Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Iran tengah bersiap jika Amerika memutuskan memilih peperangan sebagai jawaban kebuntuan negosiasi damai.

Lalu bagaimana kekuatan Iran dan Amerika, khususnya saat adu kuat di Selat Hormuz? Benarkah kekuatan armada laut Iran yang mengandalkan kapal kecil atau dijuluki armada nyamuk bisa menghadapi angkatan laut AS?

Kita bahas bersama dosen International Institute for Islamic Studies di Qom, Iran, Qasem Muhammadi, dan dosen geostrategi dan geopolitik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu Duarte.

#iran #as #armada

Baca Juga Pasok Bahan Baku Menu Bergizi, Ini Greenhouse SPPG Palmerah | JMP di https://www.kompas.tv/regional/668927/pasok-bahan-baku-menu-bergizi-ini-greenhouse-sppg-palmerah-jmp



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/668929/full-iran-vs-as-di-selat-hormuz-mampukah-armada-nyamuk-iran-lumpuhkan-kekuatan-angkatan-laut-as
Transkrip
00:00Iran tengah bersiap jika Amerika Serikat memutuskan memilih peperangan sebagai jawaban kebuntuan negosiasi damai.
00:06Lalu bagaimana kekuatan Iran dan Amerika Serikat khususnya saat adu kuat di Selat Hormuz?
00:11Benarkah kekuatan armada laut Iran yang mengandalkan kapal kecil atau armada nyamuk bisa menghadapi angkatan laut Amerika Serikat?
00:19Kita akan membahasnya bersama dosen International Institute for Islamic Studies dari KOM Iran,
00:24Kasim Mohamadi dan dosen Geostrategi dan Geopolitik Universitas Udayana, Evata Filomeno Boromio Duarte.
00:32Selamat sore Bapak-Bapak, semoga sehat selalu.
00:35Selamat sore.
00:37Assalamualaikum Mas Kasim dari KOM Iran.
00:40Tadi ada visual bahwa di Iran drone Syahid 136 kembali diperlihatkan dan kembali ada dukungan dari masyarakat luas Iran
00:49agar tidak takut terhadap serangan yang akan dilakukan oleh Amerika Serikat.
00:53dengan tajuk yang saat ini digembur-gemburkan oleh menhan Amerika Serikat yakni Sledgehammer.
00:59Seperti apa pantauan Anda?
01:04Iya, saya kira bahwa kalau masyarakat Iran dan juga pimpinan Iran itu dengan jujur tidak begitu percaya bahwa
01:14pinjatan senjata itu ataupun bahkan perundingan yang mungkin akan diadakan, itu akan berhasil.
01:22Untuk itu saya kira sudah siapkan warga juga militer Iran untuk memperpanjang dan melanjutkan perjuangan mereka terhadap agresor itu, Amerika
01:34dan Israel.
01:36Kenapa? Karena kalau pengalaman yang Iran itu punya sama negara-negara lain khususnya sama Amerika Serikat itu,
01:44itu membuktikan bahwa mereka tidak nampaknya tidak paham bahasa perundingan ini yang mereka hanya ikuti, mereka mau tuntutan berlebihan mereka,
01:56mereka mau jalankan.
01:58Oleh karena itu, itu bukan Iran yang memulai perang itu atau serangan atau konflik itu.
02:06Oleh karena itu, sekarang yang Iran sudah diserang selama 10 bulan yang lalu itu, dua kali Iran itu diserang.
02:16Oleh karena itu, Iran mau dengan bentuk ini atau bentuk itu, mau menjaminkan keamanannya untuk nantinya.
02:26Oleh karena itu, sekarang saya kira kalau masalah Salat Hormuz dan juga masalah militernya Iran itu merupakan kartu menangnya Iran
02:38dan pasti Iran itu tidak akan lepas tangan dari kartu menangnya dia.
02:43Mas Kasim juga ada informasi terbaru bahwa, atau mungkin juga ini bukan sebuah strategi yang baru ya, bahwa adanya armada
02:50nyamuk.
02:51Tapi saya melihatnya mungkin sebagai armada barakuda, kalau di laut tentu barakuda menjadi skuling fish yang cukup banyak dan kemudian
02:57dia mampu mengerubung dan mengacaukan dan menghalau dari radar ataupun juga menghubung target.
03:03Dari pengamatan Anda, seperti apa sebenarnya armada kapal cepat Iran ini yang sering dilakukan, terutama untuk wilayah di Salat Hormuz?
