Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Akademisi Rocky Gerung mengungkapkan alasannya menghadiri persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) bukan untuk memberikan dukungan kepada terdakwa Nadiem Anwar Makarim.

Rocky mengatakan hanya ingin memperhatikan pelaksanaan sidang dari perspektif penalaran hukum.

"Bukan mendukung. Saya mau memperhatikan jalannya sidang dari perspektif penalaran hukum," ujar Rocky di sela-sela skors persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).

Video editor: Joshua

#rockygerung #nadiemmakarim #sidangnadiem

Baca Juga Di Persidangan, Nadiem Makarim Ungkap Bakal Jalani Operasi pada Rabu di https://www.kompas.tv/nasional/668204/di-persidangan-nadiem-makarim-ungkap-bakal-jalani-operasi-pada-rabu



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/668218/rocky-gerung-hadiri-sidang-nadiem-kasus-chromebook-ini-alasannya
Transkrip
00:00Bukan mendukung, saya mau memperhatikan jalannya sidang dari perspektif penalaran hukum.
00:06Bukan mendukung, saya mau memperhatikan jalannya sidang dari perspektif penalaran hukum.
00:13Saya mengajar legal reasoning, karena itu saya ingin tahu apakah sidang ini dituntun oleh nalar hukum yang bersih
00:21atau di dalamnya ada defect, ada karat politik, ada karat pesanan, segala macam.
00:26Hanya itu yang saya ingin uji sebetulnya.
00:30Dari yang mau faksikan tadi, sepanjang sidangan seperti apa penilaian?
00:33Saya kira jak sepintar, tetapi dia kelelahan untuk menghubungkan fakta untuk jadi bukti itu.
00:40Bukti untuk jadi tuduhan, disitu dia gagal saya kira.
00:43Saya lihat bahwa misalnya, bagaimana misalnya menghubungkan antara satu kecemasan bahwa saudara Nadiem kok membawa masuk tim khusus.
00:56Bukankah itu fungsi dari kementerian?
01:00Sebetulnya seorang menteri, kalau dilihat kementeriannya bodoh, ya dia bawa yang pinter, kan mudah aja.
01:05Nah itu bukan kriminal tuh.
01:07Jadi jaksa, saya sebut istilah tadi, kelelahan untuk mengubah chattingan di WhatsApp menjadi what's wrong.
01:16Nah itu dia gagal-gagal.
01:18Whatsapp ya, Whatsapp.
01:19What's wrong itu adalah pembuktian nalar.
01:20Nah nalarnya mungkin belum nyampe itu.
01:23Kalau saya komentar lebih lanjut, nanti saya intervensi sidang.
01:28Oke, salam akal sehat.
01:29Selamat menikmati.
02:17Selamat menikmati.
02:20Selamat menikmati.
02:45Saya mau memperhatikan jalannya sidang dari perspektif penalaran hukum.
02:53Saya mengajar legal reasoning, karena itu saya ingin tahu apakah sidang ini dituntun oleh nalar hukum yang bersih atau di
03:02dalamnya ada defect.
03:04Ada karat politik, ada karat pesanan, segala macam.
03:07Hanya itu yang saya ingin uji sebetulnya.
03:10Saya kira jaksa pintar, tapi dia kelelahan untuk menghubungkan fakta untuk jadi bukti itu.
03:20Bukti untuk jadi tuduhan.
03:22Di situ dia gagal, saya kira.
03:40Di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan