Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Meski Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia telah melakukan strategi untuk stabilisasi dan penguatan rupiah, namun rupiah terus berulang rontok ke level...
Transkrip
00:01Intro
00:07Saudara saatnya Anda menyaksikan kompas bisnis bersama saya Yan Rahman
00:11Saudara meski Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia telah melakukan strategi untuk stabilisasi dan penguatan rupiah
00:18Namun rupiah terus berulang rontok ke level terlemas panjang sejarah
00:22Pada selasa pekan ini Saudara rupiah baik dari Jisdor Bank Indonesia maupun di pasar spot ini menembus angka psikologis 17
00:31.500an per dolar Amerika Serikat
00:34Tekanan eksternal diduga masih menjadi pemicu pelemahan mata uang di pasar negara berkembang termasuk rupiah
00:42Konflik yang terjadi di Timur Tengah yang belum meredah memperbesar kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi global dan potensi suku bunga
00:52tinggi bertahan lebih lama di Amerika Serikat
00:54Sementara dari dalam negeri Saudara sejumlah ekonom menilai pasar menyoroti meningkatnya tekanan terutama kondisi fiskal, likuiditas dan ketidakpastian arah kebijakan
01:05pemerintah
01:06Sedangkan untuk stabilkan rupiah pemerintah akan aktifkan dana stabilisasi obligasi
01:14Kita bisa akan mulai membantu besok mungkin dengan masuk ke bond market
01:20Bantunya gimana Pak?
01:22Kita yang diberikan sebuah stabilisasi fund kan
01:24Tapi belum fund semuanya kita aktifkan di instrumen yang kita punya disini
01:29Besok mulai jalan
01:36Terutama konflik Timur Tengah
01:37Yang mengakibatkan, yang mengakibatkan naiknya harga minyak
01:46Nantika global ini juga karena kesenderungan meningkatnya suku bunga di Amerika Serikat
01:53Faktor global, dinantika global ini yang membuat mayoritas mata ruang di dunia itu juga melemah
02:00Kami tetap meyakini dengan langkah-langkah yang dilakukan
02:11Kita lihat saudara bagaimana nilai jual rupiah fisik di perbankan yang kembali menembus level terendah
02:18Terhadap dolar Amerika Serikat dengan tembus angka 17.600an
02:23Diambil dari situs falas sejumlah bank besar di Indonesia
02:27Saudara ini terpantau nilai jual rupiah fisik yang tinggi
02:31Alias mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Rabu 13 Mei 2026
02:39Kurs Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia
02:45Menunjukkan angka jual tertinggi di level 17.630 per dolar Amerika Serikat
02:51Sementara angka beli BRI di 17.398 dan Mandiri serta BNI di 17.330 rupiah
03:01Sedangkan Bank Sentral Asia atau BCA menawarkan nilai jual rupiah fisik di 17.590 per dolar AS
03:08Dan beli di 17.390 rupiah
03:18Sementara saudara nilai tukar rupiah dari Jisdor Bank Indonesia
03:21Pada penutupan perdagangan Rabu kemarin
03:24Akhirnya menguat tipis ke 17.496
03:28Setelah selama sepekan terus menerus melemah
03:31Pada 7 Mei ini rupiah masih berada di level 17.362 per dolar AS
03:37Keesokan harinya pada 8 Mei tertekan ke 17.375
03:42Menembus angka 17.400an pada penutupan Senin awal pekan ini
03:47Dan kembali merosot ke 17.514 per dolar AS
03:51Pada perdagangan selasa 12 Mei 2025
04:01Sementara saudara pergerakan rupiah di pasar spot
04:03Yang terpantau dari situs Bloomberg juga tidak jauh berbeda
04:07Pada penutupan perdagangan Rabu kemarin
04:09Rupiah menguat ke level 17.461 per dolar AS
04:13Setelah sehari sebelumnya anjlok di level 17.529
04:18Pelemahan rupiah terus menerus di pasar spot
04:20Juga terjadi selama sepekan sebelumnya
04:22Dimana pada 7 Mei rupiah masih berada di level 17.333
04:27Turun ke 17.382
04:31Pada 17.375
04:36Kemudian ada juga rontok di penutupan perdagangan Senin awal pekan
04:40Di level 17.414
04:51Sudara nilai jual rupiah di perbankan mencetak rekor
04:54Dengan menembus level 17.600an per dolar AS
04:58Sejauh mana pelemahan ini akan berdampak langsung ke masyarakat
05:02Dan seberapa efektif
05:03Dana stabilisasi, obligasi, kementerian keuangan
05:06Dan 7 strategi Bank Indonesia akan kembali membuat rupiah menguat
05:11Kita bahas bersama ekonomi Universitas Paramadina
05:14Wijayanto Samirin
05:14Pak Wijah selamat pagi
05:17Selamat pagi
05:46Selamat pagi
05:48Di pasar retail
05:50Itu juga perlu kita panggau
05:51Karena itu artinya nilai tukar yang fair
05:55Menurut masyarakat retail itu segitu
05:58Artinya di level itu pun masih lagu
06:01Jadi potensi US dollar semakin menguat
06:06Ada
06:06Nah, pelemahan ini
06:08Merupakan efek dari beberapa hal yang sifatnya menurut saya
06:12Domestik ya, lebih dominan
06:14Yang pertama masih terkait dengan fiskal
06:17Dimana defisi potensi melebar
06:19Kita harus menerbitkan surat utang dalam jumlah besar
06:23Padahal kita juga harus melakukan refinancing
06:25Rp880 triliun
06:27Dan pada saat yang bersamaan
06:30Banyak negara juga membutuhkan utang
06:33Jadi surat utang
06:34Pasar surat utang dunia
06:36Ini akan sangat didominasi oleh surat utang negara
06:39Jadi tidak mudah menerbitkan surat utang dan terserah pasar
06:43Itu tantangan
06:43Kemudian yang tidak kalah penting adalah
06:45Aspek monetik
06:47Balance of payment kita itu mengalami permasalahan struktural
06:51Dan trendnya itu akan mengarah kepada defisit
06:54Nah, yang tidak kalah penting
06:56Mas Yan
06:57Akhir-akhir ini kan MSCI
06:59Mengeluarkan statement
07:01Yang kemudian weight Indonesia itu diturunkan
07:04Yang potensi capital outflow-nya dari pasar modal itu bisa 3,4 miliar dolar
07:10Nah, ini yang menjadi bagian dari kalkulasi para pemain falas
07:14Termasuk investor dari luar
07:18Nah, kemudian yang tidak kalah penting ya
07:21Sebenarnya investor dunia usaha itu menunggu respon dari pemerintah
07:26Yang tidak kosmetik
07:27Yang fundamental
07:29Tetapi respon itu ditunggu hingga sekarang belum muncul
07:33Yang keluar masih respon-respon yang menurut saya sifatnya sangat kosmetik
07:39Kita bahas nanti beda satu persatu ya terkait dengan penyebabnya
07:42Namun sebelum kita terkait penyebab
07:45Kita juga perlu mengetahui apa risikonya
07:49Karena memang kalau kita membaca begitu di media sosial
07:52Terkait dengan peleman rupiah ini
07:53Seolah-olah masyarakat terbagi menjadi dua pendapat
07:56Ada yang worry begitu khawatir dengan peleman rupiah
07:59Ada yang bilang santai saja
08:00Karena memang kelihatannya memang belum berdampak langsung
08:05Kalau kita lihat Pak Wijah
08:07Risiko real apa yang akan dihadapi oleh masyarakat di depan mata
08:11Jika pelemahan ini terus menerus tidak terbendu
08:14Ada banyak hal yang akan dihadapi oleh masyarakat
08:18Tapi yang paling konkret
08:19Yang pertama adalah harga BBM naik
08:22Sebagian masyarakat belum terdampak
08:24Karena mereka mengkonsumsi BBM subsidi
08:26Nah bagi yang mengkonsumsi BBM tidak bersubsidi
08:29Termasuk para nelayan
08:30Mereka harus berlayar dengan solar
08:33Seharga Rp30.000 per liter
08:35Tentunya ini mereka akan kesulitan
08:37Karena kosnya terlalu tinggi
08:39Untuk revenue yang sangat terbatas
08:41Nah bagaimana dengan BBM subsidi
08:43LPG subsidi
08:44Saya rasa daya tahan APBN kita
08:47Itu terbatas
08:48Sehingga ada masa di mana subsidi itu juga akan direlaksasi
08:51Minimal kalau kita berbicara BBM
08:54Pertamax kemungkinan besar akan dinaikkan
08:56Dan konsumen pertamax ini kan cukup banyak
08:58Masyarakat kelas menengah
09:00Jadi dalam waktu beberapa bulan ke depan
09:03Dampak kenaikan BBM itu akan semakin terasa
09:06Dan yang juga kasat mata
09:08Mas Ian
09:09Ini fluktuasi nilai tukar rupiah
09:11Ini kan membuat dunia usaha
09:13Investor itu menahan
09:14Untuk melakukan investasi
09:16Untuk ekspansi
09:17Sehingga kalau kita dengar
09:19Belum lama ini APINDO mengatakan
09:2170% pengusaha tidak akan melakukan recruitment tahun ini
09:24Itu adalah dampak dari situasi nilai tukar ini
09:27Nah
09:27Termasuk potensi PHK ya Pak?
09:29Potensi PHK
09:31Kemudian tidak ada recruitment baru
09:33Daya beli masyarakat turun
09:35Ini hal-hal yang harus kita antisipasi
09:37Yang akan terjadi
09:38Dalam waktu beberapa bulan ke depan
09:40Oke
09:42Ada juga soal indikator apa saja sih
09:45Sebetulnya yang membuat ini terus terjadi
09:47Ada salah satu indikator kunci
09:50Adalah soal neraca pembayaran ini Pak Wijah
09:52Meskipun secara data surplus
09:53Namun kualitas dolar yang masuk
09:55Tidak jadi bahan pertimbangan
09:56Karena ada dolar yang masuk
09:58Dari aktivitas ekonomi nyata
10:00Seperti ekspor dan juga pariwisata
10:02Jasa dan lain-lain
10:02Namun ada juga dolar yang
10:04Hanya dalam tanda kutip
10:05Ini hanya singgah saja
10:06Begitu seperti SVBI dan juga SBN Falas
10:09Analisis Anda seperti apa Pak Wijah?
10:12Ya betul
10:12Kalau kita melihat balance of payment
10:15Memang potensi defisit terjadi
10:18Dan tidak akan terlalu menganga
10:20Bulan-bulan ini
10:21Kenapa?
10:22Karena ada begitu banyak
10:24Dana asing Falas masuk ke Indonesia
10:28Tetapi dana masuk itu
10:30Sifatnya numpang saja
10:32Tidak mempengaruhi nilai tukar rupiah
10:34Karena masuknya dalam surat-surat utang negara
10:37Dalam apa
10:38Sertifikat Falas Bank Indonesia
10:40Dalam mata uang asing
10:42Jadi Falas masuk ke Indonesia
10:45Tidak ditukar dalam rupiah
10:47Kemudian suatu saat
10:48Kalau sudah major
10:48Keluar lagi
10:49Jadi dalam konteks penguatan nilai tukar rupiah
10:53Itu tidak terdampak
10:54Walaupun ini memperbesar
10:57Cadangan devisa
10:58Jadi cadangan devisa meningkat
11:00Relatif secure
11:01Membuat investor lebih confidence
11:04Tetapi dampak nilai tukar tidak ada
11:07Berbeda ketika asing masuk ke SBN
11:10Atau asing masuk ke SRBI
11:11Atau masuk ke saham
11:13Mereka kan harus melepas
11:15Falas membeli rupiah untuk bertransaksi
11:17Ini yang memperkuat nilai tukar
11:19Oke
11:21Ada beberapa strategi
11:23Pak Wijaya yang memang dilakukan oleh pemerintah
11:25Dan juga Bank Indonesia
11:27Kita sebut saja
11:27Ada BSF
11:29Atau Bond Stabilization Fund
11:31Dan juga ada tujuh strategi
11:33Yang disampaikan oleh Bank Indonesia
11:36Terkait juga dengan penguatan rupiah
11:38Sebetulnya ini
11:38Seberapa efektif
11:40BSF
11:41Yang akan diaktifkan oleh Menteri Keuangan
11:43Ini terhadap stabilitas
11:45Dan seberapa efektif juga
11:47Tujuh strategi B terhadap penguatan rupiah
11:49Secara fiskal
11:51Apalagi yang perlu dibenahi
11:52Kita bahas usai
11:53Sajidah Pak Wijaya
11:54Tetap bersama kami di Kompas Bisnis
12:06Sedangkan nilai jual rupiah
12:07Di perbankan tembus 17.600
12:09Per dolar Amerika Serikat
12:11Kita kembali berbincang dengan
12:12Ekonom Universitas Paramadina
12:14Wijayanto Samirin
12:15Pak Wijaya masih bersama kami
12:18Pak Wijaya tadi kita
12:20Membahas bagaimana
12:22Nantinya strategi
12:23Bank Indonesia
12:23Dan juga Kementerian Keuangan
12:25Ini akan efektif
12:26Terhadap penguatan
12:27Dan juga stabilitas rupiah
12:28Namun sebelum itu
12:29Kalau kita melihat
12:30Raca transaksi berjalan
12:32Pak Wijaya
12:33Selama 10 tahun terakhir
12:34Selalu defisit
12:35Kecuali tahun 2021
12:36Dan 2022
12:38Artinya dolar
12:39Yang kita hasilkan
12:40Dari ekspor
12:41Jasa
12:41Pariwisata
12:42Dan juga lain-lain
12:43Yang datang ke Indonesia
12:44Dan juga aktivitas ekonomi nyata
12:46Apakah ini belum cukup
12:48Apa yang perlu digunjot lagi
12:50Pak Wijaya?
12:52Ya kalau kita berbicara
12:53Current Account
12:54Itu kita memang
12:55Punya
12:56Permasalahan struktural
12:57Yang saya maksud
12:58Permasalahan struktural itu begini
13:00Kita semakin tergantung
13:01Kepada ekspor komoditi
13:02Sehingga penerimaan ekspor kita
13:05Volume ekspor kita
13:06Itu naik turun
13:08Tergantung
13:09Harga komoditi
13:10Tergantung
13:11Situasi ekonomi global
13:12Jadi penerimaan
13:14Dari ekspor
13:14Naik turun
13:15Tetapi kalau kita lihat
13:16Komposisi import kita
13:18Komposisi import kita itu
13:19Produk-produk
13:20Consumer
13:21Yang kita tidak mempunyai
13:23Alternatif produk
13:23Dalam negeri
13:24Sehingga tergantung
13:25Kepada produk import
13:26Dan trendnya
13:27Meningkat
13:27Ada masa
13:29Dimana
13:29Surplus itu akan
13:31Makin kecil
13:32Padahal
13:32Pada saat yang bersamaan
13:34Kalau kita berbicara
13:35Karena account
13:36Ada yang namanya
13:37Primary income
13:39Jadi spending-spending
13:41Yang kita keluarkan
13:41Untuk membayar
13:42Dividend
13:43Untuk membayar
13:44Bunga
13:45Yang ini nilainya
13:46Dari tahun ke tahun
13:47Pelajin
13:47Di perbankan
13:49Kita lanjutkan
13:49Perbincangan dengan
13:50Pak Wijah
13:52Wijah Yanto Samirin
13:53Pak Wijah
13:53Masih bersama kami
13:54Tadi sempat terpotong
13:55Terkait dengan
13:56Stabilisasi rupiah
13:57Pak Wijah
13:58Pertanyaan selanjutnya
13:59Terkait dengan
14:00Strategi
14:01Dari pemerintah
14:02Kita ketahui bahwa
14:04Untuk menstabilkan rupiah
14:05Menteri Keuangan
14:06Sebelumnya menyebutkan
14:07Akan mengaktifkan
14:09Bond Stabilisasi Fund
14:11Apakah menurut Anda
14:12Ini akan efektif?
14:15Ini yang saya sebut dengan
14:17Solusi kosmetik ya
14:19Karena ini tidak akan
14:21Menjawab
14:21Pertanyaan
14:23Menjawab
14:23Masalah yang sesungguhnya
14:25Kalau kita berbicara
14:26Bond Stabilisasi Fund
14:28Pertama adalah
14:29Dananya dari mana?
14:30Pemerintah tidak mempunyai dana
14:31Jangan-jangan
14:32Untuk mengumpulkan
14:34Dana Bond Stabilisasi Fund
14:35Kita menggunakan
14:37Dana hasil penerbitan SBN
14:39Yang kemudian digunakan
14:41Untuk menstabilisasikan
14:43Nilai jualan SBN
14:45Penerbitan SBN itu sendiri
14:46Sudah menekan
14:47Harga pasar SBN
14:50Jadi menurut saya
14:51Ini bukan sesuatu hal
14:53Yang akan
14:54Memberikan solusi yang konkret
14:56Jadi ini sifatnya kosmetik
14:58Jadi ini sifatnya kosmetik
14:58Belum lagi mas Jan
14:59Kita
15:00Berusaha bermain
15:02Untuk menjaga
15:03Harga pasar
15:05Obligasi
15:05Itu tidak mudah
15:06Salah-salah
15:07Ini akan dimanfaatkan
15:09Oleh investor
15:10Pemegang SBN
15:12Untuk melakukan exit
15:13Add profit
15:14Oke
15:14Begitu
15:15Jadi justru hati-hati
15:16Ketika ini coba
15:18Diterapkan
15:19Bukannya
15:20Menarik investor
15:21Untuk masuk
15:22Tetapi ini menjadi pintu
15:23Bagi investor
15:24Untuk keluar
15:25Jadi menurut saya
15:26Harus hati-hati
15:27Karena
15:28Core dari
15:29Permasalahan
15:30Kan sebenarnya
15:31Masalah fiskal
15:32Masalah
15:32POP
15:33Masalah
15:34Kepastian
15:35Kebijakan pemerintah
15:37Dan lain sebagainya
15:38Jadi harus
15:40Mengarah ke sana
15:40Kalau ingin mendapatkan
15:42Menghasilkan
15:43Solusi yang fundamental
15:44Berarti masih banyak
15:46Resiko
15:47Begitu ketika
15:48Memang terkait
15:49BSF ini diaktifkan
15:50Tadi Pak Widja
15:51Berbicara soal
15:52Sisi fiskal
15:52Apalagi sih sebetulnya
15:54Pak yang
15:54Masih perlu dibenahi
15:55Utamanya jika
15:57Melihat defisit
15:58HPBN pada
15:58Kuartal pertama ini
15:59Mencapai
16:00240 triliun
16:01Dan ada juga
16:02Keseimbangan primer
16:03Yang juga defisit
16:0595 triliun
16:06Pak
16:06Iya
16:08Yang saya akan
16:08Sampaikan adalah
16:09Hal yang sudah sering
16:11Disampaikan oleh
16:11Para ekonom sebelumnya
16:13Yang pertama adalah
16:14Menudah
16:15Dan melakukan
16:15Rasionalisasi
16:16Spending-spending
16:17Yang sebenarnya
16:18Tidak urgent
16:19Besar
16:20Tetapi bisa ditunda
16:21Apakah itu
16:22MBG
16:23KDMP
16:23Kemudian yang kedua
16:25Kita itu akan
16:26Menghadapi
16:26Permasalahan besar
16:27Terkait dengan
16:28Subsidi BBM
16:29Walaupun
16:30Tadi si Jinping
16:31Bertemu Trump
16:32Saya tidak yakin
16:33Harga minyaknya itu
16:33Akan
16:34Serta
16:34Merta
16:35Turun
16:35Ini harga minyaknya
16:36Di atas
16:37Akan cukup panjang
16:38Dan
16:38Dana pemerintah
16:39Dan
16:40Pertama
16:41Tidak memadai
16:42Untuk memberikan
16:43Subsidi
16:43Di level
16:44Seperti sekarang ini
16:45Jadi ada
16:46Baiknya
16:47Pemerintah sudah
16:47Mulai melakukan
16:48Reformasi
16:49Upaya reformasi
16:50Subsidi
16:51Mengubah
16:52Dari subsidi
16:53Universal
16:54Subsidi
16:54Barang
16:55Ke subsidi
16:56Targeted
16:56Subsidi
16:57Orang
16:58Pernah saya bahas
16:59Di KompasTV
16:59Seluruh subsidi
17:01Itu dikonsolidasi
17:02Kemudian diberikan
17:04Dalam bentuk
17:04Uang
17:05Cash
17:06Atau dalam bentuk
17:07Poin
17:07Kepada masyarakat
17:08Yang membutuhkan
17:09Dan masyarakat
17:10Bisa membelanjakan
17:11Hanya untuk
17:12Produk-produk
17:12Yang disubsidi
17:13Tersebut
17:14Dengan teknologi
17:15Yang kita miliki
17:16Saat ini
17:16Sangat memungkinkan
17:17Karena ada
17:18Begitu banyak
17:18Subsidi
17:19Mas
17:20Apakah
17:21Upupu
17:21Minyak goreng
17:23Kemudian
17:24BBM
17:24LPG
17:25Listrik
17:26Kemudian
17:27Program-program
17:29Kesehatan
17:30Ini perlu dikonsolidasi
17:31Dalam satu
17:31Sistem
17:32Jadi
17:32Seseorang
17:33Bisa jadi
17:34Menerima
17:34Seluruh subsidi
17:35Itu
17:35Atau menerima
17:36Satu
17:37Atau dua
17:37Dan setiap bulan
17:39Mereka menerima
17:39Transfer
17:40Transfer dalam bentuk
17:41Poin
17:41Ataupun
17:41Transfer dalam
17:42Bentuk
17:42Cash
17:43Dan ini
17:44Dimanfaatkan
17:44Hanya
17:45Untuk
17:46Produk-produk
17:46Yang disubsidi
17:47Kalau kita tetap
17:48Mempertahankan
17:49Hal seperti
17:50Saat ini
17:50Maka pemerintah
17:51Mengeluarkan
17:52Banyak
17:52Biaya
17:53Dengan
17:54Ketepat
17:55Sasarannya
17:56Yang rendah
17:56Perkiraan saya
17:5730%
17:5840%
17:58Subsidi
17:59BBM itu
17:59Tidak
18:00Tepat
18:00Sasaran
18:00Jadi
18:01Ini
18:01Sayang
18:02Sekali
18:02Pada saat
18:02Pemerintah
18:03Tidak
18:03Mempunyai
18:04Keleluasan
18:05Fiskal
18:06Oke
18:06Berarti
18:07Yang jadi
18:08Concern juga
18:09Yang perlu
18:09Dilakukan oleh
18:10Pemerintah
18:10Ada terkait
18:10Dengan
18:11Reformasi
18:11Subsidi
18:11Kita melihat
18:12Tadi
18:13Ada
18:13Subsidi
18:14BBM
18:15Yang
18:15Perlu
18:16Juga
18:16Dikaji
18:16Ulang
18:17Karena
18:17Memang
18:17Banyak
18:19Yang
18:19Menyebutkan
18:20Juga
18:21Pak
18:21Wijab
18:21Bahwa ini
18:22Tidak
18:23Tepat
18:23Sasaran
18:24Banyak
18:24Yang
18:24Ekonominya
18:25Tengah
18:26Di atas
18:27Tapi tetap
18:27Menikmati
18:28Subsidi
18:29Dari
18:29Pemerintah
18:30Terima
18:30Kasih
18:30Ekonomi
18:31Universitas
18:31Permadina
18:32Wijayanto
18:32Samirin
18:33Atas
18:33Waktunya
18:33Bersama
18:33Kami
18:34Di Kompas
18:34Bisnis
Komentar

Dianjurkan