03:14Ya, kalau Iran itu sudah siapkan dirinya untuk perang ini selama mungkin 40 tahun yang lalu itu.
03:23Dan Iran ketahui bahwa kalau perang macam biasa atau perang asimetrik, biasanya tidak bisa dilakukan sama negara macam Amerika Serikat.
03:37Karena itu Iran sudah siapkan dirinya untuk perang asimetrik.
03:41Dan yang sekarang dihitung, yang sekarang terhitung dan bisa saya kira bisa menentukan siapa menang di perang itu adalah lapangan
03:53ya.
03:54Itu bukan pernyataan pihak ini atau pihak itu.
03:57Sekarang dia bilang kalau Trump itu banyak kali dia sudah umumkan bahwa kalau Nevinia itu sudah habis atau masalah rudal
04:07-rudalnya sudah habis.
04:08Tapi kalau itu sudah habis, kenapa kamu tidak bisa masuk?
04:12Kenapa kapal-kapal militer di Amerika Serikat itu waktu proyek freedom itu?
04:16Mereka sebelum bahkan 48 jam mereka sudah batalin proyek freedom itu.
04:24Itu yang ini kalau lapangan itu saya kira berbicara dengan jelas bahwa siapa sekarang mengontrol Salat Hormuz?
04:32Ya saya beralih ke Mas Fata.
04:34Mas Fata dari operasi Epicure kemudian ada Freedom Project dan saat ini ada operasi Sledgehammer yang dinyatakan bila gencatan senjata
04:43gagal,
04:44Amerika tidak tahu-tahu akan melakukan serangan yang bernama Sledgehammer.
04:47Lalu seperti apa sebenarnya?
04:49Ini hanya sebuah gertakan atau hanya untuk menaikkan leverage agar Iran kemudian tunduk di meja pertunjangan?
04:54Atau bahkan memang serangan ini akan terjadi?
04:59Baik. Pertama bahwa ada beberapa catatan intelijen Amerika yang memang bocor ya.
05:05Salah satunya mengatakan bahwa sebenarnya Iran itu mampu mengendalikan dari kurang lebih 30 hingga 30 dari 33 pangkalan rudalnya yang
05:16ada di sekitar Selat.
05:17Dan bukti kurang lebih ada 70-an persen ya stok rudal dan peruncul yang saat ini itu memang masih utuh.
05:23Nah ini tentu kalau dibaca oleh Amerika cukup berbahaya dan sangat-sangat memberikan efek yang cukup buruk ya dari citra
05:31mereka yang merupakan salah satu pengendali terhadap keamanan dan juga energi di dunia.
05:37Mereka mengatakan bahwa mereka adalah penjamin kebebasan tapi kali ini mereka cukup diuji.
05:41Akan tetapi tentu sebenarnya tujuan utama dari Amerika Serikat saat ini nanti kalau ke depan dengan penggunaan Slash Hammer mereka
05:48akan fokus pada penghapusan atau pengurangan ranjau yang selama ini ditebar oleh Iran itu sendiri.
05:54Karena ini jujur sangat-sangat mengganggu jalannya navigasi dari berapa kapal.
05:58Dan juga dalam beberapa catatan ada beberapa operasi intelijen ya yang dilakukan dengan grup Handala ya yang merupakan salah satu
06:05proksi cyber mereka yang ternyata mampu menghancurkan radar kurang lebih ada 470 kapal yang akhirnya itu mengalami GPS spoofing gitu.
06:15Akhirnya mereka terjebak di perairan dan tidak bisa kembali.
06:18Nah ini merupakan hal yang sangat eksistensial tentunya menurut Amerika Serikat maka nanti ke depan Amerika Serikat akan fokus menghancurkan
06:26beberapa titik-titik yang selama ini dikendalikan dan juga Amerika tahu bahwa sekarang kan ada jalur pelayaran yang baru dan
06:34ini dikontrol perlu oleh IRGCN begitu.
06:38Ada yang lewat larak ada yang lewat kesem gitu kalau nggak salah ya saya kalau salah nanti mau diperbaiki.
06:44Jadi ada beberapa poin-poin yang ternyata kali ini Iran tidak main-main.
06:47Nah Amerika juga tambah tidak main-main ya mereka nanti akan bisa saja melakukan serangan bukan opsi serangan darat tetapi
06:54operasi intelijen besar-besaran untuk melakukan kontra intelijen terhadap apa yang dilakukan oleh Iran.
07:00Saya lihat Slashhammer masih dalam tataran demikian belum menggunakan senjata-senjata pengusaha masal ya nantinya akan membuat perundingan ini atau
07:08kontrol terhadap energi ini malah menjadi rusak.
07:10Saya lihatnya demikian.
07:11Oke saat ini memang lagi ada pertemuan atau pertemuan telah berlangsung antara Presiden Donald Trump dan juga Xi Jinping namun
07:18tidak ada pernyataan resmi namun kita akan lihat seperti apa sebenarnya pertemuan ini apakah juga Amerika seril atau mengajak China
07:24atau Tiongkok agar bisa melakukan perundingan dengan Iran.
07:29Dan informasinya dan juga pembahasannya saya jeda hanya di Kompas Petang.
07:35Kembali di Kompas Petang dan Saudara saat ini pertemuan antara Presiden Donald Trump dan juga Xi Jinping telah berlangsung namun
07:41belum ada pernyataan resmi dan apakah pembahasan ini juga terkait dengan konflik Timur Tengah dan mengajak Tiongkok agar pihak yang
07:49berseturu dengan Iran ini mampu ditundukkan juga melalui upaya diplomasi dari Tiongkok.
07:54Kita akan membahasnya bersama dengan dosen International Institute for Islamic Studies di KOM Iran, Qasim Muhammadiyah dan juga dosen geostrategi
08:01dan geopolitik Universitas Udayana, Evata Filomeno Baromeo.
08:04Saya kembali ke Mas Evata.
08:06Mas Evata bahwa sebelum dari pertemuan antara Presiden Donald Trump juga dengan Xi Jinping, kapal tanker dari Tiongkok ini berhasil
08:15dan leluasa melewati Selat Hormuz.
08:17Mas ini merupakan tamparan sepertinya bagi Amerika Sikat dan apa sebenarnya misi utama dari Amerika Sikat dan letera bertemu dengan
08:24Xi Jinping pada pekan ini?
08:28Baik. Kalau tadi disampaikan bahwa ada beberapa kapal yang sederluasa untuk berlayar, ya tentu sebenarnya ini merupakan tanda bahwa Iran
08:38menerapkan toolbot itu hanya bagi yang dianggap sebagai musuh ya.
08:43Atau mereka-mereka yang dianggap memiliki aliansi yang kuat atau kaitannya dengan Amerika Serikat.
08:49Sehingga beberapa negara yang dianggap sebagai negara kawan itu bebas saja melintas dan juga ada beberapa dark fleet ya yang
08:55selama ini digunakan sebagai jalan keluar dari energi yang terus menghimpit ya.
08:59Dan ini merupakan langkah strategis yang dilakukan oleh Iran.
09:02Tetapi kalau kita balik tadi dengan pertanyaan bagaimana kondisi dalam pertemuan di Cina, kita lihat bahwa sebenarnya yang dibahas titik
09:10utamanya adalah terkait dengan Taiwan.
09:12Jadi Amerika ini kan akhirnya mengubah doktrin pertahanan mereka, mereka mengwarwitkan, mereka melebarkan ya, merakukan stretching yang sangat luar biasa
09:21sehingga ada beberapa titik-titik selat di dunia yang nantinya itu ketika kita lihat ada selat maraka,
09:28terus ada beberapa selat-selat yang mengaliri di perekonomian ke Cina itu dijaga oleh Amerika.
09:32Ini sebagai bagian dari daya tawar yang sama ini dipegang oleh Amerika Serikat karena mereka merasa bahwa energi dan security
09:39adalah bagian dari keunggulan mereka dan mereka menawarkan itu kembali ke Cina.
09:43Dan tuntutan utama dari Amerika Serikat adalah ayo segera gunakan pengaruhmu untuk kembali membuka selat hormus lebar-lebarnya.
09:52Karena saat ini ada krisis yang sedang melanda dunia, nah itu yang disampaikan oleh Amerika.
09:56Selain mereka membahas mengenai AI dan juga persaingan yang terjadi di beberapa latihan-latihan, latihan dengan Jepang yang jelas rudalnya
10:04sudah mengarah ke beberapa perairan Cina ya, dan itu sangat dekat sekali.
10:07Ya terus juga ada beberapa latihan-latihan di Laut Cina Selatan juga, ini sebenarnya kunci-kuncian yang terjadi begitu.
