekonomi kita jangan sampai ketinggalan
10:38Nah ini yang sebenarnya kita harus persiapkan ke depan
10:43Jadi kita harus beyond the curve ya
10:46Jangan behind the curve ya
10:48Ada tadi menyebutkan poin-poin terkait dengan bagaimana antisipasi terkait dengan kelemahan rupiah
10:54Namun kalau kita melihat laporan dari kuartal pertama soal pertumbuhan ekonomi ini tumbuh sangat luar biasa
10:59Begitu 5,61%
11:01Apakah dunia usaha tidak merasakan terkait dengan tumbuhan ekonomi yang luar biasa ini Pak Bob?
11:06Sebenarnya kan sudah lama kita bilang kita ingin pertumbuhan ekonomi yang berkualitas
11:12Ya jadi bukan hanya numbers tapi juga dampaknya ya termasuk juga penyerapan tenaga kerja
11:19Jadi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas itu yang bisa menyerap tenaga kerja
11:23Jadi situasi seperti ini kita berharap lebih banyak kita bicara bukan hanya PHK tetapi juga bagaimana penyerapan tenaga kerjanya ke
11:31depan
11:32Ya kita jangan sampai overacting ya menghadapi PHK ya padahal PHK itu sebenarnya mekanisme dalam rangka untuk mencapai efisiensi
11:43Dalam rangka untuk mempertahankan perusahaan supaya tidak tenggelam semuanya
11:47Nah justru PHK itu harus kita mitigasi dengan bagaimana memberikan perlindungan kepada mereka yang di PHK
11:55Mempersiapkan pekerjaan-pekerjaan baru ya ke depan bagi yang PHK supaya setelah di PHK mereka bisa
12:02Dalam waktu singkat mendapatkan pekerjaan baru itulah sebenarnya perlindungan yang paling baik ya bagi pekerja
12:08Ketimbang kita jaga jangan sampai PHK akhirnya perusahaannya amruk biayanya akan menjadi lebih besar lagi
12:15Jadi disini sebenarnya yang lebih penting adalah bagaimana mengembangkan ekonomi yang banyak menyerap tenaga kerja
12:22Dimana sektor manufaktur adalah sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja dan paling banyak kontribusi terhadap perekonomian negara
12:33Tetapi kan kita melihat bahwa perhatian terhadap sektor manufaktur ini akan harus lebih banyak lagi yang diberikan oleh pemerintah
12:44Karena daya ungkitnya dan multiplier efeknya yang cukup besar ya kepada ekonomi Indonesia
12:53Berarti memang berpengaruh besar tadi juga ada multiplier efek dan juga sektor manufaktur lagi-lagi disinggung
12:59Yang memang terdampak besar terkait dengan kondisi ekonomi dan juga pelemahan rupiah
13:03Kemudian ini kemudian seberapa besar melemahnya rupiah Pak Bob ini mendekan daya beli masyarakat
13:10Namun kita bahas susah jeda Pak Bob tetap bersama kami di Kompas Bisnis
13:41Terima kasih telah menonton!
13:43Dan masih bersama kami di Kompas Bisnis Saudara dan kita lanjutkan perbincangan bersama Ketua Bidang Ketanaya Kerjaan Apindo Bob Azam
14:05Jika pelemahan rupiah ini berlangsung berkepanjangan
14:09Menurut Anda sampai kapan pelaku usaha bisa bertahan dan hingga akhirnya memaksa mengambil opsi PHK?
14:15Meski sebetulnya kita tidak berharap adanya demikian
14:19Ini pertanyaan sulit ya, tapi saya sebenarnya lebih ingin menekankan
14:23Daya tahan pengusaha itu tergantung kemampuannya untuk melakukan efisiensi dan peningkatan produktivitas
14:30Efisiensi ini bisa di dalam dan bisa di luar
14:32Di dalam perusahaan maupun di luar
14:35Kenyataannya kita ini belum efisien dan belum produktif
14:39Banyak sekali perusahaan-perusahaan di kita yang
14:44Defect ratio-nya
14:45Contohnya membuat satu barang itu
14:47Bisa 50%
14:49Bayangin aja dari 10-5 defect gitu loh
14:52Kalau ini bisa diperbaiki
14:53Berarti kan kita bisa menghemat ongkos
14:56Kemudian juga biaya inventory kita juga yang cukup besar
14:58Dueling time kita itu masih 3 hari 4 hari gitu loh
15:02Ya bandingkan dengan negara asian yang 2 hari
15:04Sebenarnya room untuk
15:07Melakukan efisiensi dan peningkatan produktivitas
15:09Bukan selalu melakukan PHK ya
15:12Tapi juga
15:13Kita memperbaiki logistik kita yang masih 26% dari total cost kita ini kan
15:19Jauh sekali dibandingkan negara asian yang 10%
15:22Kemarin sudah ada inisiatif dari Menteri Keuangan
15:25Untuk melakukan efisiensi di sektor logistik
15:29Ya sungguh-sungguh ya kita semua yang bekerja di sektor logistik itu dikumpulkan
15:33Bagaimana menyelesaikan satu persatu permasalahan di sektor logistik
15:38Supaya ongkos logistik ini bisa diturunkan ya
15:42Karena logistik ini benar-benar jadi isu ya
15:47Even kita ekspor bukan ke Timur Tengah
15:51Misalnya sesama negara asian
15:53Ya tapi konten ada yang gak ada
15:55Itu juga bisa meningkatkan biaya logistik
15:59Ini room untuk dilakukan efisiensi dan peningkatan produktivitas itu sangat besar ya
16:04Kemudian juga
16:07Banyak perusahaan sekarang mengalami kesulitan cash flow ya
16:11Karena biaya meningkat
16:14Kemudian juga barang susah dicari ya
16:16Kemudian juga biaya logistik juga naik
16:19Cash flow ini agak tertekan ya
16:21Apalagi sekarang kan restitusi juga ditahan nih
16:24Pemerintahnya
16:25Ya kita sih berharap untuk sektor manufaktur ya
16:28Supaya diberi kelonggaran lah
16:31Restitusinya terutama untuk usaha-usaha kecil ya
16:34Yang cash flownya juga terbatas ya
16:37Jadi itulah menurut saya yang perlu kita lakukan ya
16:44Melakukan peningkatan produktivitas di beberapa aspek ya
16:49Pekerja kemudian juga logistik
16:52Kemudian juga
16:55Apa
16:56Cash flow ya
16:57Kemudian juga
16:58Suku bunga yang tinggi
17:00Ini juga menjadi tantangan
17:02Bagi dunia usaha
17:04Dan yang ketiga adalah energi ya
17:06Harga energi kan untuk sektor industri ini kan gak disubsidi gitu loh
17:11Ya ini juga cukup
17:13Memberatkan ya
17:14Kedepan kita berharap
17:15Kalau misalnya supply sudah normal kembali
17:18Ini cepat-cepat harga bisa
17:20Disesuaikan
17:21Kembali
17:23Sehingga
17:23Dunia usaha bisa
17:25Mendapatkan
17:26Daya tahannya kembali ya
17:29Nah semakin cepat
17:30Ya semakin kita bisa
17:33Bertahan ya
17:34Kemudian juga
17:35Masa sulit ini juga
17:37Harus bisa dihadapi bersama ya
17:39Antara pengusaha dan buruh
17:42Ya harus ada kesepakatan
17:44Harus ada pembicaraan
17:45Gak bisa semua itu diserahkan kepada pemerintah
17:48Ya justru di dalam sendiri
17:50Di dalam perusahaan sendiri
17:52Itu bisa melakukan pembicaraan-pembicaraan
17:55Apa yang bisa dilakukan
17:56Penghematan dan lain sebagainya
17:58Jangan sampai
17:58Upaya-upaya penghematan
18:01Malah berujung kepada pemogokan
18:03Ya
18:04Sebagaimana terjadi di salah satu perusahaan
18:07Ini yang sebenarnya kita
18:08Harus persiapkan
18:11Kalau misalnya pengusaha dan buruh itu bisa
18:13Bersatu
18:15Bisa berbicara dengan baik
18:16Kita bisa mengambil langkah-langkah bersama
18:19Ini akan lebih mudah
18:22Dihadapi
18:22Tapi kalau misalnya
18:23Bicara saya sulit
18:25Ya kan
18:26Kemudian
18:27Buruh dan
18:29Perusahaan
18:30Perusahaan
18:30Saling hantem
18:32Ini akan
18:32Memperburuk keadaan
18:34Ya
18:34Oleh karena itu
18:36Kita juga
18:36Berharap
18:38Ya
18:38Agar
18:39Hubungan industrial
18:40Itu dibangun
18:42Ya
18:43Kempercayaan antara buruh dan
18:46Pengusaha itu juga
18:50Ditingkatkan
18:50Dan dikembangkan
18:52Sehingga kita bisa menghadapi bersama
18:55Kesulitan yang
18:57Yang luar biasa ini ya
18:59Yang sudah ada dan yang akan datang
19:01Oke
19:03Harus ada kesepakatan antara pengusaha dan juga buruh
19:05Untuk mengambil langkah bersama
19:06Tapi kalau saya juga
19:07Mencerna
19:08Apa yang tadi dungkapan oleh Pak Bob
19:10Berarti artinya
19:12Pada saat ini
19:13Bukan lagi potensi ya Pak
19:14Sudah ada keluhan
19:15Ataupun curhatan dari pelaku usaha
19:17Terkait stabilitas operasional
19:18Dan arus kas perusahaan
19:19Yang sudah merasa
19:20Terasa goyang begitu ya Pak
19:23Sudah banyak yang mengalami
19:25Sebenarnya
19:26Ya
19:27Dan
19:27Kedepan kita juga
19:29Berharap ya
19:30Situasi ini akan
19:32Cepat
19:35Menghadapi pembalikannya
19:36Kita berharap nih
19:3717,5 ini sudah bottom line
19:39Ya
19:41Kita juga bisa lihat
19:43Global economy juga
19:47Sekarang menghadapi pembalikan juga ya
19:49Trump sudah ketemu dengan Xi Jinping
19:51Jadi kita harus
19:52Pasang kuda-kuda nih
19:53Kalau terjadi proses pembalikan
19:55Kita harus lebih cepat lagi gitu loh
19:57Ya
19:59Pembalikan
20:00Kemudian juga arus
20:02Modal juga
20:03Bisa balik lagi ke
20:04Indonesia
20:05Karena kan capital outflow kan
20:07Mereka menghadapi resiko global
20:08Salah satunya
20:09Ya
20:10Nah begitu resiko globalnya
20:12Sudah turun
20:12Arus modal juga akan
20:14Kembali lagi
20:15Oleh karena itu kita harus
20:16Bebenah diri
20:17Ya
20:17Di dalam negeri
20:19Membuat kebijakan-kebijakan
20:22Yang
20:22Apa
20:24Pro investasi
20:25Kemudian juga
20:26Pro dunia usaha
20:28Kemudian juga
20:29Create job
20:30Itu yang harus
20:31Kita prepare
20:32Apa yang perlu kita perbaiki
20:34Dan
20:35Kita juga menghadapi
20:37Fiskal pemerintah yang
20:39Memang
20:40Terbatas ya
20:41Kita juga harap
20:42Nanti
20:42Pengeluaran-pengeluaran
20:43Pemerintah itu bisa
20:44Lebih efektif
20:46Terutama yang
20:47Bisa menciptakan
20:49Pengungkit
20:50Ya terhadap ekonomi
20:51Multi flyer efeknya
20:52Besar dan
20:53Banyak menyerap
20:55Tenaga kerja
20:56Harus ada keberpihakan
20:57Ya polisinya pemerintah
20:58Terhadap
20:59Sektor-sektor
21:00Yang memang
21:00Banyak
21:01Menyerap tenaga kerja
21:03Memberikan
21:04Multi flyer efek
21:05Karena mereka itu
21:06Selain guru
21:07Juga konsumen
21:08Ya ini yang
21:10Menurut saya
21:11Harus diprioritaskan
21:12Kedepan
21:13Oke Pak
21:15Kita
21:16Kembali ke
21:17Masyarakat
21:17Apakah
21:19Anda juga
21:20Sebagai
21:20Selaku pengusaha
21:21Saat ini
21:22Merasa serba salah
21:23Karena tadi
21:24Sempat disebutkan
21:25Di segmen sebelumnya
21:25Karena tidak
21:26Bisa leluasa
21:27Menaikan harga jual
21:28Karena daya beli
21:29Yang juga belum
21:30Puli
21:32Kalau dunia usaha
21:33Kan memang
21:33Yang kita hadapi
21:34Seperti itu
21:35Ya
21:36Bagaimana kita
21:38Menghadapi
21:39Jepitannya
21:40Di sektor
21:42Hulunya
21:42Kenaikan harga
21:43Kemudian di sektor
21:44Hilirnya
21:44Mengalami
21:46Apa
21:47Perlemahan
21:48Daya beli
21:48Ya
21:49Kalau potong
21:51Kompasnya aja
21:51Ya kita langsung
21:52Pikir
21:53Ya lakukan
21:54Penghematan
21:54Pengurangan karyawan
21:55Itu loh
21:56Ya
21:56Tapi
21:57Tindakan seperti itu
21:59Itu tidak membuat
22:02Pekerja menjadi
22:03On board
22:04Ya
22:04Untuk melakukan
22:05Efisiensi
22:06Akan terjadi
22:07Saling curiga
22:08Dan lain sebagainya
22:09Jadi
22:09Sebagai pengusaha
22:10Kita harus
22:11Tunjukkan
22:12Langkah kita
22:13Yang
22:15Seoptimal mungkin
22:16Untuk menghindari
22:17PHK
22:18Dengan melakukan
22:19Penghematan
22:20Penghematan
22:20Ya
22:21Dan tentunya
22:22Harus ada
22:23Dukungan
22:23Dari
22:24Dari
22:25Pekerja
22:25Ya
22:26Jangan sampai
22:27Langkah penghematan
22:28Dilakukan perusahaan
22:29Malah
22:29Memicu
22:30Terjadinya
22:30Demo
22:31Kemudian
22:32Terjadinya
22:33Pemogokan
22:35Ya
22:35Ini akan
22:36Mempercepat
22:37Ya
22:38Dunia usaha
22:39Masuk ke
22:40Situasi yang
22:41Lebih
22:42Kritis lagi
22:43Ya
22:43Jadi
22:44Itu yang harus
22:45Kita
22:46Apa
22:47Terapkan
22:48Bersama
22:48Kita ini
22:49Sudah sering
22:49Menghadapi
22:50Krisis
22:50Kita berharap
22:51Bahwa kita
22:52Belajarlah
22:52Dari krisis-krisis
22:53Belumnya
22:54Dan
22:54One day
22:56Itu pasti
22:56Kita akan
22:57Menghadapi
22:57Pembalikan
22:58Ekonomi
22:59Kita berharap
23:00Waktu
23:02Pembalikan
23:02Ekonomi
23:03Datang
23:04Kita sudah
23:04Siap
23:05Dan jauh
23:06Lebih kuat
23:06Lagi
23:07Berarti memang
23:08Tetap
23:09Harus adanya
23:10Koordinasi
23:10Kesepahaman
23:12Begitu
23:12Antara pengusaha
23:13Dan juga
23:14Pekerja
23:15Begitu
23:15Pak Bob
23:16Kalau kita melihat
23:18Kondisi saat ini
23:19Dan juga apa yang
23:19Dijelaskan oleh
23:20Pak Bob sebelumnya
23:21Apakah artinya
23:22Saat ini
23:22Otomatis
23:23Para pelaku usaha
23:24Mulai menahan
23:25Langkah ekspansi
23:28Ya itu
23:29Nggak usah
23:29Dini lagi lah
23:30Udah pastilah
23:31Resiko tinggi
23:32Bagaimana
23:34Mau ekspansi
23:35Kalau resiko tinggi
23:37Nah
23:38Apalagi
23:39Kalau kita
23:39Mengundang
23:40Investor
23:41Dari luar
23:41Jadi
23:43Sebenarnya
23:43Yang kita
23:44Andalkan
23:44Sekarang
23:45Adalah
23:46Domestik
23:47Ekonomi
23:47Ya
23:48Ekonomi
23:48Dalam negeri
23:49Nah
23:50Begitu juga
23:50Investasi
23:51Kita berharap
23:52Ya
23:52Untuk
23:53Menghadirkan
23:54Investasi
23:54Baru
23:55Rasanya
23:55Rasanya
23:56Akan
23:56Sulit
23:56Sekali
23:57Dalam
23:57Situasi
23:58Seperti
23:58Ini
23:58Tetapi
23:59Ada
23:59Investor
24:00Lama
24:00Yang
24:00Memang
24:01Sudah
24:01Tahulah
24:02Asam
24:02Garamnya
24:03Apa
24:04Dunia
24:04Usaha
24:05Di Indonesia
24:06Nah
24:06Investor
24:07Lama
24:07Ini yang
24:07Sering
24:08Sering
24:09Terlupakan
24:10Ya
24:10Nah
24:11Mestinya
24:11Investor
24:12Yang sudah
24:13Existing
24:13Ini yang
24:14Disupport
24:15Supaya
24:15Mereka
24:15Mau
24:16Expand
24:17Karena
24:17Mereka
24:18Sudah
24:18Tahu
24:18Ya
24:19Liku-liku
24:20Ekonomi
24:21Yang ada
24:21Di Indonesia
24:22Dan
24:23Bagaimana
24:24Apa
24:25Domestic
24:26Investment
24:27Kemudian
24:28Juga
24:28Domestic
24:29Consumption
24:30Ini bisa
24:30Jadi
24:31Pengungkit
24:32Ekonomi
24:33Kita
24:35Kedepan
24:35Ya
24:36Jadi
24:37Harapkan
24:38Stimulus
24:38Ekonomi
24:39Dari
24:39Pemerintah
24:39Juga
24:40Ya
24:40Hampir
24:41Tidak
24:41Mungkin
24:42Karena
24:42Ruang
24:42Fiskal
24:43Yang
24:45Terbatas
24:45Jadi
24:46Kita
24:46Selesaikan
24:47Hambatan
24:48Yang
24:49Memang
24:51Sebenarnya
24:52Sudah
24:52Menjadi
24:52Isu
24:52Lama
24:53Seperti
24:54Bahan
24:54Baku
24:54Ini
24:54Sekarang
24:55Sudah
24:56Sulit
24:56Kita
24:57Berharap
24:58Jangan
24:58Sampai
24:59Kita
24:59Menghadapi
24:59Vota
25:00Import
25:00Lagi
25:00Begitu
25:01Kuotanya
25:02Dateng
25:02Barangnya
25:02Tidak
25:03Ada
25:03Bagaimana
25:03Gitu
25:03Nah
25:05Ini
25:05Kuota
25:06Selama
25:08Ini
25:08Kan
25:08Ya
25:08Mungkin
25:09Saya
25:09Juga
25:09Ngerti
25:10Dalam
25:10Rangka
25:10Untuk
25:11Menjaga
25:11Neraja
25:12Apa
25:13Pendagangan
25:14Kita
25:14Tetap
25:14Positif
25:15Supaya
25:15Rupiah
25:15Kuat
25:16Import
25:17Dibatasi
25:18Kita
25:18Berharap
25:19Yang
25:19Dibatasi
25:19Itu
25:20Barang
25:20Jadi
25:20Bukan
25:21Bahan
25:22Baku
25:22Bahan
25:23Baku
25:23Ini
25:25Berluas
25:27Diberi
25:28Keluasaan
25:29Jangan
25:29Sampai
25:30Di
25:30Kuota
25:31Begitu
25:32Kuotanya
25:32Dateng
25:32Barangnya
25:33Nggak
25:34Ada
25:34Gitu
25:34Nah
25:35Ini
25:35Akan
25:37Yang
25:38Sebenarnya
25:38Bisa
25:39Kita
25:39Perbaiki
25:40Kedepan
25:41Kemudian
25:42Dueling time
25:43Juga
25:43Kalau
25:43Kalau
25:43Bisa
25:44Kita
25:44Turunkan
25:44Jangan
25:45Sampai
25:45Tiga
25:45Hari
25:45Warikan
25:46Lebih
25:47Banyak
25:47Karena
25:47Benturan
25:48Peraturan
25:49Kita
25:49Yang
25:50Terlalu
25:50Banyak
25:50Bayangkan
25:51Sekarang
25:52Kita
25:52Punya
25:5211.000
25:53High
25:53Scott
25:5325%
25:552000
25:55Lebih
25:56Itu
25:56Adalah
25:56Lartas
25:57Oke
25:58Ya
25:59Terbatas
26:00Nah
26:00Ini
26:01Juga
26:01Mempersulit
26:02Ya
26:02Arus
26:02Barang
26:03Yang
26:03Ada
26:03Di
26:03Kita
26:03Dan
26:04Kadang-kadang
26:05Ini
26:05Koordinasi
26:06Antara
26:06Instansi
26:07Di
26:07Pemerintah
26:07Yang
26:09Punya
26:10Peranan
26:10Ya
26:10Nah
26:11Saya sih
26:11Harap
26:13Apa
26:14Ada
26:14Lead
26:14Sektornya
26:15Dari
26:16Kementerian
26:17Kita
26:18Menghadapi
26:19Misalah
26:19Ini
26:20Baik
26:21Meskipun
26:21Tadi
26:21Pak Bob
26:22Sempat
26:22Menyebutkan
26:22Bahwa
26:23Stimulus
26:23Ini
26:23Hampir
26:24Gak
26:24Mungkin
26:24Begitu
26:25Namun
26:25Memang
26:25Dihadapkan
26:26Juga
26:26Peran
26:26Pemerintah
26:27Terkait
26:28Juga
26:28Regulasi
26:28Dalam
26:29Hal
26:29Ini
26:29Agar
26:29Segera
26:30Mungkin
26:30Kondisinya
26:31Juga
26:31Yang
26:31Kita
26:32Harapkan
26:32Adalah
26:32Membaik
26:33Terutama
26:34Bagi
26:35Pelaku
26:35Di
26:36Dunia
26:36Usaha
26:36Dan
26:36Tidak
26:37Ada
26:37PHK
26:38Itu
26:38Yang
26:38Kita
26:38Harapkan
26:39Bersama
26:39Terima
26:39Kasih
26:40Ketua
26:40Bidang
26:41Ketendaga
26:41Kerjaan
26:41Apindo
26:42Bob
26:42Azam
26:42Atas
26:43Waktunya
26:43Bersama
26:43Kami
26:43Di
26:43Kompas
26:44Bisnis
26:44Sehat
26:44Selalu
26:45Pak
26:46Terima kasih
26:50Saudara
26:50Jangan
26:51Kemana-mana
26:51Karena
26:51Sapa
26:52Indonesia
26:52Pagi
26:53Susah
26:53Jidah
26:53Kembali
26:54Untuk
26:54Anda
26:54Dengan
26:55Informasi
26:55Taman
26:56Kota
26:56Menjadi
26:56Salah
26:57Satu
26:57Destinasi
26:57Liburan
26:58Di
26:58Antaranya
26:58Taman
26:59Bendera
27:00Pusaka
27:00Di
27:00Jakarta
27:01Selatan
27:01Ada
27:02Apa
27:02Saja
27:02Di
27:03Sana
27:03Informasinya
27:03Usah
27:04Jidah
27:04Kami
27:04Kembali
27:04Untuk
27:05Anda
Komentar

Dianjurkan