Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
Peringati Hari Bumi 2026, Pemprov Jateng Dorong Transisi Energi dan Pengolahan Sampah Jadi Energi

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:04Jadi tujuan utama dari kami bersama ISSR itu adalah mengedukasi masyarakat dan juga memberikan ilmu-ilmu pengetahuan terbaru di dalam
00:18pengembangan energi baru terbarukan.
00:21Jadi kita harus melakukan transisi energi dari ketergantungan kita terhadap energi fosil menjadi energi baru yang terbarukan yang ada di
00:31sekeliling kita.
00:32Baik itu energi matahari, energi bayu, kemudian biogas, sampah, limbah ternak dan sebagainya.
00:41Jadi energi-energi yang ada di sekeliling kita yang kita bisa produksi untuk menjadi energi pengganti dari energi fosil.
00:50Gasnya itu bisa dari biogas, limbah tahu, bisa dari sampah rumah tangga yang diolah.
00:56Kemudian BBMnya, sampah plastik diperolesis, jelantah diolah lagi nanti jadi solar, jadi bioaptor.
01:04Banyak sebetulnya di lingkungan kita itu yang sampah-sampah yang selama ini seolah-olah tidak bermanfaat ternyata itu sebetulnya pengganti
01:13energi fosil yang kita gunakan selama ini.
01:16Karena kita terlalu enak, terlalu mudah diberi subsidi, kita tidak berpikir bagaimana kita menjaga kelanjutan pemenuhan kebutuhan energi ini selain
01:27dari fosil.
01:27Jadi tujuannya adalah bagaimana kita bersama-sama mulai dari sekarang ke depan melihat potensi energi di sekitar kita.
01:36Terima kasih kepada ya kepala desa, kepada kepala daerah yang mendorong sudah ada 2.331 desa mandiri energi.
01:51Nah ini yang perlu kita dampingi, kita kawal, guna untuk menyadarkan masyarakat terhadap wear, terhadap sampah.
02:01Jadi Presiden sudah menginstruksikan bahwa sampah ini harus diselesaikan sebelum maksimal tahun 2029.
02:09Nah kemarin di pemerintah dari Menko sudah berkoordinasi dengan kementerian, lalu dengan Danantara mengerjakan ada 34 titik.
02:25Salah satunya ada di Jawa Tengah.
02:27Nah kita ingin ada penambahan ini.
02:29Setelah kami dalami ternyata memang belum bisa karena sampah di kabupaten itu rata-rata masih di bawah 500, belum sampai
02:41ke nominal 1000.
02:43Sehingga ini belum bisa diintervensi.
02:46Nah kami tugasnya untuk mengkoordinir kabupaten-kota untuk kita tingkatkan jadi 1000.
02:56Nah caranya bagaimana? Ya aglomerasi ini sampah.
03:01Jadi aglomerasi ini khusus untuk sampah saya rasa nggak bisa aglomerasi yang sudah kita terapkan karena jaraknya.
03:09Nah ini harus kita petakan lagi mana-mana yang bisa kita create yang kemarin sudah hampir selesai yaitu di Parti
03:16Raya.
03:17Tapi Parti Raya ini juga nggak semuanya Parti Raya.
03:20Kalau kita bicara Parti Raya kan ada gerobokan termasuk demak termasuk.
03:24Nah ini yang sudah create yaitu Rembang, Belora, Parti.
03:29Nah ini kita rangkul, jebara, dan putus untuk bersama-sama.
03:32Sehingga nanti bisa diintervensi dengan danantara dari pusat untuk dirubah.
03:38Nah selain itu juga perlu kita memang menyadarkan masyarakat.
03:43Artinya apa? Di kabupaten menciptakan 200 ton sampai 500 ton itu berarti masih ada kawasan-kawasan sampah yang belum dikelola
03:55dengan baik.
03:56Karena kesadaran masyarakatnya, kepala desanya.
04:01Sehingga ini memang kita masifkan supaya mereka apa?
04:03Nah kabupaten juga harus kita dorong kenapa transportasinya ini juga harus benar-benar bisa mengambil sampah-sampah yang ada di
04:16tingkat-tingkat kecamatan.
Komentar

Dianjurkan