10:13Jadi dari Amerika Serikat menawarkan bahwa kami akan mengganggu Iran terus-menerus kalau kamu tidak menghentikan agresi atau mensuplai senjata
10:21kepada mereka.
10:22Nah begitu juga dengan Cina juga mengatakan bahwa kami bisa menyerang Taiwan kapan saja.
10:26Maka terjadi semacam puji-pujian yang sebenarnya berada pada kondisi untuk melemaskan otot-otot yang kaku gitu.
10:34Otot-otot diplomasi ini kan kaku sekali.
10:36Nah maka dari itu harapannya nanti akan ada upaya menjaga dan juga menciptakan stabilitas kawasan.
10:41Saya lihatnya demikian.
10:42Ya, Mas Qasim kita mengatakan bahwa Iran juga tidak akan tunduk dengan proposal yang telah diajukan oleh Amerika Serikat dan
10:48akhirnya mediator atau mediasi dengan Pakistan ini tidak berakhir dengan perundingan damai ataupun kejahatan senjata yang saat ini masih dalam
10:56kondisi sangat rapuh.
10:57Anda melihatnya seperti apa kekuatan terutama Iran di Selat Hormuz dari kekuatan kapal, armada dan juga penjagaan yang selama ini
11:05telah diberlakukan oleh pemerintahan Iran?
11:10Saya kira kalau Selat Hormuz itu sekarang menjadi bom nuklir niat Iran.
11:16Iran itu sudah beberapa kali, banyak kali sudah buktikan dan sudah umumkan bahwa Iran tidak memerlukan senjata nuklir dan tidak
11:25ada senjata nuklir ternyata.
11:28Tapi saya kira kalau Amerika Serikat dengan serangan dan agresi ini menghadiakan bom nuklir niat Iran yang dia perlukan.
11:36Dan sekarang saya kira kalau nilainya Selat Hormuz itu kalau dulu mungkin tidak begitu diketahui Iran dan bahkan negara-negara
11:44yang lain.
11:45Tapi sekarang dengan jelas sudah jelas bahwa bagaimana dan betapa bernilai Selat Hormuz itu.
11:56Ya pasti kalau Iran itu selama hampir 50 tahun walaupun ada penguasaan atas Selat Hormuz tapi tidak menggunakan itu.
12:05Dan itu membuat Iran itu menjadi rugi.
12:09Dan Iran tidak akan ulangi kesalahan itu sekali lagi.
12:15Iran sudah umumkan bahwa Selat Hormuz itu pasti buka dan akan dibuka lagi untuk negara-negara yang tidak bermusuhan sama
12:26Iran.
12:26Itu pasti.
12:27Tapi kalau negara-negara yang bermusuhan sama Iran yang selama 10 bulan terakhir itu dua kali menyarang Iran membunuh warga
12:36Iran itu pasti Iran tidak akan memperbolehkan mereka untuk menyiapkan diri mereka sekali lagi.
12:42Semua hampir semua 100 persen peralatan dan juga persenjataan yang masuk ke pangkalan-pangkalan Amerika Serikat itu itu lewat Selat
12:52Hormuz.
12:53Kapal-kapal militer mereka mereka lintas dari Selat Hormuz.
12:57Pasti ya kalau masalah naik turunnya itu pasti itu penting untuk negara-negara lain-lain.
13:04Tapi kalau masalah Selat Hormuz itu bukan masalah itu untuk Iran.
13:08Itu masalah keamanan Iran.
13:10Masalah keamanan nasional.
13:11Masalah ancaman luar biasanya dari negara-negara agresif terhadap Iran.
13:16Oleh karena itu saya kira kalau hampir 10 hari yang lalu itu menteri luarnya Iran itu pergi ke China.
13:24Dan di sana beliau itu menyebut bahwa walaupun kalau China itu merupakan mitra strategisnya Iran dan itu pasti tidak bisa
13:34diragukan.
13:35Tapi Iran tidak akan memperbolehkan bahwa Selat Hormuz itu kembali ke kondisinya sebelum perang ini.
13:44Iran sekarang menganggap Selat Hormuz itu sebagai satu ancaman yang luar biasa untuk keamanannya.
13:50Ya oleh karena itu saya kira harus kita memahami masalah itu bahwa kalau ada serangan, kalau ada ancaman dari satu
13:59bentuk, dari satu disini ada satu selat.
14:04Pasti tindakan kamu harus berbeda dengan kondisi biasa.
14:13Oke saya ke Mas Efata terakhir. Untuk saat ini sebenarnya seperti apa masa depan dari perundingan terutama kita juga terus
14:21menggaungkan adanya upaya negosiasi dan juga perdamaian kita tentu mengharapkan seperti itu.
14:28Tapi tentu masing-masing pihak, kedua belah pihak Amerika Serikat juga Iran memiliki proposal yang sama-sama saat ini menemui
14:35jalan buntu.
14:36Anda menilai seperti apa? Akankah ada mediasi yang akan dilakukan baik oleh peran yang akan dilakukan pasca pertemuan antara Trump
14:44dan Xi Jinping
14:44dan berharap dari Tiongkok mampu membuka pintu perdamaian atau membuka pintu negosiasi terkait dengan proposal perdamaian yang akan ditemukan resolusi
14:54konflik?
14:57Ya, pertama mungkin kita harus melihat lagi ya bahwa sebenarnya Amerika itu mencoba semaksimal mungkin ya untuk kembali reaktifasi doktrin
15:06Monroe mereka.
15:08Dulu ada Presiden Monroe dan sekarang Donald Trump jadinya Donro. Donro 2.0 lagi gitu ya.
15:12Jadi harapan mereka dalam perebutan energi, dalam perebutan pengaruh ekonomi, Amerika kali ini sudah tertinggal cukup jauh.
15:20Maka langkah untuk mengacaukan Cina adalah dengan cara mengacaukan Iran dulu begitu.
15:25Dengan berhasilnya mereka melakukan operasi di Venezuela akhirnya mereka cukup percaya diri untuk melakukan agresi di Iran.
15:32Dan tujuan Amerika sebenarnya bukan untuk menghancurkan Iran secara total tapi untuk mengacaukan sistem perekonomian mereka.
15:37Yang notabene kita ketahui itu mengaliri kurang lebih 90% di perekonomian itu terutama petrol ya itu ke Cina begitu.
15:46Maka ini menjadi daya tawar yang dilakukan oleh Amerika Serikat begitu.
15:50Meskipun dalam kondisi tertentu mereka cukup kesulitan ya untuk mengontrol Iran.
15:53Nah maka kalau ditanya bagaimana posisi terhadap diplomasi.
15:57Nah dalam pertemuan inilah sebenarnya titik terangnya.
15:59Harusnya kedua belak pihak sama-sama membahas proposal untuk kembali mengartikulasikan ulang ya kekuatan mereka.
16:07Dan mengartikulasikan ulang lagi terkait dengan ambisi geopolitik dari kedua belak pihak begitu.
16:13Karena sebenarnya ujung-ujungnya dalam perang ini ada tiga negara yang saling bertautan antara Rusia, Cina, dan juga Amerika.
16:21Yang dianggap selevel untuk berbicara.
16:23Bukan berarti Iran berada dalam kondisi yang tidak sama.
16:25Tidak.
16:26Tetapi di sana ada permainan yang cukup clear ya terlihat.
16:29Maka dalam kondisi seperti ini ada berapa proposal Charlie yang nanti pasti akan keluar ya.
16:34Dan nanti hal tersebut terbukti dari pujian dari kedua belak pihak.
16:37Si Jinping menyampaikan rasa perhatiannya mereka dengan Amerika Serikat.
16:42Kita tahu bahwa banyak sekali aset Amerika di Cina begitu juga akhirnya dari kedua belak pihak saling memuji.
16:47Ya mereka mengatakan bahwa akan ada pelukan besar ya dari Cina terhadap kami.
16:51Nah ini kan menjadi tanda bahwa sebenarnya kalibrasi ini sengaja diciptakan untuk nanti membuat batasan-batasan teritori yang baru.
16:58Saya lihat demikian.
16:58Baik kita nantikan bagaimana seperti Anda bilang bahwa ada sebuah titik terang namun kita nantikan bagaimana upaya negosiasi dan juga
17:06diplomasi yang tengah berjalan.
17:08Dan kita harapkan adanya perdamaian dan juga menguntungkan kedua belak pihak karena peperangan pun telah memiliki imbas yang sangat besar
17:15bagi dunia dan juga Indonesia terutama.
17:19Terima kasih sekali lagi Khashim Mohamadi, dosen International Institute for Islamic Studies dari Iran dan juga Mas Efata Filomeno Beromu
17:26Duarte, dosen Geostrategi Geopolitik Universitas Udayana telah berbagi perspektif bersama kami di Kompas Petang.
17:33Sehat selalu.
17:35Terima kasih.
17:35Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan