Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Insiden baku serang antara unit militer Amerika Serikat dan Iran terjadi kedua kalinya, di tengah kemungkinan perundingan putaran kedua.

Tiga kapal perusak Amerika yang mencoba melintasi Selat Hormuz, diserang angkatan laut Iran menggunakan misil antikapal, drone, dan kapal boat.

AS mengklaim, ketiga destroyer berhasil melintas, tanpa kerusakan, bahkan berhasil menyerang balik penyerang. Sebaliknya, Iran mengklaim, berhasil mengusir armada laut Amerika Serikat yang hendak menyita tanker.

Atase Pertahanan RI untuk Iran 2009-2012, Mayjen (Purn) Budi Pramono mengatakan bahwa situasi saat ini sudah terjadi perang terbuka.

"Sebetulnya sudah perang terbuka. Ini sudah military coercive diplomacy, tapi kalau dikatakan ini regional walfare belum," ujar Budi.

Baca Juga Pengamat Nilai AS Serang Iran Diboncengi Kepentingan Israel soal Program Nuklir | BOLA LIAR di https://www.kompas.tv/internasional/667789/pengamat-nilai-as-serang-iran-diboncengi-kepentingan-israel-soal-program-nuklir-bola-liar

#iran #amerika #trump

Produser: Ikbal Maulana


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/667790/saling-serang-di-hormuz-perang-as-iran-belum-berakhir-terganjal-isu-nuklir-bola-liar
Transkrip
00:03Insiden antara Angkatan Laut Amerika Serikat dan Iran di tengah gencatan senjata dikabarkan terjadi kembali untuk kedua kalinya.
00:13Presiden Donald Trump mengklaim tiga kapal perusahaan Amerika Serikat sukses melintasi selat Hormuz meski mendapat serangan dari kapal Iran.
00:21Serangan misil berhasil diatasi, sementara kapal boat Iran berhasil dihancurkan.
00:49Dalam rilisnya, Senko menyebut tiga destroyer yakni USS Truxton, USS Rafael Peralta, dan USS Mason diserang dengan sejumlah misil
00:59drone dan kapal boat berukuran kecil saat transit di area yang diklaim laut internasional.
01:06AS mengklaim tak ada kerusakan akibat serangan Iran.
01:09Selain mengeliminasi serangan, AS juga menghancurkan fasilitas militer Iran yang membantu serangan ke ketiga destroyer.
01:19Media penyiaran Iran mengklaim Angkatan Laut Iran menyerang tiga kapal perusahaan Amerika
01:24menggunakan misil antikapal, rudal jelajah, dan drone.
01:28Diklaim kapal-kapal Angkatan Laut Amerika mengalami kerusakan dan dipaksa melarikan diri.
01:34Serangan dilakukan merespons tindakan unit militer AS yang hendak menyita sebuah kapal tanker Iran.
01:41Insiden melibatkan unit militer AS dan Iran ini merupakan insiden terbuka kedua sejak Presiden Trump
01:48melancarkan Project Freedom untuk membebaskan kapal tanker dan kargo yang terjebak di Selat Hormuz.
01:54Trump sempat menghentikan sementara operasi ini setelah sebelumnya,
01:58Trump sempat menangguhkan Project Freedom dengan klaim memberi kesempatan Iran menyelesaikan negosiasi final.
02:04Sementara negosiasi dan diplomasi di balik layar antar kedua belah pihak dengan perantara Pakistan
02:11makin intens jelang pertemuan tingkat tinggi Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Beijing pekan depan.
02:18Menlu Iran Abbas Arakci memberi sinyal program nuklir Iran jadi bahasan utama dalam negosiasi.
02:40Presiden Trump juga menyinggung program nuklir Iran.
02:43Trump mengklaim negosiasi dengan Iran sedang berjalan.
02:46Kata Trump, jika kesepakatan tercapai, Iran tak akan bisa memiliki senjata nuklir.
03:01Pengamat hubungan internasional berpandangan,
03:04meski ada sinyal penghentian permusuhan dan negosiasi antara AS-Iran, situasinya sangat rapuh.
03:12Setidaknya Amerika ingin menghentikan perang ini secara sementara.
03:17Dan itu bersambut, bersambut oleh Iran juga.
03:19Nah, tapi situasi ini sangat rapuh menurut saya.
03:26Sejumlah media Amerika Serikat menyebut,
03:29kemungkinan kesepakatan untuk melanjutkan perundingan antara AS dan Iran bakal tercapai dalam waktu dekat.
03:35Namun, pernyataan Ketua Parlemen Iran di media sosialnya justru membantah pemberitaan salah satu media AS.
03:42Di sisi lain, diplomasi ulang-alik menul Iran termasuk yang mutakhir ke Beijing memberi sinyal negosiasi damai tengah diupayakan,
03:51berdekatan dengan pertemuan tingkat tinggi AS dan Tiongkok di Beijing 14 hingga 15 Mei mendatang.
04:02Selamat malam, Saudara.
04:03Bola kita kembali menggelinding kehadapan Anda.
04:06Insiden baku serang antara unit militer AS dan Iran terjadi kedua kalinya,
04:10di tengah kemungkinan perundingan putaran kedua.
04:13Tiga kapal perusahaan Amerika yang mencoba melintas isla Hormuz diserang angkatan laut Iran
04:18menggunakan misil anti kapal, drone, dan kapal boat.
04:21Amerika Serikat mengklaim ketiga destroyer berhasil melintas tanpa kerusakan,
04:27bahkan berhasil menyerang balik penyerang.
04:29Sebaliknya, Iran mengklaim berhasil mengusir armada laut Amerika Serikat yang hendak menyita tanker.
04:36Ketegangan demi ketegangan di selan Hormuz membuat meja perundingan begitu rapuh,
04:41mudah tersandra oleh moncong senjata.
04:43Potensial pula buntu untuk menegosiasikan isu-isu utama.
04:48Mengapa isu program nuklir Iran dan blokade surat Hormuz
04:52berpotensi mengganjal perdamaian dan pengakhiran perang?
04:56Saudara, inilah bola liar bersama saya, masih tertarikan.
05:03Kita bahas topik kita malam ini dengan sejumlah narasumber yang sudah hadir.
05:06Sudio, saya menyapa meja pendagrawan Budi Pramono
05:09atas pertanian RI untuk Iran 2009-2012.
05:14Selamat malam, Pak Budi.
05:15Ple Priyadna, analis geopolitik dan politik luar negeri.
05:19Selamat malam, Pak Priyadna.
05:20Selamat malam.
05:22Riko Margun, alumnus Rajatman School of International Studies NTU.
05:26Selamat malam, Pak Riko.
05:26Selamat malam.
05:29Marsma Punawirawan Agung Sasongko Jati, pakar strategi PPU, alumnus USA World College.
05:34Selamat malam, Pak Gung.
05:36Angel Damayanti, guru besar kemenan internasional UKI.
05:38Selamat malam, Pak Angel.
05:40Selamat malam, Pak Ginting, pakar politik dan militer UNAS.
05:43Selamat malam, Pak Ginting.
05:44Selamat malam, Selamat malam.
05:45Di floor saya menyapa, senior saya Antonius Tomi, wartawan Harian Kompas.
05:49Selamat malam, Bang.
05:51Langsung kita lihat bagaimana Amerika Serikat dan Iran saling mengklaim menang, saling bilang mereka unggul.
05:59Dijelaskan oleh Pak Agung, silakan kira-kira.
06:01Mengapa, bagaimana mungkin?
06:03Pertanya ya, di hormus kemarin, karena keduanya bilang unggul.
06:08Terima kasih.
06:09Jadi, kondisi pada tanggal 6, tanggal 5, 6, 7, 8 sampai sekarang adalah, ada dua kapal induk, yaitu US Abram
06:16Lincoln dan George W. Bush.
06:18Kemudian, kapal marinir Bataan, Tripoli, dan di sini ada US Boxer menjaga di Lot Merah.
06:26Nah, tetap di sini ada rudal-rudal Iran, tetap menjaga rudal jelajah antar pantainya yang 300-200 nautical mile, dan
06:35juga di sini, di Hoti, di Yemen, ya, di sana.
06:38Kemudian, ditambah rudal lainnya, rudal balistik dan hypersonicnya tetap mengancam.
06:44Karena itu, kapal-kapalnya berada di luar radius 250 nautical mile, atau sekitar 370 kilometer dari pantai Bandarabas.
06:55Nah, yang terjadi adalah, pada tanggal 6 itu, kan, Project Freedom, ya.
07:01Itu ada kapal yang mengharas masuk, yang kita lihat di TV, dikawal oleh kapal kecil cepat, kemudian disuruh pergi, kan.
07:08Ada semacam pengakuan saat itu bisa masuk, padahal tidak.
07:11Nah, di situ ada kapal lewat, jadi di sini ada kapal, dua kapal berhasil lewat, lewatnya pecah sepengetahuan Iran.
07:18Namun, pada saat lewat itu, kapal-kapal itu disambut sama kapal dari perusahaan Amerika, yang kemudian agak diganggu dengan kapal
07:29-kapal kecil.
07:29Itu tanggal 6.
07:30Tanggal 7, kembali lagi kapal itu masuk ke sini, kapal-kapal, tiga kapal, nggak salah.
07:35Nah, saat itu ada satu tanker namanya M.T. Husna dari Iran, yang nggak mau berhenti, kan.
07:45Kapalnya kosong sebelumnya, nggak tahu gimana, mungkin itu mancing, ya.
07:47Kosong, keluar, menuju luat Oman, ngapain.
07:50Kemudian ditembak oleh ini, apa namanya, F-18 Hornet dengan menggunakan PKSW.
07:58Oke, jadi menggunakan roket, ya. Sebenarnya roket, tapi diberi pengendali, diberi dengan inframerah pengendali.
08:04Jadi, daya ledaknya cuma 4 kilogram, anunya, warhead-nya atau hulu ledaknya, sehingga cukup untuk merusak radar atau merusak di
08:11belakang sini.
08:12Jadi, di belakang kapal di sini, dirusak, dikelihatan ya, dibidik, rusak, dia berhenti.
08:17Nah, pada saat itulah, maka dibalas oleh Iran dengan menembakkan rudal dan drone, tidak tahu persis seperti apa, menurut laporan
08:25sih ada ledakan di situ.
08:27Oke.
08:27Nah, tapi kapal itu langsung balik, segera, cuma bisa dideteksi, kapal-kapal itu ditangkap oleh radar, di-lock on oleh
08:37radar-radar yang berada di, apa, di sini, berada di Bandar Abas dan di Pulau Kesem, ya.
08:47Nah, kemudian, yang terjadi adalah pada siangnya, F-18 yang sama dari USS Abraham Lincoln terbang dengan menghantam sini.
09:00Tapi pada hari itu juga sudah ada pengumuman dari Saudi dan dari Kuwait, untuk tidak mengizinkan penggunaan pesawat-pesawat tankernya,
09:14digunakan tankernya.
09:15Kenapa? Karena kapal-kapal ini, kalau dia terbang pesawat ke sini, itu nggak cukup. Berarti harus ada tanker sini yang
09:21terbang memberi refueling di atas Laut Oman, tetapi tidak izinkan.
09:25Artinya apa? Saudi dan Kuwait tidak mendukung.
09:28Namun kan sudah telanjur diserang nih, tidak tahu serang itu berhasil atau tidak, mungkin berhasil ya, karena sehari sebelumnya ada
09:35tembakan peringatan, itu nggak, tidak ada balasan, karena nggak kena.
09:38Tapi kayaknya kena ya, sehingga akhirnya dilaksanakan serangan, mungkin dia dijelaskan sama beliau nanti di mana serangannya, itu terhadap apa.
09:45Karena dari sini dia memancarkan sinyal radar menggunakan continuous wave, yaitu menggunakan, siap untuk menembak.
09:53Padahal Irannya juga mungkin tidak menembak atau bagaimana, akhirnya dibalas dengan menghantam sasaran ini menggunakan pesawat F-8 Hornet, tapi
10:00sekarang menggunakan GSM, Joint Attack Stand-off Missile, yang bisa jaraknya tepat, 3 juri dari jarak jauh bisa ditembak.
10:09Ya itu lumayan juga, cuman katanya Iran lagi kembali itu, tidak kena kepada radar itu, tapi kena ke sasaran sipil.
10:14Banyak hal, tapi ada satu cerita yang menarik, bahwa Fujairah itu juga kena rudal yang ditembakkan dari Amerika.
10:23Entah rudal, entah drone, yang menjadi ribut-ribut kemarin, karena Iran ngaku itu bukan, itu kemungkinan dari sini.
10:30Karena sekarang juga kapal-kapal Amerika Serikat ini juga menggunakan drone juga.
10:35Jadi selain menggunakan rudal ini, dia menggunakan drone. Nah mungkin juga salah satu dronenya ke sini.
10:39Tapi kita tidak tahu persis, sampai nanti mungkin kemudahan hari kita akan tahu apa yang terjadi sesungguhnya.
10:44Oke baik, Bang Riko, jadi menurut Bang Riko, apakah ini merupakan proses coba-coba untuk threshold, jangan sampai terjadi perang
10:50misalnya, perang terbuka? Silahkan Bang.
10:52Oh, nantian.
10:58Kita berdua nih Pak.
11:00Jadi sebenarnya kan kalau kita bicara selat hormus ini, selat hormus ini kalau digambar ini kan agak kecil ya.
11:09Dia ini menjadi salah satu titik perebutan yang sangat luar biasa.
11:15Hampir 27 persen, 20 sampai 27 persen minyak dunia lewat sini, 30 persen pupuk lewat sini.
11:23Dan ini panjangnya, lebarnya selat hormus ini kurang lebih itu sekitar 39 kilometer.
11:30Itu kalau di selat Jawa itu bisa ada perlombaan renang itu 39 kilometer, jadi orang berenang aja bisa.
11:36Dan ini secara topografi ya, di sepanjang pantai di Iran ini, ini gunung-gunung.
11:43Jadi di pegunungan ini, mereka bisa taruh sistem persenjataan yang tersembunyi dan tidak mudah dihajar oleh musuh.
11:51Nah, selat hormus ini sekarang, kalau dulu ada konflik antara Iran dengan Amerika atau Iran dengan dunia internasional,
12:01itu penguasaan selat hormus itu hanya teori.
12:04Teori ya, jadi misalnya kita tutup selat hormus, itu teori.
12:06Sekarang sudah jadi praktek.
12:08Oke, jadi apakah ini merupakan upaya threshold?
12:11Kenapa kira-kira ada insiden ini? Dua kali soalnya.
12:15Jadi ini kan perebutan selat hormus ini menjadi perebutan kunci negosiasi.
12:24Karena kalau siapa yang bisa menguasai selat hormus sekarang ini,
12:29ini menjadi kunci utama menuju negosiasi nuklir.
12:37Karena terbukti, Amerika dengan seluruh kekuatannya, dengan seluruh blokadenya,
12:43itu ternyata tidak bisa menembus selat hormus sampai sekarang.
12:48Dan tidak bisa menguasai.
12:49Artinya tidak ada kapal yang bisa masuk dan tidak ada kapal yang bisa keluar dengan seluruh persenjataannya.
12:55Setidaknya ada dua insiden, ya kan?
12:57Tanggal 4 sampai tanggal 5, dan yang terakhir 7 sampai 8.
13:01Nah, dua insiden itu, kita bisa melihat membacanya dua hal.
13:08Satu, bisa jadi memang seperti yang dikatakan oleh Pete Hexed ya,
13:14Menteri Perang, begitu ya.
13:16Menteri Perang menyatakan bahwa Amerika di sini berhasil membangun semacam Iron Dome,
13:21tapi versi selat hormus.
13:24Nah, itu ditargetkan supaya kapal-kapal yang kurang lebih sekitar 1.500-an jumlahnya ada di sini,
13:32ini mau keluar karena dijamin keamanannya.
13:35Tapi kan ternyata itu tidak terjadi.
13:38Nah, kemungkinan besar yang terjadi juga pada tanggal 8 sampai 9 itu,
13:42itu bisa jadi ada uji coba berulang juga dari Amerika.
13:48Ya, tetapi kenyataannya kan tidak berhasil juga.
13:53Untungnya sekarang, untungnya menurut saya sekarang ya,
13:55dari semua eskalasi ini,
13:57dua-duanya sepertinya bersepakat bahwa ini masih dalam ceasefire.
14:03Oke, baik. Terima kasih Bang Rico, terima kasih.
14:05Pak Agung, silahkan kembali duduk.
14:08Saya ke Bu Anjal.
14:09Bu Anjal, apakah ini merupakan upaya threshold yang dilakukan,
14:12sehingga terjadi saling serang kemarin di Hormuz?
14:14Iya, bisa jadi seperti itu, Mbak.
14:18Tapi saya melihatnya gini,
14:20dua-duanya ini kan memang keras dengan proposalnya masing-masing, gitu ya.
14:25Dan mereka sama-sama mempertahankan muka mereka,
14:29dalam arti AS tidak mau kelihatan kalah, tidak mau malu,
14:32tapi Iran juga mau menunjukkan giginya bahwa
14:34saya punya peran penting nih di Selat Hormuz,
14:37dan tidak bisa seenaknya, katakanlah negara yang,
14:40katakanlah mengancam dia bolak-balik keluar masuk Selat Hormuz dengan seenaknya.
14:44Sehingga saya melihatnya memang ini cara kedua belah pihak,
14:47sebenarnya untuk menahan tidak menjadi perang yang lebih besar,
14:50tapi juga memastikan bahwa
14:53kedua belah pihak ini tidak melakukan
14:56manuver-manuver yang dianggap lebih jauh
14:59dari apa yang mereka lakukan sekarang ini.
15:01Saya melihatnya sih seperti itu, Mbak.
15:03Jadi yang kira-kira yang ingin menahan itu,
15:06siapa? Irannya atau Amerikanya?
15:08Menahan diri, dua-duanya sebenarnya menahan diri to some extent,
15:13tapi juga dua-duanya mau keinginan mereka tercapai
15:16dengan 14 proposalnya Iran, 10 atau 15 proposalnya Amerika.
15:21Tapi yang paling memang menjadi poin panasnya adalah
15:27tentang penguasaan Selat Hormuz dan uraniumnya Iran.
15:31Itu mungkin yang menjadi poin yang paling diperjuangkan oleh kedua belah pihak
15:35dengan tujuan yang berbeda satu sama lain.
15:37Saya melihatnya sih seperti itu, Mbak.
15:39Oke, baik. Saya ke Pak Budi.
15:40Pak Budi, ini kan ada dua klaim kemenangan
15:43di dua insiden berbeda.
15:44Nah, apakah ini merupakan
15:49bentuk dari perang terbuka
15:52atau sebenarnya tidak jadi perang terbuka?
15:56Gini, Mbak. Saya awali dulu dengan menceritakan
15:59that's what we call it, propaganda warfare
16:01dan sekaligus ini adalah psychological warfare.
16:03Dan ini juga including narrative warfare.
16:07Kenapa saya campurkan dengan demikian?
16:09Ini semua kan situation room yang kayak gini
16:11kan base dari news, ya kan?
16:15Akhirnya kan kita jadi punya teori lempar pesan
16:18let them think.
16:19Jadi akhirnya publik dibaharkan untuk berpikir
16:22ini yang mana yang benar.
16:23Karena memang naratif warfare ini adalah perang klaim.
16:27Apakah Iran menyerang? Apakah Amerika menyerang?
16:30Dan lain sebagainya.
16:31Jadi sekali lagi, Mbak. Untuk yang kayak gini, ini kan memang
16:33tidak ada hakim yang mengatakan black or white-nya.
16:37Kita hanya memberikan seperti ini situasinya.
16:39Sementara yang berperang juga mengklaim bahwa dia yang benar.
16:43Yang satunya paling benar.
16:44Makanya, Project Freedom ini not a kind of
16:47apa ya, suatu operasi untuk memperjuangkan kebebasan
16:51bukan hanya military warfare.
16:53Tapi ini melebih dari itu.
16:55Inilah psikologik warfare dan inilah
16:57naratif warfare yang bisa mengklaim
16:59kesana kemari siapa yang benar.
17:01Nah, terlepas dari itu semua
17:03yang saya tanyakan perang terbuka dan lain sebagainya.
17:06Sebetulnya sudah perang terbuka.
17:07Ini sudah military coercive diplomacy.
17:10Tapi untuk dikatakan bahwa ini adalah
17:12regional warfare, belum.
17:14Kenapa saya katakan itu jauh api dari panggang.
17:16Nah, satu simptom yang sangat pasti
17:20dan ini adalah reason dari kenapa Project Freedom ini
17:25jadi dibatalkan oleh Trump.
17:28Ya, karena Saudi Arabia yang tadinya bisa diandalkan
17:31ternyata tidak mengizinkan pangkalan lautnya
17:33kemudian pangkalan udaranya.
17:35Nah, inilah salah satu, Mbak, dari suatu tujuan
17:39daripada...
17:39Tapi ada informasi belakangan, Pak, yang tadinya gak ngasih akses.
17:42Sekarang jadi kasih akses.
17:43Ya, dikasih akses itu pun makanya untuk menunjukkan
17:46bahwa dia ada leverage dalam hal ini.
17:49Kan sudah dari awal, dia awalnya dari hedging.
17:51Jadi melihat Cina, sudah turun ketidakpercayaan lagi.
17:54Nah, ini sudah bukan pada titik itu.
17:56Ini sudah pada titik dia tidak lagi memakai
18:00ibaratnya untuk payung besarnya, Amerika.
18:02Dan ingat, Saudi ini siapa?
18:04Saudi ini adalah ketua kelompoknya dari negara-negara teluk tentunya.
18:08Kalau dia mengatakan tidak bisa dipakai,
18:10ya maka tidak bisa.
18:12Dan ini adalah salah satu ciri daripada
18:15freedom, proyek freedom.
18:18Di mana, proyek ketika kita bicara proyek freedom,
18:21apa sih?
18:22Kita bicara pangkalan.
18:23Kita bicara apa sih?
18:24Kita bicara akses udara.
18:26Kita bicara apa sih?
18:27Kita bicara dukungan logistik.
18:29Kita bicara apa sih?
18:30Kita bicara regional legacy.
18:33Jadi kalau regional legacy ini tidak ada,
18:36ya makanya proyek freedom ini dihentikan.
18:40Meskipun ada alasan-alasan yang lain,
18:42di mana Saudi tidak memberikan saat itu.
18:45Tapi sebetulnya esensinya di sana.
18:47Disinilah pada titik conditional signaling.
18:50Jadi apa coalition signaling dari Amerika
18:52untuk mengajak teman-teman yang lain,
18:54yang tidak jalan dalam hal ini.
18:56Oke, baik.
18:57Saya ke Pak Ginting.
18:58Mengapa kira-kira si Trump ini
19:00menggelar blokade dan proyek freedom
19:02kalau pada akhirnya justru malah menekan Iran
19:04dan berpeluang membuyarkan negosiasi?
19:07Ya, sebenarnya Amerika di awal
19:10ingin menghindari perang yang besar.
19:13Tapi kemudian ini akan berdampak mahal
19:17secara ekonomi dan politik,
19:20terutama di dalam negeri.
19:21Tapi kalau seperti bahasa lagunya Pelaut,
19:27ini kan Donald Trump
19:28jangan percaya mulut rica-rica itu kan.
19:31Artinya memang mulut dia tidak bisa dipegang.
19:35Mulut dia tidak bisa dipegang.
19:36Dan nanti Pak Ginting yang bisa kembali
19:38tetap di bola lear.
19:39Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan