Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Pemutaran film "Pesta Babi" di sejumlah daerah menuai polemik. Di Mataram, Nusa Tenggara Barat, dan Ternate, kegiatan nonton bareng film tersebut dibubarkan karena dinilai dapat mengganggu kondusivitas.

Pembubaran dilakukan menyusul adanya kekhawatiran dari sejumlah pihak terkait potensi dampak sosial dari pemutaran film tersebut di ruang publik.

Kegiatan akhirnya dihentikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

#pestababi #mataram #ternate

Baca Juga Mahasiswa & Warga Desak Pergub Jaminan Kesehatan Aceh Dicabut | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/668258/mahasiswa-warga-desak-pergub-jaminan-kesehatan-aceh-dicabut-sapa-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668260/polemik-pemutaran-film-pesta-babi-nobar-di-mataram-ternate-dibubarkan-sapa-malam
Transkrip
00:00Pesta Babi di sejumlah tempat menuai polemik.
00:02Di Mataram Nusotegara Barat dan Ternate kegiatan nonton bareng film Pesta Babi dibubarkan
00:06karena dianggap mengganggu kondusivitas.
00:12Sejumlah mahasiswa hadir menyaksikan pemutaran film dokumenter Pesta Babi
00:17di Gedung Serbanguna Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat.
00:23Malu film ini, tiap fakultas ingin mengajak mahasiswa untuk melihat
00:27contoh kasus terkait hukum konstitusi, hukum lingkungan hidup, dan perlindungan masyarakat adat.
00:34Film ini kan bercerita tentang masyarakat hukum adat,
00:39hak terhadap lingkungan hidup, dan ekonomi ya,
00:43yang itu dipelajari di konstitusi dan hukum yang lain.
00:49Di beberapa daerah, kan film ini sempat diubarkan paksa.
00:54Tanggapanan bang, soal itu gimana?
00:55Ya aneh, berarti belum nonton filmnya, tapi sudah terpancing dengan berbagai isu.
01:01Jika di Padang, kegiatan nonton bareng film Pesta Babi berjalan lancar,
01:05di daerah lain, kegiatan seperti ini justru dibubarkan.
01:12Di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat,
01:16kegiatan nonton dibubarkan sebelum film diputar.
01:18Pia Rektorat menyatakan, melarang kegiatan nonton bareng film Pesta Babi
01:23dengan alasan menjaga kondusivitas.
01:27Pia Kampus juga menyebut, film tersebut tidak pantas ditonton di lingkungan kampus.
01:32Saya beri kita untuk menjaga kondusivitas, sebaiknya film ini jadi tonton.
01:38Saya tidak mengutarakan alasannya, mestinya kalian tahu sendiri.
01:42Saya unram, menolak.
01:45Iya atau tidak?
01:46Jawabannya iya tidak.
01:47Iya atau tidak?
01:48Intinya...
01:49Iya atau tidak?
01:50Iya atau tidak?
01:51Bentar, bentar, bentar, bentar.
01:52Unram adalah...
01:53Iya atau tidak?
01:54Memang menolak, karena lebih kondusivitas.
01:57Oke, kondusivitas kawan-kawan.
02:02Jadi, kita sudah dengar statement dari Pak Biru dan juga Pak WS
02:06terkait dengan statementnya bahwa
02:08unram menolak terkait dengan penayangan film Pesta Babi
02:11tanpa alasan yang mendasar dan tanpa landasan hukum yang jelas, kawan-kawan.
02:19Di Ternate, Maluku Utara, kegiatan serupa juga dibubarkan.
02:24Menurut Danding 1501 Ternate,
02:27film Pesta Babi banyak mendapat penolakan
02:29karena bersifat provokatif.
02:32Dan keberadaan kegiatan ini,
02:36itu kami melihat di media sosial,
02:41banyaknya penolakan akan kegiatan pemutaran film ini
02:46karena banyak yang menilai ini bersifat provokatif.
02:51Aliansi jurnalis independen Ternate mengecam
02:54tindakan pelarangan tersebut.
02:55Aci Ternate menyebut
02:57apa yang dilakukan sebagai bentuk intimidasi
03:00terhadap ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi.
03:04Ini bukan sekedar pembubaran nobar film,
03:08tetapi bentuk nyata intimidasi terhadap ruang demokrasi
03:14dan kebebasan berekspresi warga,
03:17aparat, tidak seharusnya menjadi pihak yang menentukan
03:21karya apa saja yang boleh atau tidak boleh ditonton oleh masyarakat kita saat ini.
03:26Nah, kita tahu bahwa masyarakat kita saat ini sudah sangat milik informasi.
03:31Mereka juga bisa membedakan mana informasi yang host dan fakta.
03:38Pesta Babi merupakan film dokumenter
03:41yang mengangkat isu soal proyek pembangunan di wilayah Papua,
03:45konflik lahan, kondisi masyarakat adat,
03:47dan dugaan keterlipatan aparat keamanan dalam persoalan tersebut.
Komentar

Dianjurkan